Media Indonesia
Selasa, 12 Oktober 2004

NUSANTARA
Ketua DPRD Jabar Diminta Bebas KKN

BANDUNG (Media): Kasus korupsi dana kaveling senilai Rp33,4 miliar yang
melibatkan seluruh mantan anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) 1999-2004 berimbas
pada pertarungan kandidat calon Ketua DPRD Jabar masa bakti 2004-2009.
Pasalnya, dari 100 anggota Dewan yang baru dilantik, 24 di antaranya adalah
anggota Dewan lama yang terkait kasus ini.

Demikian benang merah hasil diskusi bertajuk 'Mencari Figur Ketua DPRD
Jabar' yang diselenggarakan Forum Diskusi Wartawan Bandung (FDWB) bekerja
sama dengan Bandung Institut Governance Studies (BIGS) di Bandung, kemarin.
Hadir sebagai pembicara, yaitu Yomanius Untung (dari Fraksi Partai Golkar),
Ahmad Adib Zain (Fraksi Partai Amanat Nasional/PAN), Aji Asyhari (PKS),
pakar hukum Universitas Padjadjaran (Unpad) Indra Prawira, dan sosiolog Budi
Radjab.

"Untuk jabatan Ketua DPRD (Jabar) yang sekarang harus bersih dari masalah,
serta tidak terlibat kasus korupsi, termasuk dana kaveling. Karena
bagaimanapun, pimpinan Dewan ke depan harus memiliki figur yang dapat
memperbaiki citra, khususnya bagi lembaga Dewan itu sendiri di mata
masyarakat," kata Aji Asyhari, anggota DPRD Jabar dari Fraksi Partai
Keadilan Sejahtera (PKS).

Memang, kata dia, beban Ketua Dewan yang baru cukup berat karena harus
memulihkan citra, terutama terkait dengan kasus dana kaveling yang sekarang
ini belum juga ada ketetapan hukum, di samping memperbaiki lembaga Dewan
yang selama ini dinilai negatif. "Untuk itu, kriteria calon ketua Dewan
harus orang yang benar-benar bersih serta sosok yang tidak memiliki sifat ke
arah kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN). Intinya, kita sebagai warga Jabar
jelas tidak menginginkan seorang figur pimpinan Dewan yang bermasalah,"
ujarnya.

Selain itu, tambah Aji, figur calon ketua Dewan juga harus mampu memberikan
teladan, santun dalam berperilaku, di samping memiliki keberanian serta
sikap tegas terhadap hal-hal yang bertentangan dengan keinginan rakyat.

Hal senada diungkapkan Adib Zain. Menurut dia, persoalan masa lampau di
lembaga Dewan betul-betul merupakan pekerjaan yang harus diselesaikan para
anggota Dewan sekarang. "Saya menilai, figur ketua Dewan ke depan harus
mampu mengubah serta memperbaiki citra lembaga Dewan. Tentunya harus
dilakukan oleh orang-orang yang tidak terkait dengan hukum, atau masalah
lainnya."

Pendapat sama juga disampaikan Indra Perwira dan Budi Radjab. Mereka
mengharapkan figur ketua bisa membawa lembaga Dewan menjadi jauh lebih baik
dibanding sebelumnya, serta betul-betul memperjuangkan kepentingan rakyat
Jabar. "Saya berharap posisi ketua Dewan tidak seperti dulu lagi karena
seolah terkesan memiliki kelebihan yang begitu besar dibandingkan dengan
anggota lainnya," papar Indra.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI)
Fauzan Rahman mengatakan syarat utama untuk menjadi Ketua Dewan bukan
orang-orang yang pernah terlibat dalam kasus dana kaveling yang melibatkan
anggota Dewan periode 1999-2004. "Makanya masyarakat harus tetap memantau
penanganan kasus dana kaveling yang melibatkan seluruh mantan anggota DPRD
Jabar. Karena masih ada sekitar 23 dari 100 orang anggota Dewan yang
terlibat, yang terpilih kembali," ungkap Fauzan.

Fauzan memperkirakan akan sulit bagi lembaga Dewan untuk memperbaiki
citranya di mata rakyatnya. "Yang saya harapkan kepada 100 anggota Dewan
sekarang untuk tidak memilih calon ketua yang terlibat kasus dana kaveling,"
tandas Fauzan.

Kandidat untuk calon Ketua DPRD Jabar, masing-masing perwakilan dari Fraksi
Partai Golkar, PKS, dan PDIP.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar hingga kemarin masih melakukan penyidikan
terhadap kasus dana kaveling. Untuk sementara dari 100 mantan anggota Dewan
yang diduga terlibat hanya tiga orang. Mereka adalah mantan Wakil Ketua DPRD
Jabar Kurdi Moekri, Suyaman (mantan Wakil Ketua DPRD Jabar dari Fraksi
Partai Golkar) dan Suparno (mantan Wakil Ketua DPRD Jabar dari Fraksi
TNI/Polri). (EM/SG/N-1)

--
k#5



________________________________________________
Message sent using QuasarMail 1.0



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke