Wilujeung enjing oge kang Cecep. wilujueng enjing baraya sadaya. Ieu sim kuring boga artikel ngeunaan big bang. Meunang retype ti buku DUNIA SOFIEna JOSTEIN GAARDER. Sababaraha kecap aya nu diedit tapi henteu bakal ngarobah makna tulisan.
"Sungguh aneh bahwa kita hidup di atas sebuah planet yang kecil mungil di alam raya ini." "ya." "Bumi hanyalah salah satu dari banyak planet yang mengelilingi matahai. Namun bumilah satu-satunya planet yang hidup." "Barangkali satu-satunya di seluruh alam raya?" "Itu mungkin. Tapi mungkin juga alam raya itu penuh dengan kehidupan. Alam raya raya tidak dapat kita bayangkan besarnya. Jaraknya begitu jauh sehingga kita mengukurnya dengan menit-cahaya dan tahun-cahaya." "Apakah itu sebenarnya?" "Satu menit cahaya adalah jarak yang ditempuh cahaya dalam satu menit. Dan itu jauh sekali, sebab cahaya menempuh jarak 300.000 kilometer dalam satu detik. Ini berarti bahwa satu menit-cahaya adalah 60x300.000-atau 18 juta kilometer. Satu tahun cahaya berarti hampir sepuluh trilyun kilometer." "Seberapa jauhnya matahari?" "Sedikit diatas delapan menit cahaya, Sinar matahari menghangatkan wajah kita pada suatu hari di bulan Juni yang panas menempuh waktu delapan menit melewati alam raya sebelum mereka sampai pada kita." "Teruskan." "Pluto, yaitu planet yang paling jauh dalam tata surya kita, kira-kira lima jam cahaya jauhnya dari kita. Ketika seorang ahli astronomi melihat Pluto melalui teleskop, sebenarnya dia sedang menatap lima jam sebelumnya. Kita juga dapat mengatakan bahwa gambar Pluto membutuhkan waktu lim jam untuk sampai ke sini." "Itu agak sulit untuk dibayangkan, tapi kukira aku mengerti." "Itu bagus, Neneng. Tapi kita di Bumi ini baru saja mengatahui orientasi kita. Matahari kita sendiri hanyalah salah satu dari 400 milyar bintang di galaksi yang kita sebut Bima Sakti. Galaksi ini menyerupai cakram, dengan matahari kita terletak pada salah satu diantara beberapa lengan spiralnya. Ketika kita mendongak ke langit pada malam musim dingin yang terang, kita melihat jajaran luas bintang-bintang. Ini karena kita mamandang ke pusat Bima Sakti." "Kukira itulah sebabnya mengapa Bima sakti dinamakan 'Jalan Musim Dingin' dalam bahasa Swedia." "Jarak ke bintang yang merupakan tetangga terdekat kita dalam Bima Sakti adalah empat tahun cahaya. Mungkin itu kelihatan seperti pulau sedikit diatas sana. Jika kamu dapat membayangkan bahwa saat ini juga seorang pengamat bintang sedang duduk di sana dengan sebuah teleskop kuat yang diarahkan ke Cirebon-dia akan menyaksikan Cirebon sebagaimana yang tampak empat tahun yang lalu. Dia mungkin melihat seorang gadis berusia 15 tahun sedang BERMAIN LOMPAT TALI dengan teman-temannya." "Luar biasa." "Tapi itu baru bintang yang terdekat. Seluruh galaksi -atau nebula, kita juga menyebutnya begitu-luasnya 90.000 tahun cahaya. Itu adalah cara lain untuk menggambarkan waktu yang dibutuhkan oleh cahaya untuk berpindah dari satu ujung galaksi ke ujung lainnya. Ketika kita menatap sebuah bintang di Bima sakti yang jauhnya 50.000 tahun cahaya dari matahari kita, berarti kita memandangnya 50.000 tahun sebelumnya." "Gagasan itu terlalu besar untuk kepalaku yang kecil." "Satu-satunya jalan kita menatap ruang angkasa, karenanya, adalah manatap kembali ke waktu sebelumnya. Kita tidak pernah tahu seperti apa alam raya ini sekarang. Kita hanya tahu seperti apa ia waktu itu. Ketika kita melihat sebuah bintang yang jauhnya ribuan tahun cahaya, sesungguhnya kita menempuh ribuan tahun kembali dalam sejarah ruang angkasa." "Itu benar-benar tidak dapat dipahami." "Tapi semua yang kita lihat bertemu dengan mata kita dalam bentuk gelombang cahaya. Dan gelombang-gelombang cahaya ini mumbutuhkan waktu untuk berjalan menembus ruang angkasa. Kita dapat membandingkannya dengan guntur. Kita selalu mendengan suara guntur setelah kita melihat kilat. Itu karena gelombang suara bergerak lebih lambat daripada gelombang cahaya. Ketika aku mendengar gelegar guntur, yang kudengar adalah suara dari sesuatu yang terjadi beberapa saat sebelumnya. Demikain juga halnya dengan bintang-bintang. Ketika aku melihat sebuah bintang yang jauhnya ribuan tahun cahaya, aku seperti melihat 'gelegar guntur' dari suatu peristiwa yang terjadi ribuan tahun sebelumnya." "Ya,aku mengerti." "Tapi sejauh ini, kita hanya membicarakan tentang galaksi kita sendiri. Para ahli astronomi mengatakan ada kira-kira seratus milyar galaksi di alam raya ini. Dan masing-masing galaksi ini terdiri dari sekitar seratus milyar bintang. Kita menyebut galaksi terdekat dengan Bima Sakti nebula Adromeda. Letaknya dua juta tahun cahaya dari galaksi kita sendiri. Itu berarti cahaya dari galaksi itu membutuhkan waktu dua juga tahun untuk sampai kepada kita. Jadi kita melihat dua juta tahun sebelumnya ketika kita memandang nebula Andromeda jauh tinggi di langit. Jika ada seorang pengamat bintang yang cerdik di nebula ini-aku bisa membayangkan dia mengarahkan teleskopnya ke Bumi saat ini-dia tidak akan dapat melihat kita. Jika dia beruntung, dia akan melihat beberapa orang Neanderthal berwajah rata." "Menajkubkan." "Galaksi-galaksi terjauh yang kita ketahui sekarang jaraknya sekitar sepuluh milyar tahun cahaya dari kita. Ketika kita menerima sinyal-sinyal dari galaksi-galaksi ini, kita akan kembali sepuluh milyar tahun dalam sejarah alam raya. Itu kira-kira dua kali umur tata surya kita sendiri. "Aa membuat neneng pusing." "Meskipun cukup sulit untuk memahami apa gunanya melihat kembali ka masa lampau yang begitu jauh, para ahli astronomi telah menemukan sesuatu yang mempunyai makna lebih besar bagi gambaran dunia kita." "apa?" "Tidak ada galaksi di ruang angkasa yang tetap berada di tempatnya. Semua galaksi di alam raya ini bergerak saling menjauh dengan kecepatan yang luar biasa. Semakin jauh mereka dari kita semakin cepat mereka bergerak. Itu berarti bahwa jarak antara galaksi-galaksi itu semakin bertambah sepanjang waktu." "Aku sedang berusaha membayangkannya." "Jika kamu mempunyai sebuah balon dan kamu menggambar sebua titik-titik hitam diatasnya, titik-titik itu akan menjauh satu sama lain ketika kamu meniup balon tersebut. Begitulah yang terjadi dengan galaksi-galaksi di alam raya. Kita katakan bahwa alam raya itu mengembang." "Apa yang membuatnya begitu?" "Kebanyakan ahli astronomi setuju bahwa alam raya yang mengembang hanya mempunyai satu penjelasan: Dahulu kala, kira-kira 15 milyar tahun yang lalu, semua substansi di alam raya itu menyatu dalam satu area yang relatif kecil. Substansi tiu demikian padatnya sehingga gaya berat membuatnya sangat panas. Akhirnya ia menjadi begitu panas dan rapat sehingga meledak. Kita menyebut ledakan ini Dentuman Besar." "Baru memikirkannya saja membuatku gemetar." "Letusan Besar menyebabkan semua substansi di alam raya terlempar ke seluruh penjuru, dan karena lambat laun menjadi dingin, ia membentuk bintang-bintang dan galaksi-galaksi dan bulan-bulan dan planet-planet." "Tapi kukira Aa mengatakan alam raya masih terus mengembang?" "Ya, benar, dan ia mengembang justru akibat ledakan yang terjadi milyaran tahun lalu ini. Alam raya tidak mempunyai geografi yang abadi. Alam raya adalah periwstiwa. Alam raya adalah ledakan. Galaksi-galaksi terus beterbangan di seluruh alam raya dan saling menjauh dengan kecepatan luar biasa" ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Does he tell you he loves you when he's hitting you? Abuse. Narrated by Halle Berry. http://us.click.yahoo.com/aFQ_rC/isnJAA/E2hLAA/0EHolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

