wah hebat urang turunan Tionghoa oge ngadukung US, kumaha urang ?
----- Original Message ----- 
From: "Waluya" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, June 29, 2004 11:40 AM
Subject: [UrangSunda] Pamimpin Sunda ceuk WNI katurunan


> Aya artikel perkawis kapamingpinan Sunda, dina PR  dinten Saptu,
> tgl 26 Juni 2004. Anu rada "menarik" anu ngarang ieu artikel teh
> WNI katurunan Tionghwa nu oge non Muslim (sangkaan sim kuring
> kulantaran namina Andreas). Mangga nyanggakeun!
> 
> Ki Sunda Sebagai Pemimpin, Mengapa Tidak?
> 
> Oleh Dr. ANDREAS BINTORO
> MASALAH kepemimpinan sering menjadi bahan perdebatan yang hangat
> di berbagai tempat dan media massa, termasuk di Pikiran Rakyat.
> Tentang kepemimpinan Ki Sunda, ada berbagai pandangan. Secara
> umum, ada yang optimis, skeptis, ada yang pesimis, bahkan ada
> pula yang defaitis. Sebagai orang yang ingin Nyunda, saya tidak
> berani menanggapi berbagai pandangan itu, namun saya ingin
> menyumbangkan apa yang saya ketahui tentang masalah kepemimpinan
> dalam hubungannya dengan kepemimpinan Sunda.
> 
> Dengan sengaja saya gunakan istilah Nyunda, karena nenek buyut
> saya penduduk asli lembah Ciserayu (Sungai Serayu), kakek buyut
> saya berasal dari lembah Yangtzekiang. Saya tinggal di Bandung
> selepas SMA dan empat dasawarsa telah berlalu semenjak itu. Garwa
> saya seorang mojang Priangan asal Sukabumi. Semoga anak-anak saya
> dapat diakui sebagai Sunda.
> 
> Dalam Ensiklopedi Sunda ada peta yang menunjukkan bahwa Sungai
> atau Kali Serayu dulu bernama Ciserayu, dan Kali Pemali dulu
> bernama Cipamali. Dengan kata lain, dulu termasuk daerah Kerajaan
> Sunda (Galuh atau Padjadjaran). Saya cenderung percaya, karena di
> Kabupaten Banyumas ada desa yang bernama Ciwarak, kota yang
> bernama Cilongok, jalan yang bernama Cikebrok dan berbagai nama
> Sunda lainnya.
> 
> Di daerah Banyumas ada istilah blakasuta atau cablaka artinya
> bicara dengan sangat terbuka. Ini sangat bersamaan artinya dengan
> istilah balaka atau wakca dalam bahasa Sunda. Semoga nilai
> keterbukaan ini tidak dianggap melanggar nilai malapah gedang
> (bicara secara halus, bertahap dan tidak langsung).
> 
> Kepemimpinan Ki Sunda
> 
> Orang Sunda senang mengungkapkan sesuatu dengan peribahasa. Kita
> sering mendengar mereka berkata, Hade ku omong, goreng ku omong
> (Baik karena ucapan, jelek karena ucapan). Ratu kudu saciduh
> metu, sakecap nyata (ucapan dan tingkah laku harus berpadanan).
> 
> Dalam istilah modern, makna parigeuing kurang lebih sama dengan
> makna consideration (timbang rasa) sebagai salah satu unsur
> tingkah laku kepemimpinan yang efektif. Tugas pemimpin menurut
> buku berjudul Sanghiyang Siksa Kanda'ng Karesian (SSKK) ialah
> Ngertakeun bumi lamba artinya, menyejahterakan semesta dunia
> kehidupan. Bagaimana pendapat Anda bila dibandingkan dengan
> ungkapan Mamayu hayuning bawana?
> 
> Dalam SSKK disebutkan adanya tiga kelompok pemimpin menurut
> kedudukannya yaitu Tri Tangtu di Buana (Tiga ketentuan yang
> menentukan di dunia), yaitu, (1) Rama termasuk di dalamnya
> keluarga, pemuka masyarakat; (2) Sang Resi yaitu para
> cendekiawan, guru, rohaniwan, ulama; (3) Sang Prabu yaitu
> pemimpin formal, birokrat, pemerintah, para pengambil kebijakan,
> semua unsur lembaga eksekutif, yudikatif, dan legislatif.
> 
> Selanjutnya SSKK memberi Dasa Pasanata artinya Sepuluh Penenang
> yaitu cara memberi perintah yang baik agar orang yang diperintah
> bisa melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Kesepuluh cara
> memerintah yang dimaksud ialah, guna, ramah, hook (kagum), pesok
> (bangga), asih, karunia (belas kasih), makpruk (menenteramkan
> hati), ngulas (memberi pujian dan ulasan), nyecep (memberi
> perhatian, hadiah), ngala angen (mampu menarik simpati).
> 
> Pelaksanaan kesepuluh penenang itu belum cukup, ia harus
> dilengkapi dengan Pengimbuhning Twah atau pelengkap untuk
> mempunyai tuah atau karisma. Jumlahnya ada dua belas yaitu, Emet
> (tidak konsumtif), imeut (teliti, cermat), rajeun (rajin),
> leukeun (tekun), paka pradana (berani tampil, berbusana sopan,
> beretiket), morogol-rogol (bersemangat, beretos kerja), purusa
> ning Sa (berjiwa pahlawan, jujur dan berani), widagda (bijaksana,
> rasio dan rasa seimbang), gapitan (berani berkorban untuk
> keyakinan dirinya), karawaleya (dermawan), cangcingan, cingceung,
> tangginas (terampil, cekatan), langsitan rapekan (segala bisa,
> pro aktif).
> 
> Dalam teori kepemimpinan moderen, kedua belas Pangimbuhning Twah
> itu termasuk ke dalam pendekatan sifat-sifat pemimpin.
> Pelaksanaannya tentu harus melihat keadaan di dunia nyata. Selain
> dari pedoman normatif yang bersifat perintah, ada pedoman
> normatif yang bersifat larangan. Agaknya dalam SSKK tidak diberi
> nama, sehingga Drs. H.R. Hidayat Suryalaga memberi nama Opat
> Paharaman (Empat hal yang diharamkan) kepada larangan itu yaitu,
> babarian (mudah tersinggung), pundungan (mudah merajuk),
> humandeuar (berkeluh kesah), kukulutus (menggerutu).
> 
> Izinkanlah saya mengusulkan agar dilakukan penelitian tentang
> persepsi orang Sunda dan orang bukan Sunda tentang pelaksanaan
> perintah dan larangan sesuai dengan teori kepemimpinan gaya Prabu
> Siliwangi. Sebab ada orang Sunda sendiri merasa, bahwa praktik
> sangat jauh dari teori. Saya pernah bertanya kepada seorang dosen
> merangkap konsultan, mengapa sebagai orang Sunda beliau tidak
> menjadikan orang Sunda sebagai asisten. Beliau menjawab, "Orang
> Sunda itu pundungan!" Ada juga yang berpendapat "Orang Sunda
> tidak bersungguh-sungguh, bila ditegur karena salah malah
> tertawa!"
> 
> Akan tetapi saya pernah menyaksikan sendiri seorang cendekiawan
> dengan sangat tajam mendebat cendekiawan lain dalam pertemuan
> cendekiawan suatu organisasi. Ternyata dia orang Sunda, seorang
> doktor yang mengajar di ITB. Agaknya faktor pendidikan dan
> lingkungan sangat berpengaruh. Oleh karena itu, gejala yang
> kasuistis itu perlu diteliti dengan sebaik-baiknya dan
> seobjektif-objektifnya.
> 
> Orang Sunda sebagai RI satu
> 
> Mungkinkah orang Sunda sebagai pemimpin tertinggi di republik
> ini? Jawabannya, mengapa tidak? Saya percaya itu bisa, hanya
> belum saatnya atau tidak diberi kesempatan, atau tidak mencari
> kesempatan. Bila seorang dari suku kecil, lebih kecil dari suku
> Sunda bisa, mengapa suku Sunda yang kedua terbesar setelah suku
> Jawa tidak bisa?
> 
> Bapak Ir. H. Djuanda pernah menjadi Perdana Menteri yang berhasil
> dalam tugasnya. Letnan Jenderal Marinir (Purn.) Ali Sadikin telah
> menjadi legenda sebagai seorang gubernur di ibu kota negara yang
> sangat berhasil. Prof. Dr. Ir. Kusnadi Hardjasumantri pernah
> menjadi Rektor di Universitas Gajah Mada. Sebenarnya seringkali
> pemimpin itu berasal dari suku atau bangsa yang kecil, misalnya
> Lenin tidak berasal dari Moskwa. Stalin berasal dari Georgia
> (bagian Uni Soviet yang sekarang sudah melepaskan diri) sebuah
> negara kecil.
> 
> Saya melihat memang tidak banyak orang Sunda yang berkiprah di
> pentas nasional, akan tetapi yang berkiprah biasanya konsekuen
> dengan panggilannya. Misal, Mulyana W. Kusumah, Teten Masduki,
> Erry Riyana Hardjapamekas.
> 
> Lalu siapakah orang Sunda yang pantas dan mampu menjadi Presiden
> Republik Indonesia? Karena tidak ada sekolah untuk menjadi
> presiden, menurut saya cara yang paling tepat untuk menentukan
> mampu dan tidaknya seseorang menjadi presiden ialah dengan
> dipilih secara langsung dan kemudian dibiarkan untuk membuktikan
> kemampuannya. Akan tetapi dengan makin berperannya uang untuk
> mendanai kampanye pemilihan presiden, maka akan semakin sulit
> bagi seseorang yang mampu dan layak menjadi presiden untuk
> berhasil menjadi presiden tanpa bantuan para pendukungnya.
> 
> Ada seorang Sunda yang dilihat dari catatan perjalanan hidupnya
> diperkirakan mampu dan layak menjadi pemimpin bangsa. Beliau
> ialah Jenderal TNI (Purn.) Agum Gumelar, satu-satunya Jenderal Ki
> Sunda yang masih berkiprah di pemerintahan NKRI.
> 
> Harian Kompas (1998) pernah menurunkan cerita tentang Jenderal
> TNI Agum Gumelar yang disarikan berikut ini. Menurut Kompas,
> penduduk Ujungpandang atau dulu dikenal dengan Makassar itu
> terkenal bertemperamen panas. Sebagai contoh, sewaktu terjadi
> protes pemuda dan mahasiswa menentang pemakaian helm pada tahun
> 1985 ada lima jiwa melayang. Kemudian ada tiga mahasiswa tewas
> sewaktu terjadi unjuk rasa menentang kenaikan tarif angkutan
> kota.
> 
> Sosok Pak Agum Gumelar yang murah senyum dan tidak angker dengan
> pendekatan persuasif telah dengan sangat berhasil mengendalikan
> kerusuhan pertengahan September 1997 yang terjadi di
> Ujungpandang. Pada waktu itu Pak Agum Gumelar menjabat sebagai
> Pangdam VII/Wirabuana. Seorang pengusaha di Jalan
> Veteran-Ujungpandang berkata, "Saya sangat berterima kasih kepada
> panglima, sebab berhasil mencegah perusakan toko saya dan
> masyarakat sekitar pun tidak ada yang sentimen".
> 
> Pada tanggal 15 September 1997, Annie anak tunggal Pak Junaidy
> tewas dibunuh seorang gila. Pak Agum Gumelar sebagai Panglima
> Kodam VII/Wirabuana bertindak cepat dan meminta agar keluarga
> yang berduka bersedia dan rela memakamkan jenazah Annie pada
> malam itu juga. Akhirnya pihak keluarga korban setuju dan
> pemakaman dilakukan pada jam 02.00-03.00 dini hari Selasa, 16
> September 1997.
> 
> Karena pemberitaan koran, kerusuhan meletus juga, akan tetapi
> tidak sehebat seandainya tidak dilakukan pendekatan oleh panglima
> kepada keluarga korban. Pada tanggal 5 Oktober 1997, Hari ABRI,
> Pangdam memberikan penghargaan tertinggi kepada Pak Junaidy,
> dosen yang pemaaf dan Mustafa, seorang daeng becak yang jujur dan
> tidak kemaruk harta. Sebuah masjid juga didirikan untuk mengenang
> Annie. Sifat demokratis, purusa ning Sa, widagda, gapitan,
> cangcingan, langsitan ditunjukkan sewaktu beliau membiarkan
> Kongres PDI yang memilih Megawati Soekarnoputri tetap
> berlangsung. Akibatnya, beliau digeser dan dipindahkan ke Medan.
> Ini menurut pengakuan beliau sendiri dalam rangka dialog capres,
> cawapres lewat televisi. Dia seorang sahabat sejati. A friend in
> need is a friend indeed!
> 
> Dengan halus tetapi tegas, Pak Agum menegur para penanya
> merangkap penyiar TV yang tidak sopan, karena menyebut para
> pemimpin tertinggi dan tinggi negara dengan nama saja. Ini
> menunjukkan bahwa beliau seorang yang menghargai undak usuk (tata
> krama) dan berbudaya tinggi. Memang banyak penyiar TV yang
> kebablasan sehingga lebih kasar dari orang Inggris (Barat) yang
> menyebut musuh pun dengan sebutan Mr. (Tuan) dan menyapa anggota
> parlemen dengan Mister Member of Parliament, tidak dengan sekadar
> nama seperti di Indonesia.
> 
> M.A.W. Brouwer dalam buku Perjalanan Spiritual:Dari Gumujeng
> Sunda, Eksistensi Tuhan sampai Siberia, terbitan Kompas, 2003
> menulis, "Orang Sunda suka tertawa dan tidak begitu cepat ambil
> pusing. Bahasa mereka sangat baik dan berbunyi musikal sekali.
> Karena sawah sangat subur, mereka mempunyai jiwa tani yang
> bijaksana dan kalau di luar sering ada huru-hara di Jawa Barat
> biasanya tenang."
> 
> Pernyataan itu mengandung kebenaran. Bahasa Sunda bernada tinggi.
> Seandainya orang Sunda berlatih menyanyi sopran dalam opera
> Italia kemungkinan besar akan sangat berhasil. Pada waktu banyak
> darah tertumpah di Jawa Timur dan Jawa Tengah pada tahun-tahun
> pasca tragedi 30 September 1965, di Jawa Barat di bawah pimpinan
> Panglima Kodam V Siliwangi, Letnan Jenderal Ibrahim Adjie tidak
> ada banjir darah.
> 
> Indonesia memerlukan pemimpin yang tegas tetapi bijaksana, ceria
> dan tidak suka menumpahkan darah. Pak Agum Gumelar itulah salah
> satu orangnya. Bukankah beliau sudah dianugerahi gelar Rakean?
> Dalam pemilihan Presiden tanggal 5 Juli 2004 nanti beliau masih
> sebagai calon wakil presiden. Tahap ini baik untuk persiapan
> pemilihan presiden yang akan datang.***
> 
> Penulis dosen Universitas Kristen Maranatha Bandung.
> 
> 
> 
> 
> Komunitas UrangSunda --> http://www.UrangSunda.or.id
>  
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
>  
> 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas UrangSunda --> http://www.UrangSunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke