22 Desember 2004 15:16
Biaya Pendidikan SD di Jabar Diusulkan Gratis
Sumber: UPI
Kanal/Rubrik: /
Pengirim: Mahasiswa.com

BANDUNG, (PR).-

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar minta biaya pendidikan
bagi siswa sekolah dasar (SD) di seluruh Jawa Barat bisa digratiskan.
Sebagai kompensasinya, pemerintah provinsi harus mengambil alih
kebutuhan biaya bagi siswa sekolah menengah pertama (SMP).

Permintaan tersebut diungkapkan anggota Komisi E. Rachmat Sulaeman,
Senin (20/12). Sedangkan bagi siswa sekolah menengah atas (SMA) yang
berprestasi, kata Rachmat, dana subsidi bisa diambilkan dari bagian
keuntungan 5% BUMN. "Dengan pembagian kewenangan dan kewajiban
pembiayaan tersebut, program pembangunan bidang pendidikan akan lebih
terarah dan tidak tumpang tindih antara pemkab dan pemkot dengan
pemprov dan BUMN," katanya.

Dengan kewajiban khusus menangani pendidikan SD, kata Rachmat, subsidi
yang diterima daerah tingkat II dari pemprov bisa digunakan untuk
meningkatkan kesejahteraan guru dan meningkatkan kualitas pendidikan
seperti membangunan laboratorium dan sejenisnya.

"Selama ini kan banyak guru-guru yang terpaksa nyambi seperti ngojek
atau berjualan untuk menambah penghasilan. Tentu saja konsentrasi
dalam mengajar terganggu yang akhirnya berdampak kepada kualitas
pendidikan," kata Rachmat.

Menyinggung tentang besaran dana untuk pendidikan dalam RAPBD 2005,
Ketua KNPI Jabar ini menilai, masih jauh dari harapan. Anggaran
pendidikan 2005 hanya sekira Rp 355 miliar atau sebesar 11% dari total
anggaran dari yang seharusnya 20%.

"Namun setidaknya sudah ada peningkatan cukup berarti dari yang semula
8% menjadi 11% dari total anggaran," katanya.

Cirebon SD gratis

Sebelumnya anggota Pansus APBD Jabar 2005 Eka Hardiana menyatakan,
anggaran untuk pendidikan pada rencana anggaran dan belanja daerah
(RAPBD) Jawa Barat 2005 mengalami kenaikan menjadi Rp 355,799 miliar
atau sekira 11% dari keseluruhan prakiraan belanja RAPBD 2005 yang
mencapai Rp 4,050 triliun. Kenaikan tersebut merupakan kesepakatan
eksekutif dan legislatif pada saat pembahasan pra-RAPBD Jabar 2005,
beberapa waktu lalu.

Soal permintaan Dewan Jabar agar SD digratiskan, sebenarnya sudah
dilaksanakan di wilayah Kab. Cirebon. Sejak tahun ajaran 2004/2005
sedikitnya 264 ribu siswa SD bersekolah secara gatis. Selain biaya
sekolah, subsidi juga diberikan untuk seragam, sepatu, dan alat tulis.

"Mudah-mudahan sekolah gratis ini bisa berlangsung seterusnya. Apalagi
kalau memang ada pembagian kewajiban antara pemkab dengan pemprov,
sehingga pemkab hanya menanggung beban siswa SD," ungkap Bupati
Cirebon H. Dedi Supardi yang dihubungi melalui telefon selulernya,
Senin kemarin.

Dengan pembagian (sharing) kewajiban, kata Dedi Supardi, daerah
tingkat II akan lebih fokus meningkatkan kualitas pendidikan tingkat
dasar. "Kalau bener pembagian kewajiban itu dilaksanakan, semua daerah
tingkat II di Jawa Barat, insya Allah bisa menggratiskan siswa SD,"
ujarnya.

Dedi mengatakan, pada tahun ajar 2004/2005, Pemkab Cirebon
mengalokasikan lebih dari Rp 9 miliar untuk memberikan subsidi bagi
pendidikan SD gratis. "Namun dari anggaran sebesar itu, Rp 6,5 miliar
bantuan Pemprov Jabar sedangkan sisanya dari APBD Kabupaten Cirebon,"
katanya. (A-92)***


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke