Mulai tahun ajaran 2004, muatan lokal bahasa Sunda yang biasanya
diberikan kepada murid Sekolah Dasar (SD) dan SLTP di wilayah Kota
Tangerang, Banten akan dihapus dan diganti dengan bahasa Inggris. ''Kami
akan menghapus muatan lokal bahasa Sunda dan menggantinya menjadi bahasa
Inggris pada murid SD dan SLTP di wilayah ini," kata Kepala Dinas Pendidikan
Nasional Pemkot Tangerang Drs H Harry Mulya Zein MSi kepada Antara,
Selasa.
Dia mengatakan, banyak anak didik yang mengeluh saat mempelajari bahasa
Sunda karena dianggap sulit dipahami. Selain itu, wilayah Kota Tangerang
dihuni oleh warga yang heterogen sehingga dianggap tidak tepat lagi bila
anak didik menggunakan bahasa Sunda untuk diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari. Bahkan, katanya, banyak pimpinan sekolah yang berafiliasi
agama keberatan dengan adanya muatan lokal bahasa Sunda diterapkan di
sekolah mereka.
Upaya untuk menghapus muatan lokal tersebut, menurut dia, sudah
mendapatkan persetujuan dari Walikota Tangerang H. Wahidin Halim. Dia
mengatakan, walikota mendukung karena telah memperhatikan beberapa aspek dan
manfaat dari suatu pelajaran tersebut. Menurut dia, secara kultural, bahasa
Sunda yang dipelajari di wilayah Jawa Barat sangat berbeda dengan kawasan
Banten sehingga para anak didik kesulitan mempelajarinya.
Penghapusan muatan lokal itu akan dilakukan mulai tahun ajaran 2004
mendatang dan disambut baik oleh sejumlah sekolah di daerah itu. Sebagai
wilayah yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta, penduduk kota ini tidak
menggunakan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari, warga lebih banyak
memakai bahasa Indonesia dengan dialek Banten dan Betawi. Sebanyak 476 SD
dan 113 SMP yang ada di wilayah ini akan menerapkan mulok bahasa Inggris di
sekolah mereka tahun depan.