Majalah MiSYKAT Edisi 22 Juli  '05.

(majalah pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur)                                                           

 Embrio Kebejadan Ahmadiyah ?

Oleh : Nasrul Afandi*

 

Ahmadiyah sebagai aliran atau jemaat dideklarasikan oleh Mirza Ghulam Ahmad di Qadiyan India(sekarang wilayah Pakistan) tahun 1889. Karena terdapat perbedaan pandangan kepemimpinan dan ketokohan generasi penerus deklaratornya, Ahmadiyah terbagi menjadi dua aliran.

 

Pertama ; Anjuman Ahmadiyah (Ahmadiyah Qadiyan). Kedua ; Anjuman Ishaat Islam Lahore (Ahmadiyah Lahore). Golongan pertama itulah yang banyak pengikutnya. Dan kedua  golongan (aliran) tersebut tetap konsesus mengakui kepemimpinan dan setia mengikuti ajaran serta paham yang bersumber utama pada ‘’sabda nabi’’ Mirza Ghulam Ahmad.

 

Ahmadiyah adalah suatu aliran yang menyatakan diri sebagai komunitas Islam eksklusif dari ummat Islam lain pada umumnya. Ironinya lagi, komunitas Ahmadiyah menganggap mereka adalah paling unggul dan paling benar daripada komunitas Muslim yang lain. Dalam keyakinan mereka, Islam hanya akan mampu untuk bangkit melalui jalur tunggal Ahmadiyah.

Sebutan (Ahmadiyyah) ini, diambil dan dinisbatkan dari nama pengarangnya ‘’Mirza Ghulam Ahmad’’ yang memproklamirkan diri sebagai nabi dan mendapat wahyu dari Allah, padahal yang dikatakan olehnya sebagai wahyu itu merupakan ayat-ayat al-Quran yang telah dirusak oleh mereka.

Pengikutnya Adalah Kafir ?

Jumhur ulama sayap kanan (ahlissunnah waljamaah) telah konsesus, bahwa al-Quran adalah sumber utama dari totalitas syari’ah al-Islamiah, mulai aqidah, ubudiah, muamalah, ukhuwwah dan seterusnya dengan berbagai cabangannya, serta bagi orang yang sedikit saja mengingkarinya salah satu ayatnya adalah kafir.

Dalam Ahmadiyah, terdapat berbagai penyelewengan besar yang mengakibatkan para pengikutnya adalah kafir. Sungguh banyak faktor yang menyebabkan mereka terjerembab kekafiran, dengan menabrak rambu-rambu utama Islam. Di antaranya;

Pertama;
Ahmadiyah mempunyai kitab suci sendiri yaitu "Tadzkirah". Siapapun yang mengingkarinya adalah kafir, termasuk Muslimin  di luar faham Ahmadiyah.

Kedua; mengakui adanya( Mirza Ghulam Ahmad) adalah Nabi dan Rasul setelah Nabi Muhammad saw. Barangsiapa yang tidak mengimaninya adalah kafir atau murtad. Padahal tegas dinyatakan dalam al-Quran dan al-Hadits “bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi dan Rasulullah yang terakhir”. Anehnya, mereka mampu menyebutkan adanya nabi dan rasul setelah Muhammad SAW. Tetapi mereka tidak pernah mampu menyebutkan seorang nabipun setelah Mirza Ghulam Ahmad yang hanya manusia biasa itu.

Ketiga; Elite-elite mereka telah memporak-porandakan kebenaran  al-Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Demi untuk menguatkan tipu muslihatnya kepada para pengikutnya yang tersesat itu. Bahkan, untuk memperkuat tipu muslihatnya agar pengikutnya yakin, di salah satu ayat dalam “kitab sucinya Tadzkirah” disebutkan, Inna anzalnahu qariban minal qadiyan (sesungguhnya kami menurunkan kitab suci itu di daerah dekat dengan Qodiyan).

Konsekuensi dari tiga hal tersebut. Ahmadiyah menganggap  ”Tadzkirah”  adalah satu –satunya kitab suci dari Allah dan menaskh al-Quran. Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi sekaligus Rasul yang terakhir untuk merekonstruksi risalah para utusan sebelumnya. Qadian dan Rabwah di India adalah tempat suci untuk melakukan ibadah haji. Mempunyai khalifah sendiri yang di pilih pada waktu-waktu tertentu, sekarang dipimpin oleh khalifah ke-V  yang bermarkas di Inggris bernama  Mirza Masrur Ahmad yang terpilih pada tahun 2003. Uniknya, punya kalender penghitungan ; tanggal, bulan dan tahun sendiri. Dan seterusnya, yang intinya, nyata-nyata “eksklusif” jelasnya menyimpang dari ajaran Islam.

Semua penganut Ahmadiyah di seluruh dunia wajib tunduk dan taat tanpa filter atas titah dan perintah sang khalifahnya itu. Orang di luar Ahmadiyah adalah kafir dan wanita Ahmadiyah haram kawin dengan laki-laki di luar Ahmadiyah. Jika tidak mau mengakui kebenaran Ahmadiyah akibatnya mengalami kehancuran.


Dapat dismpulkan. Bahwa Ahmadiyah  memproklamirkan diri; “bukan merupakan bagian dari dalam Islam, tetapi merupakan independensi (agama) yang harus dimenangkan dari semua agama lainnya, termasuk agama Islam”.

Adapun Ahmadiyah pertama masuk dan disebarkan di Indonesia oleh dua mubalig Ahmadiyah aliran Lahore, Mirza Wali Ahmad Baiog dan Maulana Ahjmad, lewat kunjungan mereka ke Yogyakarta, 1924. Sementara Ahmadiyah aliran Qadian masuk ke Indonesia tahun 1925. Di Indonesia, aliran tersebut pernah berkembang pesat, namun sebenarnya pada 20 September 1984 oleh pemerintah sudah dilarang dan dibubarkan.

*Nasrul Afandi, alumni pesantren Lirboyo Kediri; mahasiswa universitas al-Qurawiyien Maroko; anggota pembina pesantren Kedungwungu Krangkeng Indramayu Jawa Barat.

 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id




SPONSORED LINKS
Culture Corporate culture Hawaiian culture
Hispanic culture Jewish culture Organizational culture


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke