Uwa Tito,
aya artikel nu nyabit-nyabit kana kawih Ayang-ayang gung eta,
mung punten teu disundakeun. Da cape ngetikna (heu..heu..)
Mangga nyanggakeun,
- Nanang -


Tanuwijaya peletak dasar Negeri Bogor

Riesz. dalam "De Geschiedenis van Buitenzorg" (1887) menjelaskan 
bahwa TANUWIJAYA adalah orang Sunda dari Sumedang yang berhasil 
membentuk "pasukan pekerja" dan mendapat perintah dari Camphuijs 
untuk membuka Hutan Pajajaran sampai akhirnya ia mendirikan Kampung 
Baru yang menjadi tempat "kelahiran" (de bakermat) Kabupaten Bogor 
yang didirikan kemudian. [Tanuwijaya dalam catatan VOC 
disebut "Luitenant der Javanen" (Letnan orang-orang Jawa dan 
merupakan Letnan Senior diantara teman-temannya. Kampung Baru yang 
didirikannya ada di Cipinang (Jatinegara) dan di Bogor. Yang di Bogor 
mula-mula bernama Parung Angsana. Tetapi ketika Tanuwijaya pindah 
dari Kampung Baru Cipinang ke sana, ia kemudian memberi nama Kampung 
Baru. Sekarang bernama TANAH BARU]

Terpengaruh oleh kunjungannya ke bekas Ibukota Pakuan bersama Scipio, 
ia kemudian ingin mendekatkan diri dengan peninggalan Siliwangi. 
Kampung-kampung seperti Parakan Panjang, Parung Kujang, Panaragan, 
Bantar Jati, Sempur, Baranangsiang, Parung Banteng dan Cimahpar 
adalah kampung-kampung yang didirikan oleh Tanuwijawa bersama 
pasukannya. Kampung Baru (Parung Angsana) saat itu sudah menjadi 
semacam "pusat pemerintahan" bagi kampung-kampung yang didirikan 
secara terpencar oleh anak buahnya. Tanuwijaya pula yang mengambil 
inisiatif membuat garis batas antara daerah pemukiman orang-orang 
Banten dengan orang-orang Kumpeni ketika rakyat Pangeran Purbaya 
mulai membangun pemukiman pada daerah aliran Cikeas. [Sementara itu 
daerah aliran Ciliwung antara Kedung Badak sampai Muara Beres telah 
ditempati orang-orang MATARAM yang tidak mau kembali ke daerah 
asalnya setelah tercapainya persetujuan antara Mataram dan VOC tahun 
1677. Sebagian dari mereka adalah pelarian pasukan BAHUREKSO, 
sebagian lagi kelompok resmi yang dikirimkan oleh SUNAN AMANGKURAT I 
tahun 1661 ke Muara Beres bekas basis pasukan Rakit Mataram ketika 
mengepung Benteng Batavia].

Rasa hormat Tanuwijaya terhadap bekas Ibukota Pakuan demikian besar 
sampai gerakan okupasinya dihentikkan pada sisi utara Ciliwung. Ia 
tidak berani melintasinya. Juga kepada rekan-rekannya yang berniat 
melintasi sungai tersebut dianjurkan agar melakukannya jauh di 
sebelah hulu (Ciawi dan Cisarua).

[Almarhum M.A. Salmun pernah menulis dalam Majalah Intisari (salah 
satu nomor tahun pertama), bahwa MENAK KI MAS TANU dalam lirik lagu 
AYANG-AYANG GUNG itu dimaksudkan Tanuwijaya ini. Entahlah, akan 
tetapi hampir tiap baris lirik lagu itu dapat diterapkan kepada 
keadaan Tanuwijaya dalam riwayat hidupnya. Ia memang anak emas 
Kumpeni dan dibenci oleh rekan-rekannya. Ia ditunjuk oleh Camphuijs 
menggantikan Letnan Pangirang (orang Bali) untuk membuka daerah 
selatan.

Rupa-rupanya kedekatan batin Tanuwijaya dengan Pajajaran telah 
melonggarkan ketaatannya terhadap Kumpeni. Ia tentu merasakan 
kepahitan bahwa sebagai seorang letnan tetap harus tunduk kepada 
seorang sersan seperti Scipio yang kulit putih, padahal ia sendiri 
menjadi atasan sersan pribumi. Akhirnya "anak emas" Kumpeni ini 
menjadi sekutu dan pelindung Haji Perwatasari yang bangkit mengangkat 
senjata terhadap perluasan daerah kekuasaan VOC. Mereka kalah dan 
Tanuwijaya dibuang ke Tanjung Harapan di Afrika.

Orang dulu menyindir Tanuwijaya dengan "lempa lempi lempong, ngadu 
pipi jeung nu ompong" (ia mengejar harapan kosong dan bermesraan 
dengan orang tidak bergigi) Yang dimaksudkan dengan "orang tidak 
bergigi" di sini adalah Perwatasari yang kalah dalam perjuangan.

Dalam masa penjajahan Belanda, penyusun Babad Bogor (1925), tidak 
berani mencantumkan nama Tanuwijaya sebagai "bupati pertama". Dalam 
daftar silsilah biasanya selalu dicantumkan MENTENGKARA atau 
MERTAKARA kepala Kampung Baru yang ketiga (1706 - 1718). Ia adalah 
putera Tanuwijaya (menurut De Haan). Sebaliknya para penulis Belanda, 
lebih leluasa menyebutkan Tanuwijaya sebagai Bupati Kampung Baru 
pertama dan peletak dasar Kabupaten Bogor.

Pengalaman Tanuwijaya dengan Kumpeni adalah mirip dengan pengalaman 
UNTUNG SURAPATI. Akan tetapi, jika benar lirik "Ayang-ayang Gung" 
diciptakan untuk menyindir Tanuwijaya, maka kita patut merenungkannya 
kembali].

Tahun 1745, 9 distrik, yaitu Cisarua, Pondok Gede, Ciawi, Ciomas, 
Cijeruk, Sindangbarang, Balubur, Darmaga dan Kampung Baru digabungkan 
menjadi satu "pemerintahan" di bawah kepala Kampung Baru dan diberi 
gelar DEMANG. Gabungan 9 distrik inilah yang dahulu 
disebut "Regentschap Kampung baru" atau "Regentschap Buitenzorg". 
Atas dasar itulah kedua sungai (Cisadane dan Ciliwung) dalam lambang 
Kabupaten Bogor masing-masing digambarkan dengan 9 baris gelombang. 
Ada benarnya apa yang dikemukakan Riesz, bahwa Kampung Baru (Tanah 
Baru) adalah "de bakermat" (tempat kelahiran) Kabupaten Bogor.



"Tito Suryana" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> sok emut jaman keur budak aya kakawihan anu teu sapira, tapi mun 
dilenyepan
> cenah ngandung harti anu jero naha eusi nu dikandung kakawihan ieu 
ngan
> saukur kakawihan ? atanpi ngandung maksud ? , cing saha anu terang 
hartosna
> kakawihan ieu :
> 
> ayang ayang gung, gung goongna rame
> menak ki mastanu, nu jadi wadana,
> naha maneh kitu, tukang olo olo
> loba anu giruk, ruket jeung kumpeni
> niat naek pangkat, katon kagorengan
> ngantos kangjeng dalem, lempa lempi lempong
> ngadu pipi jeung nu ompong.
> 
> hatur nuhun











------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke