Baraya,
Ieu informasi kintunan ti Kang Ikmal-hapunten heunteu di(basa)sundakeun-kalintang pentingna. Patali sareng jejer koneng gede ti Kang Yaya tea. Saleresna, aya sababaraha dulur urang di US anu parantos ngagarap hal ieu, sok sanaos teu acan saageung seler urang di wetan. Atuh usaha-usaha Kang Yaya di Korea dina jejer ieu kalintang pentingna sareng sakedahna ku urang dirojong.
Baktos,
manAR
Note: forwarded message attached.
Note: forwarded message attached.
Celebrate Yahoo!'s 10th Birthday!
Yahoo! Netrospective: 100 Moments of the Web
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
| Yahoo! Groups Sponsor | |
|
|
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
--- Begin Message ---100 Spesies Tanaman Obat Dimanfaatkan untuk OAI
Sebanyak 100 spesies tanaman obat berkhasiat di Jawa Tengah telah dimanfaatkan kalangan industri obat asli Indonesia (OAI).
Menurut kalangan pengusaha tanaman obat, di Semarang, Minggu, sebanyak 100 spesies tersebut merupakan bagian dari sekitar 30 ribu jenis tanaman obat yang ada di Jateng.
Daerah sentra utama tanaman obat (kapulogo, jahe, kunir, kencur, cabe jamu, kunyit, lengkuas, dan temulawak) yang dikembangkan kalangan petani secara temurun berada di Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, dan Wonogiri.
Sementara daerah sentra pengembangan tanaman obat di lahan petani atas dorongan/binaan pemerintah dan dunia usaha berada di Kabupaten Kudus, Kendal, Temanggung, Wonosobo, Magelang, Purworejo, Banyumas, Cilacap, dan Sragen.
"Potensi tumbuhan obat tersebut menjadi dasar Provinsi Jateng sebagai wilayah penghasil tanaman obat (empon-empon) tradisional terbesar di Indonesia," kata Setiawan H (43) pengusaha tanaman obat di Kabupaten Semarang. Pemprov Jateng bekerja sama dengan lembaga penelitian Undip Semarang membentuk institute pengembangan obat asli Indonesia dan pusat pengkajian pendukungnya untuk mengembangkan tanaman obat di provinsi ini.
Ia mengatakan, produksi tanaman obat di Jateng yang setiap tahun mencapai sebanyak 47 ribu ton-50 ribu ton mampu telah diserap kalangan pabrikan jamu dan pasar ekspor.
Perusahaan jamu besar dan sedang/industri obat tradisional (IOT) di Jateng tahun 1999 sebanyak 11 perusahaan, serta 195 industri kecil obat tradisional (IKOT), sedangkan tahun 2003 ada kenaikan 20 persen pada IOT dan IKOT, kata Hartono (41) anggota DPP Asosiasi Produsen dan Eksportir Tanaman Obat Indonesia (Apetoi) itu.
"Hal ini memberikan gambaran bahwa potensi Jateng sebagai penghasil obat tradisional dan pemanfaatan bahan baku tanaman obat cukup besar," kata dia.
Perkembangan pemanfaatan tanaman obat belakangan ini sangat cepat dengan adanya industrialisasi obat tradisional melalui perusahaan jamu dan pencanangan program "back to nature" yang menjadikan perilaku konsumen untuk kembali pada konsep kesehatan dan kecantikan alamiah.
"Masuknya konsep tampil bugar dan cantik secara alami sebagai merupakam nilai masyarakat khususnya di kalangan wanita meningkatkan permintaan produk-produk tanaman obat," katanya. [EL, Ant]
Semarang, 30 Januari 2005 11:48 Copyright � 2002-04 Gatra.com
-- No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Anti-Virus. Version: 7.0.300 / Virus Database: 266.3.0 - Release Date: 2/21/2005
--- End Message ---

