�Tak Ada Niat Sundanisasi�
BANDUNG, (PR).-
Penggunaan bahasa Sunda di lingkungan Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jabar, bukan untuk memarjinalkan salah satu suku bangsa. Pemakaian bahasa Sunda itu semata-mata merupakan bagian dari upaya pelestarian khasanah seni dan budaya daerah yang merupakan warisan Ki Sunda.
BANDUNG, (PR).-
Penggunaan bahasa Sunda di lingkungan Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jabar, bukan untuk memarjinalkan salah satu suku bangsa. Pemakaian bahasa Sunda itu semata-mata merupakan bagian dari upaya pelestarian khasanah seni dan budaya daerah yang merupakan warisan Ki Sunda.
"Tidak ada sedikit pun niat kami memarjinalkan kesukuan, Sundanisasi atau sekadar mencari sensasi. Tapi, untuk melestarikan warisan yang kami nilai sangat luhur dan kekayaan tidak ternilai dari Ki Sunda," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jabar, Drs. H.I. Budhyana, M.Si., saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/22).
Kebijakan penggunaan bahasa Sunda di lingkungan Disbudpar Jabar tersebut sudah menjadi wacana dalam dua pekan terakhir. Bahkan, banyak pegawai yang menginginkan penggunaan bahasa Sunda itu disosialisasikan secara resmi. Begitu pun dengan denda Rp 1.000,00 untuk setiap kata yang salah.
Budhyana mengaku, sejak penggunaan bahasa Sunda setiap hari Jumat diberlakukan di Disbudpar, sedikitnya dia telah menerima 250 pesan singkat (SMS). "Pada intinya mereka semua mendukung dan mengharapkan penggunaan bahasa Sunda itu tidak sekadar gertak sambal yang hanya pedas sesaat, tetapi harus konsisten terus diberlakukan," ujarnya.
Dikatakan Budhyana, sesuai instruksi gubernur, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan kerja sama dengan sejumlah pihak untuk memformalkan penggunaan bahasa Sunda. Untuk tahap awal, penggunaannya akan dilakukan di lingkungan sekolah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan.
Penggunaan bahasa Sunda yang diprakarsai Disbudpar Jabar, juga diikuti oleh Pemkab Bandung dan Subang. Di lingkungan kedua pemerintahan daerah itu, setiap Jumat seluruh karyawan diwajibkanmenggunakan bahasa Sunda.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, mendukung setiap upaya mempertahankan warisan seni budaya maupun bahasa. Penggunaan bahasa daerah dan secara khusus diterapkan dalam suatu lingkungan, hendaknya tidak diartikan sebagai upaya memarjinalkan kesukuan, tapi merupakan suatu upaya pelestarian warisan leluhur maupun khasanah budaya.
"Bahasa Sunda merupakan identitas, warisan serta kekayaan budaya tatar Pasundan, yang juga merupakan khasanah seni budaya bangsa yang patut dipertahankan. Penggunaan bahasa Sunda dalam satu instansi, jangan dipandang sebagai upaya memarjinalkan kesukuan," ujar Wacik, di sela-sela diskusi Seni dan Budaya di Aula Barat ITB, Sabtu (12/2). (A-87
wassalam
agus rahmat
Bobotoh On the Net
milis : [EMAIL PROTECTED]
website : http://www.persib-bandung.or.id
Do you Yahoo!?
Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term'
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
| Yahoo! Groups Sponsor | |
|
|
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

