kanggo kang dudi, aya tambihan info. nyanggakeun. punten teu
diterjemahkeun...
bag
==========================
>
>
>
> >Ketika menanggapi postingan seorang netter penganut Katolik yang
> >simpatik mengenai azan di Milis Apakabar, saya mengutip pendapat Dr
> >Nurcholis Majid (Cak Nur), bahwa semakin dekat ke pusat lingkaran---pada
> >tataran esetoris semua agama--semakin kecil perbedaan. Cak Nur memang
> >salah seorang pemikir Islam yang giat dan konsisten mempromosikan adanya
> >titik temu semua agama, tanpa menafikan perbedaan-perbedaan yang ada
> >pada agama-agama tersebut yang menyebabkan dirinya sering menerima
> >hujatan dari kelompok literal/radikal. Bahkan konon ada yang
> >menghalalkan darahnya.
> >
> >Saya tidak tahu bagaimana perasaan Cak Nur ketika membaca Rubrik Agama
> >Majalah TEMPO pekan ini (Edisi 27 Juni-3 Juli 2005): "Gereja yang Nyaris
> >Bertauhid", yang memberitakan Robert P Walean, seorang penganut Kristen
> >Advent, mempresentasikan apa yang disebutnya "Islam Hanif" di depan
> >sekitar 500 jemaat Gereja Advent di Gedung Argo Pantes Jalan Gatot
> >Subroto sekitar tiga pekan yang lalu, di mana dengan lantang dia
> >"berfatwa" bahwa: "Al-Kitab dan Al-Quran menunjukkan bahwa Islam hanif
> >adalah ajaran yang diterima Allah."
> >
> >Cak Nur dalam bukunya "Pintu-pintu Menuju Tuhan" mengemukakan bahwa
> >Ibrahim adalah Bapak agama tauhid (monoteisme) sedangkan hanif ialah
> >"bersemangat kebenaran".
> >
> >Kesimpulan tersebut diperoleh Robert setelah sekitar tiga tahun bersama
> >sejumlah Pendeta Advent membolak balik kedua kitab suci itu di lembaga
> >Penelitian Al-Kitab dan Al-Quran 'Last Events' yang didirikannya, di
> >mana akhirnya mereka menemukan kaitan antara Kedar dan Nebayot dalam
> >Yesaya 6-7, yang dalam pandangan Kristen merupakan keturunan Nabi
> >Ibrahim dari garis Ismail yang menganut Islam, dengan QS 16 : 123
> >("Kemudian Kami wahyukan kepadamu, ikutilah agama Ibrahim secara
> >hanif"). Dari sini lah ia kemudian mengusung nama Islam hanif, yang
> >artinya Islam yang lurus.
> >
> >Mengenai syariat Islam hanif ini Robert menjelaskan bahwa "Semua
> >perilaku Nabi Ibrahim dan Muhammad SAW adalah Islam hanif." Tapi tidak
> >persis sama seperti Islam, sebab hari suci Islam hanif versi Robert
> >bukanlah Jumat, melainkan Sabtu alias Sabath sebagaimana juga dalam
> >Kristen Advent.
> >
> >Tidak sukar untuk diduga bahwa ajaran Robert ini menimbulkan pro dan
> >kontra. Menurut Tri Djoko Suwarso, MA, Direktur Komunikasi Gereja
> >Kristen Advent Indonesia Barat seperti dikutip TEMPO, pendeta Kristen
> >Advent terbelah dua. Demikian pula dengan sekitar 400 ribu penganut
> >Advent di Indonesia. Sebagian mendukung, sebagian menolak. Salah seorang
> >yang mendukung itu adalah Pendeta L. Situmorang dari Gereja Masehi Hari
> >Ketujuh di Jalan Dr Saharjo Jakarta, yang menyambut ajaran Robert
> >tersebut dengan terbuka, dan dalam pernyataan resmi bermaterai
> >tertanggal 23 Januari yang lalu, antara lain mengakui bahwa "Muhammad
> >SAW adalah utusan Allah".
> >
> >Masih menurut TEMPO, Gereja Advent tidak melarang aktivitas Robert di
> >gerejanya dan jemaahnya. "Pak Robert mencoba mewartakan ajaran Tuhan
> >menurut versinya," ujar Suwarno.
> >
> >Di sini saya lama termenung.
> >
> >Pertama saya termenung betapa Robert dkk begitu berani menerabas
> >kotak-kotak pemikiran yang namanya dogma agama untuk mencari kebenaran
> >yang hakiki dan pertanyaan yang tidak terjawab
> >
> >Kedua saya termenung karena menyaksikan begitu besarnya toleransi umat
> >Kristiani dalam menyikapi perbedaan, walaupun perbedaan itu nyaris
> >seperti siang dengan malam, yang saya percaya bahwa hal tersebut
> >tentunya dilandasi keyakinan bahwa pemilik kebenaran yang hakiki itu
> >hanya Allah.
> >
> >Lalu, kenapa umat Islam---yang inti ajarannya berserah diri kepada
> >Allah---yang juga juga memiliki keyakinan bahwa pemilik kebenaran yang
> >hakiki itu hanya Allah, tetapi kadang-kadang merasa menjadi pemilik
> >kebenaran itu sendiri, sehingga sangat mudah atas nama Allah untuk
> >menkafirkan atau menganggap murtad orang-orang yang pemahaman
> >keagamaannya tidak persis sama seperti JIL, LDII dan Ahmadi. Padahal
> >perbedaan antara orang-orang Islam yang suka menkafir-kafirkan itu
> >dengan JIL, LDII dan Ahmadi tidak sehitam kuku perbedaan antara penganut
> >Advent yang menerima Islam hanif dengan yang menolaknya.
> >
> >Akibatnya waktu dan enersi ummat Islam habis untuk "urusan langit",
> >sehingga kita abai dengan urusan bumi. Sebagian Ummat Islam menyambut
> >dengan tempik sorak pemberlakuan syariat Islam dalam bentuk pelaksanaan
> >hukum cambuk kepada kriminal-kriminal kecil di Aceh, tetapi abai pada
> >kenyataan bahwa Qanun (Perda) No 13/2003 bersifat diskrimintif karena
> >tidak berlaku bagi pejabat dan ABRI, sesuatu yang bertentangan dengan
> >keadilan dan egaliterianisme yang merupakan prinsip ajaran Islam.
> >Bukankah tidak kurang dari Al Mustafa Rasulullah SAW sendiri dengan
> >tegas bersabda: "Hatta, jika Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya
> >akan aku potong tangannya, dan ketika terjadi kesulitan ekonomi,
> >Khalifah Umar bin Khatab tidak memotomg tangan para pencuri yang mencuri
> >hanya sekedar mencuri karena lapar?
> >
> >Tetapi yang lebih menyedihkan umat Islam mulai abai kepada puluhan ribu
> >saudara-saudara mereka korban bencana Tsunami yang masih tinggal di
> >tenda-tenda pengungsian entah sampai kapan, mereka-mereka yang
> >kehilangan segala-galanya: isteri, suami, anak, orang tua, harta benda,
> >sumber mata pencaharian, kecuali harapan, bahwa kita akan selalu
> >memperhatikan, membantu dan menjenguk mereka.
> >
> >Kembali ke Islam hanifnya Robert dkk, apakah sebagai seorang muslim saya
> >gembira terhadap pengakuan Robert dkk terhadap kebenaran Al-Quran dan
> >kerasulan Nabi Muhammad SAW yang merupkan suluh dan uswah kehidupan
> >saya. Saya berdusta bila saya katakan tidak. Namun saya juga khawatir,
> >bahkan sangat khawatir, bahwa istilah Islam hanif ini bisa jadi perkara
> >bagi orang-orang merasa dirinya pemilik Islam yang sejati. Karena
> >dibandingkan dengan Islam salat dwibahasanya Yusman Roy yang sudah mulai
> >menjalani sidang pertama di PN Kepanjen Malang dengan dakwaan melakukan
> >penistaan agama Islam, Islam hanif ini jauh lebih gawat.
> >
> >Karena itu saya mengusulkan agar sebutan Islam hanif, dengan syariat
> >yang masih seperti sekarang ini, diubah saja dulu menjadi Kristen hanif.
> >
> >Mudah-mudahan ada yang bisa menyampaikan kepada yang bersangkutan.
> >
> >Wallahualam bissawab.
> >
> >Ya, apalah awak ini
> >
> >Wassalam, Darwin
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/