Benarkah begini beritanya ? gak tau bener atau gak...
FYI....

Satu lagi tragedi menimpa industri transportasi
udara nasional. Kali ini musibah terjadi pada
salah satu maskapai penerbangan nasional yang
cukup terkenal, yaitu Lion Air.

Mengutip laporan Komite Kecelakaan Nasional
Transportasi (KKNT), Public Relation Manager
Lion Air menyatakan bahwa kecelakaan yang
terjadi disebabkan karena buruknya cuaca.

Namun, sebenarnya kecelakaan itu terjadi karena
buruknya kebijakan strategi Lion Air sendiri.
Kebijakan yang pertama ialah keputusan Lion Air
untuk mengisi tangki bahan bakar secara pas-
pasan sesuai dengan jarak tujuan. Dengan
demikian, Lion Air mampu mengurangi cost per
travel dari sisi bahan bakar dan juga mengurangi
beban muatan pesawat. Sehingga, penumpang
dapat membawa lebih banyak barang dan Lion
Air sendiri mendapatkan additional income dari
cargo space yang ditawarkan pada perusahaan
cargo.

Konsekuensi dari kebijakan ini adalah apabila
terjadi suatu hal yang diluar dugaan (misal: cuaca
buruk, kabut, dsb), pesawat Lion Air tidak dapat
mengambil alternatif untuk mengalihkan
pesawatnya ke kota lain. Andaikata ada pesawat
yang berangkat dari Jakarta menuju Surabaya,
namun bila cuaca buruk, pesawat tidak dapat
diarahkan menuju Bali atau Makassar (misalnya),
karena BAHAN BAKARNYA TIDAK MENCUKUPI
UNTUK MENUJU KE KOTA TERSEBUT!! Jadi,
pilot tidak memiliki alternatif lain, kecuali HARUS
MENDARAT di kota tersebut, WALAUPUN
CUACA BURUK.

Kebijakan yang kedua ialah Lion Air menerapkan
suatu standar mendarat yang "kurang nyaman"
namun dapat menghemat bahan bakar pesawat.
Apabila anda terbang bersama Lion Air, coba
anda perhatikan baik-baik bagaimana cara
pesawat tersebut mendarat. Pesawat Lion Air
cenderung mendal 2 kali saat mendarat. Jadi saat
roda belakang pesawat pertama kali menyentuh
landasan, dia akan terangkat sebentar dan
menyentuh landasan lagi untuk yang kedua
kalinya. Cara inilah yang berbeda dengan rata-
rata cara mendarat maskapai penerbangan
lainnya. Bila dilihat lagi dari kutipan salah satu
korban yang selamat di koran Kompas pada tgl 1
Desember 2005, terdapat pengakuan bahwa
mereka merasa bahwa mereka "terangkat dan
terhempas." Cara pendaratan Lion Air inilah yang
menyebabkan hal tersebut. Dengan kondisi hujan
dan angin yang cukup kencang, cara pendaratan
seperti ini jelas sangat berbahaya mengingat
potensi gangguan yang dapat menyebabkan
pesawat menjadi tidak stabil.

Kebijakan ini diakui sendiri oleh salah satu
petinggi Lion Air yang pernah menjadi dosen
tamu dalam salah satu kelas kuliah program
Magister Manajemen di salah satu universitas
terkemuka di Jakarta. Pengalaman ini pun pernah
dialami oleh salah seorang teman saya yang
dalam salah satu penerbangannya bersama Lion
Air terjadi kabut tebal sehingga landasan tak
terlihat. Sehingga sebenarnya saat itu tidak
memungkinkan untuk memaksakan diri untuk
mendarat. Namun, karena mepetnya persediaan
bahan bakar, pesawat Lion Air yang dia tumpangi
HARUS MENDARAT, walaupun dalam kondisi
KABUT TEBAL. Akibatnya, sebuah pesawat
Mandala Air yang sedang parkir, terpaksa
terbang sebentar untuk membuka jalan di tengah
kabut tersebut agar pesawat Lion Air dapat
mendarat. Sebuah pengalaman yang mengerikan,
menurutnya.

Bila cuaca cerah, tentunya resiko-resiko tersebut
dapat berkurang. Namun, di tengah-tengah musim
hujan yang disertai angin kencang dan kabut.....
Tidak ada salahnya anda berpikir dua kali untuk
menggunakan Lion Air.




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke