Jadi ieu pangalaman sorangan sababaraha taun ka
tukang.
Kuring kungsi hp murag di mobil taksi, balik dines ti
Makassar (balik dines poe saptu, kanyahoan senen waktu
rek ngantor, ma'lum di rorompok mah tara ngagunakeun
hp). Nanya ka bandara ahirna bisa ngomong jeung sopir
taksina tapi teu ngaku yen hp kuring murag di mobil
manehna. Waktu tagihan ti Telkomsel datang, diilikan
aya 6 no telp. panungtung anu kuring teu kenal,
buru-buru dicoba ditelp. nyatana eta teh no. telp
sopir taksi + pangkalan taksi. Jadi kasimpulanna hp
kuring murag di taksi. Alhamdulillah ahirna eta hp
dibalikeun deui ka kuring sanggeus kuring ngancam rek
merkarakeun maranehannana.
Solusi (naon sundana) nyingkahan taksi nu teu
pararuguh kitu, saterusna kuring tara ngagunakan taksi
"PRESTASI" mun teu aya taksi nu bener, LANGSUNG SAE
GUNAKEUN BUS DAMRI, INSYA ALLOH AMAN TUR MURAH. Bisa
Turun turun di tengah perjalanan terus nyambung ku
taksi nu teu DICALOAN KU SI BOROKOKOK.
Manawi cekap, hatur nuhun.

Wassalam
Jaka

--- Rudy Setiawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
********************************************************
> Sampurasunnn!
>  
> Daramang lur!
>  
> .....ieu saukur info, ti milist tatanggi, pamugi aya
> mangfaatna, hapunten teu kangtos di basa sunda keun!
>  
>  
>  
> leos deui.....,
>  
> -pun adi-
> -------------
>  
> Mafia Taxi di Airport
> 
> Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng sekarang memang
> sudah jadi sarang preman. Sejak banyaknya
> penerbangan 
> memberlakukan tarif murah, sehingga masyarakat dari
> berbagai tingkat ekonomi sudah terbiasa dengan
> airport.Masalah baru ternyata muncul, premanisme
> yang
> dulunya menguasai pelabuhan dan terminal bus kini
> juga
> pindah ke airport. Kalau melihat begitu banyaknya
> ojek
> yang merajalela di Bandara itu belum apa-apa,
> sekarang
> ada lagi premanisme taxi, enggak tahu kapan
> mulainya,
> namun teman saya kena batunya.
> 
> Teman saya baru pulang dari Bali mengikuti sebuah
> konvensi yang ditugaskan oleh kantornya. Dia keluar
> dan menanti Taxi untuk segera pulang karena sudah
> kelelahan. Namun sebuah kenyataan aneh dua jam dia
> menunggu taxi, tidak satupun taxi yang berhasil
> dinaikinya. Kita cenderung ingin taxinya yang
> terkenal
> integritasnya seperti Blue Bird, namun 
> ditempat itu, para satpamnya yang pura-pura membantu
> mencari taxi tidak memperkenankan satupun blue bird
> untuk bisa mampir. Semua blue bird atau taxi2
> 'bagus'
> yang berancang-ancang menepi mengambil penumpang
> semuanya dihalau oleh satpam2 tersebut. Alih-alih
> mereka malah menawarkan taxi yang mangkal disitu
> (yang
> jelek integritasnya), tapi non argo, atau borongan. 
> Teman saya walaupun juga berwatak keras sehingga
> membuatnya hampir bentrok dengan satpam2 disitu,
> akhirnya menyerah juga. Namun setelah mendengar
> harga
> borongan yang hampir tiga kali lipat 
> dari harga argo biasanya, membuat dia mengurungkan
> niatnya, dan bertekad untuk tetap mencari taxi lain.
> Seorang satpam malah datang marah2 mengatakan dia
> sudah capek mencarikan taxi, namun tidak ada yang
> disetujui teman saya. Perang mulut, dan perang urat
> syaraf pun terjadi, akhirnya para satpam itupun
> menyerah, mereka pura2 mendapatkan taxi yang mau
> memakai argo. Akhirnya teman saya naik taxi yang
> juga
> jelek integritasnya ini, tapi saat naik ia melihat
> sopir taxi memberikan amplop untuk seorang satpam.
> Curiga akan amplop itu, teman saya bertanya, 
> 
> "Apaan tuh...", satpam itu mengelak dengan
> mengatakan
> itu karcis yang dikembalikan.
> 
> Akhirnya, teman saya itu sampai dirumah, setelah 
> membayar sesuai argo (senilai 60.000), ternyata
> sopirnya minta tambah lagi sebesar Rp20.000. Jelas
> saja teman saya kaget, dan menanyakan itu uang apa.
> Ternyata itu adalah potongan yang katanya disetorkan
> pada satpam tadi, alias pajak airport. Karena sudah
> kelelahan dan tidak ingin ribut2 lagi teman 
> saya membayarkan sesuai yang dimintanya.
> 
> Peristiwa ini belum lama berselang. Seorang saudara
> perempuan saya, kerena tidak berhasil bertemu dengan
> 
> penjemputnya, akhirnya memutuskan naik taxi saja.
> Saat
> naik sopir taxi itu biasa2 saja, dan menyalakan
> argonya kemudian berangkat. Namun saat keluar dari
> airport, tiba2 sopir minta harga borongan tiga kali
> lipat dari harga biasa bila pakai argo. Saudara saya
> masih coba berargumen, tidak ada perjanjian sebelum
> naik. Sopir taxi itu tiba2 menepi menghentikan
> mobilnya, dijalan tol. Ia kemudian menyuruh saudara
> saya turun kalau tidak mau borongan. 
> 
> Bayangkan harus turun ditengah jalan tol?! Tentu
> saja
> saudara perempuan saya menyerah dengan pemaksaan
> seperti itu, ia terpaksa setuju dengan harga
> borongan.
> 
> Teman saya yang lain punya pengalaman sendiri, kalau
> ada yang ingin naik Damri daripada Taxi, saat kita
> menanyakan dimana menunggu Damri pada para security
> atau pengangkat barang disitu, mereka akan sengaja
> menyesatkan kita menunggu ditempat yang salah. Atau
> pura2 tidak tahu kalau ada Damri. Akhirnya kita
> harus
> naik pada taxi atau angkutan yang sudah bekerja-sama
> dengan mereka.
> 
> Jadi hati-hati kalau di airport. Kasih tau sama
> semua
> saudara2 dan teman2, airport sekarang sangat rawan.
> Mintalah jemputan dari kerabat, atau teman kamu saat
> di Airport. Menghindari hal tidak diinginkan,
> seperti
> kriminalitas dan penipuan. Seorang perempuan
> janganlah
> bepergian sendiri, atau kelihatan bingung di
> airport,
> kemudian kelihatan bertanya-tanya, karena itu
> berbahaya sekali, rawan penipuan dan kriminalitas.
> So
> please be carefull...
> 
> *********************************************
> 
>               
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> Yahoo! Mail is new and improved - Check it out!



                
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail is new and improved - Check it out!
http://promotions.yahoo.com/new_mail


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke