Kanggo sekedar informasi...ti milist sabeulah

------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Does he tell you he loves you when he's hitting you?
Abuse. Narrated by Halle Berry.
http://us.click.yahoo.com/aFQ_rC/isnJAA/E2hLAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 
--- Begin Message ---


----------------------------------------------------------
Coca-Cola Bottling Indonesia
Klik kami di http://www.coca-colabottling.co.id
Visit us at http://www.coca-colabottling.co.id
----- Forwarded by Epen Na Ansori/IDN/SEA/CCA on 05/10/2005 11:36 AM -----
                                                                                
                                                        
                      Firman Hartono                                            
                                                        
                                               To:                              
                                                        
                      05/09/2005 10:32         cc:       Epen Na 
Ansori/IDN/SEA/[EMAIL PROTECTED], Tarmuji/IDN/SEA/[EMAIL PROTECTED], Elih       
 
                      PM                        Kuswari/IDN/SEA/[EMAIL 
PROTECTED], Iqbal Azhari/IDN/SEA/[EMAIL PROTECTED]                         
                                               Subject:  [pengajian_e94ui] 
Waspada Majalah Syir'ah                                      
                                                                                
                                                        
                                                                                
                                                        
                                                                                
                                                        
                                                                                
                                                        



mudah 2 an bermanfaat
salam
abi hilmy

----------------------------------------------------------
Coca-Cola Bottling Indonesia
Klik kami di http://www.coca-colabottling.co.id
Visit us at http://www.coca-colabottling.co.id
----- Forwarded by Firman Hartono/IDN/SEA/CCA on 05/09/2005 10:30 PM -----


______________________________________________________________________
----- Message from "Ahmad Hamzah" <[EMAIL PROTECTED]> on Mon, 9 May 2005
15:36:22 +0700 -----
                                 
 Subject: FW: [RoIS] Majalah     
          Syir'ah.               
                                 

Assalamu'alaikum,


Tolong sebar luaskan





A.Hamzah





PT. Excelcomindo Pratama (XL)


Network Coordinator -


Network Operation Center


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


( Work Tel     : +62 21 576 1881 ext. 58405


?








-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]





From: Fatimah


AWAS..!! PROPAGANDA PEMURTADAN BERLABEL ISLAM


Oleh : Fakta 05 May, 05 - 6:00 pm



(Embedded image moved to file: pic03474.jpg)
(Embedded image moved to file: pic10372.jpg)Dengan label dan moto Islam
yang disandangnya, secara rutin majalah Syir'ah menanamkan propaganda
pemurtadan dan mempromosikan berbagai aktivitas dan gerakan Kelompok
Liberal berkedok Islam. Radio 68H milik JIL hampir tidak pernah absen dari
iklan di back cover Syir'ah.

Pentolan Jaringan Intelektual Muda Muham�madiyah (JIMM) yang pernah
menghiasi cover depan Syir'ah adalah Ahmad Fuad Fanani. Pada edisi nomor
37, wajah Fuad Fanani tampil bareng bersama-sama dengan para liberalis
lainnya, antara lain: Ahmad Baso, Yeny Wahid, Musdah Mulia -yang menggebrak
umat Islam dengan KHI yang dinilai menyesatkan oleh mayoritas umat Islam-
dan lain-lain.

Arah pijakan majalah yang didanai oleh founding Amerika ini, bisa ditebak
dengan mudah. Bila terjadi polemik antara Islam dan Kristen, maka
keber�piha�kannya tidak diarahkan kepada Islam. Bila mempubli�kasikan
Yahudi dan Kristen, maka struktur dan gaya bahasanya diukir sedemikian
terpuji penuh simpati. Tapi bila yang dipublikasikan itu Islam, maka gaya
bahasanya sedemikian keras dan tajam menohok.

Fatwa-fatwa yang diusung oleh pengasuh rubrik Konsultasi Fiqh pun jelas
mendukung perilaku murtad yang oleh Al-Qur'an telah dikutuk dengan ancaman
neraka.

