enya hayu urang sabilulungan rek kusaha deui mun lain ku urang garut mah..
On Thu, 9 Dec 2004 18:51:10 -0800 (PST), Deny Suwarja <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > nya eta atuh! > > Deny > > > > baranyay <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > > > > > > BERITA UTAMA > > > Rabu, 08 Desember 2004 > > > > > > Garut dan Kab. Sukabumi Masuk Daerah Tertinggal > > > JAKARTA, (PR).- > Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (Meneg PDT), Syaifullah Yusuf, > menetapkan Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Garut sebagai daerah tertinggal, > bersama 188 kabupaten lain di Indonesia. > > Dari 31 provinsi, hanya Provinsi DKI Jakarta yang tidak memiliki daerah > tertinggal. Sedangkan Banten memasukkan Pandeglang dan Lebak dalam kategori > ini. > > Klasifikasi daerah tertinggal ini ditetapkan Kementerian Pembangunan Daerah > Tertinggal berdasarkan Sensus Ekonomi Nasional (Susenas) 2003 dan > berdasarkan data dari Biro Pusat Statistik tahun 2003. "Kami masih akan > melakukan validasi dan verifikasi terhadap 190 daerah tertinggal tersebut. > Kita akan membentuk lima desk untuk melakukan validasi dan verifikasi > tersebut yakni Desk Sumatra, Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa > Tenggara-Papua," ujar Syaifullah Yusuf dalam paparan "Strategi Nasional > Pembangunan Daerah Tertinggal" di kantornya di Jln. Abdul Muis 17 Jakarta, > Selasa (7/12). > > Syaifullah Yusuf berharap, dari hasil verifikasi dan validasi yang akan > dilakukan dalam 1-2 bulan ini, jumlah daerah yang termasuk dalam kategori > daerah tertinggal akan berkurang. "Sebab data yang kita gunakan adalah > laporan tahun 2003. Diharapkan dalam dua tahun ini telah terjadi perubahan > signifikan terhadap daerah-daerah tersebut sehingga tidak lagi masuk dalam > daerah tertinggal," harap Gus Iful, panggilan Syaifullah Yusuf. > > Menurutnya, pemerintah menetapkan enam kriteria untuk memasukkan suatu > daerah dalam kategori daerah tertinggal. Keenam kriteria itu adalah > persentase kemiskinan di daerah, sumber daya manusia yang rendah akibat > terbatasnya akses terhadap pendidikan, kesehatan dan lapangan kerja, > infrastruktur yang masih kurang, fiskal gap yang kurang dari Rp 140 miliar, > aksesibilitas terhadap dunia luar, serta karakteristik daerah berdasarkan > persentase daerah terhadap bencana alam. > > Keberatan > > Ketua DPRD Kab. Garut Drs. Dedi Suryadi M.Si., merasa prihatin terhadap > status daerah tertinggal yang disandang daerahnya. Meski begitu, status yang > diberikan Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) itu hendaknya > bisa menjadi pemicu bagi pemerintah dan masyarakat Garut untuk mengejar > ketertinggalan tersebut. > > "Seperti kita tahu, Kab. Garut berada pada posisi ke-23 dari 25 > kabupaten/kota di Jabar dalam hal IPM (Indeks Pembangunan Manusia -red). > Kita sadar betul bahwa kita memang masih banyak tertinggal dalam segala > hal," tutur Dedi, ketika dihubungi "PR", Selasa (7/12), menanggapi > pernyataan Menneg PDT, Syaifullah Yusuf, yang memasukkan Kab. Garut dan Kab. > Sukabumi sebagai daerah tertinggal di Jabar. > > Dedi mengakui, pembangunan yang tak merata antara wilayah selatan yang rawan > bencana alam dengan utara, merupakan salah satu hambatan dalam mempercepat > peningkatan pembangunan di Kab. Garut secara lebih merata. Padahal, sumber > daya alam yang dimiliki wilayah Garut sangat potensial untuk dikembangkan. > "Tapi kita akan berusaha memperkecil kesenjangan antarwilayah tersebut," > katanya. > > Berbeda dengan Garut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi, tampak > keberatan terhadap pemberian status daerah tertinggal kepada Kab. Sukabumi. > Menurut juru bicara Pemkab Sukabumi, Ir. H. Rusdhiana Sulaeman, M.M., > M.B.A., ketika dihubungi "PR", pemerintah pusat sebaiknya lebih berhati-hati > menyebutkan suatu daerah dengan predikat tertentu, sebelum memiliki data > akurat dengan parameter yang jelas melalui pembuktian di lapangan. > > "Jadi harus jelas dulu apa ukuran daerah terpencil, daerah tertinggal atau > daerah miskin. Sebut saja Kab. Sukabumi sebagai daerah tertinggal, atas > dasar apa vonis seperti itu begitu cepat dikenakan kepada Kab. Sukabumi. > Kalau dibandingkan dengan Kota Bandung, Kota Bogor atau Bekasi, mungkin > saja. Tapi perbandingan seperti itu jelas tidak adil," ujar Rusdhiana. > (A-84/A-83/A-124)*** > > > > > > > Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id > > > > > > ________________________________ > Do you Yahoo!? > Yahoo! Mail - now with 250MB free storage. Learn more. > > Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id > > > > > Yahoo! Groups Sponsor > > ADVERTISEMENT > > > ________________________________ > Yahoo! Groups Links > > To visit your group on the web, go to: > http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ > > To unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED] > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/0EHolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

