|
Ya Allah Gusti
Mugi mugi abdi tong dugi ka kalap kos
kitu
jadi inget ka si cikal 4 tahun kakara bae lebet
TK
keur meumeujeuhna baong, unggal poe pasti aya bae
kalakuan nu matak 'gemes' hayang nyabok
Teu kapok kapok ku diciwit ku indungna
bade di print keur bacaeun pamajikan, bisi manehna
oge kalap
Nuhun Kang roisz
-Kang epi-
punteun
teu disundakeun
Abah ... kembalikan tangan Ita
Sepasang suami
isteri—seperti pasangan lain di kota – kota besar—meninggalkan anak – anak
diasuh pembantu rumah semasa keluar bekerja. Anak tunggal pasangan ini,
perempuan berusia tiga setengah tahun.
Bersendirian di rumah dia kerap
dibiarkan pembantunya yang sibuk bekerja bermain di luar, tetapi pintu pagar
tetap dikunci. Bermainlah dia sama ada berayun – ayun di atas buaian yang
dibeli bapanya, atau pun memetik bunga raya, bunga kertas dan lain – lain di
halaman rumahnya.
Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dia pun
mencoret semen tempat mobil ayahnya diparkirkan tetapi kerana lantainya
terbuat dari marmer, coretan tidak kelihatan. Dicobanya pada mobil baru
ayahnya. Ya ... karena mobil itu bewarna gelap, coretannya tampak jelas. Apa
lagi kanak - anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.
Hari itu bapak dan ibunya bermotor ke tempat kerja kerana macet ada
perayaan Thaipusam.
Setelah penuh coretan yg sebelah kanan dia
beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya
sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikuti imaginasinya.
Kejadian itu berlangsung tanpa disadari si pembantu rumah.
Pulang
petang itu, terkejut pasangan itu melihat kereta yang baru setahun dibeli
dengan bayaran angsuran. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun
terus menjerit, "Kerjaan siapa ini?" Pembantu rumah yang tersentak dengan
jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam
ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya.
Sekali lagi diajukan
pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan 'Tak tahu... !" "kamu di
rumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?" hardik si isteri lagi. Si anak
yang mendengar suara ayahnya, tiba – tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan
penuh manja dia berkata "Ita yg membuat itu abahhh.. cantik kan!" katanya
sambil memeluk abahnya ingin bermanja seperti biasa. Si ayah yang hilang
kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon bunga raya di depannya,
terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak
mengerti apa – apa terlolong-lolong kesakitan sekaligus ketakutan. Puas
memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. Si
ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman
yang dikenakan.
Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa?.
Si bapak cukup rakus memukul – mukul tangan kanan dan kemudian tangan kiri
anaknya. Setelah si bapak masuk ke rumah dituruti si ibu, pembantu rumah
menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar. Dilihatnya telapak tangan dan
belakang tangan si anak kecil luka – luka dan berdarah.
Pembantu rumah
memandikan anak kecil itu. Sambil menyiram air sambil dia ikut menangis.
Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan kepedihan saat luka - lukanya
itu terkena air.. Si pembantu rumah kemudian menidurkan anak kecil itu. Si
bapak sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah.
Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah
mengadu. "Oleskan obat saja!" jawab tuannya, bapak si anak. Pulang
dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan
waktu di kamar pembantu. Si bapak konon mau mengajar anaknya.
Tiga
hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga
begitu tetapi setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. "Ita demam... "
jawab pembantunya ringkas. "Kasih minum panadol ," jawab si ibu.
Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya.
Saat dilihat anaknya Ita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lg
pintu kamar pembantunya. Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan
tuannya bahwa suhu badan Ita terlalu panas. "Sore nanti kita bawa ke klinik.
Pukul 5.00 siap" kata majikannya itu.
Sampai saatnya si anak yang sudah
lemah dibawa ke klinik. Doktor mengarahkan ia dirujuk ke hospital kerana
keadaannya serius. Setelah seminggu di rawat inap doktor memanggil bapak
dan ibu anak itu. "Tidak ada pilihan.." katanya yang mengusulkan agar
kedua tangan anak itu dipotong karena gangren yang terjadi sedah terlalu
parah.
"Ia sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya kedua tangannya
perlu dipotong dari siku ke bawah" kata doktor. Si bapak dan ibu bagaikan
terkena halilintar mendengar kata – kata itu. Terasa dunia berhenti
berputar, tapi apa yg dapat dikatakan. Si ibu meraung merangkul si anak.
Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si bapak terketar –
ketar madandatangani surat persetujuan pembedahan.
Keluar dari
bilik pembedahan, selepas obat bius yang suntikkan habis, si anak menangis
kesakitan. Dia juga heran melihat kedua tangannya berbalut kasa putih.
Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia
mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis.
Dalam siksaan menahan
sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. "Abah.. Mama... Ita tidak
akan melakukannya lagi. Ita tak mau ayah pukul. Ita tak mau jahat. Ita
sayang abah.. sayang mama." katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal
menahan rasa sedihnya. "Ita juga sayang Kak Narti.." katanya memandang
wajah pembantu rumah, sekaligus membuatkan gadis dari Surabaya itu meraung
histeris.
"Abah.. kembalikan tangan Ita. Untuk apa ambil.. Ita janji
tdk akan mengulanginya lagi!
Bagaimana caranya Ita mau makan
nanti? Bagaimana Ita mau bermain nanti? Ita janji tdk akan mencoret –
coret mobil lagi," katanya berulang – ulang.
Serasa copot jantung si
ibu mendengar kata – kata anaknya. Meraung – raung dia sekuat hati namun
takdir yang sudah terjadi, tiada manusia dapat menahannya.
*
Jika tidak dapat apa yang kita suka ... belajarlah utk menyukai apa yang
kita dapat …
* SoMeTiMeS GoOd PeOpLe Do EvIl ThiNgs
... --Roisz Tea Mugia Urang Balarea Aya Dina Ginulur
Karahayuan Ginanjar Kawilujeungan Nu Dirahmatan Ku Gusti Nu Maha Suci
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
---- LSpots keywords ?>---- HM ADS ?>
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
---- LSpots keywords ?>
---- HM ADS ?>
YAHOO! GROUPS LINKS
|