Punten teu disundakeun....
Mangga nyanggakeun, mudah2an aya mangfaatna...amin..


Subject: MEMILIH SAHABAT

MEMILIH SAHABAT


Prof. DR. M. Quraish Shihab
Lentera Hati, MetroTV
3 Oktober 2004
14:00 �E15.00 WIB
Disusun oleh
Teguh Sudibyantoro
[EMAIL PROTECTED]
Dan
Arief Wiryanto
[EMAIL PROTECTED]
http://ariefhikmah.blogdrive.com


[Moderator]:
Boleh sedikit saya berpendapat : Ada beberapa lingkungan yg sangat
berpengaruh dalam kehidupan kita sehari-hari. Yang pertama, yg paling dekat
dgn kita adalah keluarga atau di rumah. Yang tidak kalah pentingnya adalah
lingkungan di luar rumah yaitu di sekolah, teman, atau yg palng dekat dgn
kita adalah sahabat. Pada saat ini kita akan membicarakan bagaimana cara
memilih sahabat yg baik.


[Pak Quraish]:
Saya ingin tanya dulu. Yang mana lebih disuka, saudaranya atau sahabatnya?
[Saudaranya, jawab yang hadir]. Yang lain bagaimana? [Kadang-kadang dgn
sahabat, kita lebih bisa curhat, jawab yang hadir]. Itu kalau mau jawaban yg
lebih tepat. Kalau memang mau berkata saudara, katakan : saya suka saudara
saya kalau dia menjadi sahabat saya.  Kalau saudara kita tidak menjadi
sahabat, kita lebih suka sahabat daripada saudara, ya kan ?

Sahabat itu apa tho ? Kalau kita buka kamus besar bahasa Indonesia, sahabat
itu diartikan teman. Ada juga dikatakan "sahabat kental". Apa bedanya "teman"
dan "sahabat kental" ? Si A adalah teman saya ke sekolah. Si A menemani saya
ke pasar. Belum tentu dia sahabat kental saya. Kalau sahabat kental adalah
orang yg begitu dekat kepada saya, yg boleh jadi tingkatnya sampai pada
tingkat bahwa saya memberitahu rahasia saya.

Nah remaja-remaja ini punya teman-teman, kan ? Apakah semua diberitahu isi
hati kita ? Tidak. Itu ada tingkat-tingkatnya. Ada teman yg kita beritahu
rahasia-rahasia kita seperti pacar. Ada juga teman akrab tetapi tidak
diberitahu rahasia kita. Ada juga kita bersama-sama dgn dia, kita boleh jadi
ada kerja sama tetapi hati kurang cocok. Sahabat itu bertingkat-tingkat. Ada
lagi yang saya kenal tetapi saya tidak mau duduk dengan dia, tidak cocok
rasanya, saya ngomong gini dia ngomong ke sana. Itu semua bisa dinamai teman.
Tetapi dalam istilah bahasa Indonesia, teman yg sangat dekat kita namakan itu
sahabat kental.

Kalau kita merujuk pada kitab suci Al Qur'an. Istilah yg digunakan tentang
teman/sahabat itu bermacam-macam. Ada "shohib" yg dalam bahasa Indonesia
menjadi "sahabat", itu boleh jadi shohib ini tidak seide dengan kita. Tetapi
karena dia menemani kita maka kita namakan sahabat dalam perjalanan.

Ada lagi yg lebih tinggi, AlQur'an menamainya "shodiq" dari kata "Shidq".
"Shiddq" itu artinya "benar", "jujur". Naa, sahabat yg baik itu, yg lebih
tinggi, adalah yg berkata jujur pada anda, yg sikapnya selalu benar pada
anda. Itu bagus, lebih bagus daripada sekedar menemani.

Ada yg lebih tinggi lagi. Diistilahkan dgn "kholil". "Kholil" itu terambil
dari akar kata bermakna "celah". Orang yg begitu dekat dgn anda, yg
pertemanannya, yg persahabatannya, yg kasih sayangnya, masuk ke celah-celah
qalbu anda. Itu dinamai "kholil". Ada ndak yg begitu ? Perasaannya sudah
sehati. Ketika Anda sakit dia ikut merasakan sakit.

Nah itu yg digambarkan bahwa sahabat kental itu adalah yg "dia adalah aku".
Nah saya beri contoh. Pernah lihat di cermin ? Siapa yg dilihat di cermin ?
Diri sendiri. Itulah kholil. Itu yg persis sama dgn anda. Apakah susah
mendapat yg seperti itu ? Tapi itu boleh jadi ada. Kalau dalam sejarah Islam
itu ada Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar. Suatu waktu ada orang
berkata, "Saya tidak tahu siapa khalifah, siapa kepala negara, apa kamu wahai
Abu Bakar atau Umar ?". Abu Bakar menjawab, "Saya tetapi dia". Kan itu sama.

Sahabat bisa mempengaruhi kita. Karena itu katanya, pandai-pandailah memilih
sahabat. Bukan teman, ya ? Bukan kenalan, ya ? Saya, kalau tidak kenal anda,
saya bisa kenal anda dengan bertanya "siapa sahabatnya ?". Karena sahabat itu
cermin. Dalam kata-kata bersayap, "menyangkut seseorang, jangan tanya siapa
dia, tetapi carilah siapa sahabatnya", karena sahabat itu cermin dari orang
itu. Kalau sahabatnya baik, dia jadi baik. Kalau sahabatnya jelek, dia pasti
terpengaruh jadi jelek juga. Jadi harus pandai-pandai memilih sahabat kita
karena dia bisa mempengaruhi kita.

Naa saya beri contoh. Ini contoh dari nabi. Kalau anda bersahabat dgn penjual
parfum / minyak wangi, bagaimana kira-kira ? Dikasih minyak wanginya atau
paling tidak aromanya. Kalo berteman dgn tukang las, bajunya terbakar atau
paling tidak aromanya.

Dalam AlQuran ada kata shodiq, shohib, kholil, ada lagi kata bithonah.
Bithonah itu adalah orang yg kita beritahu rahasia kita. Ada lahir ada batin.
Bathin itu apa artinya ? Bithonah berasal dari kata bathin, yg berarti dia
tahu batin kita. Ada waliy yg artinya adalah orang yg mendekat. Kalo Allah
berfirman, "Inamal waliyukumullahu wa rosuluhu walladzina amanu, alladzina
yu'tuna zakata...". Orang yg beriman itu "waliy"-nya, teman akrabnya adalah
Allah, Rosul, dan orang-orang beriman. Itu temannya. Supaya dia terpengaruh
dgn temannya.

Kita lihat lebih jauh. Sekarang kalau mau bersahabat -dalam pengertian bahasa
Indonesia- apa sih tujuannya bersahabat ? Atau sebelum itu, perlu ndak kita
bersahabat ? Perlu. Kenapa perlu ? Karena kita tidak bisa memenuhi semua
kebutuhan kita. Jadi kita terpaksa, "tolong dong". Yang kedua, hidup ini bisa
senang bisa susah. Kalo senang sendiri, enak ndak ? [Tidak]. Naa perlu ada
sahabat dong. Semakin banyak orang yg bergembira, semakin besar kegembiraan
itu. Pernah sedih. Perlu ndak ada orang yg menghibur kesedihan kita ?
[Perlu]. Aaa kalau begitu kita perlu sahabat. Tapi jangan cari sahabat yg
hanya waktu anda senang dia mau jadi sahabat. Ada kan yg begitu ? [Ada]. Cari
sahabat yg bisa menemani anda pada waktu senang dan pada waktu susah.

Kita lihat lebih jauh. Kenapa bersahabat ? Ini macam-macam tujuannya. Ada
orang bersahabat karena ada kesenangan. Ooo saya bersahabat dgn si A karena
dia pandai main basket atau main bola. Sama-sama senang main bola. Ooo ini
tujuan bersahabatnya hanya mau senang-senang. Ada lagi orang bersahabat
karena ada kepentingan. Katanya, sebagian politisi begitu. Ada maunya saja.
Karena itu mereka berkata bahwa tidak ada sahabat abadi dan tidak ada musuh
abadi. Karena saya punya kepentingan maka kita bekerja sama sekarang. Besok
jika tidak ada kepentingan, tidak akan bekerja sama.

Kalau mau bersahabat yg benar, carilah orang yg terus menerus bersama anda
memberi manfaat sampai di hari kemudian. Karena Al Qur'an berkata, "Al
akhilahu yaumaidzin ba'duhum li ba'din alu ilal muttaqin", sahabat yg
sekental apa pun yg sudah masuk kecintaannya ke relung-relung qalbunya itu
pada hari kemudian akan jadi bermusuhan kecuali sahabat yg dijalin
berdasarkan ketaqwaan kepada Allah.

Nah sekarang bagaimana kita cari sahabat ? Dulu Lukmanul Hakim, disebutkan
dalam Al Qur'an, pernah menasehati anaknya, "Nak, kalau kamu mau cari
sahabat, bikin dia marah terlebih dahulu", kaget kan ? "Baru lihat, kalau dia
tanggapannya itu adil, wajar, tidak berlebih-lebihan, nah itu bisa dijadikan
sahabat". Kalau baru sedikit sudah marah, sudah memaki, wah harus
berhati-hati. Kita kan bisa salah. Begitu kita salah lantas dia marah luar
biasa. Wah ini tidak bisa menjadi sahabat. Itu nasehatnya Lukmanul Hakim.

Ada yg lain. Merujuk kepada hadist-hadist nabi. Kalau mau cari sahabat,
pertama, lihat terlebih dahulu apakah dia baik kepada keluarganya & orang
tuanya atau tidak. Kalau anak itu durhaka jangan jadikan dia sahabat. Kedua,
lihat bagaimana sikapnya terhadap materi. Ooo ini dia baru mau kenal dgn saya
kalau saya belikan dia es krim. Kalau tidak dibelikan es krim, dia tidak mau
berteman. Ooo ini tidak bisa jadi teman dong. Lihat juga bagaimana sikapnya
tentang kedudukan, dan lain sebagainya.

Kemudian, lihat bagaimana aktivitasnya sehari-hari. Ooo dia itu main melulu
tidak pernah belajar. Apakah bisa dijadikan sahabat atau tidak ? [Tidak
bisa]. Ooo dia itu tidak sholat, dia itu tidak beragama dgn baik. Lihat
kegiatannya sehari-hari. Lihat bagaimana dia kalau anda salah. Dia nasehati
anda, dia betulkan anda, atau tidak. Aaa kalau ada yg meninggalkan anda, itu
tidak bisa menjadi sahabat.

Dan lihat keakrabannya dgn anda. Dikatakan, tidak mungkin terjalin
persahabatan antara satu penguasa dgn rakyat jelata walau pun sebelumnya dia
berteman, kalau orang yg berkuasa ini merasa dirinya terlalu tinggi sehingga
kalau ditegur dia marah. Bisa kan? Contoh, oo tadinya dia teman saya, tapi
begitu dia menjadi ketua OSIS, dia sudah merasa gede, sombong, itu tidak bisa
terjalin persahabatan. Tidak juga bisa terjalin persahabatan kalau anda
merasa minder. Ooo dia ini sudah terlalu tinggi nih sehingga saya sudah tidak
bisa menegur.

Persahabatan itu harus seimbang. Kita sama. Walaupun kamu kaya saya miskin,
kamu gagah saya tidak tampan, tapi kita kan sama-sama manusia. Itu bisa
terjalin persahabatan. Jadi kalau ada keangkuhan, tidak akan terjadi
persahabatan.

Itu tuntunannya. Jadi pilih-pilih. Lihat itu. Sebab kalau tidak, pasti
dipengaruhi. Kita tidak bisa bertahan itu.

Sekarang, anda sudah punya sahabat. Bagaimana memelihara itu persahabatan itu
? Itu tidak gampang memelihara persahabatan. Ada orang pandai bersahabat
tetapi tidak pandai memelihara persahabatan. Nah ada tuntunan agama bagaimana
seseorang memelihara persahabatan. Dan kalau saya berbicara tentang
persahabatan ini, itu bukan hanya antar anak-anak. Orang tua pun termasuk.

Yang pertama, dikatakan, jangan mencampurbaurkan antara serius dan canda.
Biasa serius, dianggap bercanda. Biasa bercanda, dianggap serius. Itu kalau
campurbaur, putus itu persahabatan. "Saya kan main-main nih, main-main maki
anda, terus anda anggap serius". [Diambil hati terus tersinggung].
Tersinggung kan ? Lha ini orang main-main saja. Anda tidak bisa memelihara
persahabatan kalau mencampurbaurkan itu.

Yang kedua, biasa sahabat kita itu bisa bercanda, bisa juga serius dia marah.
Kalau mau pelihara persahabatan, jangan jawab marahnya atau makiannya itu dgn
makian yg serupa. Tapi bisa menjawabnya dgn bercanda kepadanya. Dalam
hubungan suami istri misalnya kalau istri marah jangan ikut marah tetapi
peluk dia, cium dia, nanti ndak jadi marah. Jadi jangan dijawab dgn marah.
Itu terpelihara. Ooo dia marah, dijawab dgn canda dgn muka ceria. Jadi harus
ada satu yg mengalah.

Yang ketiga. Jangan sekali-kali berkata kepada teman anda, "Kamu bodoh". Dan
jangan juga kalau dia memberi saran pada anda dan ternyata sarannya keliru
terus berkata, "Ini gara-gara kamu nih".  Biasa begitu ? Itu tidak
terpelihara. Jangan juga berkata kalau anda beri saran pada dia lantas saran
anda bagus, "Itu kan karena saya". Itu tidak terpelihara persahabatan.

Harus pandai mendengar. Kalau sahabat anda itu menyampaikan joke / cerita
lucu dan anda sudah tahu, bagaimana caranya ? Jangan bilang, "Stop, itu saya
sudah tahu tuh". Tidak bisa begitu. Terus saja mendengarkan. Ikut tertawa.
Menjadi pendengar yg baik. Kalau tidak pandai mendengar, persahabatan tidak
akan langgeng.

Jangan sekali-kali, menampakkan jasa anda kepada sahabat. Karena itu
menjadikan paling tidak dia rendah diri. Kalau sudah berbeda, ada satu yg
rendah diri, satu tinggi hati, tidak terjadi persahabatan yg tulus. Ya kan ?

Kalau sahabat anda senang, ikutlah senang. Itu adalah kewajiban bersahabatan.
Kalau dia susah, ikut susah, yg demikian lebih wajib. Jadi jangan sekali-kali
menampakkan kesedihan waktu dia senang. Jangan juga menampakkan rasa senang
waktu dia sedih. Itu baru anda bersahabat. Ini lagi susah, eh datang
bercanda.

Persahabatan ini baru bisa langgeng sampai hari kemudian kalau sesuai dengan
tuntunan agama. Karena itu di hari kemudian ada tujuh kelompok yg mendapatkan
kedudukan yg tinggi di sisi Tuhan salah satu di antaranya adalah dua orang yg
bersahabat karena Allah, bertemu dalam tuntunan agama, dan berpisah dalam
tuntunan agama.

[moderator]:
Bagaimana pendapat bapak tentang persahabatan antara dua orang yg sudah tidak
ada saling ketersinggungan dalam arti bercanda secara kasar tidak merasa
tersinggung. Itu bagaimana ?

[Jawab]:
Saya kira itu bisa saja ada. Tetapi sekali-sekali, bisa juga ada rasa 
tersinggung. Jadi sebenarnya kita harus tetap menjaga. Bisa saja ada situasi
yg membuat marah lantas putus. Jadi betapa pun, bercanda jangan berlebihan.
Kalau serius, kita serius. Kalau bercanda, kita bercanda, tapi jangan
berlebihan. Kalau bercanda dan dia tidak tersinggung, memang seharusnya
begitu. Seperti panduan pertama, jangan campurkan antara bercanda dan serius.

[Tanya]:
Curhat. Sebatas mana dalam Islam dalam hal yg disampaikan. Mungkin kita
menyadari agak sulit sekali untuk mencari sahabat sejati. Kita khawatir isi
hati, rahasia sudah disampaikan, satu saat kita pecah misalnya, kita berpisah
dan dia benci sama kita sehingga rahasia kita dibeberkan. Batasan-batasan
dalam Islam itu sebatas mana rahasia kita bisa diungkapkan kepada orang lain.

[Jawab]:
Yang pertama dulu, jangan curahkan semua rahasia anda kepada orang yg anda
tidak percaya. Itu sebabnya di dalam Al Qur'an dikatakan, "Hai orang-orang
yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang
yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan)
kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata
kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka
adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat
(Kami), jika kamu memahaminya." (QS. Ali Imran : 118). Bukan karena dia
berlainan agama atau berlainan bangsa dgn anda. Tetapi karena orang itu -yg
Allah larang sebagai tempat curhat- tidak segan-segan terus-menerus akan
mencari keburukan kamu. Sudah jelas kebenciannya kepada kamu. Dari
ucapan-ucapannya. Jangan sampaikan kepadanya.

Tetapi kalau anda yakin bahwa orang ini jujur, bisa dipercaya, dan beragama
maka silakan curhat. Silakan sampaikan rahasia. Tapi syaratnya itu tadi. Dia
orang yg terpercaya agamanya, dll.

Dan kalau dia terpercaya agamanya, tidak mungkin ia mengkhianati anda. Itu
sebabnya juga yang paling banyak tahu kita itu, kalau dalam kehidupan suami
istri, kan suami yg paling tahu istrinya  dan istri yg paling tahu suaminya.
Kalau terjadi perceraian, kalau dia beragama (istri / suami) maka dia tidak
akan beberkan keburukan suaminya/istrinya.

Jadi curhatlah kepada orang yg anda percaya. Dan sebelum sampai pada tingkat
percaya itu ada proses. Sebelum bersahabat kan berkenalan dahulu. Setelah
berkenalan ya berteman. Setelah berteman, teruji menjadi shodiq. Setelah
shodiq menjadi khalil. Istilah lain selain itu di Quran adalah qorin. Teman
yg selalu di mana-mana curhat-curhatan. Jadi bertingkat-tingkat.

[Tanya]: 
Anak kecil bernama Gelar. Ada satu orang anak merasa cocok dgn anak yg lain.
Mereka sudah bersama, selalu bareng, sudah dianggap sebagai sahabat. Tetapi
mereka berdua itu berlainan agama. Itu bagaimana ?

[Jawab]:
Bagus ni pertanyaannya. Sebenarnya tidak ada halangan dalam ajaran Islam
dalam bersahabat dengan siapa pun. Bahkan, kalau kita baca dalam Al Qur'an
dalam masalah sahabat ini, ada perintah Allah di surah An Nisa, "Wa'budullah
wala tusyriku bihi syai'an wabil walidaini ihsana..... wa shohibi bil jambi".
Kita disuruh berbuat baik kepada teman yg berdekatan dgn kita. Yang
berdekatan ini boleh jadi yg berdekatan rumahnya, boleh jadi berdekatan
sama-sama dalam perjalanan, dll. Tidak ada halangan untuk bersahabat. Tapi
ingat, masing-masing harus saling menghormati, harus saling menjaga perasaan,
masing-masing harus menjalankan agamanya dgn baik. Jangan sampai ada
sifat-sifat buruknya mempengaruhi kita, itu yg terlarang. Karena itu tidak
terlarang tetapi sebelum itu, sebelum akrab, yakinlah bahwa dia memberikan
manfaat buat saya. Ooo saya bersahabat mau belajar bersama, boleh-boleh aja.
Saya bersahabat mau pergi menonton bersama, boleh-boleh aja. Walaupun
berlainan agama, berlainan bangsa, berlainan suku, selama tujuannya itu baik
dan benar. Boleh saja. Saya juga punya banyak sahabat non muslim.

[Tanya]:
Katanya, kalau terlalu akrab dengan teman itu suka kalau ada gesekan sedikit,
susah kembalinya. Apakah itu betul, pak?

[Jawab]:
Itu betul, kalau yg bersangkutan tidak memperhatikan syarat-syarat bagi
pemeliharaan persahabatan. Ini tadi, akrab sekali tetapi canda dijadikan
serius. Akrab sekali sampai tidak segan-segan berkata "kamu bodoh" di depan
orang. Padahal untuk memelihara persahabatan tetap harus dijaga perasaan.
Karena itu pula ada pesan bahwa semua yg melampaui batas itu buruk. "Khairul
ummur al washad". Saya mau beri contoh. Berwudhu itu berapa kali? Tiga-tiga
kali. Kalau misalnya ada air sungai, boleh ndak berwudhu empat-empat kali?
Airnya ndak habis-habis nih. Tidak boleh juga. Yang berlebih-lebihan itu
buruk. Bercanda jangan berlebih-lebihan. Naa, bersahabat, bercinta, jangan
juga berlebih-lebihan. Cintai kekasihmu sewajarnya, karena apa? Boleh jadi ia
menjadi lawanmu suatu waktu. Musuhi musuhmu sewajarnya, boleh jadi ia menjadi
sahabatmu suatu waktu. Moderasi itu, pertengahan itu adalah yg baik. Semua yg
ditengah, dala, hal ini baik. Boros jelek, pelit juga jelek. Ceroboh jelek,
penakut jelek, nah di tengahnya itu adalah berani.

[Moderator]:
Pak Quraish, sedikit, ada beberapa pendapat bahwa ada pantangan berbisnis
bersama sahabat karena aslinya ketahuan karena itu menyangkut materi.

[Jawab]:
Na kalau menyangkut materi ya begitu itu. Itu bisa saja terjadi. Karena
persahabatannya bukan didasari keikhlasan, bukan didasari kepentingan yg
lebih besar, tetapi didasari oleh keuntungan. Tapi kalau dia bersahabat
secara tulus, boleh jadi dia justru memberikan sebagian keuntungannya untuk
yg bersangkutan. Nah itu sahabat yg benar. 

[Kesimpulan]:
Kalau kita mau pilih sahabat, saya ingin katakan, pandai-pandailah memilih
sahabat. Carilah sahabat yg bisa memberi manfaat pada anda sebanyak mungkin
dan selanggeng mungkin. Kemudian, pandai-pandailah memelihara sahabat. Banyak
orang pandai bersahabat tetapi tidak pandai memelihara persahabatan itu. Nah
persahabatan yg langgeng itu adalah yg didasari oleh kepentingan yg langgeng
pula bukan kepentingan sementara. Dan kepentingan yg langgeng itu tidak ada
kecuali yg berdasarkan nilai-nilai ajaran agama. Mau materi, ga langgeng. Mau
cinta/senang karena dia cantik, ga langgeng, karena kalo sudah tua jadi jelek
tho.

[moderator]:
Mudah-mudahan buat kita semua yg ada di sini dan juga pemirsa di rumah bisa
mendapatkan sahabat yg baik dan berpengaruh baik terutama untuk kita.


Willy Raindra
e-mail:[EMAIL PROTECTED]




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<!-- SpaceID=1705013556 loc=TM noad -->

--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke