Aya anu kudu kuurang dititenan oge,  nyaeta:

Perbudakan teh  didukung oge ku sabagean personil anu boga 
pangaruh/kadudukan dina suku/bangsa  anu rakyatna di 
jadikeun budak tea!
(diperbudak ku suku/bangsa sorangan)

kumaha tah!



On Tue, 10 May 2005 22:30:10 +0700
  "Erry RH" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>  
> Ada beberapa pertanyaan yang sering dimajukan kepada 
>saya, yaitu 
> 
>        I.      Banyak yang menanyakan, mengapa kita 
>menuntut Belanda
> meminta maaf atas PERBUDAKAN. Rupanya banyak orang 
>Indonesia yang tidak
> mengetahui, bahwa di masa penjajahan Belanda di Bumi 
>Nusantara selama
> ratusan tahun ada perdagangan budak, dan bahkan pada 
>tahun 1642, Belanda
> (VOC) mengesahkan Undang-Undang Perbudakan.
> 
>     II.      Bagi yang mendukung petisi MENUNTUT 
>PEMERINTAH BELANDA
> MENGAKUI KEMERDEKAAN RI 17.8. 1945 DAN MEMINTA MAAF 
>KEPADA BANGSA
> INDONESIA ATAS PENJAJAHAN, PERBUDAKAN, PELANGGARAN HAM 
>DAN KEJAHATAN
> ATAS KEMANUSIAAN, cara mengisi nama dalam daftar petisi.
> 
> 1)      Klik: 
> http://www.PetitionOnline.com/brh41244/petition.html
> 
> 2)      Klik: Sign the petition
> 
> 3)      Preview your signature
> 
> 4)      Approve signature
> 
> 5)      Selesai
> 
> 
> 
> Di bawah ini saya lampirkan tulisan mengenai perbudakan 
>di Nusantara
> selama penjajahan Belanda.
> 
> 
> 
> Wassalam
> 
> Salam
> 
> Shalom
> 
> Namo Buddhaya
> 
> Om Santi, Santi
> 
> 
> 
> Batara R. Hutagalung
> 
> 
> 
> ------------------------------------------------------------------------
> -----------------------------
> 
> 
> 
> Perbudakan di zaman penjajahan Belanda
> 
> 
> 
> 
> 
> Oleh Batara R. Hutagalung
> 
> Perbudakan memang telah ada sebelum orang-orang Eropa 
>datang ke Asia
> Tenggara, namun di masa VOC, berdasarkan Bataviase 
>Statuten
> (Undang-Undang Batavia) tahun 1642, perdagangan budak 
>diresmikan, di
> mana hak-hak pemilik budak dan "hak-hak" budak 
>dikukuhkan dengan
> Undang-Undang. Menurut Undang-Undang Perbudakan 
>tersebut, dari hasil
> kerjanya, seorang budak dapat "membeli" kemerdekaannya 
>dengan harga
> tertentu.
> 
> Sebagian besar perbudakan terjadi di Jawa, namun 
>budak-budak tersebut
> berasal dari luar  Jawa, yaitu para tawanan dari 
>daerah-daerah yang
> ditaklukkan Belanda, seperti dari pulau Banda tahun 
>1621, di mana 883
> orang (176 orang mati dalam perjalanan) dibawa ke pulau 
>Jawa dan dijual
> sebagai budak.
> 
> Perdagangan budak di seluruh dunia memang telah terjadi 
>sejak ribuan
> tahun lalu, terutama di zaman Romawi. Yang 
>diperdagangkan di pasar budak
> adalah rakyat, serdadu, perwira dan bahkan bangsawan 
>dari negara-negara
> yang kalah perang dan kemudian dijual sebagai budak. 
>Selama Perang
> Salib/Sabil yang berlangsung sekitar 200 tahun, ratusan 
>ribu orang dari
> berbagai etnis yang ditawan, dijual sebagai budak 
>sehingga membanjiri
> pasar budak, dan mengakibatkan anjloknya harga budak 
>waktu itu.
> 
> Dari abad 15 sampai akhir abad 19, seiring dengan 
>kolonialisme
> negara-negara Eropa terhadap negara-negara atau wilayah 
>yang mereka
> duduki di Asia, Afrika dan Amerika, perdagangan budak 
>menjadi sangat
> marak, juga terutama untuk benua Amerika, di mana para 
>penjajah
> memerlukan tenaga kerja untuk menggarap lahan pertanian 
>dan perkebunan.
> Di Amerika Serikat -negara yang mengklaim sebagai 
>sokoguru demokrasi-
> perbudakan secara resmi baru dihapus tahun 1865, namun 
>warga kulit hitam
> masih harus menunggu seratus tahun lagi, sampai mereka 
>memperoleh hak
> memilih dan dipilih.
> 
> Di Afrika, Belanda memiliki 2 portal perdagangan budak. 
>Satu di St.
> George d'Elmina, Gold Coast (sekarang Ghana) dan satu 
>lagi di Pulau
> Goree, Senegal. Melalui kedua portal tersebut Belanda 
>membawa
> budak-budak yang mereka beli dari orang-orang Arab 
>pedagang budak. Para
> pedagang budak orang Arab bekerjasama dengan orang-orang 
>Afrika menculik
> warga Afrika dari desa-desa di pedalaman Afrika -tak 
>pandang bulu,
> laki-laki, perempuan dan anak-anak- dan kemudian menjual 
>mereka sebagai
> budak. 
> 
> Selama kurun waktu lebih dari 300 tahun, puluhan juta 
>orang Afrika
> diculik dan kemudian dijual sebagai budak. Sebelum 
>dibawa dengan kapal
> ke negara-negara tujuan pembeli, mereka disekap secara 
>tidak manusiawi
> dan berjejal-jejal -termasuk anak-anak dan perempuan- di
> penjara-penjara, tanpa adanya sinar matahari, udara dan 
>air bersih.
> Biasanya sekitar 20% dari budak-budak tersebut mati di 
>tengah jalan,
> karena penyakit, mogok makan, siksaan atau bunuh diri, 
>namun yang dibawa
> ke benua Amerika, jumlah yang mati dalam perjalanan 
>mencapai 40-50%.
> 
> Walaupun kekuasaan dari VOC berpindah kepada Pemerintah 
>India-Belanda,
> perdagangan budak berlangsung terus, dan hanya terhenti 
>selama beberapa
> tahun ketika Inggris berkuasa di India-Belanda. Perang 
>koalisi di Eropa
> juga berpengaruh terhadap masalah perbudakan di 
>India-Belanda. Ketika
> Inggris menaklukkan Belanda dan mengambil alih kekuasaan 
>di India
> Belanda tahun 1811, pada tahun 1813 Letnan Gubernur 
>Jenderal Thomas
> Stamford Raffles melarang perdagangan budak. Namun 
>dengan adanya
> perjanjian perdamaian di Eropa, kembali membawa 
>perubahan di India
> Belanda di mana Belanda "menerima kembali" India-Belanda 
>dari tangan
> Inggris pada tahun 1816. Pada tahun itu juga Pemerintah 
>India Belanda
> memberlakukan kembali perdagangan budak. 
> 
> Tahun 1789 tercatat 36.942 budak di Batavia dan 
>sekitarnya. 
> 
> Tahun 1815 tercatat 23.239 budak, ketika di bawah 
>penjajahan Inggris. 
> 
> Tahun 1828 tercatat 6.170 budak di Batavia. 
> 
> Tahun 1844 masih terdapat 1.365 budak di Batavia.
> 
> 
> 
> Tabel 1.    Jumlah penduduk dan jumlah budak di berbagai 
>pemukiman
> Belanda di Samudra India akhir abad 17. [1]
> 
> ________________________________________________________________________
> __
> 
> 
> 
> 
> Total                 Slave
> 
> Urban settlements                   Year 
>                Population
> population         Percentage
> 
> ________________________________________________________________________
> __
> 
> Batavia (Java)                         1673 
>                27,068
> 13,278               49.05
> 
>                                              1679
> 32,124               16,695               51.97
> 
>                                              1699
> 21,966               12,505               56.93
> 
> Cape Town (Cape Colony)      1731 
>                  3,157
> 1,333              42.22
> 
> Cochin (Malabar)                    1686 
>                  1,749
> 621              35.51
> 
>                                              1687
> 1,845                   649              35.18
> 
>                                              1697
> 2,216                   938              42.33
> 
>                                              1701
> 1,943                   696              35.82
> 
> Colombo (Ceylon)                   1694 
>                  3,300
> 1,761              53.36
> 
> Kota Ambon (Ambon)             1694 
>                  5,487
> 2,870              52.31
> 
> Malacca                                 1678 
>                  5,379
> 1,962              36.48
> 
>                                              1680
> 4,486                1,134              25.28
> 
>                                              1682
> 4,624                1,853              40.07    
> 
> Vlaardingen (Makassar)          1676 
>                  1,384
> 921              66.55
> 
> ________________________________________________________________________
> ___
> 
> 
> 
> 
> 
> Table 2.    Jenis kelamin dan usia budak di berbagai 
>pemukiman Belanda
> akhir abad 17.
> 
> ____________________________________________________________
> 
> 
> 
>                                  Adult    Adult    Total
> Adult/
> 
> Settlement       Year     men      woman adults 
>  Children
> child ratio
> 
> ____________________________________________________________
> 
> Ambon           1688       4,446    3,889    8,335 
>    2,381
> 3.5:1
> 
> Banda             1688       1,631    1,582    3,213 
>      503
> 6.4:1
> 
> Batavia           1689     12,557   10,013   22,570 
>    3,501
> 6,4:1
> 
> Cape              1687          503       253       758 
>      145
> 5.2:1
> 
> Malabar          1687          536       180       716 
>      137
> 5.2:1
> 
> Malacca         1682          880       709    1,589 
>      264
> 6.0:1
> 
> _____________________________________________________________
> 
> 
> 
> 
> 
> Tabel 3. Jumlah budak VOC dan jumlah seluruh budak 
>Belanda dengan
> rata-rata  jumlah perdagangan budak per tahun oleh 
>Belanda, sekitar
> tahun 1688.
> 
> ________________________________________________________________________
> _
> 
> 
> Size of              Size of
> 
> 
> Total     annual               annual
> 
>                                    Company 
>                     Dutch
> company           total Dutch
> 
>                        Year     slaves 
>              Year     slaves
> slave trade        slave trade
> 
> ________________________________________________________________________
> __
> 
> 
> 
> Ambon           1687/88          74           1688 
>    10,569        6-7
> 800-900
> 
> Banda             1687/88         166          1688 
>       3,716     10
> 150-200
> 
> Batavia           1687/88      1,430           1688 
>    26,071
> 70-140          1,300-2,600
> 
> Cape                 1688           382          1688 
>          931
> 20-40                45-60
> 
> Ceylon            1687/88      1,502           1688 
>    c.4,000
> 75-150             200-400
> 
> Makassar        1687/88         112          1688 
>    c.1,500
> 6-11                75-150
> 
> Malabar          1687/88           32          1687 
>    c.1,000
> 2-4                              50-100
> 
> Malakka         1687/88        161           1682 
>       1,853
> 8-16                 90-180
> 
> Moluccas        1687/88             0          1686 
>       c.400
> 0                     20-40
> 
> Others            1687/88         268          1688 
>    16,308
> 15-30          1,000-1,800
> 
> Total               1687/88      4,127           1688 
>    c.66,348
> c.200-400        3,730-6,430
> 
> ________________________________________________________________________
> __
> 
> 
> 
> Barulah pada 7 Mei 1859 dibuat Undang-Undang untuk 
>menghapus perbudakan,
> yang mulai berlaku pada 1 Januari 1860. Namun ini tidak 
>segera
> diberlakukan di seluruh wilayah India-Belanda. Di Bali 
>pembebasan budak
> baru berlangsung tahun 1877, dan di beberapa daerah lain 
>masih lebih
> belakang dari ini. 
> 
> Di Belanda sendiri, perbudakan baru secara resmi dihapus 
>pada 1 Juli
> 1863. Pada bulan Agustus 2001, dalam Konferensi 
>internasional di Durban,
> Afrika Selatan, baru beberapa negara Eropa secara resmi 
>menyampaikan
> permintaan maaf atas perbudakan tersebut, namun belum 
>ada satupun negara
> bekas penjajah yang memberi kompensasi.
> 
> Catatan: Mungkin dalam penerimaan posting ini terjadi 
>pergeseran dalam
> tabel. Mohon dimaklumi.
> 
> 
> 
> 
> 
> ------------------------------------------------------------------------
> --------
> 
> [1] Tabel 1 - 3, lihat:
> http://www.historycoop.org/journals/jwh/14.2/vink.html
> 
> 
> 
> ------------------------------------------------------------------------
> --------
> Discover Yahoo!
> Use Yahoo! to plan a weekend, have fun online & more. 
>Check it out!
> 
> 
> 
> ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor 
> 
> Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 

========================================================================================
Akses Internet TELKOMNet-Instan beri Diskon s.d. 50 % khusus untuk wilayah Jawa 
Timur.
Informasi selengkapnya di www.telkomnetinstan.com atau hub 0800-1-INSTAN 
(467826)
========================================================================================
 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/MCfFmA/SOnJAA/E2hLAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke