utamina kana artikel no 4, dilingkungan sabudeureun urang jarang pisan uninga kana eta hal nu kalintang pentingna.
hatur nuhun,
Irwan I. Sutisna
From: yudirmawan <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, 27. Nov 2004 19:41 +0700
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Subject: [Urang Sunda] Fwd: H-B-E>>> Digest Number 360 (info ttg Breadtalk n Starbuck etc.)
dear all,
Cuma mau ngasih info saja, mudah-mudahan bermanfaat, bagi yang tidak berkenan, atau sudah maklum dapat di-ignore/delete saja.
terima kasih
PS: pak Anton Apriyanto (Mentan kita) anggota di milis ini
PS: pak Anton Apriyanto (Mentan kita) anggota di milis ini
[EMAIL PROTECTED] wrote:
Date: 27 Nov 2004 11:22:50 -0000
From: [EMAIL PROTECTED]
Topics in this digest:
1. Re: Deptan Tolak Daging Tanpa Desertifikasi MUI From: ":ndie"
2. Re: PERKEMBANGAN DARI BREAD TALK From: Avi Wardana
4. FW: SUSU UHT/PASTEURIZE mulai 1 tahun From: "Yulbis Aridan"
6. Vaksin penyebab Autis From: "DOVI ARIWIBOWO"
7. Mohon Konfirmasi 'Coffee Bean and Starbuck '
______________________________________________________________________
Message: 1
Menteri Pertanian Anto Apriyanto :
KITA tetap tak akan terima jika sertifikasi dari organisasi yang tak direkomendasi MUI
From: [EMAIL PROTECTED]
Topics in this digest:
1. Re: Deptan Tolak Daging Tanpa Desertifikasi MUI From: ":ndie"
2. Re: PERKEMBANGAN DARI BREAD TALK From: Avi Wardana
4. FW: SUSU UHT/PASTEURIZE mulai 1 tahun From: "Yulbis Aridan"
6. Vaksin penyebab Autis From: "DOVI ARIWIBOWO"
7. Mohon Konfirmasi 'Coffee Bean and Starbuck '
______________________________________________________________________
Message: 1
Menteri Pertanian Anto Apriyanto :
KITA tetap tak akan terima jika sertifikasi dari organisasi yang tak direkomendasi MUI
___________________________________________________________________
Message: 2
Date: Thu, 25 Nov 2004 17:40:42 -0800 (PST)
From: Avi Wardana
Subject: Re: PERKEMBANGAN DARI BREAD TALK & update dari MORINAGA
di http://www.halalmui.or.id/?module=article&sub=article&act=view&id=55
yg isis kutipannya sebagai berikut: Press Realesed Breadtalk # by Admin - 21 Aug 04 11:29:25 Press Realesed Breadtalk
Message: 2
Date: Thu, 25 Nov 2004 17:40:42 -0800 (PST)
From: Avi Wardana
Subject: Re: PERKEMBANGAN DARI BREAD TALK & update dari MORINAGA
di http://www.halalmui.or.id/?module=article&sub=article&act=view&id=55
yg isis kutipannya sebagai berikut: Press Realesed Breadtalk # by Admin - 21 Aug 04 11:29:25 Press Realesed Breadtalk
Penanya yang budiman, betul, surat tsb adalah press release LPPOMMUI ttg breadtalk pada bulan agustus 2004. Saat ini perusahaan tsb sudah mendaftarkan untuk disertifikasi akan tetapi belum diperiksa, karena liburan lebaran, mungkin awal des 2004 baru diperiksa.
Wassalam, LPPOM MUI
Wassalam, LPPOM MUI
_______________________________________________________________________
Message: 4
Date: Fri, 26 Nov 2004 13:24:50 +0700
From: "Yulbis Aridan"
Subject: FW: SUSU UHT/PASTEURIZE mulai 1 tahun
PENGARUH NEGATIF SUSU AA DAN DHA
JAKARTA, JUM'AT 22 SEPTEMBER 2000, HARIAN MEDIA INDONESIA - HAL 9
Message: 4
Date: Fri, 26 Nov 2004 13:24:50 +0700
From: "Yulbis Aridan"
Subject: FW: SUSU UHT/PASTEURIZE mulai 1 tahun
PENGARUH NEGATIF SUSU AA DAN DHA
JAKARTA, JUM'AT 22 SEPTEMBER 2000, HARIAN MEDIA INDONESIA - HAL 9
DHA SULIT DISERAP BAYI, JANGAN TERPENGARUH IKLAN SUSU JAKARTA (MEDIA) : Tingkat konsumsi Docosahexanoic Acid (DHA) yang berlebihan akan membahayakan metabolisme tubuh. Sebab tubuh terpaksa dibebani pekerjaan yang lebih berat untuk mengeluarkan asam lemak esensial tersebut.
Spesialis penyakit anak Dr. Utami Roesli MBA, mengutip hasil penelitian yang dilaksanakan di Australia, Amerika Serikat maupun Eropa, bahwa di tiga kawasan negara maju ini, belum dihasilkan efektifitas dari penambahan DHA dalam produk susu maupun makanan bayi dan anak-anak termasuk untuk ibu hamil. "Jadi belum ada anjuran untuk menambahkan unsur asam linoleat dan asam linolenat itu ke dalam susu", ujarnya kepada Media, kemarin di Jakarta. Lebih jauh ditegaskan, seperti juga lemak susu sapi, maka asupan DHA tsb. tersebut bukan merupakan ikatan rantai panjang, sehingga masih sulit diserap oleh pencernaan bayi.
Terlebih lagi, katanya, karena susu yang akan dikonsumsi ini harus dibuat dengan menggunakan air panas hingga mengalami proses pemanasan. Akibatnya, aktifitas enzim desaturase dan elongase yang memfasilitasi pembentukan DHA dalam tubuh secara otomatis hancur.
Karena itu, Utami, sebagai pakar air susu ibu (ASI) mengingatkan kepada masyarakat, khususnya kaum ibu, supaya jangan terpengaruh terhadap iklan susu dan makanan pendamping ASI yang mengandung DHA dengan iming-iming mampu meningkatkan kecerdasan bayi. "Asam lemak esensial tersebut justru cukup terkandung dalam ASI, bahkan unsur DHA-nya tergolong ikatan rantai panjang yang sangat mudah diserap pencernaan bayi", ujarnya. Karena itu dia menganjurkan agar bayi diberikan ASI sejak lahir sampai umur 4 bulan, karena asam lemak ASI juga terdiri dari asam arakidonat. "Berarti, kandungannya melebihi unsur asam linoleat dan asam linolenat".
Setelah empat bulan, katanya, bayi dapat diberikan tempe yang mengandung pula asam linoleat maupun asam linolenat karena lemaknya termasuk ikatan rantai panjang. Utami menjelaskan, setelah mencapai umur enam bulan, bayi juga dapat diberikan ikan laut, yang secara alami mengandung pula kedua asam lemak itu tanpa harus mengonsumsi susu formula.
Spesialis penyakit anak Dr. Utami Roesli MBA, mengutip hasil penelitian yang dilaksanakan di Australia, Amerika Serikat maupun Eropa, bahwa di tiga kawasan negara maju ini, belum dihasilkan efektifitas dari penambahan DHA dalam produk susu maupun makanan bayi dan anak-anak termasuk untuk ibu hamil. "Jadi belum ada anjuran untuk menambahkan unsur asam linoleat dan asam linolenat itu ke dalam susu", ujarnya kepada Media, kemarin di Jakarta. Lebih jauh ditegaskan, seperti juga lemak susu sapi, maka asupan DHA tsb. tersebut bukan merupakan ikatan rantai panjang, sehingga masih sulit diserap oleh pencernaan bayi.
Terlebih lagi, katanya, karena susu yang akan dikonsumsi ini harus dibuat dengan menggunakan air panas hingga mengalami proses pemanasan. Akibatnya, aktifitas enzim desaturase dan elongase yang memfasilitasi pembentukan DHA dalam tubuh secara otomatis hancur.
