KBS Harus Hasilkan Keputusan Nyata
SUBANG (PR).-
Kongres Basa Sunda (KBS) VIII dengan format berbeda dari kongres-kongres sebelumnya
diharapkan menghasilkan keputusan-keputusan serta solusi yang baik dalam rangka upaya
melestarikan dan mengembangkan bahasa dan sastra Sunda.
Selain itu kongres juga diharapkan menghasilkan suatu kebijakan yang nantinya dikeluarkan oleh pemerintah daerah untuk lebih memperkuat keberadaan serta penggunaan bahasa dan sastra Sunda di masyarakat Jawa Barat pada umumnya.
Hal ini dikatakan Sekretaris Lembaga Bahasa jeung Sastra Sunda (LBSS) Drs. Dingding, saat di hubungi "PR" di Subang semalam. "Kongres Bahasa Sunda VIII kali ini formatnya agak berbeda dengan kongres-kongres sebelumnya," ujar Dingding.
Kongres yang berlangsung mulai hari ini (28/6) dan akan berakhir Kamis (30/6), bertempat di Pendopo Kabupaten Subang ini diharapkan dapat menghasilkan keputusan-keputusan serta solusi yang baik dalam rangka upaya melestarikan dan mengembangkan bahasa dan sastra Sunda.
Seperti halnya kongres terdahulu, kongres tahun ini diikuti sekira 350 peserta dari berbagai elemen. Mereka diharapkan mampu menggali banyak hal, mulai dari permasalahan yang sudah, sedang dan akan dihadapi bahasa dan sastra Sunda. "Meskipun penutur bahasa Sunda atau masyarakat yang masih memakai bahasa Sunda sebagai bahasa keseharian, masih sangat besar jumlahnya. Demikian pula halnya dengan pengarang atau penyair Sunda juga lumayan banyak, tapi permasalahan yang kini tengah dihadapi juga lumayan banyaknya," ujarnya.
Solusi yang dihasilkan merupakan solusi yang realistis dan dalam praktiknya dapat diterapkan meskipun kemungkinan besar akan ditemui pendapat yang berbicara idealis, sehingga solusi yang di tawarkan juga terlalu idealis.
Dingding mencontohkan, soal penambahan jumlah jam pelajaran bahasa Sunda di sekolah atau menjadikannya pelajaran yang menentukan kelulusan seorang siswa. "Hal tersebut mungkin terlalu berlebihan. Namun, minimal di kongres ini ada kesepakatan dan kesepahaman mengenai idealnya dan dapat diterima oleh masyarakat banyak," ujarnya.
Mengenai porsi pembicaraan dikatakan Dingding akan lebih dititikberatkan pada penggunaan di tingkat sekolah. Dengan pertimbangan media berbahasa Sunda, pengajaran bahasa Sunda di sekolah adalah adalah pilar yang tidak boleh dianggap sepele dalam upaya pelestarian dan pengembangan bahasa Sunda.
Namun hal ini merupakan hal yang tidak mudah untuk dilakukan bahkan saat ini menjadi persoalan besar karena sejumlah daerah pinggiran Kota Jakarta mulai menghapus pengajaran bahasa Sunda. "Untuk itu dalam pelaksanaan nanti harus ada ketegasan dari gubernur sebagai kepala daerah untuk mengeluarkan kebijakan," ujarnya.
Selain itu tentunya kebijakan yang dikeluarkan juga diharapkan didukung oleh kalangan legislatif melalui dukungan politik. Pengembangan bahasa dan budaya Sunda perlu dilakukan secara komprehensif melalui pendekatan politis, ekonomis, maupun geografis.
Selain Gubernur Jabar yang akan bertindak sebagai pembicara, juga akan tampil di antaranya Drs. Budhyana, M.Si. (Kadisbudpar Jabar), Drs. Aep Hidayat (Bupati Subang) dan H. Obar Sobarna (Bupati Kab. Bandung). "Mudah-mudahan kongres ini akan berjalan sesuai harapan," harap Dingding.
Sementara itu hingga pukul 22.00 WIB jumlah peserta yang melakukan daftar ulang sudah 350 orang dan mulai berdatangan ke Kab. Subang menginap di Subang Plaza dan Hotel Diamon yang disediakan pihak penyelenggara. "Kemungkinan jumlahnya akan terus bertambah karena yang konfirmasi jumlahnya lebih banyak dari itu, untuk itu kami mengimbau agar calon peserta datang lebih awal," ujarnya.
Sementara itu, dalam kunjungannya ke Redaksi "PR" beberapa waktu lalu, Ketua LBSS, Taufik Faturohman mengatakan, diselenggarakannya Kongres Basa Sunda VIII, tidak hanya melulu membahas persoalan sastra. Tetapi juga membahas tema-tema lainnya, yang berkait erat dengan perkembangan dan pertumbuhan bahasa Sunda dewasa ini. Untuk itu pihak panitia telah menyiapkan 32 makalah dengan 39 orang narasumber. Tema lainnya yang akan dibahas dalam kesempatan itu adalah tentang "Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Dalam Upaya Menumbuhkembangkan Bahasa, Sastra, dan Aksara Sunda", serta "Gerakan Menggunakan Bahasa Sunda di Lingkungan Pemerintahan."
Di samping itu akan pula dibahas soal-soal lainnya, yang bersangkutan dengan penggunaan bahasa Sunda, yang akan disajikan oleh sejumlah pakar dalam bidangnya masing-masing. Mereka, para pakar itu, sebagaimana yang telah dijadwalkan oleh pihak panitia adalah Prof. Dr. H. Ayat Rohaedi, Prof. Dr. H. Yus Rusyana, Prof. Dr. Iskandarwassid M.Pd., Dra. Hj. Popong Otje Djungdjunan, Drs. H. Hidayat Suryalaga, H. Enas Mabarti, Drs. Wahyu Wibisana, dan Prof. Dr. H. Edi S. Ekadjati.
Tampilnya para pakar tersebut secara khusus akan membahas soal-soal kebahasaan, mulai dari membahas tema "Ngahirup-huripkeun Basa Sunda Lulugu jeung Dialek," "Nyusun Kamus Basa Sunda nu Luyu jeung Kaperluan Kiwari" hingga "Miara Basa Sunda di Pangumbaraan".
Sementara itu dalam bidang sastra, akan pula dibahas tema tentang "Basa Sunda dina Rumpaka Lagu Barudak" dan "Ngangkat Darajat Basa jeung Sastra Sunda dina Skenario Film." Sejumlah nara sumber yang direncanakan hadir dalam bidang sastra ini, antara lain Godi Suwarna, Drs. Tatang Sumarsono, Nano S., S.Kar., Eddy D. Iskandar, Arthur S. Nalan, S.Sen., Dedi Gumelar (Miing) dan Drs. Hawe Setiawan.
Lebih lanjut Taufik Faturohman mengatakan, tentu saja bukan hanya tema-tema itu akan dibahas dalam kongres tersebut. Dalam membahas soal pendidikan, akan ditampilkan para pembicara yang pakar dalam bidangnya, seperti Drs. H. Karna Yudibrata, Drs. Usep Kuswari, M.Pd., serta beberapa narasumber lainnya. Dalam bidang media massa antara lain akan tampil narasumber Abdullah Mustappa dan Us Tiarsa.
Untuk bidang penelitian akan tampil narasumber Prof. Dr. Hj. Fatimah Djajasudarma dan Drs. Taufik Ampera, M.Hum., serta dalam bidang kelembagaan akan tampil nara sumber Yayat Hendayana dan Drs. H. Akhlan Husen.
"Dengan dibahasnya tema-tema tersebut maka jelas, Kongres Basa Sunda VIII
merupakan forum bagi masyarakat Sunda untuk membahas perkembangan berbagai aspek
kebahasasundaan. Kongres yang akan diselenggarakan ini merupakan pelaksanaan dari amanat
masyarakat Sunda yang menghendaki dilakukannya kajian terhadap semua aspek kebahasasundaan
setiap kurun waktu lima tahun," katanya. (A-87)***
sumber ti ; http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0605/28/0108.htm
--Roisz Tea
Mugia Urang Balarea Aya Dina
Ginulur Karahayuan Ginanjar Kawilujeungan
Nu Dirahmatan Ku Gusti Nu Maha Suci
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
---- LSpots keywords ?> ---- HM ADS ?>
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "urangsunda" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

