Ieu aya LK persi banyumasan... Punten teu disundakeun, kumargi ieu ge kenging ngaringkes tina buku anu sok diical dilokawisata baturraden, purwokerto. Cerita Lutung Kasarung dari Banyumas Kadipaten Pasir Luhur (PL) dengan adipati bernama Kandadaha (Kdh) dengan putranya yang putri semua dan mereka telah menikah kecuali putri bungsu yang bernama Ratna Dewi Ciptarasa (RDC).
Kemudian dibagian lain diceritakan. Dalam pengembaraannya Raden Kamandaka (RK) yang nama aslinya Raden Banyakcatra (RBc) menjadi anak angkat patih Pasir Luhur yang bernama Reksanata (Rks) Pertemuan pertama antara RK dengan RDC ketika diadakan hiburan dengan mengadakan penagkapan ikan disungai secara beramai-ramai. Dilanjutkan dengan kunjungan RK ke kaputren yang pada waktu itu dianggap tabu, sehingga RK dikejar-kejar untuk ditangkap, dalam ceritanya RK dapat menyelamatkan diri menyeburkan diri kesungai sehingga dianggap telah meninggal oleh para prajurit Kadipaten PL. Sementara di Pajajaran Sang Raja sedang gelisah menunggu RK, kemudian menyuruh Raden Gagakngampar (RGn) untuk mencarinya dengan menggunakan nama samaran yaitu Raden Silihwarni (RSw) kemudian tibalah RSw ke Kadipaten PL dan menjadi prajurit kadipaten. Diceritakan kembali nasib RK yang ternyata dapat menyelamatkan diri dan diangkat anak oleh Nyi Kartisar (NyK) dengan kegemaran baru yaitu memelihara ayam aduan, serta memiliki teman karib bernama Ki Reksajaya (KiR) yang berasal dari Losari. Perkembangan berikutnya keberadaan RK yang yang masih hidup ini tersiar ketelinga Sang Adipati, kemudian mengutus RSw untuk menangkap RK. Raden RSw datang ke tempat sabung ayam dengan membawa ayam aduannya yang telah dipasang Patrem (sejenis keris kecil) pada tajinya.Pada saat berhadapan dengan RK, RSw melemparkan ayamnya kearah RK dan melukainya, kemudian terjadilah perkelahian dan kejar-kejaran dua bersaudara tersebut, sehingga ada beberapa tempat yang mengabadikan kejadian-kejadian tersebut, seperti Pejogol, Kali Bodas, Kali Banjaran, Sawangan, Bobosan, Kober, Kurung Anjing, dan Watu Sinom. Setelah menjalani pertarungan yang lama akhirnya mereka menyadari bahwa mereka sebenarnya bersaudara, kemudia mereka pulang ke Pajajaran. Menjelang peresmian penggantian tahta kerajaan Pajajaran yang seharusnya diberikan kepada Raden Banyakblabur (RBb) (anaka istri kedua) Sang Raja, yang menuntut tahta raja. Karena harus memilih RBc/RK atau RBb, maka Sang Raja Pajajaran mengadakan suatu sayembara. Siapa yang menemukan 40 putri kembar maka dialah yang berhak naik tahta. Untuk mencari syarat tersebut RBb pergi ke barat yaitu ke daerah banten sedangkan RBc ke arah Timur yaitu ke Pasir Luhur. Dalam pencariannya RK/RBc melakukan tapa di muara sungai, dengan keuletannya RBc mendapatkan batu ajaib. Jika batu tersebut dipakai maka dia akan berubah menjadi LUTUNG. Kemudian diceritakan ketika Adipati PL melakukan perburuan RK menyamar menjadi LUTUNG yang tertawan sehingga dengan leluasa dapat ikut ke Kadipaten agar dapat bersanding dengan RDC. Prabu Pulebahas Diceritakan di kerajaan Nusatembini yang terletak di pulo Nusakambangan, rajanya yang terkenal sakti bernama Prabu Pulehbalas (PPb) . Dia mempunyai dua saudara laki-laki yang bernama Jurangbahas dan Pasungbahas, serta mempunyai saudara perempuan 40 orang putri kembar yang tertua bernama Pulewati. PPb belum mempunyai prameswari dan mendengar berita di Kadipaten PL ada putri yang terkenal kecantikannya, maka PPb mengutus dua tumenggung untuk menyampaikan lamaran kepada Adipati PL. Dengan kedatangan kedua utusan tersebut menimbulkan kegelisahan bagi sang adipati karena lamar tersebut disertai ancaman apabila ditolak. Tetapi LUTUNG Kasarung telah menyiapkan siasat untuk membinasakan PPb, dibuat taktik agar pinangan tersebut diterima oleh RDC, dengan syarat: 1. Pengapit mempelai laki-laki harus putri kembar 40 orang 2. Lawon seribu kodi 3. Para pengiring pengatin laki-laki tidak boleh membawa senjata. 4. Mempelai putri akan menjemput calon suani dipinggir kota. 5. Sesudah bertemu mempelai laki-laki harus turun dari kendaraannya untuk mengemban mempelai putri. 6. Pengiring mempelai wanita harus bersenjata lengkap. Pada waktu yang telah ditentukan upacara penyambutan benar-benar dilaksanakan ditapal batas kota. Pada waktu PPb akan membopong RDC tiba-tiba LUTUNG Kasarung menusukan kerisnya kepada PPb yang mengakibatkan tewasnya sang raja. Dan setelah itu terbuka penyamaran LUTUNG Kasarung yang sebenarnya adalah Raden Kamandaka atau Raden Banyakcatra itu. Akhir cerita dilangsungkanlah penikahan Raden Kamandaka denga Ratna Dewi Ciptarasa kemudian pasangan suami istri itu pergi ke Kerajaan Pajajaran dengan membawa syarat penobatan sebagai raja yaitu 40 orang putri kembar. (sumber: Kisah Baturaden dan Raden Kamandaka, Bambang S.Purwoko) Wassalam, dudi_ss [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70 http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/0EHolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Komunitas UrangSunda --> http://www.UrangSunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

