|
punten ahhh... mung saukur informasi,
teu aya maksad nanaon mosting ieu
artikel,
bilih aya nu kabeuratan... tinggal talapung we
alias dihapusssssss.....
Panzi
Kongres PDIP Untungkan PSK
Reporter: Gede Suardana, Anton Aliabbas detikcom - Sanur, Kongres PDIP di Bali membawa
berkah. Setidaknya, untuk para PSK (penjaja seks komersial). Para wanita malam
itu mendapatkan rupiah lebih banyak dibanding hari biasa, karena banyaknya
penggembira dan utusan kongres PDIP yang melakukan transaksi.
Sejak hari pertama kongres, sebagian penggembira
dan utusan kongres PDIP memang tampak menyerbu kawasan PSK tak resmi di beberapa
kawasan Sanur, Bali. Antara lain di Padang Galak, Pasiran, Belanjong, dan
Semawang. Kawasan PSK ini terkenal dengan tarif hemat.
Sementara beberapa utusan kongres PDIP yang
berkantong tebal memilih mendatangi kawasan PSK di kawasan wisata Kuta. Tempat
ini dikenal sebagai kawasan PSK yang bertarif mahal.
Para penggembira kongres PDIP yang bermalam di
lapangan Matahari Terbit, biasanya menghabiskan malam-malam indahnya di Pulau
Dewata ini dengan mendatangi rumah-rumah PSK di Padang Galak, yang berada di
pinggir pantai Sanur itu.
Mereka minum-minum, ngobrol, dan juga yang sampai
melakukan transaksi dengan PSK. Umumnya, mereka mencari ayam kampung (gadis
Bali). Sayang, gadis Bali susah didapatkan. Soalnya, sebagian besar PSK di
daerah ini memang berasal dari daerah Banyuwangi dan sejumlah daerah dari Jawa
Timur lainnya.
Menurut seorang PSK di Padang Galak, Susi, kepada
detikcom, Kamis (31/3/2005), dirinya telah melayani tiga orang yang merupakan
tiga penggembira kongres PDIP. Sebenarnya banyak penggembira PDIP yang
mendatangi dirinya. Tapi, banyak penggembira yang tidak membayar, karena
pura-pura mabuk. Maklum, penggembira memang tidak berduit banyak.
Di kawasan PSK Padang Galak dan Pasiran, biasanya
penggembira kongres berdatangan secara perorangan atau bergerombol. Karena
sama-sama orang Jawa, transaksi pun lebih mudah.
Sementara penggembira di kawasan by pass Sanur
memilih menyerbu beberapa rumah bordil di kawasan Semawang dan Belanjong. Mereka
tidak perlu bersusah payah untuk mendapatkan para wanita malam itu. Setiap rumah
yang memiliki alamat berakhir huruf X, maka itu dipastikan rumah
bordil.
Salah seorang PSK di Semawang, Linda, mengaku
melakukan transaksi dengan sejumlah penggembira dan utusan kongres. Bahkan, dia
mengaku juga mendapat order untuk datang ke hotel tempat menginap para utusan.
"Pokoknya ini berkahlah, karena lebih ramai dari hari-hari biasa,"
ungkapnya.
Sedangkan beberapa satgas Kongres PDIP yang
berpakaian ala pecalang juga ketiban rezeki dari sejumlah utusan kongres.
Seorang satgas, Putu Wardana, mengaku sempat beberapa kali menerima order dari
para utusan kongres untuk mencarikan rumah bordil itu. Putu pun mendapatkan
rupiah yang lumayan.
Sebagian utusan juga mencari kawasan PSK elit yang
berada di kawasan Kuta. Bahkan, sejumlah utusan masih mengenakan ID card kongres
saat mendatangi kawasan PSK elit di Kuta itu. (asy)
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links
|

