hayu atuh.. urang protes... mun aya wkt poe saptu urang ka redaksi ME yuk


On Mon, 14 Mar 2005 14:16:49 +0700, @@ Ifan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Kepada Redaksi ME Yang Tidak Saya hormati,
> (saya menggunakan kata2 tidak terhormat, karena anda tidak menghormati Ibu
> saya sebagai seorang wanita sunda)
>  
> Dengan dimuatnya artikel "Di Balik Kecantikan Wanita Sunda" pada edisi no.
> 50 pebruary 2005, yang jelas2 telah melecehkan wanita sunda, dengan ini saya
> sebagai salah seorang warga sunda, memPROTES KERAS!!! artikel tsb. Karena
> dengan adanya artikel tersebut sama saja anda telah melecehkan Nenek, Bibi,
> Uwa, Teteh dan Ibu saya yang asli wanita sunda. Padahal mereka semua adalah
> type wanita pekerja keras yang berjuang demi membantu suaminya dalam mencari
> nafkah. Tidak ada kesan didalam diri mereka sebagai seorang wanita sunda
> yang pemalas apalagi pesolek seperti yang diutarakan didalam artikel yang
> anda muat. Dalam hal ini anda telah berbuat SARA, karena telah melecehkan
> suku Sunda.
> Oleh sebab itu, saya harap anda segera mencabut artikel tersebut dan meminta
> maaf kepada warga sunda, yang dimuat di Media cetak Daerah dan Nasional
> seperti Harian Pikiran Rakyat atau Kompas. Atau warga sunda akan menuntut
> anda melalui jalur hukum.
>  
> Demikian PROTES KERAS dari saya.
>  
>  
> Tertanda
>  
> Panzi - Batam
>  
>  
>  
>  
> Di Balik Kecantikan Wanita Sunda
> 
> 
> Ada kesan umum, bahwa wanita Sunda pemalas dan suka berdandan. 
> Benarkah demikian?
> 
> Memang susah mencari pasangan atau istri ideal. Cantik, pintar 
> bekerja, beretika, setia, jujur relegius dan feminim. Akan sempurna 
> hidup seorang pria, bila mendapatkan istri seperti ini. Barangkali 
> pula itu hanya padangan utopis saja. Tapi, Amir Hamzah, seorang 
> general manager perusahaan asuransi, selalu berusaha untuk 
> mendapatkannya.
> 
> Akibatnya, Amir Hamzah sering gontaganti pasangan. Sekarang dia 
> mempunyai dua kekasih. Pertama, keturunan )awa, bekerja sebagai 
> coordinator public relations di perusahaan elektronik. Secara karier 
> wanita ini cukup bagus, namun secara fisik kurang cantik. Kulitnya 
> sedikit hitam dan tubuhnya biasa-biasa saja, pokoknya bukan tipe 
> Amir. Pacar kedua, perempuan Sunda. Cantik, kulit halus bak 
> bengkuang dan pintar pula berdandan. Tapi secara karier dan 
> intelektual, biasa-biasa saja, dan hanya sebagai karyawan biasa.
> 
> Amir bingung, mana yang harus dipilih, sementara usia dan orangtua 
> terus mendesak. Diakuinya, bahwa kedua pacarnya itu mempunyai 
> kekurangan dan kelebihan masing-masing. Sebagai pria normal, ia 
> ingin memiliki istri cantik. Masalahnya, kecantikan belum menjamin 
> apakah si wanita akan menjadi mitra hidup yang baik nantinya.
> 
> Lingkungan & Alam
> 
> Sudah menjadi pengetahuan bagi sebagian orang, bahwa wanita Sunda 
> cantik cantik. Alamnya yang elok memberikan andil dalam hal ini, 
> terutama untuk kehalusan kulit. Tapi, di balik keindahan dan 
> kecantikan yang dimiliki wanita Sunda, terdapat unsur buruk, yaitu 
> pemalas, dengan hobi berdandan dan bergaya seperti orang kaya. Tidak 
> itu saja, dipercayai pula oleh sebagian orang, bahwa dalam berumah 
> tangga, wanita Sunda selalu mengandalkan pendapatan suami. Tentu 
> saja ini hanya pandangan sebagian orang. Sebab bukan berarti semua 
> perempuan Sunda seperti itu.
> 
> Secara antropologis, banyak faktor yang menyebabkan wanita Sunda 
> setiap berinteraksi dengan pria selalu mengandalkan keindahan fisik. 
> Bukan kemampuan intelektual dan kepribadian yang kuat seperti wanita 
> Sumatera Utara, Jawa dan Bali, yang tegar dalam kehidupan. Wanita-
> wanita Jawa, Bali dan Sumatera Utara, terkenal sebagai wanita ulet. 
> Mereka tidak memilih-milih pekerjaan, yang penting halal. Ini bisa 
> dilihat di terminal-terminal, pasar, dan ladang.
> 
> Menurut Agus Wiyanto, budaya Sunda adalah budaya yang memiliki sisi 
> erotisme tinggi, yang bisa dilihat dari kesenian tarinya, seperti 
> tarian Jaipong. Jaipong kental dengan goyangan tubuh, yang 
> menonjolkan bagian-bagian tubuh yang seksi. Berbeda dengan tarian-
> tarian Jawa yang lebih sarat dengan simbol dan makna kehidupan.
> 
> "Alam yang subur meninabobokan wanita Sunda sampai terlena, hingga 
> tidak perlu bekerja keras. Alam sudah menjamin kelangsungan. 
> Kehidupan mereka. Cukup suami yang bekerja di ladang atau sawah, 
> sementara istri di rumah mengurus dan merawat anak, mempercantik 
> diri, melayani suami dan membersihkan rumah," tutur anggota 
> Persatuan Cendekiawan Nasional Indonesia ini.
> 
> Agus menambahkan, keindahan dan kesuburan alam (dan kecantikan 
> wanita) Jawa Barat ini sampai ke wilayah bagian pantai Jawa Barat, 
> Banten (sebelum menjadi propinsi sendiri), yang termasuk bagi dari 
> kota Paris in Java. Tidak jauh beda dengan Bogor yang pada zaman VOC 
> dijadikan tempat peristirahatan kaum bangsawan Belanda.
> 
> Malah di sebagian daerah jawa Barat, ada pula wanita yang bangga 
> menjadi janda. Ini terjadi karena adanya anggapan, bahwa wanita yang 
> mampu menikah tiga atau empat kali, berarti wanita tersebut lebih 
> bagus dibandingkan wanita lain yang hanya kawin satu kali. "Ini 
> terjadi di Karawang, wilayah Pantai Utara dan Indramayu," kata Agus.
> 
> Bila kondisi sosial seperti ini dibiarkan, tentu saja akan 
> berpengaruh pada generasi berikutnya. Secara tidak langsung mereka 
> akan melakukan apa yang telah diperbuat generasi sebelumnya. 
> Akibatnya, pandangan orang terhadap wanita Sunda bisa semakin buruk.
> 
> Berbeda dengan wanita Jawa yang dikesankan suka bekerja keras. Bagi 
> mereka, bekerja merupakan kehormatan. Lebih baik bekerja walau 
> hasilnya kecil, daripada menjual diri tapi tidak halal. Agus 
> menjelaskan, kelemahan wanita jawa adalah tidak mempuyai ambisi dan 
> rencana matang. Akibatnya, mereka selalu marjinal, menjadi pembantu 
> rumah tangga, pedagang sayuran di pasar, dan perjual jamu. Ini 
> akibat rendahnya pendidikan yang membuat pola pikir dan pengembangan 
> hidupmenjadi rendah.
> 
> Dosen IISIP ini menambahkan, ada pula pandangan di kalangan orangtua 
> yang mengatakan, bahwa tidak ada gunanya wanita bersekolah sampai ke 
> perguruan tinggi. Pasalnya, wanita tetap akan kembali ke dapur 
> mengurus dan merawat anak serta melayani suami. Pola pikir ini hanya 
> bisa dihapus melalui pendidikan dan kesadaran akan fakta. Bahwa di 
> era global kini, yang dibutuhkan dari wanita manapun (tidak hanya 
> wanita Sunda) - bukan hanya kecantikan fisik - tapi juga kemampuan 
> intelektual dan kemauan kerja yang tinggi. � Ajo
> 
> 
> Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
> 
> 
> 
> Yahoo! Groups Sponsor
> ADVERTISEMENT
> 
> ________________________________
> Yahoo! Groups Links
> 
> To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/
>   
> To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>   
> Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke