----- Original Message -----
From: HKSIS

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0411/11/opi01.html

Pahlawan Kita Selalu Kalah
 

Oleh Asvi Warman Adam

Kebanyakan pahlawan nasional kita adalah orang-orang yang kalah seperti terlihat dalam Album Pahlawan Bangsa yang diajarkan di sekolah. Sultan Hasanudin yang melawan penjajah, akhirnya ditundukkan dan meninggal 1670. Sultan Ageng Tirtayasa berpulang dalam penjara di Batavia tahun 1692. Syekh Yusuf dari Goa Sulawesi Selatan dibuang ke Afrika Selatan dan meninggal di sana tahun 1699.
Untung Surapati dikalahkan musuh di Bangil, Pasuruan, mendapat luka berat dan akhirnya meninggal dunia tahun 1706. Raja Haji dari Riau terkena tembakan dalam pertempuran di Teluk Ketapang 1784. Kapitan Pattimura dihukum gantung di depan Benteng Victoria Ambon tahun 1817. Martha Christina Tiahahu ditangkap Belanda dan dibawa ke Pulau Jawa. Dalam perjalanan ia meninggal (1818), jenazahnya dilemparkan ke Laut Maluku antara Pulau Buru dan Pulau Tiga.
Paku Buwono VI meninggal dalam pengasingan di Ambon, 1849. Imam Bonjol dan Diponegoro kalah dan dibuang ke Sulawesi. Nyi Ageng Serang yang berjuang bersama Diponegoro ditandu dalam perang. Ketut Jelantik gugur dalam pertempuran melawan Belanda di sekitar Karang Asem tahun 1849. Sultan Badaruddin II dari Palembang meninggal dalam pembuangan di Ternate 1852. Raden Inten (Lampung) disergap Belanda yang menjanjikan perundingan, ia tewas dalam perlawanan yang tidak berimbang tahun 1856.
Sedangkan Cut Nyak Dien diasingkan ke Sumedang. Tengku Cik di Tiro meninggal karena diracun tahun 1891. Teuku Umar gugur dalam pertempuran di Meulaboh tahun 1899. Cut Meuthia tertembak di Pasai 1910. Si Singamangaraja tewas ketika melawan Belanda tahun 1907.
MH Thamrin meninggal dalam status tahanan rumah tahun 1941. KH Zaenal Mustofa dari Singaparna, Jawa Barat yang melawan Jepang dijatuhi hukuman mati tahun 1944. Menteri Negara, Oto Iskandar di Nata adalah �orang hilang� pertama dalam sejarah Republik Indonesia. Kasus tersebut diduga terjadi Desember 1945 dan baru 14 tahun kemudian disidangkan. Ngurah Rai gugur dalam pertempuran di Bali tahun 1946. Tengku Amir Hamzah, raja penyair Pujangga Baru dan Asisten Residen di Langkat jadi korban revolusi sosial di Sumatera Timur tahun 1946. KH Mas Mansur meninggal tahun 1946 dalam penjara Kalisosok Surabaya.
Gubernur Jawa Timur R.M. Suryo terbunuh September 1948 di Ngawi. Dr. Sam Ratulangie wafat dalam tawanan Sekutu tahun 1949. Menteri Pembangunan dan Pemuda Supeno ditembak mati oleh Belanda di Nganjuk Jawa Timur tahun 1949. Wolter Mongonsidi menjalani eksekusi tahun 1949, ia meninggalkan catatan pada secarik kertas �Setia hingga akhir dalam keyakinan�.
Dr Muwardi tewas dalam kemelut politik semasa revolusi di daerah Solo tahun 1948. Wahid Hasyim ayah Gus Dur meninggal dalam kecelakaan mobil di Cimahi tahun 1953. Jos Sudarso tewas di Laut Aru bersama tenggelamnya kapal Macan Tutul tahun 1962 dalam perjuangan membebaskan Irian Barat.
Empat orang perwira Angkatan Udara tewas karena pesawatnya jatuh atau ditembak musuh yaitu Adisutjipto, Abdulrahman Saleh, Iswahyudi dan Halim Perdanakusuma. Dua orang tidak diketahui di mana kuburannya yaitu Tan Malaka dan Supriyadi. Frederick Lasut ditembak oleh polisi militer Belanda tahun 1949 di Pakem, Yogyakarta.
Sementara itu, enam jenderal dan 4 perwira terbunuh oleh militer dalam percobaan kudeta yang terjadi 1 Oktober 1965. Mereka disebut �pahlawan revolusi� tanpa alasan yang jelas. Sutan Sjahrir setelah ditahan sekian lama di penjara dalam keadaan lumpuh dikirim berobat ke Swiss, namun keadaannya tidak tertolong lagi, ia berpulang tahun 1966. Tanggal 6 Oktober 1966 Martadinata tewas dalam kecelakaan pesawat helikopter di Riung Gunung, Puncak, Jawa Barat. Sedangkan dua orang KKO ALRI digantung di Singapura 17 Oktober 1968. Meskipun pemerintah Indonesia sudah meminta keringanan hukuman karena keduanya tertangkap ketika melakukan tugas negara sewaktu konfrontasi, pejabat Singapura tidak menggubris. Last but not least, Soekarno, proklamator dan Presiden RI yang pertama meninggal Juni 1970 dalam status �tahanan rumah� rezim Orde Baru.
Seperti Pengungsi
Dari seratusan orang pahlawan nasional hanya sepuluh orang perempuan, termasuk Ny Tien Soeharto. Dalam hal ini aktivis perempuan tidak meminta jatah 30 persen jatah pahlawan seperti kuota anggota parlemen. Di Indonesia masalah pahlawan diurus Departemen Sosial seperti halnya pengungsi dan korban bencana alam. Apakah ada kesengajaan membaurkan urusan ini?
Pengangkatan pahlawan perlu ditinjau kembali. Kalau dikaitkan semata-mata dengan perang melawan Belanda, kenyataan para tokoh itu kalah. Di lain pihak, Belanda itu hanya sebuah negara kecil di Eropa.
Kalah-menang kita hanya berurusan dengan negara cilik. Bandingkan dengan Vietnam misalnya yang dapat bertahan seribu tahun menghadapi Tiongkok dan puluhan tahun berjuang melawan adidaya Prancis dan Amerika Serikat.
Oleh sebab itu pahlawan sebaiknya dihubungkan pula misalnya dengan ikrar penyatuan Indonesia. Gadjah Mada dengan Sumpah Palapa bisa diangkat jadi pahlawan nasional, demikian pula dengan seorang Raja Sriwijaya. Betapa tipisnya pengetahuan kita misalnya tentang tokoh sebesar Gadjah Mada tergambar dalam pertanyaan Prof. Ayatrohaedi (Mang Ayat) kepada peserta program pascasarjana sejarah. Siapa istri Gadjah Mada? Tidak seorang pun yang bisa menjawab. Mang Ayat melanjutkan candanya, �Istri Gadjah Mada ya tentu Nyonya Gadjah Mada�.
Bila dicari pahlawan pada era modern, tentulah masuk dua presiden yang dilupakan dalam sejarah Indonesia yaitu Sjafrudin Prawiranegara (Ketua PDRI) dan Assa�at (Pemangku Jabatan Presiden RI sewaktu jadi bagian dari Republik Indonesia Serikat). Keduanya memimpin dan mempertahankan eksistensi negara-bangsa saat krisis. Selain itu dari etnis Tionghoa, Mayor John Lie juga telah berjuang menembus blokade musuh demi eksistensi republik tahun 1945-1950. Pada masa depan, seorang pahlawan nasional dari dunia olahraga (bulutangkis) tentu mungkin, itu akan berarti memilih pahlawan yang menang.

Penulis adalah ahli peneliti LIPI



Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke