--- In [EMAIL PROTECTED], Subhan Akbar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Note: forwarded message attached. > From: Benny Setiono [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Sunday, January 02, 2005 10:51 PM > To: [EMAIL PROTECTED] > Subject: [t-net] ISU BERBAHAYA ! > > > Teman-teman yang terhormat, > > Akhir-akhir ini dengan gencar beredar SMS yang berisi isu-isu negatif dan > berbahaya yang menyatakan bahwa korban gempa dan tsunami di Aceh yang > berasal dari kalangan etnis Tionghoa telah mengalami diskriminasi yaitu > tidak mendapatkan jatah makanan, dipaksa mengubur jenasah para korban, > dijarah bahkan ada yang dibunuh, dipersulit mendapatkan seat pesawat yang > akan membawanya keluar dari Aceh dsbnya. Hal ini perlu klarifikasi agar kita > jangan sampai menjadi korban adu domba yang dilakukan pihak-pihak yang tidak > bertanggung jawab. Bersama ini kami berusaha memberikan sedikit informasi > yang dikumpulkan oleh relawan INTI yang sejak hari Rabu yang lalu telah > berada di Banda Aceh, turut menumpang pesawat Hercules yang berangkat dari > Halim PK. > > Inilah sebagian laporannya yang berkaitan dengan isu-isu tersebut : > Memang ada kasus-kasus kecil yang terjadi yang menurutnya normal terjadi > dalam situasi kacau dimana para korban dalam keadaan panik, stress, putus > asah dan kelaparan, tetapi kejadian ini tidak hanya menimpa para korban > dari kalangan Tionghoa saja, tetapi juga menimpa yang lainnya. > > Sebagai contoh : > 1 Ada kasus dimana ada seorang korban dari kalangan Tionghoa yang ingin > memindahkan mayat keluarganya dengan menggunakan becak motor, pengemudinya > meminta bayaran Rp.400.000.-, tetapi sekali lagi kasus ini tidak hanya > menimpa korban dari kalangan Tionghoa tetapi dari siapa saja yang dianggap > masih mempunyai "banyak uang". > > 2. Ada beberapa toko yang mengalami penjarahan, tetapi ini dilakukan oleh > orang-orang yang stress berat. Malahan ada kejadian ketika toko tersebut > dijarah yang ditemukan adalah tumpukan mayat korban bencana sehingga mereka > sendiri akhirnya menyingkir. > > 3. Memang dalam masalah pembagian makanan ada petugas yang mendahulukan > mereka yang dianggap benar-benar tidak mempunyai apa-apa lagi. Malahan ada > keluhan dari beberapa korban Tionghoa kepada relawan kita bahwa ketika > terjadi pembagian bantuan yang dilakukan relawan-relawan Tionghoa dari > kelompok tertentu mereka juga mendahulukan para korban yang benar-benar > dianggap lebih menderita. Ini semua terjadi karena di masyarakat masih ada > persepsi bahwa korban dari kalangan etnis Tionghoa masih mempunyai banyak > uang, padahal persepsi ini tidak sepenuhnya benar. > > 4. Mengenai pengungsi di bandara, memang benar pada hari-hari pertama yang > banyak datang ke bandara adalah para korban dari kalangan Tionghoa. Justeru > merekalah yang paling banyak diangkut dengan pesawat untuk mengungsi ke > Medan. Tetapi mulai hari ketiga jumlah pengungsi yang datang ke bandara > sudah bercampur baur. Banyak korban dari kalangan Tionghoa yang berhari-hari > menunggu di bandara karena tidak punya biaya. > Semalam relawan kita minta persetujuan untuk membelikan 4 tiket ke Medan > bagi satu keluarga Tionghoa yang kondisinya sangat mengenaskan untuk > mengungsi ke Medan. > Memang ada satu dua oknum yang berusaha mengail di air keruh yang berusaha > menjual seat dengan harga lebih mahal kepada para korban bencana alam ini. > > 5. Ada kasus dimana seorang pastor meminta pertolongan untuk mengangkat > korban yang tergeletak di muka gereja di dekat pasar yang tidak mendapatkan > sambutan karena semua orang sedang sibuk dan stress mencari keluarganya yang > hilang. > > 6.Akhir-akhir ini banyak terjadi para korban memaksa meminta jatah makanan > seperti mie instant lebih dari seharusnya karena ingin menjual kelebihan itu > yang hasilnya akan digunakan untuk biaya mengungsi keluar dari Aceh. > > 7, Dua hari yang lalu di Posko INTI Jakarta kedatangan sebuah keluarga yang > terdiri dari sepasang suami istri muda dan kedua anaknya berusia 5 tahun > (puteri) dan 8 bulan (putera) beserta seorang baby sitternya. Pak Surya > menceriterakan kesaksiannya bagaimana mereka sekeluarga tercerai-berai > menyelamatkan diri namun pada hari ketiga berkat keajaiban dan pertolongan > Tuhan mereka berhasil berkumpul kembali dan akhirnya bersama seluruh > keluarga besarnya ( berjumlah 21 orang) berhasil naik pesawat ke Medan dan > kemudian ke Jakarta. Yang menarik baby sitternya yang non Tionghoa dengan > mati-matian menyelamatkan kedua orang anaknya sampai mereka berhasil > berkumpul kembali. Mereka dengan tegas menyatakan bahwa mereka berhutang > nyawa kedua anaknya kepada baby sitternya yang dengan setia dan penuh > tanggung jawab menyelamatkan dan melindungi kedua anaknya. Entah apa yang > terjadi kalau baby sitternya tidak menyelamatkan kedua anaknya tersebut. > > Demikianlah beberapa informasi yang berhasil kami himpun, mudah-mudahan > informasi ini dapat membantu mematahkan isu-isu negatif yang bertujuan > mengadu domba kita. > Untuk itulah Posko INTI di Medan secepatnya akan mendirikan semacam Media > Center yang akan menghimpun sebanyak mungkin informasi dan menyalurkannya ke > berbagai media, milis dan siapapun yang membutuhkannya. Kesulitan kita > adalah mendapatkan sebuah ruangan untuk dijadikan kantor yang dilengkapi > komputer, tilpon dan fax. Kalau ada teman-teman yang bisa membantu, kami > akan sangat berterima kasih.Di samping itu Posko INTI Medan juga telah > beroperasi dengan memberikan bantuan medis termasuk operasi-operasi di rumah > sakit kepada para korban bencana dengan cuma-cuma. Demikian juga Posko akan > turut membantu tempat-tempat para pengungsi termasuk para pengungsi yang > berasal dari kalangan Tionghoa. Besok sebuah container berisi bantuan dari > Ace Hardware yang terdiri dari tenda, genset portable, tikar, senter, > masker, sarung tangan, lampu sorot, handpallet dsbnya akan diberangkatkan ke > Banda Aceh dengan mendapat bantuan pengawalan dari pihak Pangdam untuk > segera didistribusikan kepada p > ara petugas dari TNI dan para relawan yang sedang melakukan evakuasi > jenasah dan pembersihan kota. > > Akhirnya, kami serukan agar jangan menanggapi dan menyebar-nyebarkan SMS > negatif, saat ini seluruh komponen bangsa harus bersatu padu menggalang > solidaritas nasional. > Salam hangat dan terima kasih ! > > Benny G.Setiono > > > > Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

