punten teu disundakeun....da geuningan malezz...
-----Original Message-----
From: sri_yuslinda [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, January 11, 2005 6:46 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [Info_Islam] Aceh Mulai Dimasuki Buku-buku Porno


Aceh Mulai Dimasuki Buku-buku Porno


Bencana di Aceh kemungkinan memunculkan masalah sosial baru. Seorang
relawan lokal mendapati masuknya buku-buku porno di kamp-kamp
pengungsian di Aceh

Hidayatullah.Com-- Demikian dikatakan oleh Dokter Madi Saputra,
relawan dari Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) yang sekarang bertugas
di Banda Aceh, Minggu (9/1/05)

Berdasarkan temuan dokter Madi Saputra di lapangan, di beberapa
tempat di Banda Aceh sudah ditemukan buku-buku porno di tempat-tempat
pengungsian. Masuknya buku porno ini akan mengancam mental masyarakat
Aceh, khususnya anak-anak.

Salah satu sumber ancaman itu adalah dari relawan asing. Sebagaimana
diketahui di Banda Aceh saat ini dipenuhi oleh relawan asing. Mereka
berasal daei beberapa unsur, antara lain tentara, tim rescue dan
tenaga medis.

Mereka ternyata tidak hanya melakukan rescue tadi juga membawa
perilaku negatif. "Di satu sisi kita memang butuh bantuan mereka,
tapi sisi yang lain timbul dampak negatif atas kehadiran mereka,"
tambah dr. Madi Saputra.

Temuan ini juga diperkuat dengan kesaksian Tim Medis dari Mer C yang
mengadakan pengobatan di kawasan Mata Ie, Aceh. Di Kawasan sekitar
Mata Ie ini ada beberapa titik yang menjadi tempat pengungsian. Di
kawasan juga relawan dari Prancis membuat Posko untuk tempat tinggal
mereka. MMI menemukan para pengungsi ada yang memegang buku-buku
porno. "Kami juga mendapat laporan yang sama dari relawan yang
berasal dari UNS Solo," tambah Haikal salah seorang relawan dari MMI.

Selain munculnya buku-buku porno, masyarakat Aceh di pengungsian juga
menghadapi pemurtadan akibat kehadiran misionaris yang berkedok
sebagai relawan.

Sebagaimana yang ditulis Hidayatullah.com sebelumnya,seorang pastur
Australia, Chris Riley, berencana membangun tenda penampungan untuk
anak-anak di Aceh. Rencana itu terungkap dalam wawancara khusus
stasiun televisi Channel 9 dengan sang pastur, Selasa (4/1) waktu
Brisbane. Riley akan berangkat ke Aceh pada 5 Januari 2004.
Menurutnya, tenda-tenda penampungan sementara itu akan dibangun
permanen di masa mendatang.

"Kami sudah menemukan cerita Nabi-nabi yang diterbitkan dalam versi
kristen. Beberapa anak Aceh nampak asyik menikmati cerita dari buku
yang merupakan bantua itu," tambah Haikal.

"Situasi yang saat ini di berkembang di Aceh, dimana setiap warga
memerlukan uluran tangan dari orang luar, sangat memungkinkan
infiltrasi budaya, termasuk di dalamnya adalah pemurtadan," kata
dokter Madi. (Har)


Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke