|
ieu aya artikel ti milist tatangga. Ngeunaan auditor nu
'nawak' mulayana. Mangga nyanggakeun;
http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=167183 Khairiansyah Salman, Auditor yang Mengungkap Dugaan Korupsi di KPU Tawaran Suap dari KPU Diceritakan ke Istri Nama auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Khairiansyah Salman, 36, mencuat bersamaan dengan terbongkarnya kasus penyuapan yang dilakukan anggota Komisi Pemilihan Umum, Mulyana Wira Kusumah. Siapa sebenarnya dia? OSCAR YOGI dan IBNU Y., Jakarta Menemukan rumah Khairiansyah Salman bukan perkara mudah. Penghuni kompleks perumahan yang ditinggali alumnus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) itu tak saling mengenal, khas perumahan kelas menengah di Jakarta. Satu-satunya petunjuk yang ada yaitu nomor telepon rumah yang diberikan oleh seorang pejabat BPK. Ketika nomor itu dihubungi, seorang wanita muda di ujung telepon hanya mengatakan Khairiansyah dan Yulida, istrinya, tak berada di rumah. "Saya sibuk menyapu," katanya, diakhiri dering nada sibuk. Alamat lengkapnya akhirnya diperoleh di pos polisi di ujung kompleks perumahan Pamulang Permai II. Di kompleks perumahan di kawasan selatan Jakarta itu, keluarga Khairiansyah tinggal sejak 2000. Tepatnya di Jl Benda Barat IX Blok D.16/11, Pamulang Permai II, Pondok Benda, Tangerang, Provinsi Banten. Kediaman Khairiansyah bukan rumah mewah. Rumah di atas tanah sekitar 200 meter persegi itu hanya tipe 45 yang telah direnovasi. Gerbang besi setinggi 1,5 meter berlapis lembaran mika putih melingkupi halaman depan. Rumah bergaya mediteranian itu berwarna cokelat. Sebuah Kijang biru tua bernomor polisi B 2319 RI berada di garasinya. Mobil keluaran 1996 itu adalah alat transportasi Khairiansyah dari rumahnya ke Kantor BPK, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Selain itu, keluarga ini memiliki mobil Honda Civic 1997. Menurut penuturan beberapa tetangganya, penghuni rumah tersebut lebih tertutup belakangan ini. Keluarga Khairiansyah kini selalu menutup pintu pagarnya setelah terkuaknya kasus skandal suap yang dilakukan Mulyana W. Kusumah terhadap Khairiansyah. Enam anak Kepala Subtim Auditor Pengadaan Kotak Suara KPU itu juga jarang terlihat bermain di luar rumah. Begitu pulang sekolah, mereka mengurung diri di rumah berlantai dua tersebut. Ketika wartawan koran ini mengetuk pintu pagar dan mengucap salam, seraut wajah anak perempuan berusia empat tahunan menyembul dari balik jendela di loteng lantai dua. Kepala dan sebagian badannya tertutup mukena putih. Tatapan mata menyelidik terang terlihat ketika pandangan mata gadis bertemu wartawan koran ini. Ketika ketahuan mengintip, gadis kecil itu segera menarik mundur wajahnya. Tiga anak laki-laki Khairiansyah -ketiganya masih duduk di bangku SD- juga sempat melongokkan kepala dari pintu rumah yang separo terbuka. Namun, ketiganya sontak menarik kepala ketika terdengar suara teguran dari seorang wanita dewasa dari dalam rumah tersebut. Tidak beberapa lama muncul pria berusia 30-an tahun. "Maaf Pak, Bapak dan Ibu tidak ada di rumah. Kami diminta tidak menerima tamu yang tidak dikenal. Maaf, ya Pak," katanya halus sambil menutup kembali pintu pagar. Sebelum beranjak, pria yang ternyata sopir keluarga itu sempat mengatakan bahwa Yulida, istri Khairiansyah, sedang menunggui toko di Pasar Ciledug. Sedangkan Khairiansyah baru saja diantarkannya ke Kantor KPK, Jl Veteran III/2, Jakarta Pusat. Gagal bertemu siang hari, tadi malam wartawan koran ini kembali bertamu ke rumah Khairiansyah. Kali ini, ibu mertua Khairiansyah menyampaikan pesan bahwa anak menantunya tidak diperbolehkan berbicara dengan wartawan. Sikap tersebut diambil Khairiansyah setelah Ketua BPK Anwar Nasution bereaksi negatif. Menurut Heni, seorang tetangga dekat Khairiansyah, keluarga itu memang lebih tertutup belakangan ini. "Pak Khairiansyah juga jarang terlihat. Beliau habis subuh biasanya sudah berangkat kerja dan baru pulang larut malam. Pagi tadi, saya sempat melihat beliau membeli roti. Saya tak sempat menyapa karena beliau langsung masuk (ke rumahnya) lagi," tutur wanita asal Jember, Jawa Timur, itu. Para tetangganya lebih banyak mengenal laki-laki keturunan Minang kelahiran Medan, 14 Juli 1969, tersebut sebagai aktivis Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dibanding sebagai seorang auditor BPK. "Meski PNS, Pak Khairiansyah dikenal oleh lingkungan di sini sebagai aktivis PKS," terang Heni. Selain itu, di mata tetangganya, keluarga Khairiansyah dikenal sangat taat beragama. Khairiansyah lebih sering terlihat menggunakan baju gamis, sementara istrinya menggunakan jilbab. Bukan hanya itu, Khairiansyah juga dikenal sering memberikan pengajian di Musala Al-Hurriyah, musala lingkungan perumahannya. Di kantornya, pria yang di keluarganya akrab dipanggil Dede tersebut sering memberikan khotbah salat Jumat. Bahkan, dia mahir berkhotbah dalam tiga bahasa sekaligus: Indonesia, Inggris, dan Arab. Keluarga Khairiansyah saat ini bersikap waspada terhadap segala kemungkinan. Dia sudah mengantisipasi untuk menghadapi risiko besar baik terhadap dirinya maupun keluargnya setelah mengungkapkan kasus suap itu. Menurut Khairiansyah, sejak ditawari sejumlah uang oleh Mulyana, dia langsung mendiskusikan hal itu dengan istrinya. "Sejak awal percobaan suap itu, saya sudah buka-bukaan dengan istri. Setiap langkah selalu diceritakan. Termasuk risikonya. Alhamdulillah, dia bisa mengerti dan mendukung saya," paparnya. Dikatakan, istri dan anak-anaknya juga selalu memberinya dukungan. Mereka selalu berdoa. "Saya, istri, dan anak-anak sudah siap menghadapi. Kami akan menggunakan segala daya dan upaya untuk bisa bertahan. Ini jihad kami," katanya. Tak kalah penting, Khairiansyah juga menyebut dukungan teman-teman kantornya sesama auditor laporan keuangan KPU. Dia berkeyakinan bahwa auditor-auditor BPK yang bertugas mengaudit KPU termasuk "auditor putih" yang menginginkan setiap tindak pidana korupsi diungkap agar pelakunya mendapat ganjaran. "Terus terang, yang ditawari bukan hanya saya. Teman-teman subtim lain juga dikejar-kejar (untuk menerima suap). Tapi, semua menolak. Karena itu, teman-teman mendukung saya untuk mengungkap kasus ini. Korupsi berjamaah harus diungkap secara berjamaah," tegasnya. Meski demikian, Khairiansyah mengaku sempat khawatir terhadap keselamatan keluarganya. Pasalnya, belum ada pernyataan dari KPK untuk memberikan perlindungan terhadap keselamatan dirinya, keluarganya, dan karirnya. Perlindungan kepada keluarga Khairiansyah juga sudah terlihat. Jumat lalu, seorang perwira menengah dari Divisi Pengamanan Objek Vital Mabes Polri mendatangi Pos Polisi Pemulang Permai II dan memerintahkan petugas di sana untuk menjaga keselamatan penghuni rumah Khairiansyah. Sejak perintah itu keluar, setiap setengah jam sekali seorang petugas menyambangi rumah Khairiansyah. Meski demikian, "belum ada perintah untuk bersiaga 24 jam di rumah itu. Saya bahkan tidak tahu mengapa ada perintah untuk melindungi keselamatan penghuni rumah itu. Memang ada apa sih Mas," tanya polisi berpangkat bripda yang diminta menjamin keselamatan penghuni rumah Khairiansyah. (*) Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links
|