Ketika memberitakan kaum Yahudi, Syir'ah menam�pilkan sisi kebaikan�nya
serta-merta melupakan berbagai kejahatan dan kebiadabannya. Edisi nomor 32,
Syir'ah memasang salah satu judul "Yahudi Pejuang Damai" di cover depan.
Tulisan yang dimaksud adalah rubrik Mancanegara (hlm. 56-60) yang
mengangkat bangsa Yahudi. Dalam rubrik itu, Yahudi disanjung sedemikian
rupa dengan kalimat sinopsis: "Ulah kaum Yahudi identik dengan kekerasan.
Padahal pelakunya hanya sebagian dari kelompok Zionis."

Kalimat yang ditampilkan Syir'ah ini jelas bukan pandangan Islam, karena
pernyataan tersebut bersinggungan balik dengan ayat Al-Qur'an: "...Di
antara mereka ada yang beriman dan keba�nya�kan me�reka adalah orang-orang
yang fasik" (Qs. Ali Imran 110).

Un�tuk men�dukung ke�sim�pulan tulisannya bahwa Yahudi adalah pejuang
damai, Syir'ah me�nam�pilkan bukti adanya 5 kelompok lintas agama yang
diistilahkan oleh Syir'ah sebagai "Yahudi-yahudi berhati Mahatma Gandhi."
Menutup argumentasinya bahwa Yahudi adalah pejuang perdamaian, Syir'ah
menyitir ayat Alkitab (Bibel) bagian Perjanjian Lama (Old Testament), yaitu
kitab Deuteronomy 20:10-12. "Padahal, Yahudi dikenal sebagai agama yang
menekankan perdamaian. Rukun ke-6 dari 10 Rukun Iman Yahudi menyebut, "Kamu
tidak boleh membunuh," tulis Syir'ah.

Kutipan ayat Bibel kitab Deuteronomy (kitab Ulangan) untuk menyatakan
Yahudi sebagai pejuang (pahlawan) perdamaian, adalah bukti nyata bahwa
Syir'ah sangat ceroboh dalam membaca kitab suci. Ayat yang dimaksud
berbunyi demikian:

"Apabila engkau men�dekati suatu kota untuk berperang melawannya, maka
haruslah engkau menawarkan perdamaian kepadanya. Apabila kota itu menerima
tawaran perda�maian itu dan dibukanya pintu gerbang bagimu, maka haruslah
semua orang yang terdapat di situ melakukan pekerjaan rodi bagimu dan
menjadi hamba kepadamu.

Tetapi apabila kota itu tidak mau berdamai dengan engkau, melainkan
meng�adakan pertempuran melawan engkau, maka haruslah engkau menge�pungnya.


Dan setelah Tuhan, Allahmu, menyerahkannya ke dalam tanganmu, maka haruslah
engkau membunuh seluruh penduduknya yang laki-laki dengan mata pedang.
Hanya perempuan, anak-anak, hewan dan segala yang ada di kota itu, yakni
seluruh jarahan itu, boleh kau rampas bagimu sendiri, dan jarahan yang dari
musuhmu ini, yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allah�mu, boleh kau
perguna�kan" (Ulangan 20:10-14).

Ayat ini jelas bukan mendorong perdamaian, tapi pemicu penjajahan,
perbudakan dan pembunuhan terhadap negara lain yang lebih lemah. Tersebut
jelas dalam ayat tersebut, bila suatu negara mau berdamai harus dijajah
dengan pekerjaan rodi. Tapi jika negara tersebut tidak mau berdamai, maka
harus dikepung sampai takluk. Jika negara tersebut sudah takluk, maka
seluruh penduduknya yang laki-laki harus dibunuh, sedangkan wanita dan
anak-anak harus dijadikan sebagai jarahan.

Perhatikan pula gaya bahasa yang dipakai Syir'ah untuk memberitakan
komu�nitas Kristen. Guratan-guratan kalimatnya begitu indah penuh simpati.
Dalam rubrik Mancanegara (Syir'ah No. 39, hlm. 62-64), Syir'ah meng�angkat
kiprah gereja Sain�tologi di Aceh dengan tulisan berjudul "Dari Gereja,
Bergerak Lintas Identitas." Di sini Syir'ah memuji-muji kiprah Gereja
Saintologi, salah satu sekte yang dianggap sebagai bidat oleh Protestan dan
Katolik.

Ketika terjadi pro-kontra umat Islam dan Kristen tentang RUU Kerukunan Umat
Beragama, Syir'ah malah berpihak ke kalangan Nasrani. Maka bulan Januari
2004 Syir'ah mengangkat tema utama "Kerukunan Dalam Bahaya". Berita dan
analisisnya pun jelas mendukung aspirasi umat Nasrani, dengan beberapa
judul tulisan: "Urungkan RUU Kerukunan Umat Beragama" (hal. 16); "Aturan
Kerukunan yang Mencakar" (hal. 18-22); "Akui yang Lima, Akui Selain yang
Lima" (hal. 23-26); "Kerukunan Tak Bisa Didikte" (hal. 28-31), dan
lain-lain.

Nuansa propaganda pemurtadan yang diusung majalah Syir'ah nampak mencolok
pada edisi nomor 27 yang mengangkat tema "Pindah Agama Karena Hidayah."
Nampaknya, edisi ini sepenuhnya dipersem�bahkan untuk mendukung pemurtadan
umat.

Dari opini redaksi (semacam rubrik editorial), sejak awal dikatakan, "Tak
perlu panik karena pindah agama. Barangkali harus kita akui, orang Islam
itu suka plin-plan... Kita tak perlu lagi mencemaskan seberapa besar orang
keluar dari Islam. Yang kita cemaskan adalah seberapa parah Islam tak
berdaya melahirkan keda�maian di masyarakat. Dan kita tak akan panik,
meskipun orang berpindah-pindah agama sehari tiga kali, seperti minum obat"
(hlm. 16).


Islam Diinjak-injak, Non Islam Dijunjung Tinggi



(Embedded image moved to file: pic26349.jpg)
(Embedded image moved to file: pic03151.jpg)Kalau dicermati, dari struktur
dan gaya bahasanya, kalimat di atas jelas bukan ucapan orang Islam, tapi
ucapan yang keluar dari mulut orang non Islam, orang kafir atau orang
munafik yang mempropagandakan anti Islam.

Kalau dibandingkan dengan pilihan kata ketika menulis tentang Yahudi dan
Kristen di atas, jelas sekali betapa berat dan besarnya keberpihakan dan
subjektivitas Syir'ah dalam menganakemaskan Yahudi dan Kristen, serta-merta
menganaktirikan Islam.

Ketika melukiskan perilaku Yahudi, kalimat yang dipakai adalah: "Yahudi
Pejuang Damai," "Yahudi-yahudi berhati Mahatma Gandhi," "Yahudi dikenal
sebagai agama yang menekankan perdamaian," dan sebagainya. Betapa agungnya
pujian Syir'ah kepada Yahudi.

Tapi, ketika melukiskan Islam dan penganutnya, kalimat yang dipakai adalah:
"Harus kita akui, orang Islam itu suka plin-plan," "seberapa parah Islam
tak berdaya melahirkan kedamaian di masyarakat," "Biasanya para pemeluk
agama menghindari perilaku haram itu. Akan tetapi, fenomena ini di kalangan
mahasiswa Muslim tak begitu. Sebagian dari mereka bahkan menganggap seks
bebas itu sudah biasa," dan masih banyak lagi. Masya Allah! Betapa
tengiknya caci-maki majalah Syir'ah yang ditujukan untuk agama Islam dan
umat Islam.

Memang, begitulah keyakinan Syir'ah. Rusak!! Orang masuk Islam dengan orang
keluar Islam (murtad), sama-sama dikatakan mendapat petunjuk (hidayah)
Ilahi. "Isyarat Langit Menjelang Pindah Agama. Mereka pindah agama bukan
karena disogok mi instan. Baik yang "murtad" maupun yang muallaf sama-sama
berangkat dari petunjuk Ilahi." (hlm. 18).

Padahal orang yang masuk Islam itu adalah orang yang mendapat petunjuk
(hidayah) Allah. Sebaliknya, Al-Qur'an surat An-Nisa 137 secara tegas dan
jelas menyebutkan orang yang murtad tidak mendapat petunjuk (hidayah) Allah
(lihat rubrik Tafsir "Kata Al-Qur'an tentang Murtad").

Mempertegas sikapnya terhadap murtad, Syir'ah berujar, "Kita tak akan
panik, meskipun orang berpindah-pindah agama sehari tiga kali, seperti
minum obat." Untuk mendukung sikapnya itu, Syir'ah menampilkan pengalaman
rohani Piet Hasbullah Khaidir, mantan Ketua Umum PP IMM 2001-2003, yang
kini menjadi anggota presidium Jaringan Intelektual Muda Muham�madiyah
(JIMM). Diberitakan bahwa dia pindah iman sebanyak tiga kali dari Budha,
Katolik bahkan Atheis. Ketika Tabligh mewawancarai, Piet membantah. "Saya
sangat dirugikan betul dengan pem�beritaan itu. Karena wartawan Syir'ah
tidak memahami konteks pem�bicaraan saya. Saya hanya menanggalkan "iman"
sebentar untuk menyelami agama lain. Karena saya kuliah di jurusan akidah
filsafat yang salah satu materinya adalah perban�dingan agama," bantahnya.

Anehnya, sampai sekarang Piet tak mengguna�kan hak jawabnya dengan
memberikan bantahan kepada Syir'ah tentang kemurtadan dirinya. Ketika
Masyhud dan Abu Mumtaz dari Surabaya mewawancarai Mujtaba Hamdi, Pemimpin
Redaksi Syir'ah, dengan tenang dia menjelaskan bahwa sampai sekarang kami
belum pernah menerima komplain dari yang bersang�kutan. "Kalau berita kami
salah, kami tunggu sang�gahan dan hak jawab Piet Haidar," tantangnya.

Para aktivis persyarikatan Muhammadiyah berharap agar informasi Syir'ah
tentang kemurtadan mantan ketua IMM ini tidak benar. Sebab berita ini
sungguh mencoreng muka kader persyarikatan. "Seharusnya Piet Haidir
membantah pemberitaan Syir'ah, jika berita itu salah. Ini penting, demi
nama baik kita semua," ujar seorang mubaligh Muhammadiyah dalam
perbincangannya dengan Tabligh di Masjid At-Taqwa PP Muhammadiyah beberapa
waktu lalu.

Terakhir, dalam rubrik Konsultasi Fiqh (Syir'ah No. 39, hlm. 84-85), Abdul
Moqset Ghazali, menjawab pertanyaan tentang hukum pindah agama (murtad).
Seorang ibu bertanya perihal anaknya yang berencana akan pindah agama
mening�galkan Islam. Menurut pen�je�lasan penanya, anaknya yang sedang
duduk di bangku kuliah itu sudah tidak betah dalam Islam karena termakan
isu tero�risme akhir-akhir ini. "Bagai�mana pandangan fikih Islam
menyangkut perpindahan agama ini?" tanya ibu Fatimah, pembaca Syir'ah.

Menjawab pertanyaan hukum murtad tersebut, Abdul Moqset Ghazali
menge�muka�kan tiga ayat Al-Qur'an, yaitu: surat Al-Kafirun 6 "Bagimu
agamamu dan bagiku agamaku" (lakum dinukum waliyadin), surat Al-Kahfi 29
"Barangsiapa yang ingin beriman maka berimanlah, dan barangsiapa yang ingin
kafir maka kafirlah" (faman sya'a falyu'min, faman sya'a falyakfur), dan
Al-Baqarah 256 "Tidak ada paksaan di dalam urusan agama" (la ikraha
fid-din).

