Baraya ieu maos berita ti nagara sabrang mung bati ngusap dada bae da kumaha atuhnya.
Salam baktos, WAG ========================================= Mauritania Tangkapi Aktivis Muslim dan Larang Khutbah di Mesjid-Mesjid Publikasi: 18/05/2005 09:30 WIB eramuslim - Pemerintah Mauritania menerapkan kebijakan keras terhadap warga Muslim. Negara itu melarang ceramah di mesjid-mesjid. Bukan itu saja, aparat berwenang di negara itu, juga mulai menangkapi para imam mesjid. "Aparat keamanan sudah menangkap sepuluh imam pada hari Senin (16/5) kemarin, sebagai lanjutan dari kebijakan keras pemerintah terhadap mesjid-mesjid," ujar sumber-sumber yang dekat dengan aktivis Islam di negeri itu. Sheikh Mohamed Al-Amin Ould Al-Hasan, salah seorang pemuka agama Islam terkemuka di negara yang terletak di sebelah barat Afrika itu, adalah salah seorang imam yang ditangkap. Penangkapan terhadap Ould Al-Hasan dilakukan sehari setelah otoritas pemerintahan di negeri itu menangkapi sejumlah imam dengan tuduhan menerima dana dari Al-Qaeda untuk menyebarkan ide-idenya. Selama tiga minggu ini, sudah 60 orang yang ditahan oleh aparat keamanan, termasuk para aktivis muslimah, menyusul kebijakan baru pemerintah Mauritania. Selama ini, rakyat Mauritania sangat kesal dengan pemerintah negaranya yang menjalin hubungan erat dengan Israel. Pada tahun 1999, Mauritania adalah negara Arab ketiga yang membuka hubungan diplomatik penuh dengan Israel, setelah Mesir dan Yordania. Kunjungan Menteri Luar Negeri Israel, Silvan Shalom ke ibukota Mauritania, Nouakchott pekan kemarin, disambut dengan aksi unjuk rasa sampai aparat kepolisian terpaksa melemparkan gas air mata untuk membubarkan aksi unjuk rasa itu. Insiden itu berlanjut dengan keluarnya peraturan pemerintah yang melarang ceramah dan khutbah di mesjid-mesjid, kecuali pada saat sholat Jumat. Pemerintah Mauritania menuding ceramah-ceramah itu hanya menimbulkan kekacauan ditempat yang seharusnya digunakan untuk ibadah. Larangan makin meluas, seminggu setelah kepolisian Mauritania menangkap sejumlah imam mesjid dengan tuduhan, telah menyalahgunakan mesjid sebagai tempat perekrutan anak-anak muda dan tempat mempropangandakan ide-ide ekstrim mereka. Pemerintah Mauritania, kemudian juga melarang penjualan kaset-kaset yang berisi khutbah dan ceramah keagamaan. Beberapa kalangan di dalam dan luar negeri mengungkapkan keprihatianan yang mendalam atas kebijakan pemerintah Mauritania terhadap para aktivis Islam di negara itu. Mantan Presiden Mauritania, Mohamed Khouna Ould Haidalla mengingatkan pemerintah yang berkuasa bahwa kebijakan mereka terhadap para aktivis Islam hanya akan mengganggu situasi di negara itu. Hal serupa diungkapkan oleh organisasi Internasional Crisis Group, yang menilai pemerintah Mauritania sedang memainkan permainan berbahaya dengan menindas para aktivis Islam dan menyebut mereka sebagai 'teroris'. Organisasi itu menuduh Presiden Maaouya Ould Sidi' Ahmed Taya sengaja memanfaatkan apa yang disebut sebagai 'perang terhadap teror' sebagai pembenaran atas tindakan mereka melakukan pengawasan yang ketat terhadap lawan-lawannya dan berusaha 'menjilat' negara-negara barat khususnya Washington. (ln/iol) ________________________________________________________________________ Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today! Download Messenger Now http://uk.messenger.yahoo.com/download/index.html ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> In low income neighborhoods, 84% do not own computers. At Network for Good, help bridge the Digital Divide! http://us.click.yahoo.com/HO7EnA/3MnJAA/E2hLAA/0EHolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

