(teu wasa mere komentar).

JP

 

Pembunuh Jawara Betawi Belum Ditangkap
Selasa, 21 Juni 2005 | 16:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Polisi belum menemukan tersangka pembunuh jawara Betawi Mustaqim, 52 tahun. "Bukti yang mengarah kepada tersangka masih diselidiki, termasuk siapa yang menyewa para pemuda Ambon itu,"Kepala Polisi Resor Jakarta Selatan, Komisaris Besar Ghufron.

Mustaqim, tewas dalam bentrokan antar kelompok yang berlatar dua suku yang berbeda berebut lahan kosong yang diduga milik Pertamina di Mampang, Jakarta Selatan, Senin (20/06) kemarin. Akibatan bentrokan fisik, Mustaqim tewas.

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi dari tempat kejadian di Jalan Kapten Tendean No 9A, Mampang, Jakarta Selatan, korban tewas saat dilarikan ke rumah sakit. Polisi saat terjadi bentrokan polisi tidak sempat melihat jatuhnya korban. Polisi datang saat bentrokan itu telah mereda. Sehingga yang ditemukan, hanya ceceran darah dan beberapa alat pemukul yang dijadikan senjata selama bentrokan terjadi.

Saat ini lokasi tempat kejadian diberi garis polisi. Namun sekitar lokasi, tidak tampak polisi yang berjaga-jaga. Yang terlihat hanyalah, beberapa balok kayu, tumpukan seng-seng, dan bekas bakaran sampah.

Rengga Damayanti


Pendekar Banten Tuntut Balas Anggotanya yang Tewas
Senin, 30 Mei 2005 | 19:07 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dewan Pengurus Pusat (DPP) Pendekar Banten mendesak kepolisian untuk mengusut kematian Jahuri, 44 tahun, anggota Pendekar Banten yang tewas setelah terjadi bentrok antara pendekar Banten dan sekolompok massa di Perumahan Permata Buana, Kembangan Jakarta Barat, Minggu (29/5). "Kami mendesak agar polisi mengusut kasus ini. Kami juga akan melakukan perhitungan dengan kelompok Jhon Key yang melakukan pembunuhan anggota kami,"ujar Humas DPP Pendekar Banten, Mamas.s kepada wartawan di Serang, Senin (30/5) sore. Dalam konfrensi pers itu tampak hadir sejumlah pengurus DPP Pendekar Banten.

Selain tewasnya Jahuri, dalam bentrokan itu satu anggota pendekar lainnya yakni, Paid mengalami luka-luka. "Dia kini masih dirawat di rumah sakit dengan pengawalan pendekar,"kata Mamas.

Mamas mengaku kedua korban adalah anggota Pedekar Banten yang ikut dikirim untuk memenuhi undangan pengembang Perumahan Permata Buana di Jakarta. Sebelumnya Ketua Satgas Pendekar Kota Tengerang Ismail, mengaku pada Sabtu (28/5) sore pihaknya mendapat undangan dari PT Duta Pertiwi, pengembang Perumahan Permata Buana di kembangan Jakarta Barat.

Dalam undangan itu, Pendekar Banten diminta ikut membantu petugas keamanan untuk mengamankan kawasan perumahan dari sekelompok orang yang menduduki kawasan tersebut. "Tanpa membawa golok dan senjata tajam lainnya kami kirimkan 200 pendekar untuk memenuhi undangan tersebut "katanya.

Tapi, Sabtu malam, menurut Ismail, tiba-tiba diserang sekitar 1.500 massa dari tiga arah. "Penyerang itu Termasuk kelompok Jhon Key. Kami melawan dengan hanya menggunakan benda tumpul,"katanya.

Dari kubu pendekar hanya dua yang jadi korban yakni Paid mengalami luka-luka bacok dan satu lagi Jahuri yang tewas. "Kami tetap akan melakukan perhitungan. Lihat saja nanti,"katanya seraya mengatakan, 198 anggota yang tersisa kini telah ditarik pulang ke Banten

Sementara itu, senin siang, korban Jahuri telah dikebumikan oleh keluarganya di Kampung Cilampang RT 02 RW 07 Kelurahan Unyur, Kabupaten Serang. Dadang kerabat korban menutut agar kematian Jahuri harus dibalas dengan nyawa.

Faidil Akbar

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke