Have a nice day &
Best Regards
Kang Didi

Kontes 'Ratu-Ratuan' di Mata Hj. Irena Handono
Publikasi: 03/06/2005 09:23 WIB

eramuslim - Keikutsertaan Indonesia dalam ajang Miss Universe masih 
menimbulkan pro dan kontra. Namun, ternyata untuk pertama kalinya, 
Indonesia akhirnya ikut dalam ajang pemilihan ratu sejagad itu dan untuk 
pertama kalinya, kita melihat seorang Muslimah Indonesia tampil di muka 
umum dengan menggunakan pakaian renang! Jadilah Artika Sari Dewi, wakil 
Indonesia di ajang itu dijuluki 'Miss Kontroversi'. Irena Handono, mantan 
biarawati, yang kini menjadi ustadzah terkenal dengan tegas mengatakan, 
ajang tersebut merupakan bentuk penghinaan terhadap martabat perempuan. 
Bagaimana pandangan-pandangannya tentang hal itu? Berikut petikan 
wawancara dengan Ustadzah Hj. Irena Handono, yang ditemui saat aksi 
massa menentang eksploitasi perempuan di gedung MPR/DPR, Selasa (31/5).


Bagaimana ibu mencermati penyelenggaraan kontes 'ratu-ratuan' seperti 
Miss Universe ini, yang juga banyak diselenggarakan di Indonesia?

Yang dilakukan ini bukan suatu modernisasi, tapi kembali ke belakang ke 
zaman jahiliah. Zaman jahiliah itu masyarakat tidak menggunakan pemikiran 
atau kebijakan, tapi yang digunakan adalah standar tubuh, fisik. Persis 
seperti yang dilakukan di Miss Universe kemarin. Kita lihat saja, apakah 
orang cantik itu mampu membuat bangsa menjadi sejahtera? Konkritnya, 
ketika ada orang sakit misalnya, apakah orang sakit itu tersembuhkan 
karena wajah cantik atau karena dokter? Kalau kita bicara secara medis ini 
ya. Begitu juga dengan menata suatu negara, apakah suatu negara itu akan 
adil makmur, dipimpin oleh menteri-menteri yang cantik ataukah menteri-
menteri yang tepat pada bidangnya. Jadi ukuran kecantikan sekarang ini 
adalah ukuran jaman dulu. Ini adalah, maaf, kalau saya anggap sebagai suatu 
rekayasa terselubung untuk membuat bangsa ini mundur kembali, terutama 
kaum perempuannya. Mengapa yang dibidik kaum perempuan, tuntunan 
agama Islam mengatakan, baik buruk perempuan adalah baik buruk negara 
itu sendiri.

Alasan keikutsertaan Indonesia dalam kontes ratu sejagad itu, katanya untuk 
meningkatkan citra bangsa di mata dunia dan pariwisata Indonesia, komentar 
ibu?

Kita lihat dulu siapa yang ngomong, ilmuwankah atau pebisnis. Kalau 
ilmuwan, maka dia akan mencari alasan keilmuwan, tapi kalau yang bicara 
adalah kelompok bisnis maka orientasinya adalah market, bagaimana agar 
barangnya laku. Jadi bukan untuk kepentingan negara, bukan untuk 
memajukan harkat perempuan. Tidak. Tapi kepentingannya adalah 
mengeksploitasi untuk kepentingan bisnisnya itu. Saya mengatakan seperti 
ini, kita lihat saja sejarahnya, tahun 1952 saat itu di California pertama 
kalinya diadakan kontes-kontes seperti ini. Pada waktu itu ada sebuah 
perusahaan pakaian ingin memperkenalkan mode baru, bikini. Tapi ketika 
bikini itu dibuat, masyarakat menganggap negatif pakaian bikini itu. 
Bagaimana untuk memasyarakat itu, maka caranya adalah dengan 
mengadakan kontes, kontes bikini. Ternyata setelah dikonteskan, laris 
bikininya. Nah, itu berkelanjutan sampai hari ini.

Bagaimana melakukan pendekatan pada masyarakat agar menyadari bahwa 
kontes ratu-ratuan seperti ini tidak sesuai dengan aqidah Islam?

Allah berfirman bahwa yang paling mulia di sisi Allah itu adalah orang yang 
bertaqwa, bukan orang cantik, bukan seperti ukuran para juri dalam kontes-
kontes semacam itu, dada diukur, pinggul diukur, bukan itu.

Apakah perlu dikeluarkan aturan tegas yang menyatakan, bahwa Indonesia 
tidak boleh mengirim perwakilan dalam kontes semacam Miss Universe itu?

Pemerintah bersikap lunak, itu yang kita sayangkan. Padahal MUI sudah 
mengeluarkan fatwanya, kalau saya tidak salah dan aturan pemerintah 
tentang itu juga masih ada, belum dicabut. Keputusan pemerintah nomor 
237/U/84 pasal 4 dan 6, saat itu masih zaman presiden Soeharto. Beliau 
melarang, perempuan Indonesia mengikuti kontes-kontes kecantikan 
sejagad dan aturan ini belum dicabut sampai sekarang. Kami tetap 
memperjuangkan persoalan ini, bahwa kita menolak kontes-kontes seperti 
itu karena menghinakan martabat perempuan.(ln/nov) 

Anda ingin menjadi da'i sejuta email??
Kirimkan artikel ini ke saudara2 anda.


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Dying to be thin?
Anorexia. Narrated by Julianne Moore .
http://us.click.yahoo.com/FLQ_sC/gsnJAA/E2hLAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke