Lah..iki opo meneh?...
 
hihi kang didi dimarahin..
 
-----Original Message-----
From: syalita fawnia [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, April 14, 2005 12:58 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Urang Sunda] Gunung-gunung di Pulo Jawa bitu

coba semuanya lebih belajar banyak lagi tentang gejala alam...
jangan semua dikaitkan dengan tanda-tanda...ini yang membuat Indonesia gak pernah maju...
Dan kalaupun memang sudah waktunya...kita bisa apa?
kita kan umat beragama..percaya aja sama Allah swt. Bukan tugas manusia untuk menduga-duga..tapi cari tahulah...dengan akal...
 
maap gak pake bahasa sunda..karena saya sunda pasif...
 
Syalita

Didi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Na ieu teh aya naon nya? naha ieu teh tanda-tanda kituw? atawa ngan gejala
alam bae?

Have a nice day &
Best Regards
Kang Didi

KNP SEMUA GUNUNG BERLOMBA2 MELETUS ... ?

Aktivitas Dua Gunung Berapi Meningkat


Jakarta, Kompas - Setelah gempa beruntun yang disusul meletusnya Gunung
Talang di Sumatera Barat, kini status Gunung Tangkubanperahu di Jawa Barat
dinyatakan siaga, sementara aktivitas Gunung Krakatau di Selat Sunda
meningkat. Frekuensi getaran gempa di Tangkubanperahu tercatat lebih dari
100 kali dan di Krakatau 34 kali sepanjang Rabu (13/4). Pada kondisi normal
getaran di kedua gunung tersebut hanya 2-7 kali sehari.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin mengunjungi para pengungsi letusan
Gunung Talang di Rawang, Nagari Batang Barus, Kabupaten Solok. Menurut
Bupati Solok Gamawan Fauzi, total pengungsi yang dievakuasi 25.196 jiwa.
Mereka tinggal sementara di gedung olahraga, sekolah dasar, dan
gedung-gedung pemerintahan.

Menurut Deputi Menneg Riset dan Teknologi Bidang Perkembangan Riset Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi Prof Ir Lilik Hendrajaya MSc PhD, yang meneliti
kaitan gempa dengan aktivitas vulkanologi, gempa Aceh, Nias, dan Mentawai
memang memicu aktivitas Gunung Talang.

"Kejutan gempa tektonik besar di jalur subduksi dapat menekan kantong magma
gunung api yang penuh sehingga terjadilah erupsi," ujarnya memaparkan.

Tekanan ini juga dirasakan gunung-gunung api di Jawa meskipun tidak sebesar
di Sumatera dan tidak menghasilkan erupsi magmatik. Yang mungkin muncul
adalah uap air karena hujan yang tertampung di kawah akan terpanasi.

"Tekanan gempa beruntun di Sumatera baru-baru ini menjadi sangat berkurang
di Bengkulu karena di kawasan tersebut pernah terjadi gempa besar pada tahun
2000. Maka energinya agak kosong sehingga tekanan terserap di situ," kata
Lilik menjelaskan.

Pengurangan tekanan gempa inilah yang membuat gunung- gunung di Jawa tidak
terlalu terpicu.

Dr Ir Surono, Kepala Subdirektorat Mitigasi Bencana Geologi Direktorat
Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) di Departemen Energi dan
Sumber Daya Mineral, yang dihubungi secara terpisah, mengatakan, masyarakat
tak perlu terlalu khawatir. Tidak semua kantong magma gunung berapi di
sepanjang Sumatera penuh.

Masih meletus

Sampai kemarin aktivitas vulkanik Gunung Talang masih berlangsung. Gempa
yang diikuti bunyi gemuruh dan letusan yang mengeluarkan debu vulkanik,
berdasarkan laporan pengamat Gunung Talang, sudah berlangsung 42 kali.

"Para ahli dalam tiga hari ini akan mengevaluasi apakah aktivitas Gunung
Talang sudah berkurang atau justru tengah menyimpan energi untuk ledakan
yang lebih besar lagi," kata Bupati Solok.

Di lokasi terdekat dengan sumber letusan di Aia Batumbuak, hujan debu
mencapai radius lima kilometer. Puluhan hektar kebun teh milik PTPN VI sudah
memutih, sedangkan ketebalan debu di jalan mencapai 10 sentimeter. Di sisi
selatan Gunung Talang terbentuk kawah baru yang mengeluarkan asap belerang
dan hujan berdebu vulkanik.

Dalam kunjungannya, Presiden berdialog dengan sejumlah pengungsi. Presiden
juga memberikan bantuan dana sebesar Rp 500 juta yang langsung diserahkan
kepada Bupati Solok.

Kondisi di Jawa

Status Gunung Tangkubanperahu di perbatasan Kabupaten Bandung dan Kabupaten
Subang telah ditingkatkan dari waspada ke siaga, sedangkan Gunung Krakatau
di Selat Sunda dalam status waspada.

"Karena Gunung Tangkubanperahu berstatus siaga, penduduk pada jarak satu
hingga dua kilometer dari kawah harus mengungsi," kata Surono.

Ini untuk menghindari paparan asap beracun yang akan keluar jika tekanan
dalam kawah semakin tinggi. Namun, saat ini letusan, baik berupa debu maupun
asap, belum ada.

Seandainya terjadi letusan, material dari Gunung Tangkubanperahu akan
mengalir ke arah Subang, sedangkan banjir lahar akan terbawa ke Bandung
melalui sungai, salah satunya Sungai Cikapundung.

Kepala Subdirektorat Pengamatan Gunung Api Wilayah Timur DVMBG Syamsul
Rizal, yang ditemui di pos pengamatan, menjelaskan, peningkatan kegiatan
vulkanik di gunung ini sudah terlihat dua hari lalu.

Setelah DVMBG menetapkan Gunung Tangkubanperahu dalam status siaga, para
petugas pos pengamatan dibantu polisi hutan Tangkubanperahu dan polisi
wisata langsung menutup lokasi wisata tersebut.

Menurut polisi wisata Gunung Tangkubanperahu Bripda N Rudiana, penutupan
lokasi itu berlangsung hingga batas waktu yang belum ditentukan, tergantung
dari aktivitas gunung tersebut.

Tidak sekuat tektonik

Surono menjelaskan, kekuatan gempa vulkanik biasanya tidak sedahsyat gempa
tektonik yang terjadi di laut. Di Tangkubanperahu dan Krakatau, kekuatan
gempa kurang dari 2 skala Richter.

Tingginya aktivitas di Gunung Krakatau, menurut Surono, memang sudah
waktunya. Status waspada terakhir di Gunung Krakatau adalah tahun 2001. Saat
itu terjadi letusan abu yang hanya memengaruhi sekitar Gunung Krakatau.

Makin sering Krakatau meletus, makin kecil kemungkinan terjadi tsunami
karena energi yang terkumpul selalu dilepaskan. Untuk membangkitkan tsunami
perlu energi besar.

Pejabat Sementara Bupati Lampung Selatan Taufik Hidayat mengatakan, pihaknya
terus berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Badan Meteorologi dan
Geofisika dan pengamat gunung api, untuk memantau aktivitas Krakatau.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengemukakan, pemerintah prihatin dengan
banyaknya bencana alam yang datang berurutan.

"Yang dibutuhkan adalah kehati-hatian dan juga persiapan untuk mengurangi
dampak bencana," kata Wapres. (Y09/MHD/IRN/NAL/ INU/Yun/nes)


Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id



Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today! Download Messenger Now

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id




Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke