Selamat Sore teman2 pecinta Einstein,
mungkin artikel ini bisa lebih meningkatkan apresiasi
teman2 kepada orang yang telah membuat dunia ini
menjadi asyik.
Salam,
Agung Sudono
Kita Perlu Berterima Kasih kepada Einstein
Oleh: Oki Gunawan
Sumber : Kompas (29 April 2005)
KITA bisa mendengarkan musik lewat CD player dengan
suara jernih. Atau nonton film dari DVD player dengan
kualitas gambar yang tajam. Bisa memotret dengan
kamera digital yang tak perlu lagi harus mencuci-cetak
film negatif. Semua itu bisa terjadi karena teorinya
Einstein.
Di Princeton, New Jersey, AS, sedang dirayakan 100
tahun annus mirabilis (tahun mukjizat) karya besar
Albert Einstein, sekaligus 50 tahun wafatnya sang
mahaguru. Bersamaan dengan itu, PBB menobatkan tahun
2005 ini sebagai Tahun Fisika Dunia yang intinya
mengimbau semua bangsa di dunia untuk mengingat
pentingnya peran sains dalam kehidupan manusia dan
meningkatkan apresiasi terhadap usaha manusia dalam
mengungkap rahasia alam semesta dan jagat raya.
Di Jurusan Fisika Universitas Princeton (tempat
Einstein dulu bergaul dengan tokoh-tokoh legendaris
fisika lainnya, seperti Wolfgang Pauli dan Richard
Feynman) digelar serentetan kuliah-kuliah populer
untuk publik seputar karya besar Einstein yang
disertai demonstrasi-demonstrasi fisika menarik. Pada
puncaknya tanggal 18 April baru lalu, bertepatan
dengan hari wafatnya, digelar pertunjukan laser yang
megah di lapangan kampus sebagai tribut bagi sang
mahaguru.
Karya-karya Einstein
Einstein mulai menetap di Princeton sejak tahun 1933
sampai akhir hayatnya di tahun 1955, setelah
sebelumnya harus angkat kaki dari tempat asalnya di
Jerman gara-gara berkuasanya rezim Nazi saat itu.
Pada tahun 1905, Einstein memublikasikan lima makalah
dalam jurnal Annalen der Physik yang berisi tiga topik
mahakarya bidang fisika. Yaitu efek fotolistrik, gerak
Brown, dan yang paling terkenal, teori relativitas
khusus. Secara singkat ketiga topik tersebut
berturut-turut memaparkan sifat kuantum cahaya,
memperkuat bukti-bukti adanya keberadaan molekul dan
atom, dan mendobrak pengertian kita akan ruang, waktu,
dan energi.
Melalui karya-karyanya ini, Einstein seperti menemukan
mata rantai yang putus yang menjembatani topik-topik
utama fisika klasik saat itu. Yaitu efek fotolistrik
menjembatani elektromagnetika dan termodinamika, efek
Brown menjembatani termodinamika dan mekanika klasik,
lalu teori relativitas khusus menjembatani mekanika
klasik kembali ke elektromagnetika. Hal inilah yang
menambah daya tarik magis karya-karya Einstein
tersebut, terutama teori relativitas khususnya yang
revolusioner.
Tak mengherankan karya-karyanya ini menjadi monumen
kejeniusan Einstein dan menempatkan dirinya sebagai
raksasa intelektual dalam sejarah peradaban manusia
setelah Galileo Galilei dan Isaac Newton. Sehingga
layaklah tahun 1905 ini disebut annus mirabilis-nya
Einstein. Pada tahun yang sama dia menerima gelar PhD
dari Universitas Zurich dengan tesisnya yang berjudul
"On a new determination of molecular dimensions".
Karya Einstein tentang teori relativitas khusus di
tahun 1905 ini tertuang dalam makalahnya yang berjudul
"On the electrodynamics of moving bodies". Di sini
Einstein berusaha merekonsiliasikan mekanika klasik
dengan teori elektromagnetika Maxwell. Dalam usahanya,
Einstein terpaksa merobohkan fondasi konsep mekanika
Newton yang selama ini bertumpu pada kemutlakan ruang
dan waktu dan menggantinya dengan postulat bahwa
kecepatan cahaya di ruang hampa itulah yang mutlak,
tidak tergantung kecepatan atau kerangka acuan
pengamat.
Konsekuensinya konsep ruang dan waktu menjadi relatif
yang efeknya menjadi dramatis kalau obyek yang
bersangkutan melaju dengan kecepatan mendekati
kecepatan cahaya. Contoh gamblangnya tertuang pada
ilustrasi terkenal paradoks si kembar, di mana si
kembar A yang berkelana naik pesawat dengan kecepatan
sangat tinggi akan lebih awet muda ketimbang
kembarannya B yang diam saja di bumi kalau mereka
bertemu kembali. Hal ini juga mengimplikasikan bahwa
perjalanan waktu (time travel) ke masa depan adalah
mungkin, asal kita mengendarai pesawat yang bisa
melaju mendekati kecepatan cahaya.
Einstein menutup tahun mukjizatnya dengan makalahnya
yang kelima dan yang pamungkas, "Does the inertia of a
body depend on its energy content ?", di mana dia
memaparkan konsep bahwa massa suatu benda adalah
besaran yang mengukur energi yang ada di dalamnya.
Konsep ini ia nyatakan kembali di tahun 1907 dalam
bentuk persamaan fisika yang paling terkenal sepanjang
masa, E=mc2.
Banyak yang salah kaprah, Einstein mendapat hadiah
Nobel fisika bukan karena teori relativitasnya yang
revolusioner itu, melainkan karena temuan penjelasan
efek fotolistriknya. Maklum saja, teori relativitas
Einstein ini tergolong sangat kontroversial saat itu.
Walaupun demikian hadiah Nobel pun sebenarnya masih
kurang layak untuk mahakarya Einstein tersebut. Dalam
kariernya kemudian, Einstein bergumul untuk
menyempurnakan teorinya yang akhirnya dirampungkannya
dalam teori relativitas umum di tahun 1916.
Mengawang-awang?
Meminjam istilah dunia riset sains Indonesia,
karya-karya Einstein tersebut sepertinya tampil
"mengawang-awang". Membuat kita terpukau, tapi kita
sering kali sulit menghargai apa pengaruhnya
teori-teori tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut buah hasil karya Einstein yang "membumi"
Kita menggunakan kalkulator dengan panel bertenaga
surya, membidik pemandangan indah sana-sini dengan
kamera digital, berterima kasihlah pada konsep efek
fotolistrik Einstein.
Kita berkelana menjelajah hutan menggunakan perangkat
GPS (Global Positioning System). Supaya pembacaan
datanya akurat, sistem ini harus memperhitungkan
koreksi efek relativitas. Yaitu efek melambatnya detak
waktu akibat kecepatan tinggi (relativitas khusus) dan
juga di lain pihak efek bertambah cepatnya detak waktu
karena melemahnya gravitasi di angkasa (relativitas
umum) yang dialami satelit pemancar sinyal GPS
tersebut.
Kita memutar cakram digital mendengar lagu atau
menonton film kegemaran kita. Semuanya bisa bekerja
karena adanya laser yang membaca informasi yang
tersimpan dalam cakram tersebut. Untuk itu berterima
kasihlah pada konsep stimmulated emission yang
dipaparkan Einstein di tahun 1917 yang menjadi fondasi
pengembangan laser puluhan tahun selanjutnya.
Memang bukan berarti Einstein yang langsung
menciptakan semua teknologi tersebut. Tapi dengan
bertumpu pada fondasi-fondasi teori fisikanya ini,
sederetan generasi fisikawan dan insinyur bekerja
keras sehingga akhirnya menghasilkan teknologi modern
seperti yang kita nikmati tersebut di atas.
Buah karya Einstein ini akan terus bergulir di masa
mendatang. Contohnya, beranjak dari kemajuan teknologi
elektronika yang sangat sukses, para peneliti sekarang
sedang merintis bidang baru yang disebut spintronika.
Kalau teknologi elektronika bertumpu pada interaksi
muatan listrik, dalam spintronika orang berusaha
mengeksploitasi interaksi spin untuk mengolah
informasi. Dalam hal ini untuk memengaruhi muatan
listrik diperlukan medan listrik. Tetapi untuk
memengaruhi spin diperlukan medan magnet yang secara
praktiknya sulit direalisasikan dalam skala divais
mikroelektronik standar.
Tetapi menurut prinsip relativitas Einstein, kalau
elektron melintas sangat cepat, medan listrik pun akan
muncul sebagai medan magnet dalam kerangka acuan
elektron dan bisa berinteraksi dengan spin elektron.
Konsep ini membuka peluang dikembangkannya
divais-divais spintronika baru yang fungsional.
Tentunya karya Einstein tersebut tidak disebut
mahakarya cuma karena dampak positifnya yang bisa
dinikmati oleh manusia. Tapi lebih karena gebrakan
revolusionernya dalam usaha pemahaman alam semesta
yang menjadi monumen penting peradaban umat manusia.
Tak mengherankan pada pergantian milenium kemarin
Einstein juga dinobatkan sebagai Person of the Century
oleh majalah Time.
____________________________________________________
Sell on Yahoo! Auctions no fees. Bid on great items.
http://auctions.yahoo.com/
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/