|
Punten teu di
SUndakeun, Ti millis PKS
Majalah Syir'ah
Berlabel Islam tapi menyerang Islam
Jika yang
menghantam Islam itu orang Yahudi dan Nasrani, bisa dimaklumi. Karena
sudah ada sinyalemen Allah dalam Al-Qur'an. Tapi kini penghantaman
Islam ini dilakukan oleh orang "Islam" dan membawa-bawa dalil
Al-Qur'an. Bagaimana kita menyikapi fitnah berlabel "Islam" ini?
Majalah yang satu ini memang
keterlaluan. Nama dan motonya sangat islami, diambil dari Al-Qur'an.
Dalam beberapa edisinya, Syir'ah men�can�tum�kan surat
Al-Ma`idah 48 di inside cover. Kata "Syir'ah" yang berarti peraturan,
memang diambil dari surat Al-Ma'idah 48. Ujung ayat ini diakhiri
dengan kalimat "Fastabiqul Khairat" yang dijadikan moto perjuangan di
kala�ngan Pemuda Muham�madiyah. Tapi, apakah opini dan
beritanya mendakwahkan Islam dan menjunjung kemuliaan umat Islam?
Ternyata bertolak belakang seratus delapan puluh derajat. Justru
sering menurun�kan tema yang mendukung kaum Nasrani dan
menyebarkan pendis�kreditan Islam. Ketika terjadi pro-kontra
umat Islam dan Kristen tentang RUU Kerukunan Umat Beragama, Syir'ah
malah berpihak ke kalangan Nasrani. Maka bulan Januari 2004 Syir'ah
mengangkat tema utama "Kerukunan Dalam Bahaya". Berita dan analisisnya
jelas mendukung aspirasi umat Nasrani, dengan beberapa judul tulisan:
"Urungkan RUU Kerukunan Umat Beragama" (hal. 16); "Aturan Kerukunan
yang Mencakar" (hal. 18-22); "Akui yang Lima, Akui Selain yang Lima"
(hal. 23-26); "Kerukunan Tak Bisa Didikte" (hal. 28-31), dan
lain-lain. Menjelang pemilihan DPR, DPRD dan DPD pada Pemilu yang
lalu, bulan April 2004 Syir'ah menurunkan tema utama "Politikus Busuk
di Partai Islam." Dari berita yang disuguhkan, dapat ditebak bahwa
tujuannya adalah penggembosan terhadap Partai-partai Islam.
Perwajahannya pun jauh dari kesan Islami. Saat umat Islam
ramai-ramai mengecam pornografi dan pornoaksi dalam kasus Goyang
Ngebor Inul yang seronok, Syir'ah malah memihak sang Ratu Ngebor pada
edisi Juni 2003 dengan tema "Rasulullah Pun Menikmati Goyang." Fakta
yang dijadikan dalih adalah adanya Tarian Duet (Hadra) Maut yang
berpasangan antara laki-laki dan perempuan adalah tradisi di kalangan
keturunan Rasulullah, dan pertunjukan Tari Perut yang dilakukan di
atas perahu-perahu Nil ini dihiasi dengan kaligrafi Arab bertuliskan
La ilaha illallah, Masya Allah, dan Subhanallah. "Tari Perut menjadi
trademark negeri yang kaya peradaban itu. Di sana, lembaga fatwa tidak
mengeluarkan pengharaman terhadap Tari Perut" tulis Syir'ah membela.
Ilustrasi edisi ini sangat jorok, yaitu para penari Tari Perut
yang sedang bergoyang –maaf– terlihat auratnya antara buah dada
sampai pusarnya. Lalu pada halaman 49 dipersembahkan puisi untuk Sang
Ratu Ngebor berjudul "Syair Inul" yang dihiasi dengan foto latar
seorang wanita tak berbusana yang sedang menari (bergoyang). Edisi
Januari 2004, ditampilkan potret "telanjang dada" Cornelia Agatha pada
rubrik Sudut Panggung. Begitu juga edisi Februari 2004, rubrik Sudut
Panggung memajang foto sensual Rieke Diah Pitaloka yang
ber�telanjang dada memamerkan kalung emasnya. Edisi Maret
2004, pada rubrik Mereka Bicara, Syir'ah mela�por�kan secara
detail kehi�dupan prostitusi di kota Parung. Penyuguhan berita
esek-esek ini pun tak menanamkan moral, bahkan cenderung
mem�popu�lerkan. Konyolnya, Syir'ah memuji wilayah mesum ini
dengan sebutan "unik" karena letaknya ber�dekatan dengan
pesantren. Ini menanamkan opini kepada pembaca seolah-oleh perilaku
mesum tidak ditolak oleh komu�nitas pesantren. Pendiskreditan
terhadap Islam kembali dilakukan di edisi Mei 2004 yang memblow up
seks bebas di kampus Islam yang dilakukan oleh para aktivis kampus
Islam, aktivis Harakah Khilafah (Hizbut Tahrir?), dan alumnus
pesantren. Foto ilustrasinya pun sangat mesum dan melecehkan Islam.
Ada foto wanita berjilbab sedang tidur berpelukan di ranjang dengan
lawan jenisnya, ada cover VCD porno lengkap dengan cuplikan foto
bugilnya, dan seterusnya. Seolah-olah, adegan mesum itu sangat akrab
di kalangan "kampus hijau." Memfitnah Tokoh Islam
Fitnah Syir'ah yang paling fatal dan jauh
kaidah jurnalistik yang wajar adalah edisi Februari 2004. Pada laporan
utama "Pindah Agama Karena Hidayah" yang disajikan, disebutkan bahwa
pindah agama baik dari non Islam ke Islam maupun dari Islam ke non
Islam adalah "karena hidayah Ilahi." Padahal jika berlabel Islam,
idiom "karena hidayah" tidak tepat ditujukan untuk orang yang pindah
keyakinan dari Islam ke agama lain. Istilah yang tepat untuk
kepindahan iman dari Islam ke agama kafir adalah "tersesat" atau
"murtad." Nafsu mencoreng reputasi umat Islam oleh
wartawan Syir'ah pada edisi ini sangat menggebu-gebu. Dilukiskan pada
halaman 21-22 tentang murtadnya pelawak terkenal dari Sunda.
Disebutkan bahwa Kang Maman yang bernama asli Muhammad Shalat, salah
seorang anggota D'Bodors (group lawak terkenal di nusantara yang
dimo�tori oleh Abah Us Us). Menurut Syir'ah, Kang Maman pindah
agama karena "berangkat dari petunjuk Ilahi." Alasannya, dia orang
yang taat beribadah dan berlatar belakang ustadz. Dia pindah agama
karena ketika shalat tahajud didatangi oleh penampakan sosok tubuh
yang mengaku Nabi Isa alias Yesus Kristus yang mengatakan, "Akulah
yang utama di dunia dan akhirat." Setelah masuk Kristen, Kang Maman
bisa mengobati orang yang sakit dengan doa-doa yang dihaturkan kepada
Yesus Kristus.
Menanggapi berita tersebut, Kang Maman alias
Kang Ibing yang di kenal di dunia lawak dengan julukan si Kabayan
membantah. Dia mengatakan bahwa dirinya bernama asli H. Kusmayatna
Kusumadinata. Untuk pindah iman ke Kristen pun sangat mustahil. Karena
pelawak Sunda fanatik �Islam yang ber�domisili di
Ban�dung ini aktif berdakwah sampai saat ini. Hari-harinya
dipenuhi dengan ceramah agama, karena dia juga se�orang mubaligh
yang memegang jabatan sebagai Pembina Pesantren Modern
Baitur�rahman yang memiliki 8 cabang di Bandung, Cilegon,
Pandeglang, Riau sampai Kendari, Sulawesi Tengah.
Menang�gapi bantahan ini, Annuri berkilah bahwa Kang
Maman yang dimaksud Syir'ah bukanlah Kang Ibing alias Kabayan, tapi
Kang Maman lain yang pernah menjadi anggota D'Bodors. Tetapi, ketika
Tabligh mendesak dengan bebe�rapa pertanyaan, Annuri akhirnya
meng�akui bahwa dia belum mela�kukan penge�cekan baik
kepa�da Kang Maman maupun kepada Abah Us Us selaku ketua
D'Bodors. Annuri hanya mengutip berita dari internet dan
mengkonfirmasikan kepada majalah Narwastu (majalah bulanan kristiani).
Lho, kok, membebek majalah Kristen?
Wartawan sekaligus staff
redaksi Syir'ah ini tak mengelak bahwa dia memang agak lalai dalam
menulis berita tersebut dengan alasan waktu yang sempit. Padahal, jika
ini alasannya, berarti berita tersebut belum matang untuk disuguhkan.
Karena menyuguhkan berita yang masih mentah, berarti meracuni pembaca.
Abah Us Us, komandan D'Bodors yang menjadi obyek penderita
dalam berita gegabah Syir'ah menyatakan bahwa dia tidak pernah
dikonfirmasi oleh pihak Syir'ah. Dengan tegas dia membantah adanya
anggotanya yang murtad, sebab tidak ada anggotanya yang bernama Kang
Maman. Memang nama Kang Maman pernah ada di group lawak Sunda, tapi
bukan D'Bodors melainkan Trio Wijaya. Kang Maman yang ini pun bukan
bernama asli Muhammad Shalat, melainkan Maman Wijaya.
Menyikapi fitnah tersebut, Abah Us Us menegaskan bahwa dia
siap perang melalui jalur hukum. Karena akidah adalah persoalan yang
sangat krusial. "Kalau soal begini ini, mau perang ya peranglah! Saya
nggak takut. Ya, kalau sudah pakai fitnah-fitnah keluar-masuk agama
itu kan sudah akidah. Urang Sunda bilang sudah "pecat iman." Sudah
dosa tidak berampun, itu, mah" tegas Abah Us Us mengakhiri wawancara.
Untuk itu, KH Athian Ali Dai telah menyiapkan Tim Advokasi
yang tergabung dalam Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI). "Masalah ini
kami kaji lebih lanjut di Divisi Anti Pemurtadan FUUI. Insya Allah
para pengacara FUUI yang akan menuntaskan kasus fitnah Syir'ah,"
jelasnya. Majalah ini diduga dijadikan corong Jaringan
Islam Liberal yang dibiayai oleh lembaga asing The Asia Foundation,
karena dari beberapa edisi terlihat banyak iklan Komunitas mereka
diantaranya iklan JIL, iklan Komunitas Utan Kayu, iklan Radio 68H.
Selain itu majalah ini banyak menampilkan artikel-artikel ttg Islam
liberal antara lain masalah bolehnya nikah beda agama, fikih lintas
agama dan lain sebagainya
Memang Syir'ah harus menebus
dan membayar mahal atas isu-isu negatif yang ditebarkannya. Pelajaran
berharga harus diberikan agar kelak tak seenaknya mendiskreditkan umat
Islam. Selamat berjuang Tim Advokasi Muslim.
Hati-hati musuh dalam selimut, mereka lebih
berbahaya |