Eeee papendak oge di dieu sareng wargi SMANDATAS teh.
Nuhun.

<WAG>



--- Runa Inawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> 
> = = = Original message = = =
> 
> Enak banget ya ngelola BUMN... nggak peduli
> bangkrut,
> bodo amat..bukan perusahaan sendiri gini...
> 
> Salam
> 
> YURNALIS
> 
> 
> 
>
http://www.investorindonesia.com/koraninvestor/news.php?Content=17398
> 
> 
> 
> (20/05/2005) Menteri Negara BUMN Sugiharto
> mengungkapkan adanya korupsi di 16 BUMN besar. Tim
> Penanggulangan Korupsi (TPK) yang dibentuk
> Kementerian
> BUMN sudah melaporkan kasus tersebut kepada Presiden
> Susilo Bambang Yudhoyono.  
> 
> 
> 
> 
> Kasus-kasus korupsi di BUMN tersebut juga sudah
> dilimpahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
> dan
> pihak Kejaksaan. "Saya kira, saya tidak
> menutup-nutupi
> temuan BPK yang sekarang sedang didalami oleh tim
> Tipikor (Tindak Pidana Korupsi). Itu sudah dilakukan
> pendalaman-pendalaman dan 16 BUMN positif
> terindikasi
> KKN," ujar Sugiharto di sela rapat kerja dengan
> Komisi
> VI DPR, di Jakarta, Kamis (19/5). 
> 
> Sugiharto membeberkan, kasus-kasus korupsi tersebut
> antara lain meliputi kredit macet di Bank Mandiri,
> proyek teknologi informasi (TI) di Bank Mandiri,
> BRI,
> dan BNI, PLN, Perusahaan Gas Negara Angkasa Pura I,
> Pelindo II, dan Pelindo III. Untuk sektor perbankan,
> sedikitnya tiga bank BUMN memiliki kasus KKN.
> Tentang
> potensi kerugian negara atas korupsi di BUMN besar
> itu, Sugiharto mengaku belum mengetahui berapa
> besarannya. "Korupsi itu macam-macam, ada kecil dan
> ada yang besar. Tapi, berapa pun akan dikejar,"
> tegas
> dia. 
> 
> Ia mengungkapkan, laporan-laporan adanya indikasi
> korupsi di BUMN diperoleh dari berbagai pihak.
> Bahkan,
> berdasar informasi dari pesan layanan singkat (SMS)
> yang diterimanya, indikasi korupsi terjadi di hampir
> semua BUMN. Namun, saat ini yang menjadi prioritas
> untuk ditindaklanjuti adalah korupsi pada 16 BUMN. 
> 
> "Saya kira itu proses hukum. Ada korupsi atau tidak,
> itu kan merugikan negara. Definisi kerugian negara
> akan ditentukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan.
> Korupsi
> adalah tindakan nyata yang merugikan negara dengan
> mengambil yang bukan haknya. Indikasi korupsi tidak
> termasuk inefisiensi perusahaan," kata Sugiharto.
> 
> Pimpinan raker Irmadi Lubis menyatakan, DPR sudah
> menerima laporan BPK mengenai
> penyimpangan-penyimpangan di BUMN. Komisi VI akan
> melakukan pendalaman mengenai masalah ini. Tetapi,
> Komisi VI belum merasa perlu untuk membentuk Panitia
> Kerja (Panja). "Saya kira tadi Komisi VI sudah
> sepakat
> untuk membentuk dua Panja, yaitu Panja mengenai BUMN
> yang merugi atau yang tidak optimal dan panja untuk
> kebijakan BUMN. Mungkin Panja nanti bisa memberikan
> rekomendasi kepada kebijakan BUMN," ujarnya.
> 
> Ia mengungkapkan, dalam sejarah Kementerian BUMN,
> belum pernah terlihat adanya suatu rasa tanggung
> jawab
> yang besar dari menneg BUMN untuk melaporkan adanya
> kerugian. "Sebagai pemegang saham, kalau merasa
> dirugikan kan harusnya dia yang pertama melaporkan
> kepada pihak yang berwajib," tutur Wakil Ketua
> Komisi
> VI DPR ini. Ia juga berharap, kasus-kasus korupsi di
> BUMN bisa dituntaskan penyidikannya oleh pihak
> berwajib. 
> 
> TI BNI
> 
> Berkait dengan indikasi korupsi, KPK juga sudah
> meminta BPK untuk melakukan audit investigatif
> terhadap proyek pengadaan teknologi informasi (TI)
> di
> PT Bank Negara Indonesia (BNI). Sugiharto
> menyatakan,
> ia belum mengetahui seberapa besar penyimpangan yang
> terjadi dalam pengadaan TI di BNI karena pemeriksaan
> belum dilakukan. 
> 
> Ia menilai, proyek pengadaan TI pada tiga tahun
> terakhir cukup tinggi. Di BNI, nilai proyeknya
> mencapai US$ 98 juta, di BRI lebih dari US$ 100
> juta,
> dan di Bank Mandiri bahkan lebih dari US$ 200 juta.
> Ia
> menyebutkan, tiga bank itu sebenarnya bisa
> berpatungan
> dalam pengadaan TI. Tetapi, sampai saat ini, program
> mereka berjalan sendiri-sendiri. 
> 
> 16 BUMN yang Terindikasi Korupsi 
> 
> PT Bank Rakyat Indonesia Tbk 
> PT Jiwasraya
> PT Perusahaan Listrik Negara 
> PT Perusahaan Gas Negara Tbk 
> PT Indofarma Tbk
> PT Rajawali Nusantara Indonesia 
> PT Pupuk Kalimantan Timur
> PT Angkasa Pura I
> PT Pelabuhan Indonesia II
> PT Pelabuhan Indonesia III
> PT ASDP
> PT Djakarta Lloyd
> PT Bank Mandiri Tbk 
> PT Bank Negara Indonesia Tbk 
> Perum TVRI
> Perjan RRI
> 
> Sumber: Jawaban Menneg BUMN dalam Raker dengan
> Komisi
> VI DPR, 2005
> 
> Korupsi Jamsostek
> 
> Sementara itu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
> kemarin
> menyerahkan hasil pemeriksaan terhadap sejumlah BUMN
> yang terindikasi korupsi kepada aparat penegak
> hukum.
> Salah satunya adalah temuan dugaan korupsi di PT
> Jamsostek yang merugikan negara Rp 103 miliar. 
> 
> 
> Hal itu diungkapkan Ketua BPK Anwar Nasution, usai
> pertemuan dengan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi
> (KPK) Taufiqurahman Ruki, Jaksa Agung Muda Bidang
> Pidana Khusus yang juga Ketua Tim Pemberantasan
> Tindak
> Pidana Korupsi (Tipikor) Hendarman Supandji, dan
> Wakabareskrim Mabes Polri Irjen Pol John Lalo di
> Gedung BPK Jakarta, Kamis (19/5).
> 
> Anggota BPK Udju Djuhaeri menjelaskan, kasus
> Jamsostek
> menyangkut investasi BUMN di Bank Global senilai Rp
> 103 miliar yang dipaksakan. Padahal berdasarkan
> analisis investasi, hal itu tidak layak. Terbukti
> akhirnya Bank Global dibekukan. 
> 
> "Divisi Riset Jamsostek sudah memberikan analisis
> dan
> rekomendasi agar investasi itu tidak dilakukan.
> Divisi
> lain di Jamsostek juga demikian. Namun investasi itu
> tetap dilakukan tanpa ada persetujuan Dewan
> Komisaris
> dan Dewan Direksi terutama Dirut," ungkapnya. 
> 
> Hendarman Supandji mengatakan, Rabu lalu pihaknya
> menerima 19 berkas yang terindikasi tindak pidana
> dari
> Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi. Setelah diteliti,
> yang terindikasi tindak pidana hanya 15 berkas. 
> Dari berkas tersebut, ada lima kasus yang menjadi
> prioritas Presiden SBY, karena memenuhi tiga
> kriteria,
> yakni kasusnya skala besar, berkelanjutan atau
> menjadi
> budaya, dan para pelakunya telah melarikan diri ke
> luar negeri. Dari lima berkas kasus tersebut, dua
> berkas merupakan kasus yang berada di departemen
> bidang kesejahteraan rakyat dan tiga kasus di BUMN,
> termasuk Jamsostek.
> 
> Kasus BLBI
> 
> Hendarman mengatakan, Kejaksaan Agung juga akan
> membentuk tim untuk menindaklanjuti kasus Bantuan
> Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang belum tuntas
> penanganannya. 
> 
> 
=== message truncated ===


________________________________________________________________________
Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" 
your friends today! Download Messenger Now 
http://uk.messenger.yahoo.com/download/index.html


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Does he tell you he loves you when he's hitting you?
Abuse. Narrated by Halle Berry.
http://us.click.yahoo.com/aFQ_rC/isnJAA/E2hLAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke