janten patarosanana :

"Apakah Gue termasuk orang munafiekk?"

On Thu, 31 Mar 2005 15:50:46 -0800
  "durahman" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Ti kamari sim kuring mindeng manggihan kecap 'Munafik' 
>di milist ieu. Sayah cobaan milari email nu ditampi 
>sangges tanggal 21 maret kuring mendakan aya 26 email nu 
>di lebetna aya kecap 'munafik'. Tangtu kaasup reply nu 
>teu dihapus. 
> 
> Naon ari munafikteh? Sanes bade mapatahan ieumah mung 
>hoyong sharing informasi wungkul;
> 
> "Orang-orang munafik lelaki dan orang-orang munafik 
>perempuan adalah sama satu sama lain; mereka menyuruh 
>pada kemungkaran dan melarang daripada yang baik, dan 
>mereka menggenggamkan tangan-tangan mereka (berlaku 
>kikir) ; mereka melupakan Allah, dan Dia melupakan 
>mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik, mereka adalah 
>orang-orang fasiq (tidak mempedulikan perintah Tuhan)." 
>(9:67)
> 
> Leuwih lengkap ngeunaan MUNA, ieu aya tulisanana AA Gym 
>ti koran PR onlien;
> 
> ----<cut>---
> Bagaimanakah sifat orang munafik itu? Berikut ini kita 
>kutip tulisan dari Imam Al Ghazali yang menuturkan ucapan 
>Imam Hatim Al Ashom, seorang ulama yang salih ketika 
>mengupas perbedaan antara orang mukmim dengan orang 
>munafik. 
> 
> "Seorang mukmin senantiasa disibukkan dengan bertafakur, 
>merenung, mengambil pelajaran dari aneka kejadian apapun 
>di muka bumi ini, sementara orang munafik disibukkan 
>dengan ketamakan dan angan-angan kosong terhadap dunia 
>ini. 
> 
> Seorang mukmin berputus asa dari siapa saja dan kepada 
>siapa saja kecuali hanya kepada Allah, sementara orang 
>munafik mengharap dari siapa saja kecuali dari mengharap 
>kepada Allah. Seorang mukmin merasa aman, tidak gentar, 
>tidak takut oleh ancaman siapa pun kecuali takut hanya 
>kepada Allah karena dia yakin bahwa apapun yang mengancam 
>dia ada dalam genggaman Allah, di lain pihak orang 
>munafik justru takut kepada siapa saja kecuali takut 
>kepada Allah, naudzhubilah, yang tidak dia takuti malah 
>Allah SWT.
> 
> Seorang mukmin menawarkan hartanya demi mempertahankan 
>agamanya, sementara seorang munafik menawarkan agamanya 
>demi mempertahankan hartanya. Seorang mukmin menangis 
>karena malunya kepada Allah meskipun dia berbuat 
>kebajikan, sementara seorang munafik tetap tertawa 
>meskipun dia berbuat keburukan. 
> 
> Seorang mukmin senang berkhalwat dengan menyendiri 
>bermunajat kepada Allah, sementara seorang munafik senang 
>berkumpul dengan bersukaria bercampur baur dengan 
>khalayak yang tidak ingat kepada Allah.
> 
> Seorang mukmin ketika menanam merasa takut jikalau 
>merusak, sedangkan seorang munafik mencabuti seraya 
>mengharapkan panen. Seorang mukmin memerintahkan dan 
>melarang sebagai siasat dan cara sehingga berhasil 
>memperbaiki, larangan dan perintah seorang mukmin adalah 
>upaya untuk memperbaiki sementara seorang munafik 
>memerintah dan melarang demi meraih jabatan dan kedudukan 
>sehingga dia malah merusak, naudzhubillah.
> 
> Ah, Sahabat. Tampak demikian jauh beda akhlak antara 
>seorang mukmin dengan seorang munafik. Oleh karenanya 
>kita harus benar-benar berusaha menjauhi 
>perilaku-perilaku munafik seperti diuraikan di atas. Kita 
>harus benar-benar mencegah diri kita untuk meyakini 
>adanya penguasa yang menandingi kebesaran dan keagungan 
>Allah. Kita harus yakin siapa pun yang punya jabatan di 
>dunia ini hanyalah sekedar makhluk yang hidup sebentar 
>dan bakal mati, seperti halnya kita juga. Jangan 
>terperangah dan terpesona dengan kedudukan, pangkat, dan 
>jabatan, sebab itu cuma tempelan sebentar saja, yang 
>kalau tidak hati-hati justru itulah yang akan menghinakan 
>dirinya. 
> 
> Sayangnya kalau kita simak di media massa sekarang, 
>sepertinya ada sesuatu yang menyedihkan ketika cara 
>menyampaikan pendapat, kritik, dan saran serta koreksi 
>dilakukan dengan akhlak yang kurang terpuji, kotor, 
>kasar, dan nista. Saling memukul, saling menjatuhkan, 
>saling mencemarkan, dan saling membeberkan aib. Apa yang 
>dicari? Padahal kalaulah didapat jabatannya, baik 
>presiden, menteri, gubernur, wali kota, rektor, atau 
>dekan di kampus, asal tahu saja bahwa jabatan yang 
>disandang itu tidak akan lama, hanya beberapa tahun saja 
>dan kalau tidak hati-hati justru aibnya tetap melekat 
>lama. Harusnya kita anggap semuanya biasa-biasa saja, 
>anggap sebagai hiburan yang justru kalau tidak hati-hati, 
>pangkat dan jabatan itulah yang akan mencemarkan, 
>menjatuhkan, dan menghinakan kedudukan dunia dan akhirat 
>kita. 
> 
> Karenanya jangan terperangah melihat orang punya 
>kedudukan, sebab itu cuma tempelan ringan yang berat 
>tanggung jawabnya. Jangan pula mendatangi orang yang 
>dianggap memiliki kekuatan dahsyat sehingga kita merasa 
>aman. Para dukun, ahli klenik, tukang sihir, atau 
>paranormal, mereka sama saja dengan kita yaitu makhluk 
>yang pasti binasa. Mereka hanya orang lapar yang mencari 
>makan dengan menjadi dukun atau yang sejenisnya.
> 
> Seharusnya kalau mereka hebat, tidak usah mencari nafkah 
>dengan seperti itu. Pernah suatu ketika ada seseorang 
>yang mengaku ahli pengobatan yang ternyata hanya menjual 
>kata-kata, pengobatan yang dia maksudkan ternyata berasal 
>dari obat yang dia beli di apotek dan dijual kembali 
>dengan harga berpuluh dan beratus kali lipat dari harga 
>aslinya. 
> 
> Makanya jangan yakini kekuatan dukun atau kekuatan 
>paranormal, untuk apa? Mereka hanya sekedar makhluk yang 
>hidup sebentar dan lama-lama akan binasa. Bagi kita, 
>hidup di dunia hanya mampir sebentar, sehingga yang 
>paling patut harus kita lakukan adalah mempersiapkan 
>bekal untuk kepulangan kita nanti. Oleh karenanya ketika 
>kita memandang manusia adalah hal yang biasa-biasa saja. 
>Hanya Allah-lah segala-galanya, Dia penguasa tunggal, Dia 
>Pemilik, Penggenggam, Penentu satu-satunya tiada yang 
>lain selain Allah Azza wa Jalla.
> 
> Bulatkan dan bersihkan hati kita hanya kepada Allah 
>dengan dibuktikan oleh kesungguhan ibadah dan amal kita. 
>Sehingga tidak usah menyimpan keris sekecil apapun di 
>rumah kita hanya untuk menjadi penolak bala. Allah yang 
>Mahaagung dan Mahakuasa dapat menolong kita tanpa harus 
>kita menyimpan jimat. Tidak usah pakai susuk, untuk apa? 
>Susuk itu katanya nama sejenis keluarga jin, yaitu 
>Shuk-shuk. Tidak usah pula memelihara tuyul untuk 
>mendatangkan rezeki. Allah Mahakaya untuk menjamin 
>makhluk-makhluknya sekalipun tanpa bantuan makhluk jin 
>atau yang sejenisnya. Insya Allah orang yang bersih 
>keyakinannya tiada yang akan dituju selain Allah. 
> 
> Nah, Sahabat. Tiadalah yang dituju selain Allah, 
>tiadalah yang diharap selain harap dari Allah, tiadalah 
>yang ditakuti selain hanya Allah, tiadalah yang dimaksud 
>selain Allah, tiadalah yang bulat mencuri hati selain 
>Allah. Orang yang bersih tauhidnya, itulah yang benar 
>akhlaknya, insya Allah. Sebab baik amalnya, ramah, dan 
>dermawan orangnya tetapi dia termasuk orang yang 
>menyekutukan Allah, maka dia tidak termasuk orang yang 
>berakhak mulia. Wallahua'lam.***  
>     
> 
> 

========================================================================================
Akses Internet TELKOMNet-Instan beri Diskon s.d. 50 % khusus untuk wilayah Jawa 
Timur.
Informasi selengkapnya di www.telkomnetinstan.com atau hub 0800-1-INSTAN 
(467826)
========================================================================================
 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke