Punten teu disundakeun..
 
Nia
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, June 07, 2005 8:15 AM
Subject: Fw: FYI : PEMULUNG NAIK KRL BAWA MAYAT ANAK DIAMANKAN POLISI

Assalaamu'alaikum Wr Wb.,

Kisah yang menyedihkan.... bukan saja kemiskinan, tapi mungkin juga
keterbatasan pengetahuan, bisa membuat orang terpaksa. Andai sang bapak tahu
bahwa mengurus jenazah adalah kewajiban bagi Muslim yang lain yang masih
hidup mungkin hal seperti di bawah ini tidak sampai terjadi.

Lagi-lagi, kita diingatkan, ..."lalu nikmat Tuhan yang mana lagi yang akan
kamu dustakan..."?

Wassalaamu'alaikum Wr Wb.,
Ali Musthofa

----- Original Message -----
--- Sulistyana Gigih Suseno <>
wrote:

 sedih banget baca nya....
 ...deleted...

 semoga kita diberi hidayah dan lautan syukur atas
 segala nikmat karuniaNya

 sulis

 PEMULUNG NAIK KRL BAWA MAYAT ANAK DIAMANKAN POLISI
 - TEBET - Seorang pemulung panik karena tidak punya
 uang sewa ambulans untuk mengubur jenazah anak
 perempuannya yang meninggal karena muntaber. Ia
 nekat membopong mayat balitanya untuk

 dimakamkan di Bogor dengan menumpang KRL di Stasiun
 Tebet Jakarta Selatan, pemulung itu diamankan ke
 kantor polisi, Minggu siang.

 Kisah mengharukan ini menimpa Supriono,38, bapak dua
 anak. Putri bungsunya yang meninggal dunia pada
 Minggu pagi (5/6) bernama Nur Khoirun Nisa, berusia
 3 tahun 2bulan. Melihat anak kesayangannya
 meninggal, pria yang biasa mencari barang bekas di
 kawasan Menteng, Jakarta Pusat, menjadi sedih.
 Supriono pun nekat membawa jenazah putrinya untuk
 dimakamkan didekat rumah temannya di Bogor, tetapi
 menyewa ambulans atau mobil untuk membawa mereka ke
 Bogor, juga butuh biaya yang tidak sedikit.

 Bersama Nurizki Saleh,6, anak pertamanya, ia
 memutuskan pergi ke stasiun KA Tebet dengan tujuan
 Bogor. Tubuh kaku Nur Khoirun Nisa yang memakai kaos
 bergambar Dora diselimuti lalu digendong pakai kain.
 Di Stasiun Tebet, calon penumpang yang saat itu
 sedang menunggu kedatangan kereta api tidak menaruh
 rasa curiga terhadap Supriono. Heboh pun muncul saat
 seorang pedagang teh botol yang hendak naik kereta
 api secara tak sengaja melihat wajah Nur Khoirin
 Nisa dibalik gendongan kain.

 Anak bapak sakit kok ditutupin pakai kain, kata
 penjual teh botol. Dengan polosnya, Supriono mengaku
 kalau anaknya sudah meninggal. Mendengar jawaban
 itu, pedagang teh botol kaget dan ia langsung
 berteriak mayat, ada orang membawa mayat, dalam
 waktu singkat, puluhan calon penumpang di Stasiun KA
 Tebet pun geger.

 Seorang warga menghubungi Polsek Tebet, Supriono
 yang merasa dirinya tidak bersalah akhirnya dimintai
 keterangan di Polsek Tebet. kepada petugas, duda
 yang megaku mendapat penghasilan Rp.10.000 per hari
 dari usahanya memungut barang bekas itu berterus
 terang bahwa anaknya meninggal karena muntah berak.
 Tapi saya tidak punya uang untuk menguburnya.
 Jenazah anak saya mau dimakamkan di Bogor, kata
 Supriono.

 Dijumpai di RSCM, pria in menambahkan, kedua anaknya
 itu merupakan buah pernikahan dengan Turiyem. Karena
 tidak kuat hidup miskin, Turiyem mengajukan cerai.
 Anak-anak ikut sama Supriono. Takdir rupanya
 berkehendak lain, putri pertamanya meninggal akibat
 sakit.



Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke