|
manawi aya mangfaatna, ngeunaan lini.
punten teu disundakeun, sanaos nu nyeratna oge urang sunda.
baktos,
budhi
oritate permai
----- Original Message -----
From: Awang
Satyana
Sent: Tuesday, January 25, 2005 2:04 PM
Subject: [Geo_unpad] Tsunamigenic Earthquake or Non-Tsunamigenic
Earthquake (Gempa Aceh vs. Palu) Belum sebulan berlalu, dua bencana gempa melanda Indonesia : gempa
dan tsunami di Aceh - Sumatra Utara 26 Desember 2004 dan gempa Palu 24
Januari 2005.
Yang di Aceh - Sumut begitu besar kekuatan (laporan yang banyak
dikutip M = 8,9), cakupan wilayah (Asia Tenggara, Asia Selatan, Afrika
Timur), dan korban tewas dan korban2 ikutannya. Setahu saya, inilah bencana
dengan korban tewas terbesar yang pernah melanda Indonesia. Selama ini, kita
selalu pegang angka 36.000 korban tewas untuk erupsi dan tsunami Krakatau 1883
atau 91.000 korban tewas untuk erupsi Tambora 1815. Sekarang, angka korban tewas
itu dilampaui gempa-tsunami Aceh-Sumut yang sampai kemarin oleh MetroTV
dilaporkan telah dievakuasikan sebanyak 96.000 korban tewas, angka sebenarnya
pasti lebih dari itu...
Gempa di wilayah Palu kemarin merusak sekitar 100 rumah (detik.com hari
ini), gempa berkekuatan M = 6.2, tidak dilaporkan tsunami terjadi walau Palu
berada di ujung Teluk Palu yang sempit bagai lembah, tidak dilaporkan terjadi
korban tewas.
Dua kejadian ini barangkali membuat kita berpikir : bagaimana gempa yang
dapat membangkitkan tsunami (tsunamigenic earthquake) dan bagaimana gempa yang
tidak dapat membangkitkan tsunami (non-tsunamigenic earthquake). Masyarakat di
luar geologist pun sudah banyak yang bertanya. Dua bencana geologi yang
berturut2 terjadi di Indonesia ini sedikit banyak akan membuat masyarakat
terhubung ke geologi. Sesedih dan separah apapun bencana, ia masih menyisakan
pelajaran buat siapa pun.
Gempa Aceh dan Gempa Palu banyak berbeda dalam karakteristiknya.
Yang Aceh terjadi berhubungan dengan zone subduksi antar lempeng, ini akan
memberikan mekanisme penyesaran (focal mechanism) thrusting atau normal fault.
Kalau terjadi di laut, dan kekuatannya besar, runtuhnya blok lapisan batuan
karena pematahan vertikal ini tentu akan menggerakkan kolom air laut di atasnya.
Hasil akhirnya adalah tsunami, sejauh parameter oseanografi dan morfologi pantai
di sekitarnya mengizinkan itu terjadi.
Yang Palu terjadi berhubungan dengan Sesar Palu (Palu-Koro; Palu-Matano
Fault Zone), ini akan memberikan focal mechanism strike-slip, gerak lateral
tanpa gerak vertikal yang berarti. Episentrum di darat, 16-20 km tenggara Palu,
tidak menimbulkan tsunami di Teluk Palu, ia hanya membuka sedikit celah di trace
Palu-Koro, maka keluarlah mata air panas yang sekarang di wilayah tenggara
Palu tengah jadi objek wisata dadakan (ini menjadi bukti juga bahwa gempa
membuka migrasi subsurface fluid - suatu pelajaran buat petroleum geology, sesar
aktif bergerak menggerakkan fluida).
Jadi, bagaimanakah tsunamigenic earthquake itu ? Secara
teoretis, adalah : (1) pusat gempa di dasar laut, (2) gempa dangkal (<
sekitar 40 km depth), (3) bermagnitudo besar (> sekitar M 6,5), (4) mempunyai
tipe pematahan batuan (focal mechanism) sesar naik atau sesar turun. Statistik
tsunami di Indonesia (secara dominan) menunjukkan keempat parameter ini berlaku.
Penyimpangan terhadap teori ? Selalu bisa saja terjadi, alam tak pernah bisa
dimengerti 100 % bukan ?
Yah..Indonesia memang "nasibnya" dipagari zone subduksi dan dikawal
strike-slip faults besar2. Melingkar dipagari subduksi Sunda, subduksi
Banda, subduksi Papua Utara, subduksi Halmahera, subduksi Sulawesi Utara;
dikawal Sumatra Fault, Rembang-Madura-Kangean-Sakala Fault,
Lupar-Adang-Walanae-Sumba Fault/Fracture, Sorong-Sula Fault, dan
Palu-Koro-Matano Fault. Di situlah : homes of earthquakes hypo/epicenters. Wajar
saja kalau setiap tahun di Indonesia rata-rata terjadi 460 gempa dengan
magnitudo rata-rata M > 4,0 (data 1900-1990).
Indonesia is sleeping with earthquake !
Salam,
awang
Do you Yahoo!? Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term' Moderators: Budhi Setiawan '91 <[EMAIL PROTECTED]> Edi Suwandi Utoro '92 <[EMAIL PROTECTED]> Sandiaji '94 <[EMAIL PROTECTED]> Wanasherpa '97 <[EMAIL PROTECTED]> Satya '2000 <[EMAIL PROTECTED]> Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links
|

