Aya terasan tina padungdengan ngeunaan ieu. Mangga tingali di: http://www.understanding-islam.com/related/text.asp?type=question&qid=375
di palih handapna seueur link waleran kana artikel nu tarjamahanna dikintun ku kang Durahman ieu. Wassalaam, -Dian- On Wed, 9 Mar 2005 11:02:35 -0800, durahman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Umur sabaraha Siti Aisyah nikah ka Nabi? Naha lereus umur 7 taun? Iau aya > dialog mencermati statemenet ngeunaan umur nikahna Aisyah. Mangga > nyanggakeun; > > The Ancient Myth Exposed > By T.O. Shanavas , di Michigan. > � 2001 Minaret > from The Minaret Source: http://www.iiie.net/ > > Diterjemahkan oleh : cahyo_prihartono > > Seorang teman kristen suatu kali bertanya ke saya, " Akankah anda > menikahkan saudara perempuanmu yang berumur 7 tahun dengan seorang tua > berumur 50 tahun?" Saya terdiam. Dia melanjutkan," Jika anda tidak akan > melakukannya, bagaimana bisa anda menyetujui pernikahan gadis polos > berumur > 7 tahun, Aisyah, dengan Nabi anda?" Saya katakan padanya," Saya tidak > punya > jawaban untuk pertanyaan anda pada saat ini." Teman saya tersenyum dan > meninggalkan saya dengan guncangan dalam batin saya akan agama saya. > Kebanyakan muslim menjawab bahwa pernikahan seperti itu diterima > masyarakat > pada saat itu. Jika tidak, Orang-orang akan merasa keberatan dengan > pernikahan Nabi saw dengan Aisyah. > > Bagaimanapun, penjelasan seperti ini akan mudah menipu bagi orang-orang > yang naif dalam mempercayainya. Tetapi, saya tidak cukup puas dengan > penjelasan seperti itu. > > Nabi merupakan manusia tauladan, Semua tindakannya paling patut dicontoh > sehingga kita, Muslim dapat meneladaninya. Bagaimaanpun, kebanyakan orang > di Islamic Center of Toledo, termasuk saya, Tidak akan berpikir untuk > menunangkan saudara perempuan kita yang berumur 7 tahun dengan seorang > laki-laki berumur 50 tahun. Jika orang tua setuju dengan pernikahan > seperti > itu, kebanyakan orang, walaupun tidak semuanya, akan memandang rendah thd > orang tua dan suami tua tersebut. > > Tahun 1923, pencatat pernikahan di Mesir diberi intruksi untuk menolak > pendaftaran dan menolak mengeluarkan surat nikah bagi calon suami berumur > dibawah 18 tahun , dan calon isteri dibawah 16 tahun. Tahun 1931, Sidang > dalam oraganisasi-oraganisi hukum dan syariah menetapkan untuk tidak > merespon pernikahan bagi pasangan dengan umur diatas (Women in Muslim > Family Law, John Esposito, 1982). Ini memperlihatkan bahwa walaupun di > negara Mesir yang mayoritas Muslim pernikahan usia anak-anak adalah tidak > dapat diterima. > > Jadi, Saya percaya, tanpa bukti yang solidpun selain perhormatan saya thd > Nabi, bahwa cerita pernikahan gadis brumur 7 tahun dengan Nabi berumur 50 > tahun adalah mitos semata. Bagaimanapun perjalanan panjang saya dalam > menyelelidiki kebenaran atas hal ini membuktikan intuisi saya benar > adanya. > Nabi memang seorang yang gentleman. Dan dia tidak menikahi gadis polos > berumur 7 atau 9 tahun. Umur Aisyah telah dicatat secara salah dalam > literatur hadist. Lebih jauh, Saya pikir bahwa cerita yang menyebutkan hal > ini sangatlah tidak bisa dipercaya. Beberapa hadist (tradisi Nabi) yang > menceritakan mengenai umur Aisyah pada saat pernikahannya dengan Nabi, > hadist-hadist tsb sangat bermasalah. Saya akan menyajikan beberapa bukti > melawan khayalan yang diceritakan Hisyanm ibnu `Urwah dan untuk > membersihkan nama Nabi dari sebutan seorang tua yang tidak bertanggung > jawab yang menikahi gadis polos berumur 7 tahun. > > BUKTI #1: PENGUJIAN THD SUMBER > > Sebagaian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadist > yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat > atas > otoritas dari Bapaknya,Yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus > mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorangpun yang di > Medinah, dimana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru > menceritakan hal ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di > Medinah termasuk yang kesohor Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini. > Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, dimana Hisham tinggal > disana dan pindah dari Medinah ke Iraq pada usia tua. > > Tehzibu'l-Tehzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi catatan > para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : " Hisham > sangat > bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia > ceritakan setelah pindah ke Iraq " (Tehzi'bu'l-tehzi'b, Ibn Hajar Al- > `asqala'ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50). > > Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham > yang dicatat dari orang-orang Iraq: " Saya pernah dikasih tahu bahwa Malik > menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq" (Tehzi'b > u'l-tehzi'b, IbnHajar Al- `asqala'ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, > Vol.11, > p. 50). > > Mizanu'l-ai`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup pada > periwayat hadist Nabi saw mencatat: "Ketika masa tua, ingatan Hisham > mengalami kemunduran yang mencolok" (Mizanu'l-ai`tidal, Al-Zahbi, > Al-Maktabatu'l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301). > > KESIMPULAN: berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah jelek dan > riwayatnya setelah pindha ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, sehingga > riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel. > > KRONOLOGI: Adalah vital untuk mencatat dan mengingat tanggal penting dalam > sejarah Islam: > > pra-610 M: Jahiliya (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu > 610 M: turun wahyu pertama AbuBakr menerima Islam > 613 M: Nabi Muhammad mulai mengajar ke Masyarakat > 615 M: Hijrah ke Abyssinia. > 616 M: Umar bin al Khattab menerima Islam. > 620 M: dikatakan Nabi meminang Aisyah > 622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Medina > 623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah > > BUKTI #2: MEMINANG > > Menurut Tabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), > Aisyah dipinang pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 > tahun. > > Tetapi, di bagian lain, Al-Tabari mengatakan: "Semua anak Abu Bakr (4 > orang) dilahirkan pada masa jahiliyah dari 2 isterinya " (Tarikhu'l-umam > wa'l-mamlu'k, Al-Tabari (died 922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara'l-fikr, > Beirut, 1979). > > Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur 7 tahun) dan berumah tangga tahun > 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan bahwa Aisyah dilahirkan pada > 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan Al- Tabari, Aisyah seharusnya > dilahirkan pada 613M, Yaitu 3 tahun sesudah masa jahiliyah usai (610 M). > Tabari juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat jahiliyah. Jika > Aisyah dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah berumur 14 > tahun ketika dinikah. Tetapi intinya Tabari mengalami kontradiksi dalam > periwayatannya. > > KESIMPULAN: Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah. > > BUKTI # 3: Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah > > Menurut Ibn Hajar, "Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, > ketika Nabi saw berusia 35 tahun... Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisyah > " > (Al-isabah fi tamyizi'l-sahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, > Maktabatu'l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978). > > Jika Statement Ibn Hajar adalah factual, berarti Aisyah dilahirkan ketika > Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 > tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun. > > KESIMPULAN: Ibn Hajar, Tabari, Ibn Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi satu > sama lain. Tetapi tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun > adalah mitos tak berdasar. > > BUKTI #4: Umur Aisyah dihitung dari umur Asma' > > Menurut Abda'l-Rahman ibn abi zanna'd: "Asma lebih tua 10 tahun dibanding > Aisyah (Siyar A`la'ma'l-nubala', Al-Zahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic, > Mu'assasatu'l-risalah, Beirut, 1992). > > Menurut Ibn Kathir: "Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah]" > (Al-Bidayah wa'l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr > al-`arabi, > Al-jizah, 1933). > > Menurut Ibn Kathir: "Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H, dan > 5 > hari kemudian Asma meninggal. Menurut iwayat lainya, dia meninggal 10 atau > 20 hari kemudian, atau bebrapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari > kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari kemudian. Pada waktu > Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun" (Al-Bidayah wa'l-nihayah, Ibn > Kathir, Vol. 8, p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al- jizah, 1933) > > Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: "Asma hidup sampai 100 tahun dan meninggal > pada 73 or 74 H." (Taqribu'l-tehzib, Ibn Hajar Al-Asqalani,p. 654, Arabic, > Bab fi'l-nisa', al-harfu'l-alif, Lucknow). > > Menurut sebagaian besar ahli sejarah, Asma, Saudara tertua dari Aisyah > berselisuh usia 10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun dia tahun 73 > H, Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (622M). > > Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (ketika Aisyah berumah > tangga), Aisyah seharusnya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi, Aisyah, berusia > 17 atau 18 tahun ketika hijrah pada taun dimana Aisyah berumah tangga. > > Berdasarkan Hajar, Ibn Katir, and Abda'l-Rahman ibn abi zanna'd, usia > Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau 20 > tahun. > > Dalam bukti # 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam > bukti #4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya > usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..? > > kesimpulan: Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah. > > BUKTI #5: Perang BADAR dan UHUD > > Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dalam perang Badr dijabarkan > dalam hadist Muslim, (Kitabu'l-jihad wa'l-siyar, Bab > karahiyati'l-isti`anah > fi'l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika menceritakan salah satu moment > penting > dalam perjalanan selama perang Badar, mengatakan: "ketika kita mencapai > Shajarah". Dari pernyataan ini tampak jelas, Aisyah merupakan anggota > perjalanan menuju Badar. Sebuah riwayat mengenai pastisipasi Aisyah dalam > Uhud tercatat dalam Bukhari (Kitabu'l-jihad wa'l-siyar, Bab Ghazwi'l-nisa' > wa qitalihinnama`a'lrijal): "Anas mencatat bahwa pada hari Uhud, > Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya > melihat Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit > pakaian-nya [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tsb]." > Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bahwa Aisyah ikut berada dalam perang Uhud > and Badr. > > Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu'l-maghazi, Bab Ghazwati'l-khandaq wa > hiya'l-ahza'b): "Ibn `Umar menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengijinkan > dirinya berpastisispasi dalam Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 > tahun. Tetapi ketika perang Khandaq, ketika berusia 15 tahun, Nabi > mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang tsb." > > Berdasarkan riwayat diatas, (a) anak-anak berusia dibawah 15 years akan > dipulangkan dan tidak diperbolehkan ikut dalam perangm, dan (b) Aisyah > ikut > dalam perang badar dan Uhud > > KESIMPULAN: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan > bahwa beliau tidak berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 > tahun. Disamping itu, wanita-wanita yang ikut menemani para pria dalam > perang sudah seharusnya berfungsi untuk membantu, bukan untuk menambah > beban bagi mereka. Ini merupakan bukti lain dari kontradiksi usia > pernikahan Aisyah. > > BUKTI #6: Surat al-Qamar (Bulan) > > Menurut beberapa riwayat, Aisyah dilahirkan pada tahun ke delapan sebelum > hijriyah. Tetapi menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah tercatat > mengatakan hal ini: "Saya seorang gadis muda(jariyah dalam bahasa arab)" > ketika Surah Al-Qamar diturunkan(Sahih Bukhari, kitabu'l-tafsir, Bab > Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa'l-sa`atu adha' wa amarr). > > Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah(The > Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), menunjukkan bahwa surat tsb > diturunkan > pada tahun 614 M. jika Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah pada > usia 9 di tahun 623 M or 624 M, Aisyah masih bayi yang baru lahir (sibyah > in Arabic) pada saat Surah Al-Qamar diturunkan. Menurut riwayat diatas, > secara aktual tampak bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru > lahir ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis muda yang masih > suka > bermain (Lane's Arabic English Lexicon). Jadi, Aisyah, telah menjadi > jariyah bukan sibyah (bayi), jadi telah berusia 6-13 tahun pada saat > turunnya surah Al-Qamar, dan oleh karean itu sudah pasti berusia 14-21 > tahun ketika dinikah Nabi. > > Kesimpulan: riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan Aisyah yang > berusia 9 tahun. > > BUKTI #7: Terminologi bahasa Arab > > Menurut riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sesudah meninggalnya isteri pertama > Rasulullah, Khadijah, Khaulah datang kepada Nabi dan menasehati Nabi untuk > menikah lagi, Nabi bertanya kepada nya ttg pilihan yang ada di pikiran > Khaulah. Khaulah berkata: "Anda dapat menikahi seorang gadis (bikr) atau > seorang wanita yang pernah menikah (thayyib)". Ketika Nabi bertanya ttg > identitas gadis tsb (bikr), Khaulah menyebutkan nama Aisyah. > > Bagi orang yang paham bahasa Arab akan segera melihat bahwa kata bikr > dalam > bahasa Arab tidak digunakan untuk gadis belia berusia 9 tahun. Kata yang > tepat untuk gadis belia yangmasih suka bermain-main adalah, seperti > dinyatakan dimuka, adalah jariyah. Bikr disisi lain, digunakan untuk > seorang wanita yang belum menikah serta belum punya pertautan pengalaman > dengan pernikahan, sebagaiaman kita pahami dalam bahasa Inggris "virgin". > Oleh karean itu, tampak jelas bahwa gadis belia 9 tahun bukanlah "wanita" > (bikr) (Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol. 6, p. .210,Arabic, Dar Ihya > al-turath > al-`arabi, Beirut). > > Kesimpulan: Arti literal dari kata, bikr (gadis), dalam hadist diatas > adalah "wanita dewasa yang belum punya pengalaman sexual dalam > pernikahan." Oleh karean itu, Aisyah adalah seorang wanita dewasa pada > waktu menikahnya. > > BUKTI #8. Text Qur'an > > Seluruh muslim setuju bahwa Quran adalah buku petunjuk. Jadi, kita perlu > mencari petunjuk dari Qur'an untuk membersihkan kabut kebingungan yang > diciptakan oleh para periwayat pada periode klasik Islam mengenai usia > Aisyah dan pernikahannya. Apakah Quran mengijinkan atau melarang > pernikahan > dari gadis belia berusia 7 tahun? > > Tak ada ayat yang secara eksplisit mengijinkan pernikahan seperti itu. Ada > sebuah ayat , yang bagaimanapun, yang menuntun muslim dalam mendidik dan > memperlakukan anak yatim. Petunjuk Qur'an mengenai perlakuan anak Yatim > juga valid doaplikasikan ada anak kita sendiri sendiri. Ayat tsb > mengatakan > : Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna > akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah > sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil > harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (Qs. 4:5) Dan > ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika > menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka > serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. ?? (Qs. 4:6) > > Dalam hal seorang anak yang ditingal orang tuanya, Seorang muslim > diperintahkan untuk (a) memberi makan mereka, (b) memberi pakaian, (c) > mendidik mereka, dan (d) menguji mereka thd kedewasaan "sampai usia > menikah" sebelum mempercayakan mereka dalam pengelolaan keuangan. > > Disini, ayat Qur'an menyatakan ttg butuhnya bukti yang teliti terhadap > tingkat kedewasaan intelektual dan fisik melalui hasil test yang objektif > sebelum memasuki usia nikah dan untuk mempercayakan pengelolaan > harta-harta > kepada mereka. > > Dalam ayat yang sangat jelas diatas, tidak ada seorangpun dari muslim yang > bertanggungjawab akan melakukan pengalihan pengelolaan keuangan pada > seorang gadis belia berusia 7 tahun. Jika kita tidak bisa mempercayai > gadis > belia berusia 7 tahun dalam pengelolaan keuangan, Gadis tsb secara tidak > memenuhi syarat secara intelektual maupun fisik untuk menikah. Ibn Hambal > (Musnad Ahmad ibn Hambal, vol.6, p. 33 and 99) menyatakan bahwa Aisyah > yang > berusia 9 tahun lebih tertarik untuk bermain dengan mainannya daripada > mengambi tugas sebagai isteri. Oleh karean itu sangatlah sulit untuk > mempercayai, bahwa AbuBakar,seorang tokoh muslim, akan menunangkan anaknya > yang masih belia berusia 7 taun dengan Nabi yang berusia 50 tahun.. Sama > sulitnya untuk membayangkan bahwa Nabi menikahi seorang gadis belia > berusia > 7 tahun. > > Sebuah tugas penting lain dalam menjaga anak adalah mendidiknya. Marilah > kita memunculkan sebuah pertanyaan," berapa banyak di antara kita yang > percaya bahwa kita dapat mendidik anak kita dengan hasil memuaskan sebelum > mereka mencapai usia 7 atau 9 tahun?" Jawabannya adalah Nol besar. Logika > kita berkata, adalah tidak mungkin tugas mendidik anak kita dengan > memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 tahun, lalu bagaimana mana > mungkin > kita percaya bahwa Aisyah telah dididik secara sempurna pada usia 7 tahun > seperti diklaim sebagai usia pernikahannya? > > AbuBakr merupakan seorang yang jauh lebih bijaksana dari kita semua, Jadi > dia akan merasa dalam hatinya bahwa Aisyah masih seorang anak-anak yang > belum secara sempurna sebagaimana dinyatakan Qur'an. Abu Bakar tidak akan > menikahkan Aisyah kepada seorangpun. Jika sebuah proposal pernikahan dari > gadis belia dan belum terdidik secara memuaskan datang kepada Nabi, Beliau > akan menolak dengan tegas karean itu menentang hukum-hukum Quran. > > Kesimpulan: Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang hukum > kedewasaan yang dinyatakan Quran. Oleh karean itu, Cerita pernikahan > Aisyah > gadis belia berusia 7 tahun adalah mitos semata. > > BUKTI #9: Ijin dalam pernikahan > > Seorang wanita harus ditanya dan diminta persetujuan agar pernikahan yang > dia lakukan menjadi syah (Mishakat al Masabiah, translation by James > Robson, Vol. I, p. 665). Secara Islami, persetujuan yang kredible dari > seorang wanita merupakan syarat dasar bagi kesyahan sebuah pernikahan. > > Dengan mengembangkan kondisi logis ini, persetujuan yang diberikan oleh > gadis belum dewasa berusia 7 tahun tidak dapat diautorisasi sebagai > validitas sebuah pernikahan. > > Adalah tidak terbayangkan bahwa AbuBakr, seorang laki-laki yang cerdas, > akan berpikir dan mananggapi secara keras ttg persetujuan pernikahan gadis > 7 tahun (anaknya sendiri) dengan seorang laki-laki berusia 50 tahun. > > Serupa dengan ini, Nabi tidak mungkin menerima persetujuan dari seorang > gadis yang menurut hadith dari Muslim, masih suka bermain-main dengan > bonekanya ketika berumah tangga dengan Rasulullah. > > kesimpulan: Rasulullah tidak menikahi gadis berusia 7 tahun karena akan > tidak memenuhi syarat dasar sebuah pernikahan islami ttg klausa > persetujuan dari pihak isteri. Oleh karean itu, hanya ada satu kemungkinan > Nabi menikahi Aisyah seorang wanita yang dewasa secara intelektual maupun > fisik. > > SUMMARY: > > Tidak ada tradisi Arab untuk menikahkan anak perempuan atau laki-laki yang > berusia 9 tahun, Demikian juga tidak ada pernikahan Rasulullah saw dan > Aisyah ketika berusia 9 tahun. Orang-orang arab tidak pernha keberatan > dengan pernikahan seperti ini, karean ini tak pernah terjadi sebagaimana > isi beberapa riwayat. > > Jelas nyata, riwayat pernikahan Aisyah pada usia 9 tahun oleh Hisham ibn > `Urwah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan kontradisksi dengan > riwayat-riwayat lain. Lebih jauh, tidak ada alasan yang nyata untuk > menerima riwayat Hisham ibn `Urwah sebagai kebenaran ketika para pakar > lain, termasuk Malik ibn Anas, melihat riwayat Hisham ibn `Urwah selama di > Iraq adalah tidak reliable. Pernyataan dari Tabari, Bukhari dan Muslim > menunjukkan mereka kontradiksi satu sama lain mengenai usia menikah bagi > Aisyah. Lebih jauh, beberapa pakar periwayat mengalami internal > kontradiksi > dengan riwayat-riwayatnya sendiri. Jadi, riwayat usia Aisyah 9 tahun > ketika > menikah adalah tidak reliable karean adanya kontradiksi yang nyata pada > catatan klasik dari pakar sejarah Islam. > > Oleh karean itu, tidak ada alasan absolut untuk menerima dan mempercayai > usia Aisyah 9 tahun ketika menikah sebagai sebuah kebenaran disebabkan > cukup banyak latar belakang untuk menolak riwayat tsb dan lebih layak > disebut sebagai mitos semata. Lebih jauh, Qur'an menolak pernikahan gadis > dan lelaki yang belum dewasa sebagaimana tidak layak membebankan kepada > mereka tanggung jawab-tanggung jawab. > > =================================================================== > Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar > =================================================================== ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today! http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/0EHolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