Karena itu, Utami, sebagai pakar air susu ibu (ASI) mengingatkan kepada masyarakat, khususnya kaum ibu, supaya jangan terpengaruh terhadap iklan susu dan makanan pendamping ASI yang mengandung DHA dengan iming-iming mampu meningkatkan kecerdasan bayi. "Asam lemak esensial tersebut justru cukup terkandung dalam ASI, bahkan unsur DHA-nya tergolong ikatan rantai panjang yang sangat mudah diserap pencernaan bayi", ujarnya. Karena itu dia menganjurkan agar bayi diberikan ASI sejak lahir sampai umur 4 bulan, karena asam lemak ASI juga terdiri dari asam arakidonat. "Berarti, kandungannya melebihi unsur asam linoleat dan asam linolenat".
Setelah empat bulan, katanya, bayi dapat diberikan tempe yang mengandung pula asam linoleat maupun asam linolenat karena lemaknya termasuk ikatan rantai panjang. Utami menjelaskan, setelah mencapai umur enam bulan, bayi juga dapat diberikan ikan laut, yang secara alami mengandung pula kedua asam lemak itu tanpa harus mengonsumsi susu formula.
Menyesatkan
Ketua Lembaga Peningkatan Penggunaan ASI Rumah Sakit Saint Carolus ini mengakui, semboyan "Empat Sehat Lima Sempurna" yang berlaku sejak dulu dinilai telah menyesatkan masyarakat. "Orang beranggapan konsumsi makanan sehari-hari belum sempurna jika tidak minum susu. Susu bukan berarti tidak penting, namun bukan segala-galanya", tegasnya lagi.
Dia bahkan melihat iklan susu maupun makanan bayi dan anak-anak yang diimplementasi dengan DHA cenderung menyesatkan masayarakat, karena produsen memanfaatkan kebodohan konsumen yang tak memahami manfaat sesungguhnya dari unsur tambahan tersebut.
Sementara, kalangan spesialis gizi di Indonesia umumnya menyatakan masih awam terhadap kandungan DHA dalam susu. Karena sampai sejauh ini, belum pernah dilakukan penelitian tentang manfaatnya. Dokter Sumodihardjo MSc, pakar gizi dari bagian Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengungkapkan pihaknya baru mengetahui hal itu dari media massa. Ketika ditemui Media usai pembukaan lokakarya "Pemerataan serta Peningkatan Pemanfaatan Lulusan Pendidikan Tenaga Kesehatan di Sektor Non-Departemen Kesehatan dan Kesejahteraaan Sosial" kemarin di Jakarta, dia belum bersedia dimintai komentarnya.
"Saya baru mengkliping dan belum membaca literatur", ujarnya. Dia berjanji memberitahukan hal tersebut seminggu kemudian setelah segala informasi dikumpulkan dari berbagai sumber.
Spesialis Anak Dr Sri S. Nasar sebelumnya menginformasikan bahwa overdosis DHA pada manusia, sejauh ini baru terlihat dialami orang Eskimo yang banyak mengkonsumsi ikan laut. Dikatakan bahwa gejalanya berupa perdarahan, mirip flek-flek berwarna kebiruan di kulit. "Efek yang lain baru ditemukan pada monyet maupun tikus, tapi gejalanya berbeda". (Rse/V-1)
________________________________________________________________________
Message: 6
Date: Sat, 27 Nov 2004 08:29:05 +0700
From: "DOVI ARIWIBOWO"
Subject: Vaksin penyebab Autis Vaksin penyebab Autis (BNI: SafeMail)
Dia bahkan melihat iklan susu maupun makanan bayi dan anak-anak yang diimplementasi dengan DHA cenderung menyesatkan masayarakat, karena produsen memanfaatkan kebodohan konsumen yang tak memahami manfaat sesungguhnya dari unsur tambahan tersebut.
Sementara, kalangan spesialis gizi di Indonesia umumnya menyatakan masih awam terhadap kandungan DHA dalam susu. Karena sampai sejauh ini, belum pernah dilakukan penelitian tentang manfaatnya. Dokter Sumodihardjo MSc, pakar gizi dari bagian Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengungkapkan pihaknya baru mengetahui hal itu dari media massa. Ketika ditemui Media usai pembukaan lokakarya "Pemerataan serta Peningkatan Pemanfaatan Lulusan Pendidikan Tenaga Kesehatan di Sektor Non-Departemen Kesehatan dan Kesejahteraaan Sosial" kemarin di Jakarta, dia belum bersedia dimintai komentarnya.
"Saya baru mengkliping dan belum membaca literatur", ujarnya. Dia berjanji memberitahukan hal tersebut seminggu kemudian setelah segala informasi dikumpulkan dari berbagai sumber.
Spesialis Anak Dr Sri S. Nasar sebelumnya menginformasikan bahwa overdosis DHA pada manusia, sejauh ini baru terlihat dialami orang Eskimo yang banyak mengkonsumsi ikan laut. Dikatakan bahwa gejalanya berupa perdarahan, mirip flek-flek berwarna kebiruan di kulit. "Efek yang lain baru ditemukan pada monyet maupun tikus, tapi gejalanya berbeda". (Rse/V-1)
________________________________________________________________________
Message: 6
Date: Sat, 27 Nov 2004 08:29:05 +0700
From: "DOVI ARIWIBOWO"
Subject: Vaksin penyebab Autis Vaksin penyebab Autis (BNI: SafeMail)
Setelah kesibukan Lebaran yang menyita waktu, baru sekarang saya bisa dapat waktu luang membaca buku "Children with Starving Brains" karangan
Jaquelyn?? McCandless,MD yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh Grasindo.
Jaquelyn?? McCandless,MD yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh Grasindo.
Ternyata buku yang saya beli di toko buku Gramedia seharga Rp. 50,000,- itu benar-benar membuka mata saya, dan sayang, sayang sekali baru terbit setelah anak saya Joey (27 bln) didiagnosa mengidap Autisme Spectrum Disorder.
Bagian satu, bab 3, dari buku itu benar-benar membuat saya menangis. Selama 6 bulan pertama hidupnya (Agustus 2001 -Februari 2002), Joey memperoleh 3 kali suntikan vaksin Hepatitis B, dan 3 kali suntikan
vaksin HiB.
vaksin HiB.
Menurut buku tersebut (halaman 54 - 55) ternyata dua macam vaksin yang diterima anak saya dalam 6 bulan pertama hidupnya itu positif mengandung zat pengawet Thimerosal, yang terdiri dari Etilmerkuri yang menjadi penyebab utama sindrom Autisme Spectrum Disorder yang meledak pada sejak awal tahun 1990an. Vaksin yang mengandung Thimerosal itu sendiri sudah dilarang di Amerika sejak akir tahun 2001.Alangkah sedihnya saya, anak yang saya tunggu kehadirannya selama 6 tahun, dilahirkan dan divaksinasi di sebuah rumahsakit besar yang bagus, terkenal, dan mahal di Karawaci Tangerang, dengan harapan memperoleh treatment yang terbaik, ternyata malah "diracuni" oleh Mercuri dengan selubung vaksinasi. Beruntung saya masih bisa memberi ASI sampai sekarang, sehingga Joey tidak menderita Autisme yang parah. Tetapi tetap saja, sampai sekarang dia belum bicara, harus diet pantang gluten dan casein, harus terapi ABA, Okupasi, dan nampaknya harus dibarengi dengan
diet supplemen yang keseluruhannya sangat besar biayanya.
Melalui e-mail ini saya hanya ingin menghimbau para dokter anak di Indonesia, para pejabat di Departemen Kesehatan, tolonglah baca buku tersebut diatas itu, dan tolong musnahkan semua vaksin yang masih mengandung Thimerosal. Jangan sampai (dan bukan tidak mungkin sudah terjadi) sisa stok yang tidak habis di Amerika Serikat tersebut di ekspor dengan harga murah ke Indonesia dan dikampanyekan sampai ke
puskesmas-puskesmas seperti contohnya vaksin Hepatitis B, yang sekarang sedang giat-giatnya dikampanyekan sampai ke pedesaan. Kepada para orang tua dan calon orang tua, marilah kita bersikap proaktif, dan assertif dengan menolak vaksin yang mengandung Thimerosal tersebut, cobalah bernegosiasi dengan dokter anak kita, minta vaksin Hepatitis B dan HiB yang tidak mengandung Thimerosal. Juga tolong e-mail ini diteruskan kepada mereka yang akan menjadi orang tua, agar tidak mengalami nasib yang sama seperti saya.
Sekali lagi, jangan sampai kita kehilangan satu generasi anak-anak penerus bangsa, apalagi jika mereka datang dari keluarga yang berpenghasilan rendah yang untuk makan saja sulit apalagi untuk membiayai biaya terapi supplemen, terapi ABA, Okupasi, dokter ahli Autisme (yang daftar tunggunya sampai berbulan-bulan), yang besarnya sampai jutaaan Rupiah perbulannya.
Terakhir, mohon doanya untuk Joey dan ratusan, bahkan ribuan teman-teman senasibnya di Indonesia yang sekarang sedang berjuang membebaskan diri dari belenggu Autisme.
"Let's share with others.. Show them that WE care!"
________________________________________________________________________
Message: 7
Date: Fri, 26 Nov 2004 15:06:26 +0700
From: "Suyodanto"
Subject: Mohon Konfirmasi 'Coffee Bean and Starbuck ' ...
Assalamu'alaykum Wr. Wb.
Mohon bantuan konfirmasi kebenaran info dibawah ini.
Terima Kasih.
Wassalam.
---
From: dimas kunto
HALIMAH BINTI HAMZAH PASUKAN
PETUGAS PROGRAM MS ISO 9002
JABATAN
IMIGRESEN MALAYSIA
Please note that all chocolate, vanilla and coffee drinks at Coffee Bean and Starbuck contains E471 (Emulsifier 471), mono di-glycefides which is from animal origin (pork). Raspberry Frap uses cherries that has been dipped in alcohol & the tiramisu contains RUM. Please pass this message to our muslim friends. Thanks
Melalui e-mail ini saya hanya ingin menghimbau para dokter anak di Indonesia, para pejabat di Departemen Kesehatan, tolonglah baca buku tersebut diatas itu, dan tolong musnahkan semua vaksin yang masih mengandung Thimerosal. Jangan sampai (dan bukan tidak mungkin sudah terjadi) sisa stok yang tidak habis di Amerika Serikat tersebut di ekspor dengan harga murah ke Indonesia dan dikampanyekan sampai ke
puskesmas-puskesmas seperti contohnya vaksin Hepatitis B, yang sekarang sedang giat-giatnya dikampanyekan sampai ke pedesaan. Kepada para orang tua dan calon orang tua, marilah kita bersikap proaktif, dan assertif dengan menolak vaksin yang mengandung Thimerosal tersebut, cobalah bernegosiasi dengan dokter anak kita, minta vaksin Hepatitis B dan HiB yang tidak mengandung Thimerosal. Juga tolong e-mail ini diteruskan kepada mereka yang akan menjadi orang tua, agar tidak mengalami nasib yang sama seperti saya.
Sekali lagi, jangan sampai kita kehilangan satu generasi anak-anak penerus bangsa, apalagi jika mereka datang dari keluarga yang berpenghasilan rendah yang untuk makan saja sulit apalagi untuk membiayai biaya terapi supplemen, terapi ABA, Okupasi, dokter ahli Autisme (yang daftar tunggunya sampai berbulan-bulan), yang besarnya sampai jutaaan Rupiah perbulannya.
Terakhir, mohon doanya untuk Joey dan ratusan, bahkan ribuan teman-teman senasibnya di Indonesia yang sekarang sedang berjuang membebaskan diri dari belenggu Autisme.
"Let's share with others.. Show them that WE care!"
________________________________________________________________________
Message: 7
Date: Fri, 26 Nov 2004 15:06:26 +0700
From: "Suyodanto"
Subject: Mohon Konfirmasi 'Coffee Bean and Starbuck ' ...
Assalamu'alaykum Wr. Wb.
Mohon bantuan konfirmasi kebenaran info dibawah ini.
Terima Kasih.
Wassalam.
---
From: dimas kunto
HALIMAH BINTI HAMZAH PASUKAN
PETUGAS PROGRAM MS ISO 9002
JABATAN
IMIGRESEN MALAYSIA
Please note that all chocolate, vanilla and coffee drinks at Coffee Bean and Starbuck contains E471 (Emulsifier 471), mono di-glycefides which is from animal origin (pork). Raspberry Frap uses cherries that has been dipped in alcohol & the tiramisu contains RUM. Please pass this message to our muslim friends. Thanks
call JAKIM 03 - 8886 4000
Do you Yahoo!?
All your favorites on one personal page � Try My Yahoo!
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
--
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
| Yahoo! Groups Sponsor | |
|
|
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

