Kaayaan sarupa eusi warta anu dikomentaran ieu teh (khususna 
pamadegan Pabottinggi), geus loba anu mikamelang samemeh SBY-MJK 
kapilih. Enya sabab duanana oge heunteu ngabogaan pangrojong anu 
kuat di dpr. Di sagigireun ti eta, anu pang pentingna kudu jadi 
perhatian, "resistensi" ti golongan anu heunteu mikahayang ayana 
tindakan "beberesih" di ieu nagara kacida kuatna, boh dina sdm oge 
modal. Geuningan basa pamilu oge teu euleum-euleum anu geus sidik 
ngabalukarkeun ieu bangsa jeung nagara katideras teh miluan keneh 
dina pesta demokrasi kalawan nyieun partey.

SBY-MJK, tangtuna aya maksud ka na beberesih-minimal sakumaha 
kawijakanna jero minggu-minggu munggaran nyekel pamarentahan-
kabayang kana baris nyanghareupan batu panghalang di dpr. Da 
geuningan kualitas dpr teh tacan mayoritas anu sarua mikahayang 
beberesih nagara. Kukituna, nya meureun ieu salah sahiji kasang 
tukang pangemut aranjeunna ngawangun LDS (lembaga demokrat sejati; 
omat, lain "onderbouw"-na Partai Demokrat, cenah), hiji lsm pikeun 
neruskeun usaha-usaha "beberesih" tadi, upama di dpr kawijakan-
kawijakanna teh meunang panghalang. Tapi, jelasna mah engke cenah 
dina Munas LDS, kumaha-kumahana visi jeung misi LDS.

Kacindekanna mah enya, kaayaan ayeuna jeung sababaraha tahun ka 
hareup tetep pikamelangeun. Muga-muga bae heunteu ninggang "tiis" 
bangsa sakumaha anu digambarkeun ku wangsit tea: "Gagak ngelak na 
tutunggul", samemeh jaman kalohjinawian. Sabab, pisakumahaeun teuing 
pikakeueunganna lamun anu kajadian teh gagak ngelak na tuntunggul, 
kulantaran loba korban anu marebutkeun sesa gadean tea.

baktos,
manAR 

  


--- In [EMAIL PROTECTED], "Nia Sri Winiarsih" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> Punten teu disundakeun,
> 
> 
> Subject: [pantau-komunitas] Pabottingi: Oknum Koalisi kebangsaan 
takut
> program Anti-KKNnya Jakgung Arman?
> 
> 
> 
> Pabottingi: Saya Curiga Ada Upaya untuk Menjegal
> Pemerintahan Baru
> 
> 
> Publikasi: 03/11/2004 15:37 WIB
> 
> 
> eramuslim - Pemerintahan baru, baru saja berjalan.
> Tapi Dewan
> Perwakilan Rakyat (DPR) lewat Koalisi Kebangsaannya
> berulah dengan
> mengambil keputusan sepihak memilih mengubah tata
> tertib yang ada
> dan memilih ketua-ketua komisi, meski tidak memenuhi
> kuorum.
> Pengamat politik Mochtar Pabottingi menilai sikap
> Koalisi Kebangsaan
> di DPR ini menunjukkan adanya itikad dan niat yang
> kurang baik,
> mereka ingin menjegal pemerintahan yang baru,
> khususnya rencana
> pemberantas KKN. Selengkapnya, berikut bincang-bincang eramuslim
> dengan pengamat politik Mochtar Pabottingi.
> 
> Bagaimana anda mencermati apa yang terjadi di DPR saat
> ini?
> 
> Ini muncul karena egoisme Koalisi Kebangsaan.
> Sebetulnya kan sudah
> ada kesepakatan, kursi-kursi ketua komisi akan dibagi
> secara
> proporsional, ternyata di batalkan. Lalu, kesepakatan
> untuk bertemu
> hari Jumat, ternyata mereka malah mendahului. Ini
> menunjukkan motif
> mereka memang kurang bagus, hendak merampas semua
> kursi ketua komisi.
> 
> Artinya ada unsur kesengajaan?
> 
> Ya, ada unsur kesengajaan. Jauh-jauh hari, beberapa
> bulan terakhir
> ini kita sudah membaca ada niat yang tidak patut dari
> Koalisi
> Kebangsaan untuk menjegal pemerintahan yang terpilih
> oleh rakyat
> secara telak. Makanya, mereka bermain sedemikian rupa,
> ditambah lagi
> ada bola liar yaitu Fraksi Kebangkitan Bangsa. Ya,
> kita tahu lah
> memang cara berpolitiknya begitu. Kedepannya, bisa
> saja agenda-
> agenda pemerintah terutama dalam pemberantasan KKN
> tidak jalan. Saya
> curiga, Koalisi Kebangsaan yang begitu ngotot untuk
> menyapu bersih
> kursi ketua komisi di DPR justru untuk menjegal jangan
> sampai KKN
> diberantas, karena siapa tahu mereka bakal kena.
> 
> Kita tahu, selama 3 tahun terakhir, DPR sudah dikenal
> rakyat sebagai
> Dewan Penipu Rakyat atau Dewan Perwakilan Rampok, itu
> sudah umum dan
> rakyat tahu itu. Kita tahu bagaimana kaya rayanya
> anggota DPR itu,
> bagaimana undang-undang dimainkan, proyek dimainkan, macam-macam 
lah
> .semuanya merampok rakyat.
> 
> Saat ini, ada Koalisi Kerakyatan yang sudah
> membuktikan contoh yang
> bagus, misalnya menolak fasilitas mobil volvo dan
> menolak menginap
> di hotel mewah. Menurut saya, Koalisi Kebangsaan
> merasa terancam
> tabiat dan praktek-praktek buruk mereka terbongkar.
> Mereka mencoba
> mengangkangi DPR untuk menjegal pemerintah.
> 
> Melihat motifnya, lantas siapa yang bisa melakukan
> pressure terhadap
> DPR?
> 
> Deadlock di DPR ini bisa dibuat tidak berlarut-larut
> dengan
> memberikan wewenang pada Mahkamah Konstitusi untuk
> menengahi masalah
> ini. Saya kira juga harus ada pressure dari
> masyarakat, termasuk
> dari media massa juga mahasiswa. Karena sebetulnya ini
> adalah
> pertandingan antara kebatilan dan kebajikan. Satu
> kelompok hendak
> membereskan hal yang buruk dan batil di negeri kita,
> sementara
> sekelompok lain hendak mengangkanginya.
> 
> Kita tahu yang dominan di koalisi kebangsaan adalah
> Golkar dan PDI P
> dan kita tahu mereka lah biang korupsi-korupsi besar.
> Kwik Kian Gie,
> tokoh PDI P, pernah mengakui itu sekitar 2 atau 3
> tahun yang lalu,
> bahwa partainya adalah partai terkorup. Golkar kita
> sudah tahu lah ..
> 
> Terakhir, ketua DPR Agung Laksono berjanji akan
> mencari solusi dari
> kemelut ini, anda optimis solusi yang dihasilkan nanti
> akan fair?
> 
> Terus terang saya tidak percaya dengan Agung Laksono,
> karena dia
> dekat sekali dengan Akbar Tanjung. Menurut saya,
> kepemimpinan DPR
> yang baru ini, juga masalah besar. Sebagai pimpinan
> DPR mestinya ia
> bersikap netral meskipun ia bagian dari Koalisi
> Kebangsaan. Tapi
> susah mengharapkan netralitas orang sekualitas Agung
> Laksono.
> 
> Sekarang, kalau Mahkamah Konsitusi terpaksa harus
> mengambil
> keputusan, keputusan macam apa yang seharusnya
> dikeluarkan?
> 
> Saya kira, harus kembali pada konsensus awal itu yang
> sudah mereka
> sepakati bersama. Sebetulnya sebelum masuk bola liar
> dari yang
> namanya fraksi PKB ini, sudah ada kesepakatan untuk
> berbagi secara
> proporsional. Sistem proporsional inilah yang paling
> adil, karena
> semua mendapatkan kesempatan menurut besarnya partai
> itu.
> 
> Bagaimana anda melihat sikap Presiden Susilo Bambang
> Yudhoyono dalam
> menanggapi konflik di DPR?
> 
> Kita bersyukur presiden kita ini sangat tenang, tidak sembarangan.
> Sikap yang diambilnya bijaksana dengan meminta agara
> DPR
> menyelesaikan persoalannya dulu, baru menjalin
> kerjasama.
> 
> Jadi hasil keputusan DPR kemarin harus dibatalkan?
> 
> Mestinya ia, karena sudah jelas prosedurnya salah.
> Sesuatu yang sah
> itu, harus sah secara prosedural dan sah secara
> substansial. Nah,
> secara substansial mereka sudah salah, secara
> prosedural jelas-jelas
> lebih salah lagi. Saya tidak tahu apakah mereka
> mengerti demokrasi
> apa tidak. Apa yang dilakukan DPR sudah melanggar tata
> tertib dan
> sudah melanggar demokrasi. (ln)
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
> 
> 
> 
> Yayasan Pantau adalah sebuah organisasi nirlaba yang bertujuan
> meningkatkan mutu jurnalisme di Indonesia.
> Yahoo! Groups Links





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke