Selasa (18/1), Tahun Baru Menurut Kalender Sunda
Reporter: Hazmirullah
Tahukah anda bahwa sebenarnya Selasa, 18 Januari 2005 merupakan awal
tahun baru dalam sistem kalender Sunda? Ya, dalam kalender Sunda,
hari itu bertepatan dengan tanggal 1 Suklapaksa (Parocaang) Bulan
Kartika Tahun 1941 Caka Sunda Wuku Madasiya.
Lalu, bagaimana hal itu bisa diketahui? Padahal, orang Sunda sendiri
sudah begitu lama tak menggunakan sistem penanggalan warisan nenek
moyangnya. Mungkin saja mayoritas orang Sunda tak mengetahui bahwa
sesungguhnya Sunda memiliki sistem penanggalan tersendiri. Kini,
sebagaimana masyarakat lainnya, orang Sunda justru lebih akrab dan
banyak menggunakan sistem penanggalan Masehi, Hijriah, atau Jawa.
Menjelang tahun baru Sunda 1941, seorang tokoh kelahiran Bandung 27
Oktober 1935, Ali Sastramidjaja, berhasil merampungkan penelitiannya
soal sistem penanggalan yang ternyata --menurutnya-- lebih akurat
dari sistem lain. Penelitian intensif yang dilakukannya dalam kurun
waktu 9 tahun itu menghasilkan sebuah sistem penanggalan yang
disebutnya "Kala Sunda".
Hasil penelitian itu sudah "dilaporkannya" kepada umum dalam sebuah
diskusi yang berlangsung di Pendopo Kota Bandung, Selasa (18/1)
malam. Dalam diskusi itu terungkap bahwa ternyata terjadi banyak
kesalahan pada catatan sejarah, terutama yang berkait dengan sejarah
Sunda.
Sebagai contoh adalah tanggal berdirinya Kota Bogor. Berdasarkan
perkataan Prabu Terusbawa, Bogor berdiri pada Radite Pon, 09
Suklapaksa, bulan Yista (08), taun 591 Caka Sunda (= 31 Oktober 695
Masehi Julian). Padahal, HU Pikiran Rakyat memberitakan bahwa tanggal
3 Juni merupakan Hari Jadi Bogor ke-519. Menurut Saleh Danasasmita,
berdirinya Kerajaan Pajajaran pada 12 Suklapaksa, bulan Sitra (6),
taun 1404 Caka Sunda (= 13 Maret - 11 April 1428 M Julian). Padahal,
berdasarkan perhitungannya, tanggal itu bertepatan dengan 14 Juni
1484 Masehi Julian.
**
SECARA singkat, untuk mengukur waktu, dahulu nenek moyang Sunda
menggunakan dua alat peraga, yaitu lingga (batu panjang yang
ditancapkan ke tanah) dan lidi (nyere; harupat). Caranya, panjang
bayangan lingga yang ngujur ke utara maupun selatan diukur
menggunakan lidi. Hal itu dilakukan setiap hari. Setelah 365 hari,
susunan lidi tadi berbentuk sinus (gelombang). Itulah yang melatari
nenek moyang Sunda mengistilahkan 365 hari sebagai "setahun".
Sistem penanggalan Sunda mengenal dua macam tahun, yakni Tahun Surya
dan Tahun Candra. Masing-masing tahun juga mengenal tahun pendek
(Surya 365 hari; Candra 354 hari) dan tahun panjang (Surya 366 hari;
Candra 355 hari). Kala Surya Saka Sunda (Tahun Surya) mengenal
aturan, "tiga tahun pendek, keempatnya tahun panjang. Akan tetapi,
setiap tahun yang habis dibagi 128, dijadikan tahun pendek. Akhir
tahun Surya adalah ketika matahari berada di titik paling selatan".
Kala Candra Caka Sunda (Tahun Candra) memunyai aturan bahwa "dalam
sewindu (8 tahun), tahun ke-2, ke-5, dan ke-8 adalah tahun panjang,
sisanya tahun pendek. Setiap tahun ke-120 dijadikan tahun pendek.
Setiap tahun yang habis dibagi 2.400 dijadikan tahun panjang". Kala
Candra (yang dipakai dalam sistem penanggalan Sunda) memiliki
keistimewaan tersendiri, yakni "ciples". Artinya, jika awal windu
(biasa disebut indung poe) Senen Manis, maka akhirnya adalah Ahad
Kaliwon. Keistimewaan lainnya, indung poe baru berganti setelah 120
tahun, mulai dari Senen Manis, Ahad Kaliwon, Saptu Wage, Jumaah Pon,
Kemis Pahing, Rebo Manis, Salasa Kaliwon, hingga terakhir Rebo Pahing.
Jika dihitung, "kejadian" itu berlangsung dalam waktu 84.000 tahun.
Artinya, pada tahun ke-84.001, indung poe kembali kepada Senen Manis.
Dalam perjalanan 84.000 tahun itu, sistem penanggalan Sunda juga
mengenal "Dewa Taun", yakni hari pertama dan terakhir setiap kurun
waktu 2.400 tahun.
Ketepatan
Ternyata, ketepatan Kala Candra Caka Sunda dapat diuji secara ilmiah.
Hitungannya begini, dalam sewindu (8 tahun), sistem penanggalan Sunda
mengenal 5 tahun pendek dan 3 tahun panjang. Dengan demikian,
hitungannya menjadi (5 x 354) + (3 x 355) sama dengan 2.835 hari per
windu. Selanjutnya 120 tahun sama dengan 15 windu. Dengan demikian,
[(2.835 x 15)-1] sama dengan 42.524 hari per 120 tahun.
Perolehan angka tersebut dibandingkan dengan perhitungan secara
ilmiah. Berdasarkan ilmu astronomi, perhitungan jumlah hari dalam 120
tahun adalah 12 bulan x 29,53059 hari x 120 tahun sama dengan
42.524,0496 hari dalam 120 tahun. Artinya, terdapat selisih 0,0496
hari dalam 120 tahun atau 0,0004133 hari per tahun.
Jika dikalikan 2.420, angka selisih tersebut sama dengan 1. Itu
berarti, dalam kurun waktu 2.420 tahun, terjadi selisih 1 hari.
Kendati demikian, Bah Ali --demikian Ali Sastramidjaja akrab disapa--
tidak menambah 1 hari itu pada setiap 2.420 tahun, tetapi 2.400. Hal
itu dilakukan untuk mempertahankan aturan yang sudah berlaku. Jadi,
hitungannya begini:
2.400 tahun pertama:
0,0004133 x 2.400 sama dengan 0,99192 hari per 2.400 tahun. Lantaran
dibulatkan menjadi 1 hari, maka terdapat kelebihan 0,00808 hari per
2.400 tahun.
2400 tahun kedua:
(0,0004133 x 2.400) + 0,00808 sama dengan 1 hari per 2.400 tahun
(kedua).
Kesimpulannya, setiap 2.400 kedua, angka selisih itu menjadi "ciples"
1. Soalnya, dalam aturannya, sistem penanggalan Sunda menetapkan
setiap tahun ke-2.400 sebagai tahun panjang. Artinya, selisih 1 hari
antara perhitungan Sunda dan Astronomi tak lagi terjadi ("ciples").
Untuk 2.400 tahun seterusnya, sistem penghitungan kembali ke awal.
Demikianlah keistimewaan sistem penanggalan Sunda. Ternyata,
sebenarnya sistem tersebut tidak pernah sekalipun mengalami
perubahan. Dalam hal ini, Bah Ali hanya "mengeluarkan kembali" ilmu
yang telah ditemukan nenek moyang Sunda beberapa abad yang silam.
Kalau toh kemudian sistem penanggalan tersebut kembali diterima oleh
orang Sunda, maka harus dilakukan perubahan besar-besaran terhadap
catatan sejarah, termasuk tentang kerajaan Pajajaran. Bagaimana?
Sumber: Pikiran Rakyat
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/