Ka Cilegon mah ampir unggal sasih urang Baduy (Rawayan) teh nawiskeun madu odeng, gula atanapi bedog.
 
Kaleresan di millist sanes oge nuju dipedar perkawis baduy teh. Ieu pangalaman rerencangan (Raden Gunawan urang Lampung, sanes kang Yusuf Gunawan) nu kantos nyaba ka perkampungan Baduy Dalam. Punten teu disundakeun.
 
Wassalam,
Eman
----- Original Message -----
Sent: Monday, September 27, 2004 4:44 PM
Subject: Re: [neo-wacana] Akal Sang Hakim - Baduy

Assalamu 'alaikum,
 
Bersama sebuah rombongan KS, tahun 1988 ketika saya masih agak muda, saya pernah menginap di tempat perkampungan Baduy Dalam.  Melalui perjalanan yang cukup menguras energi, naik & turun bukit yang terjal, dari kaki bukit kami sampai di sana menjelang magrib.  Wow, udaranya amatlah sejuk, air sungai kecil yang melintas kampung mereka alangkah jenrihnya, dan yang mengherankan saya di tempat ini tidak ada nyamuk sama sekali.
 
Malampun tiba, tuan rumah menemani kami ngobrol tentang berbagai hal.  Dengan Rahmat Hidayat yang bertindak sebagai juru bicara bahasa sunda (sunda wiwitan), berbagai pertanyaan diajukan.  Ditengah obrolan kami itu, tiba-tiba salah satu anggota keluarga baduy dalam itu bertanya:"Ada yang bawa paramex gak?  Kepala saya sakit," katanya.  Kebetulan di antara kami ada yang membawa, dan langsung memberikan paramex yang dimaksud.  Ketika itu saya berpikir,  oh ternyata masyarakat yang diduga sangat sarat dengan hal-hal mistik, lebih mempercayai paramex sebagai penyembuh.
 
Kemudian, ada lagi seorang teman bertanya rada aneh.  "Pak, bisa gak membuat orang jadi kebal tidak mempan bacokan?"  Lantas apa jawaban orang baduy itu: "Ah, orang KS kan jauh lebih sakti....  Besi saja bisa diencerkan oleh orang KS untuk dibuat macam-macam..."  Sebuah jawaban agak tak terduga, krn untuk sementara dalam pikiran kita, mereka lebih sakti daripada kita.  Ternyata, dalam pandangan mereka, kitalah yang lebih sakti.
 
Ceritanya panjang kalau mau diuraikan.  Tapi, memang ada baiknya kita dapat menyempatkan diri menengok langsung bagaimana sebenarnya kehidupan disana.  Disana ada nilai-nilai yang patut juga menjadi pelajaran bagi kita. Wassalam.  RG
 
----- Original Message -----
From: dedi
Sent: Monday, September 27, 2004 12:03 PM
Subject: Re: [neo-wacana] Akal Sang Hakim 1

 Pak Yusdeka menulis : 
 

Peradaban suku pedalaman BADUY di wilayah Banten dikatakan lebih rendah dari peradaban masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Karena file-file data tentang peradaban baru yang merupakan sebuah keniscayaan saja sebagai fungsi dari perputaran zaman tidak masuk kedalam otak orang baduy itu. Selama puluhan bahkan ratusan tahun, masyarakat baduy berusaha menutup otak mereka dari menerima file-file baru. Mereka mengisolir diri di kedalaman hutan belantara. Sehingga mereka tumbuh sebagai sebuah komunitas masyarakat yang peradabannya tertinggal digilas roda sejarah. Alat komunikasi, transportasi, dan gaya hidup mereka begitu statis, sehingga mereka kemudian menjadi komunitas yang jadi tontonan orang hanya karena keprimitifannya.

 

Pak Deka, gurunda yang saya hormati,

Saya ingin mengkritisi tulisan tentang masyarakat Baduy diatas, mungkin Pak Deka belum tahu siapa dan ada apa dengan masyarakat Baduy, sehingga dengan gampangnya menulis seperti ini,...mungkin juga berdasarkan referensi buku-buku yang ada.

Sebenarnya Masyarakat BADUY (yang sebetulnya mereka tidak mau disebut BADUY) lebih maju dan modern bila dibandingkan dengan masyarakat INDONESIA yang ada sekarang ini (diluar masyarakat BADUY).

Masyarakat Baduy yang lebih suka disebut Orang-orang KANEKES ini merupakan masyarakat yang lebih dahulu ada sebelum

masyarakat BANTEN, JAKARTA, dan INDONESIA masih KERAJAAN, Saya sempat menitikkan air mata ketika tahu siapa sebenarnya mereka. ternyata mereka orang-orang modern, merdeka, dan konsisten dengan peraturan (adat leluhur),...pokoknya kita harus banyak belajar pada mereka kalau INDONESIA ingin sejahtera, makmur dan aman.....SUBHANALLAH.    

Saya dan teman-teman diberi amanah untuk membuat buku yang maksudnya akan menggantikan buku-buku yang beredar sekarang ini yang menurut mereka banyak informasi yang tidak benar.

Mereka mengisolir diri bukan berarti menutup diri, tetapi mereka menerapkan proteksi yang sedemikian canggih, agar sistem mereka bisa berjalan efektit sesuai adat leluhur, Untuk masalah dunia luar mereka punya banyak intelegen, bahkan sampai mancanegara, ....walaupun mereka bukan beragama Islam tetapi mereka tahu apa itu ISLAM, dan hebatnya ISLAM diaplikasikan oleh mereka. Walau Nabi mereka Nabi Adam,,,mereka juga tahu NABI MUHAMMAD SAW, dari segi teknologi walaupun peralatannya tidak canggih tetapi fungsi dan manfaatnya lebih terasa oleh mereka...(BERDAYA GUNA TINGGI). 

WACH POKOKNYA kita akan terbelalak bila kita bisa tahu siapa mereka sebenarnya.

Wassalam

Dedi juanda  

 

NB(Nyeuri Beuteung:

Ada satu lagi yang belum kita ketahui, ternyata daerahnya lebih kaya dibandingkan dengan INDONESIA. saya bisa buktikan itu.

tapi saya diberi amanah lagi untuk menyimpan RAHASIA.

 

 

 



Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke