makin reueus wae ka orang PKS yeuh..
ieu cuplikan tadi wengi di Metro TV... anu namina kang Djoko Eddy..mani beu...edun... tah..
mangga wae di aos, bilih aya anu teu sempet nonton acara di Metro TV tadi wengi..
 
Salam baktos
 

-----Original Message-----
From: Ahmad Mujib [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, March 10, 2005 1:18 PM
Subject: [Oil&Gas] Dialog Malam Metro TV 9 Maret 2005



Tadi malam (9 Maret 2005) di Metro TV ada acara "Dialog Malam" yang
menampilkan 2 anggota DPR, 1 dari PKS, satu lagi pak Djoko Eddy
Abdurrahman, dengan pemandu, Sandrina Malakiano. Mereka memperbincangkan
rencana kenaikan gaji anggota DPR, dari Rp 25 juta, menjadi Rp 40 juta.
Menurut Djoko Eddy, gaji Rp 25 juta tidak cukup, karena dia harus
menggaji staf ahli sebesar Rp 7,5 juta, sehingga tinggal Rp 17 juta per
bulan, belum lagi harus jalan2. Bahkan untuk internet saja perlu Rp 3
juta per bulan (padahal dgn Rp 600 ribu saja sudah
dapat akses internet tak terbatas, sedang di warnet cuma Rp 4000 per
jam!)!
Kalau gaji tidak ditambah, saya khawatir anggota DPR tidak bisa kerja
dan korupsi, kata Djoko Eddy. Menurut Djoko Eddy, gaji anggota DPR
minimal Rp 50 juta. "Saya punya hitung-hitungannya."
Ketika angggota DPR dari PKS menolak kenaikan gaji, Djoko Eddy berkata,
"Ah jangan munafiklah, semua orang butuh duit." Kemudian dia berkata
lagi, "PKS tidak butuh duit karena sudah punya banyak uang."
Hal itu dibantah oleh anggota PKS (ini bukan promosi lho, tapi sekedar
menceritakan tayangan kemarin:) yang menyatakan bahwa yang penting kita
merasa cukup dan hidup sederhana. Sebab seberapa pun gajinya, manusia
tidak akan pernah puas/cukup. Kalau mau gaji naik, cobalah menunggu
hingga naik bersama pendapatan rakyat, begitu kata anggota DPR dari PKS.

Memang kalau orang tidak qana'ah (merasa cukup) dan tidak hidup
sederhana, maka berapa pun gajinya, bahkan Rp 10 milyar per bulan pun,
tidak akan pernah cukup. Nabi berkata, seandainya manusia diberi emas
sebanyak 1 gunung, niscaya ditambah 1 gunung lagi pun tidak akan cukup,
hingga dia masuk ke liang kubur yang sempit!
Dalam surat At Takatsuur, Allah mencela orang yang berlomba-lomba
menumpuk harta.
Saya merasa geli menyaksikan anggota DPR yang bicara kenaikan gaji
dirinya dengan bersemangat, sementara semangat serupa tidak ada untuk
memperjuangkan UMR rakyat yang hanya Rp 700 ribu per bulan atau untuk
mensejahterakan seluruh rakyat..
Dengan gaji Rp 25 juta, anggota DPR punya penghasilan 35 kali lipat
lebih dari para buruh! Sungguh aneh jika mereka merasa masih kurang.
Dengan gaji sebesar Rp 5 juta pun, orang sudah bisa jalan-jalan, beli
koran, atau nonton TV. Aneh sekali jika ada yang gaji sudah Rp 25 juta,
tapi masih merasa kurang. Itu tidak mensyukuri rejeki dari Allah!
Adakah mereka ketika ingin jadi anggota DPR ingin berbakti
memperjuangkan kesejahteraan rakyat, atau hanya untuk memperkaya diri
sendiri dan segelintir pendukungnya? Adakah mereka tidak tahu bahwa
memang sebesar Rp 25 juta itulah gaji mereka?
Jika gaji anggota DPR sebesar Rp 25 juta tidak cukup, sebaiknya anggota
DPR tersebut mundur. Banyak kok yang bersedia menggantikannya (termasuk
saya..:) Jika tidak jadi anggota DPR, belum tentu dia bisa dapat gaji
sebesar Rp 2 juta...:)
Jika kenaikan gaji anggota DPR disetujui, berarti akan keluar Rp 200
milyar lebih hanya untuk penambahan gaji anggota DPR. Sementara anggaran
untuk pembangunan RSS hanya Rp 200 milyar untuk 60 ribu rumah. Komisi V
DPR menolak tambahan subsidi untuk perumahan rakyat sebesar Rp 200
milyar, tapi sebaliknya DPR ngotot ingin kenaikan gaji dengan biaya
sebesar itu!
Ironis bukan menyaksikan kelakuan anggota DPR kita?
Nabi berkata, jika sesuatu diserahkan ke bukan ahlinya, tunggu saja
kehancurannya. Nah, jika anggota DPR kita tidak amanah dan tidak ahli,
ya hancurlah Indonesia. Mereka tidak peduli rakyat Indonesia melarat
atau kelaparan, karena yang mereka pikirkan
hanya kenaikan gaji mereka saja.


Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke