Punten henteu di sundakeun da bilih lepat hartos sareng teu aya waktos. ******************************************************* MOMO
Oleh: Izzatul Jannah * Hari ini saya bertemu Momo, seorang gadis kecil bertubuh pendek, cenderung kurus, rambutnya hitam dan ikal, sepertinya belum pernah disisir. Matanya besar dan indah, juga berwarna pekat, sementara kakinya berwarna sama karena ia bertelanjang kaki. Ia mengenakan rok tambal-sulam dan panjang sampai ke mata kaki, serta jas laki-laki dewasa yang tentu saja kedodoran. Momo ini memiliki sebuah keahlian yang telah lama punah, ketika ia dilahirkan, yaitu ketrampilan untuk MENDENGAR. Ketika orang-orang menghampiri Momo, lalu mulai bercerita, maka Momo hanya diam dan menatap pada sang pencerita dengan mata besarnya yang indah, dengan penuh cinta tetapi tanpa berkata apa-apa. Ia sesekali tersenyum, mengangguk, berdehem, mengiyakan, seperti kiat-kiat komunikasi efektif jaman sekarang. Dan, ketika sang pencerita puas, maka ia telah menemukan solusi atas masalahnya sendiri, secara ajaib ia mengalami katarsisnya sendiri, lalu pergi dengan hati penuh bahagia, tanpa Momo perlu berkata-kata lagi. MENDENGAR, adalah sesuatu yang jika kita tak segera sadari adalah sesuatu yang lambat laun akan terkikis dalam keseharian kita. Tak jarang, kita tak lagi sempat untuk mendengar ketika pasangan hidup kita bermasalah, karena begitu banyak pekerjaan yang harus ditunaikan, mencari ma'isyah, mengurus partai, mengurus organisasi, mengurus wajihah. Kadang kita tak lagi sempat untuk mendengarkan masalah-masalah para binaan, sekedar menatap penuh cinta mata mereka, menuangkan anggur pengertian pada cawan hati mereka. Kita tak lagi sempat membubuhkan ekspresi wajah, saat anak-anak kita menagih dongeng sebelum tidurnya. Ah, kita tak lagi sempat MENDENGAR. Lalu, Momo juga bercerita pada saya bahwa ada segerombolan pencuri waktu yang pura-pura menjadi petugas penghemat waktu, mereka bernama tuan-tuan kelabu. Sasaran pertama mereka adalah Tuan Fuzi si tukang cukur. Selama ini tuan Fuzi cukup bahagia dengan kehidupannya, meskipun ia tak pernah berubah dari profesi tukang cukurnya, asset bisnisnya pun tak bertambah, ditandai dengan pegawainya yang hanya satu. Selama ini tuan Fuzi selalu menyediakan waktu untuk mengobrol dengan ibunya yang renta selama satu jam penuh, memelihara parkit yang membutuhkan waktu 15 menit untuk merawatnya setiap hari, ia menyanyi dan mengobrol dengan para pelanggannya, berkunjung ke kedai minuman, berbincang, mengunjungi sahabat-sahabatnya, membaca buku selama hampir tiga jam setiap harinya. Atas kebiasaan itu, tuan Kelabu menyodorkan fakta-fakta bahwa seluruh kebiasaan yang selama ini membahagiakannya dan membahagiakan orang lain adalah sebuah PEMBOROSAN. Tuan kelabu lalu menyusun fakta-fakta, tentang pemborosan yang telah dilakukan tuan Fuzi. Sekian jam ia telah memboroskan waktu untuk mengurus ibunya Sekian jam ia telah memboroskan waktu untuk mengunjungi dan membahagiakan sahabatnya Sekian jam ia telah memboroskan waktu untuk mengurus binatang peliharaannya Sekian jam telah ia boroskan untuk berbincang, menyanyi, dan merasa bahagia Tuan Fuzi akhirnya menyadari bahwa ia begitu BOROS sehingga tidak bisa mencapai kesuksesan. Ia tetap menjadi tukang cukur yang biasa-biasa saja, hanya memiliki satu pegawai dan kios yang kecil! Kemudian Tuan Fuzi sepakat untuk menghemat waktunya. Ia tidak lagi mengobrol dengan pelanggan sehingga mencukur lebih cepat, ia tak lagi mengunjungi Maria sahabatnya untuk menghiburnya karena itu pemborosan, ia bahkan memasukkan ibunya ke panti jompo agar ia tidak kehilangan waktu untuk memajukan kios cukurnya. AH! Apakah Anda dan saya telah juga menjadi Tuan Fuzi? Kita biarkan tuan-tuan Kelabu merampok harta kita yang paling berharga yaitu waktu? Masih ingatkah kita bahwa Al-waqtu huwal hayah? Waktu adalah kehidupan? Jika kita menjelma tuan Fuzi, tentulah kita membiarkan tuan kelabu, merampok hidup kita! Lihatlah, kita merasa terburu-buru dengan target hafalan sehingga lupa mentadaburinya. Kita begitu terpukau dengan keharusan mengisi lembar mutabaah sehingga salat malam kita, kita geber menjadi sebelas rekaat tetapi jiwa kita kering dari makrifat? Kita begitu tergesa mengumpulkan banyak halaqah tetapi lupa bahwa dalam halaqah ada jiwa-jiwa manusia yang cangkir imannya perlu diisi anggur cinta, perhatian dan kasih sayang? Olala. Kita ternyata telah lupa. Bahwa dalam surat Al-Mulk ayat 2, Allah menginginkan amal yang berkualitas, dan tak cukup puas dengan kuantitas! Alladzi khalaqal mauta wal hayata liyabluwakum ahsanu 'amala.., Allah yang menciptakan kematian dan kehidupan sebagai ujian bagi kamu, siapakah yang paling berkualitas amalnya. Ahsanu bukan aktsaru. Sebuah perbedaan yang mendasar bukan? Memang, akan lebih baik jika kualitas diiringi kuantitas dan sebaliknya, tetapi manakah yang harus diraih jika harus memilih salah satunya? Rasanya memang banyak yang harus dibenahi. Ahsan berarti juga melakukan dengan kesadaran (Conciousness), kesadaran berarti penghayatan, penghayatan artinya cinta. Saya rasa, akhir-akhir ini seiring begitu banyak amanah sehingga kita lupa menghayati amanah itu, bahkan kita tak lagi menghayati ciuman kita untuk anak-anak. Saya juga terkadang lupa kapan terakhir kali saya menatap penuh cinta pada suami. Oh, marilah. Kita hayati waktu kita. Sebab waktu menjadi berharga dan bekasnya menetes kedalam jiwa lalu menumbuhkan kita menjadi pribadi yang istimewa, maka berenanglah dalam lautan waktu dengan penuh cinta. Demikian menjadi niscaya Oya, saya lupa memperkenalkan Momo, ia adalah nama tokoh dalam dongeng karya Michael Ende hadiah ulang tahun dari seorang penyair sahabat saya, semula saya meledeknya, "Tidak salah, nih memberiku buku dongeng?" Ia hanya tersenyum simpul dan menatap saya penuh makna. Dan ternyata, buku ini 'tafsir' surat Al-Ashr. Anda setuju dengan Momo, bukan? ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Ever feel sad or cry for no reason at all? Depression. Narrated by Kate Hudson. http://us.click.yahoo.com/LLQ_sC/esnJAA/E2hLAA/0EHolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