Setelah mengutip ayat tersebut, Abdul Moqset menjelaskan, "Ayat-ayat di
atas cukup jelas, bahwa manusia tidak dipaksa untuk memeluk suatu agama dan
keluar dari agamanya. Tuhan memberi kebebasan penuh kepada manusia untuk
ber�iman atau tidak beriman, beragama Islam atau tidak. Kalau Tuhan saja
tidak memaksa seluruh hamba-hamba-Nya untuk beriman kepada-Nya, maka
lebih-lebih orang tua terhadap anaknya."

Kemudian Abdul Moqset menyimpulkan, "Namun, sekiranya dia telah
berketetapan hati untuk pindah ke agama lain, maka tidak ada pilihan lain
kecuali bahwa Ibu Fatimah mesti mengikhlaskan kepergiannya ke agama lain
itu. Sesuai dengan perintah Al-Qur`an di atas, tidak boleh ada pemaksaan
menyangkut perkara agama."

Betapa lancangnya orang yang mengaku Ustadz dari Madura ini. Dengan gegabah
disimpulkan bahwa surat Al-Kafirun 6, Al-Kahfi 29 dan Al-Baqarah 256
memerintahkan umat Islam untuk meng�ikhlaskan seseorang (anak, istri,
suami, ayah, ibu, saudara, kerabat dan seterusnya) jika mau murtad
meninggalkan Islam.

Kesesatan fatwa kiyai pengasuh Syir'ah ini dibongkar lebih lanjut oleh Buya
Risman, pengasuh Biro Konsultasi Agama MTDK PP Muhammadiyah. Menurutnya,
ketiga ayat tersebut jika dibaca utuh, menjelaskan prinsip Islam bahwa
pilihan agama yang benar itu adalah masuk agama Islam yang disertai dengan
menjauhi kesesatan dan kekafiran. (baca rubrik Konsultasi Agama halaman
20-21).

Secara tidak langsung, anjuran Kiyai Syir'ah agar bersedia mengikhlashkan
orang yang murtad ke agama lain, sama artinya dengan menyarankan agar
meng�ikhlashkan orang menjadi orang kafir, sesat dan akhir�nya masuk
neraka. Padahal Allah SWT berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api
neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya
malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendur�hakai Allah
terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerja�kan
apa yang diperintahkan" (At-Tahrim 6).


Propaganda "Mesum" Majalah Syir'ah



Misi lain Syir'ah yang tak kalah rusaknya dengan pemurtadan adalah
pen�citraburukan umat Islam dalam hal seksual. Pencitra�burukan ini semakin
kurang ajar bila digeneralisir bahwa semua mahasiswa Muslim mela�kukan
penyimpangan seksual.

Pada edisi nomor 30, Syir'ah mengangkat topik utama berjudul "Seks Bebas di
Kampus Hijau." Edisi ini khusus membleceti penyimpangan seksual di
kampus-kampus Islam yang disoroti secara gebyah uyah (dipukul rata).

Entah apa maunya Syir'ah menampilkan berita ini? Yang jelas, berita ini
bisa menim�bulkan antipati dan sinisme orang awam dan kalangan non Islam
terhadap kampus berlabel "Islam." Betapa tidak? Perhatikan saja
sinop�sisnya: "Terpuruknya iman di lubang hasrat. Ajaran agama menilai seks
di luar nikah sebagai perbuatan berbuah dosa. Biasanya para pemeluk agama
menghindari perilaku haram itu. Akan tetapi, fenomena ini di kalangan
mahasiswa Muslim tak begitu. Sebagian dari mereka bahkan menganggap seks
bebas itu sudah biasa." (hlm. 18).

Pada halaman berikutnya, kalimat yang dicapture dengan huruf besar pun
semakin melecehkan pesantren: "Ihwal kebebasan seks di kalangan mahasiswa
bukanlah hal aneh. Tapi cukup mengagetkan jika ternyata pelakunya banyak
dari kalangan pesantren."

Diblow up di dalamnya tentang seks bebas di kampus Islam yang dilakukan
oleh para aktivis kampus Islam, aktivis Harakah Khilafah (Hizbut Tahrir?),
dan alumnus pesantren. Foto ilustrasinya pun sangat mesum dan melecehkan
Islam. Ada foto wanita ber�jilbab sedang tidur ber�pelukan di ranjang
dengan lawan jenisnya, ada beberapa keping cover VCD porno lengkap dengan
cuplikan foto bugilnya, dan seterusnya. Ada gambar setengah badan dua orang
pasangan sedang ber�pelu�kan saling berpegangan pinggang selayaknya
suami-istri. Seolah-olah, adegan mesum itu sangat akrab di kalangan "kampus
hijau."

Perwajahan Syir'ah yang seronok pun tak pantas me�nyandang label Islam.
Dari capture foto di dalamnya, lebih tepat kalau Syir'ah dika�te�gorikan
sebagai media "biru" sejajar dengan tabloid Hot, Pop, Lipstik, Lelaki, Ehm,
dll.

Bayangkan saja, ketika mengangkat kontroversi film Buruan Cium Gue (BCG),
dibahas polemik antara AA Gym dengan Raam Punjabi (Syir'ah edisi nomor 35).


Capturenya pun sangat seronok, adegan film BCG dicapture utuh. Ada dua
pasang remaja berdiri berpelukan. Yang sepasang sebelah kiri, seorang
remaja putra yang lebih tinggi dari pasangannya menempelkan kepalanya pas
ke kening sang putri. Tangan yang putra memegang perut pas di bawah buah
dadanya. Sang putri terlihat diam menikmati perlakuan tersebut.

Pasangan yang kedua, berdiri di sebelah kanan. Sang cewek memakai busana
ketat, ketiaknya melompong, roknya di atas lutut, panjangnya setengah paha.
Dia berdiri dengan wajah penuh rangsangan, menempelkan -maaf- kedua buah
dadanya ke perut sang cowok. Sementara sang cowok yang berkaus hitam yang
lebih tinggi, berdiri memegang lehernya dan mengarahkan pandangannya ke
bawah, seolah sedang mengamati buah dada sang cewek. (hlm. 53).

Pada edisi nomor 22, Syir'ah menyajikan topik utama "Sex on TV:
Bang�krutnya Petuah Halal-Haram". Intinya, mengajak pembaca untuk pembaca
untuk mengabaikan "sementara" halal-haram guna mera�maikan pembicaraan
seksual.

Ilustrasinya pun jauh dari etika Islam. Pada halaman 18 ditampilkan foto
relief -maaf- alat kelamin laki-laki berdiri menjulang ke atas -maaf-
sedang menusuk alat kelamin wanita. Pantaskah media ini disebut majalah
Islam?

Kita memang harus cerdas dan teliti dalam memilih bacaan. Memang buku
adalah guru yang paling baik. Tapi jika salah baca, maka akan jadi racun
bagi keselamatan iman kita. Waspadai media-media yang didanai oleh founding
asing.

Uang memang bisa merubah segalanya jadi kejam. Karena uang, sahabat bisa
jadi musuh, bahkan tak jarang berujung pada dendam dan pembunuhan.
Gara-gara uang pula, orang memusuhi agama dan keya�kinannya, bahkan tak
jarang berujung pada fitnah dan pemurtadan. (Majalah tabligh)

Wallahu musta'an.


<<attachment: pic03474.jpg>>

<<attachment: pic10372.jpg>>

<<attachment: pic26349.jpg>>

<<attachment: pic03151.jpg>>


--- End Message ---

Kirim email ke