Bandung-RoL-- Sekitar 48.600 siswa, atau 30 persen
dari 162 ribu siswa sekolah dasar (SD) di Jawa Barat tidak bisa
melanjutkan sekolah. Pasalnya, selain orangtua siswa itu tidak mampu
secara ekonomi, daya tampung sekolah tidak memadai.
Demikian dikatakan Kasubdin Bina Program Disdik Jabar, Syarif Hidayat,
seusai acara Silaturahmi dan Raker Ikapi Cabang Jabar, Rabu (26/1). Ia
menambahkan, siswa yang tidak dapat melanjutkan sekolah paling banyak
berasal dari kabupaten pinggiran seperti Pantura dan Jabar selatan.
''Seharusnya memang ada SMP inpres. Tapi sekarang bangunan yang ada
banyak yang rusak,'' ujar Syarif menandaskan. Setiap hari, ia
mengaku mendapatkan laporan tentang sekolah rusak, baik SD atau
sekolah jenjang menengah dan atas. Dari informasi yang didapatkannya,
jumlah SMP/MTS yang rusak mencapai 3.151 sekolah, SD/MI 43.023 dan SMA/SMK
1.664.
Syarif menambahkan, pada 2005 ini, pihaknya akan berusaha untuk
mengurangi jumlah siswa yang tidak sekolah. Salah satu caranya,
adalah dengan rehabilitasi sekolah, pembangunan ruang kelas baru
(RKB), dan membangun SMP terbuka. Ia menjelaskan, saat ini pemprov hanya
berkonsentrasi di tingkat SMP.
Untuk pembangunan SMP terbuka, lanjut Syarief, dana yang dianggarkan
mencapai Rp 11 miliar untuk 165 SMP terbuka. Selain itu, pemprov akan
merehabilitasi ratusan bangunan SMP dan membangun ruang kelas baru (RKB).
Untuk rehabilitasi satu RKB, dibutuhkan dana Rp 30 juta dan pembangunan
satu RKB mencapai Rp 40 juta.
''Untuk infrastruktur, anggarannya sebesar Rp 250 miliar. Namun jumlah
itu baru delapan persen dari APBD provinsi. Seharusnya anggaran untuk
pendidikan mencapai 20 persen,'' tutur Syarief.
Ditambahkan Syarif, meskipun pemprov akan membangun banyak sekolah,
jumlah itu hanya mampu menampung 15 persen atau sebanyak 7.290 siswa.
Karena itu, ia meminta kepada masyarakat untuk saling membantu.
Sebenarnya, jika ditambah dengan sekolah swasta siswa SD yang akan
menginjak SMP akan tertampung. Namun hambatan yang muncul adalah mahalnya
biaya pendidikan di sekolah swasta.
Ketika ditanya beasiswa yang akan dikeluarkan Disdik Jabar, Syarif
menjelaskan, pemprov menganggarkan Rp 110 miliar, masing-masing siswa
mendapat Rp 1 juta. Hingga kini, Disdik Jabar masih mendata siswa yang
akan mendapat beasiswa. ''Yang mendata kelurahan dan camat setempat,''
katanya menjelaskan.