ngiringan,..
sanes luas teuing wilayahna panginteun Pa Dahri,..
tapi seueur teuing pejabatna.. he he he
punten ah ka pamarentah...sanes sinis... 
 
aya wartos ti palabuan Ratu, ayeuna  nuju usum penertiban kendaran roda dua ""bahro""
da eta mah saurna tiap bumi di ketok kan , pami pareng ngagaduhan motor anu teu lengkep serat2 na tea
da maen alungkeun wae kana treuk..
duka dikumaha keun...sareng dikamana keun ..
 
sok aya wartos diical deui ceunah ku oknum aparat YTB motor ""bahro "" teh,...
mending upami hasilna kanggo ngabiayaan anu teu mampu nyakola keun murangkalih ...teu nanaon panginteun...!
 
 
 
Ineu
----- Original Message -----
Sent: Thursday, January 27, 2005 10:47 AM
Subject: Re: [Urang Sunda] 30 Persen Siswa SD tak Bisa Lanjutkan Sekolah

naha nembe diwartakeun? padahal tos ti kapungkur samodel kitu.  daerah pakidulan jawa barat ( teu sadayana sih, punteun neng ineu ) seueur anu teu tiasa sakola, teu aya TV pami aya TVRI wungkul eta oge kedah nganggo awi saleunjeur, teu acan aya saluran talepon.
duka kumaha tah padahal APBD jabar jumlahna em em-an. Luas teuing da wilayahna.

��d�k M�t�k�r <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Deudeuh teuing urang jawa barat nya...
 
Panzi
----- Original Message -----
 

Rabu, 26 Januari 2005  20:44:00
30 Persen Siswa SD tak Bisa Lanjutkan Sekolah
Laporan: Reiny

Bandung-RoL-- Sekitar 48.600 siswa, atau 30 persen dari 162 ribu siswa sekolah dasar (SD) di Jawa Barat tidak bisa melanjutkan sekolah. Pasalnya, selain orangtua siswa itu tidak mampu secara ekonomi, daya tampung sekolah tidak memadai.

Demikian dikatakan Kasubdin Bina Program Disdik Jabar, Syarif Hidayat, seusai acara Silaturahmi dan Raker Ikapi Cabang Jabar, Rabu (26/1). Ia menambahkan, siswa yang tidak dapat melanjutkan sekolah paling banyak berasal dari kabupaten pinggiran seperti Pantura dan Jabar selatan.

''Seharusnya memang ada SMP inpres. Tapi sekarang bangunan yang ada banyak yang rusak,'' ujar Syarif menandaskan. Setiap hari, ia mengaku  mendapatkan laporan tentang sekolah rusak, baik SD atau sekolah jenjang menengah dan atas. Dari informasi yang didapatkannya, jumlah SMP/MTS yang rusak mencapai 3.151 sekolah, SD/MI 43.023 dan SMA/SMK 1.664.

Syarif menambahkan, pada 2005 ini, pihaknya akan berusaha untuk mengurangi jumlah siswa yang tidak sekolah. Salah satu caranya, adalah  dengan rehabilitasi sekolah, pembangunan ruang kelas baru (RKB), dan membangun SMP terbuka. Ia menjelaskan, saat ini pemprov hanya berkonsentrasi di tingkat SMP.

Untuk pembangunan SMP terbuka, lanjut Syarief, dana yang dianggarkan mencapai Rp 11 miliar untuk 165 SMP terbuka. Selain itu, pemprov akan merehabilitasi ratusan bangunan SMP dan membangun ruang kelas baru (RKB). Untuk rehabilitasi satu RKB, dibutuhkan dana Rp 30 juta dan pembangunan satu RKB mencapai Rp 40 juta.

''Untuk infrastruktur, anggarannya sebesar Rp 250 miliar. Namun jumlah itu baru delapan persen dari APBD provinsi. Seharusnya anggaran untuk pendidikan mencapai 20 persen,'' tutur Syarief.

Ditambahkan Syarif, meskipun pemprov akan membangun banyak sekolah, jumlah itu hanya mampu menampung 15 persen atau sebanyak 7.290 siswa. Karena itu, ia meminta kepada masyarakat untuk saling membantu. Sebenarnya, jika ditambah dengan sekolah swasta siswa SD yang akan menginjak SMP akan tertampung. Namun hambatan yang muncul adalah mahalnya biaya pendidikan di sekolah swasta.

Ketika ditanya beasiswa yang akan dikeluarkan Disdik Jabar, Syarif menjelaskan, pemprov menganggarkan Rp 110 miliar, masing-masing siswa mendapat Rp 1 juta. Hingga kini, Disdik Jabar masih mendata siswa yang akan mendapat beasiswa. ''Yang mendata kelurahan dan camat setempat,'' katanya menjelaskan. 



Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id




Do you Yahoo!?
Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term'

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id




Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke