Manawai aya mangpaatna

OMONGAN ANU GARIHAL
UCAPAN UCAPAN KASAR

Teu kahaja waktu harita kuring ngadupak jalma anu keur 
sarua leumpang di hiji tempat. “Aduh, punten pisan 
“ eta pisan kecap anu munggaran diucapkeun kuring. 
Manehna nyakitu oge ngarasa salah; “ Punten abdi oge 
 lepat, nuju malaweung” ceuk anu kadupak kukuring. 
Teu lila terus kuring jeung manehna papisah. Kuring jeung 
manehna teh pada-pada teuwawuh.

   Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia
   lewat. "Oh,  maafkan saya" adalah reaksi saya. Ia 
berkata,
   "Maafkan saya juga; Saya tidak melihat Anda." Orang 
tidak
   dikenal itu, juga saya, berlaku sangat sopan. Akhirnya
   kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.

Lain tempat lain deui dongengna. Urang titenan kumaha 
kajadian di imah sorangan pangpangnamah sikep urang ka 
jalma-jalma anu ku urang dipikanyaah, teu kolot teu budak

  Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat
   bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita 
kasihi,
   tua dan muda.

Dina poe eta keneh, budak kuring nu lalaki rerencepan aya 
di tukangeun kuring basa kuring keur pakpikpek tatahar 
dahareun keur peuting eta. “Halik,siah” bari 
rada ambek tur reuwas atuda, mani ampir labuh deuih. 
Harita kuring can sadar, kumaha garihalna ucapan kuring.

           Pada hari itu juga, saat saya tengah memasak 
makan
   malam, anak lelaki saya berdiri diam-diam di samping 
saya.
   Ketika saya berbalik, hampir saja saya membuatnya 
jatuh.
   "Minggir," kata saya dengan marah. Ia pergi, hati 
kecilnya
   hancur. Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata
   saya kepadanya.
Mangga teras keun ku nu sanes…. 
(tarjamahanana!)…




           Ketika saya berbaring di tempat tidur, dengan
   halus Tuhan berbicara padaku, "Sewaktu kamu berurusan
   dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu
   gunakan, tetapi anak-anak  yang engkau kasihi, 
sepertinya
   engkau perlakukan dengan sewenang-wenang. Coba lihat ke
   lantai dapur, engkau akan menemukan beberapa kuntum 
bunga
   dekat pintu."
           "Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri 
oleh
   anakmu; merah muda, kuning dan biru. Anakmu berdiri 
tanpa
   suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang akan ia 
buat
   bagimu, dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang 
basah
   saat itu."
           Seketika aku merasa malu, dan sekarang air 
mataku
   mulai menetes. Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku 
dan
   berlutut di dekat tempat tidurnya, "Bangun, nak, 
bangun,"
   kataku. "Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku?" 
Ia
   tersenyum, " Aku menemukannya jatuh dari pohon. "
           "Aku mengambil bunga-bunga ini karena mereka
   cantik seperti Ibu.Aku tahu Ibu akan menyukainya, 
terutama
   yang berwarna biru." Aku berkata, "Anakku, Ibu sangat
   menyesal karena telah kasar padamu; Ibu seharusnya 
tidak
   membentakmu seperti tadi."
           Si kecilku berkata, "Oh, Ibu, tidak apa-apa. 
Aku
   tetap mencintaimu." Aku pun membalas, "Anakku, aku
   mencintaimu juga, dan aku benar-benar menyukai 
bunga-bunga
   ini, apalagi yang biru."
           Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati 
besok,
   perusahaan di mana kita bekerja sekarang bisa saja 
dengan
   mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari?
   Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan
   kehilangan selama sisa hidup mereka.
           Mari kita renungkan, kita melibatkan diri lebih
   dalam kepada pekerjaan kita ketimbang keluarga kita
   sendiri, suatu investasi yang tentunya kurang 
bijaksana,
   bukan?
           Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan 
cerita
   di atas? Apakah anda tahu apa arti kata KELUARGA?
   Dalam bahasa Inggris, KELUARGA = FAMILY.
   FAMILY = (F)ATHER  (A)ND (M)OTHER, (I), (L)OVE, (Y)OU
           Teruskan cerita ini kepada orang-orang lain.
            Semoga menjadikan renungan yg bermanfaat.

KATA-KATA KASAR
           Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika 
ia
   lewat. "Oh,  maafkan saya" adalah reaksi saya. Ia 
berkata,
   "Maafkan saya juga; Saya tidak melihat Anda." Orang 
tidak
   dikenal itu, juga saya, berlaku sangat sopan. Akhirnya
   kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.
           Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat
   bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita 
kasihi,
   tua dan muda.
           Pada hari itu juga, saat saya tengah memasak 
makan
   malam, anak lelaki saya berdiri diam-diam di samping 
saya.
   Ketika saya berbalik, hampir saja saya membuatnya 
jatuh.
   "Minggir," kata saya dengan marah. Ia pergi, hati 
kecilnya
   hancur. Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata
   saya kepadanya.
           Ketika saya berbaring di tempat tidur, dengan
   halus Tuhan berbicara padaku, "Sewaktu kamu berurusan
   dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu
   gunakan, tetapi anak-anak  yang engkau kasihi, 
sepertinya
   engkau perlakukan dengan sewenang-wenang. Coba lihat ke
   lantai dapur, engkau akan menemukan beberapa kuntum 
bunga
   dekat pintu."
           "Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri 
oleh
   anakmu; merah muda, kuning dan biru. Anakmu berdiri 
tanpa
   suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang akan ia 
buat
   bagimu, dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang 
basah
   saat itu."
           Seketika aku merasa malu, dan sekarang air 
mataku
   mulai menetes. Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku 
dan
   berlutut di dekat tempat tidurnya, "Bangun, nak, 
bangun,"
   kataku. "Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku?" 
Ia
   tersenyum, " Aku menemukannya jatuh dari pohon. "
           "Aku mengambil bunga-bunga ini karena mereka
   cantik seperti Ibu.Aku tahu Ibu akan menyukainya, 
terutama
   yang berwarna biru." Aku berkata, "Anakku, Ibu sangat
   menyesal karena telah kasar padamu; Ibu seharusnya 
tidak
   membentakmu seperti tadi."
           Si kecilku berkata, "Oh, Ibu, tidak apa-apa. 
Aku
   tetap mencintaimu." Aku pun membalas, "Anakku, aku
   mencintaimu juga, dan aku benar-benar menyukai 
bunga-bunga
   ini, apalagi yang biru."
           Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati 
besok,
   perusahaan di mana kita bekerja sekarang bisa saja 
dengan
   mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari?
   Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan
   kehilangan selama sisa hidup mereka.
           Mari kita renungkan, kita melibatkan diri lebih
   dalam kepada pekerjaan kita ketimbang keluarga kita
   sendiri, suatu investasi yang tentunya kurang 
bijaksana,
   bukan?
           Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan 
cerita
   di atas? Apakah anda tahu apa arti kata KELUARGA?
   Dalam bahasa Inggris, KELUARGA = FAMILY.
   FAMILY = (F)ATHER  (A)ND (M)OTHER, (I), (L)OVE, (Y)OU
           Teruskan cerita ini kepada orang-orang lain.
            Semoga menjadikan renungan yg bermanfaat.

========================================================================================
Akses Internet TELKOMNet-Instan beri Diskon s.d. 50 % khusus untuk wilayah Jawa 
Timur.
Informasi selengkapnya di www.telkomnetinstan.com atau hub 0800-1-INSTAN 
(467826)
========================================================================================
 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Does he tell you he loves you when he's hitting you?
Abuse. Narrated by Halle Berry.
http://us.click.yahoo.com/aFQ_rC/isnJAA/E2hLAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke