|
Ngiring prihatin..
mung sigana pami barudak mah nu janten objekna..
bade bade dipuah-puih oge hatena mah masih parolos.
nyaeta tea we media anu ngarahkeun kana glamor
jeung sajabana mah. Sakapeung sok janten patarosan ka diri pribadi : bade
diarahkeun kamana bangsa urang teh?!... *sedih*
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, July 28, 2004 9:08
PM
Subject: Re: [Urang Sunda] FW: AFI Versus
IPA (Olimpiade Fisika)
Muhun teteh terang........
Itulah Indonesia, miskin tapi glamor.......
Punten
teu disundakeun......ti milis tatangga
wassallam
AFI
Versus IPA Oleh : Ade Armando (Dosen UI dan Pengamat Media)
Pernah
dengar nama Yudistira Virgus? Atau, Edbert Jarvis Sie? Atau,
Ardiansyah? Andika Putra? Atau, Ali Sucipto? Kalau Anda
menganggap nama-nama itu terasa asing di telinga, jangan berkecil
hati. Maklumlah, mereka memang tidak cukup diekspos media massa.
Jangankan tampang, nama mereka saja tidak hadir di halaman satu surat kabar,
di halaman depan tabloid dan majalah, apalagi di prime time siaran televisi
dan radio kita. Dibandingkan Veri, Kia, dan
Mawar (tiga finalis AFI), misalnya, pemberitaan soal
Yudistira dan kawan-kawan bisa dibilang 'cuma seujung kuku'. Padahal,
prestasi mereka sangat membanggakan. Mereka berlima sem! ua
siswa SMA membawa Indonesia menempati peringkat lima
besar dalam Olimpiade Fisika Internasional di
Pohang, Korea Selatan, yang baru berakhir Kamis
lalu. Dalam ajang prestisius yang diikuti 73
negara ini, Indonesia hanya berada di bawah
Belarusia, Cina, Iran, dan Kanada. Negara-negara besar seperti
AS, Jepang, atau Jerman dilibas. Yudistira merebut medali emas
untuk kategori total ujian teori dan praktik (eksperimen),
sementara keempat teman lainnya merebut medali perak dan
perunggu. Tapi, begitulah
Indonesia. Pencapaian dalam kemampuan menguasai
atau mengembangkan ilmu pengetahuan tidak memperoleh
perhatian besar. Remaja Indonesia, sejak kecil, diajarkan untuk
justru mengagumi hal-hal tidak mendasar. Lihat
saja bagaimana ! saat ini ribuan remaja Indonesia
berduyun-duyun mengikuti berbagai ajang kompetisi adu tarik
suara atau bahkan adu kecantikan. Impian
'menjadi bintang' terus dipompakan ke benak bangsa
ini. Program seperti AFI dan semacamnya
tidaklah buruk. Tapi, skalanya sudah menjadi begitu
besar dan sama sekali tidak proporsional sehingga
bisa menyesatkan rentang pilihan yang terbayang di
benak bangsa ini. Indonesia adalah
negara miskin dan terbelakang. Salah satu syarat utama
untuk mengatasi ketertinggalan ini adalah penguasaan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Karena itu, negara ini
membutuhkan penghibur (entertainer) dalam jumlah
'secukupnya' saja. Kita tentu perlu mensyukuri
lahir dan tumbuhnya sebuah generasi m! uda yang
cantik, gagah, pintar menari dan bernyanyi, atau berakting;
namun kita memerlukan lebih banyak lagi orang
pintar. Kepintaran rupanya memang tak dianggap
punya daya tarik tinggi. Akibatnya, media massa
tidak memberi tempat cukup bagi prestasi yang terkait
dengan 'keunggulan otak'. Tanpa
disengaja, media tidak mengondisikan masyarakat untuk
menghargai 'kepintaran'. Bahkan, di siaran televisi,
lazim kita melihat bagaimana kaum ilmuwan ditampilkan secara
karikatural: sebagai profesor pikun beruban dan berkacamata
tebal yang tidak punya kehidupan sosial. Pasokan sumber
daya manusia unggul di negara ini
dipinggirkan. Tentu saja bukan cuma media massa
yang berkonstribusi. Kita misalnya juga &nb! sp; tidak
melihat upaya serius pemerintah untuk memelihara dan mengembangkan kualitas
brainware ini. Yudistira dan kawan-kawan pun
bisa saja akhirnya tidak akan dapat dimanfaatkan untuk kemajuan
bangsa ini karena mereka keburu digaet pihak
asing. Yudistira misalnya dikabarkan sudah
memperoleh beasiswa dari sebuah universitas
teknologi di AS. Dikabarkan pula dua anggota tim Olimpiade
Fisika sudah diterima Nanyang University of Singapura (NUS).
Maklumlah, perguruan tinggi asing ini aktif mendekati para calon
ilmuwan terbaik yang mereka dapati di ajang internasional,
sembari mengiming-imingi beasiswa, jaminan hidup, dan bahkan
jaminan kerja. Sementara Indonesia, hanya mengamati mereka dari
jauh. Tidak pernah dengar nama Yudistira
Virgus? Tidak apa-apa, kok. Ia cuma pemen! ang
medali emas di Olimpiade
Internasional!
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
Do you Yahoo!? Y!
Messenger - Communicate in real time. Download now.
Komunitas
Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
| Yahoo! Groups Sponsor |
ADVERTISEMENT
![click here]() | |
![]() |
Yahoo! Groups Links
|