> > From: "Andris Trinanda" <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: <undisclosed-recipients:>
> > Sent: Friday, July 22, 2005 2:12 PM
> > Subject: [Warga Jabodetabek] FW: [sakitjiwa] FW: [balita-anda] Fw:
> > [smandel-94] Arogansi Hoka-hoka Bento:Nasi bercampur kotoran tikus dipesan
> > saya, malah dijadikan tersangka penganiayaan!
> >
> >
> > dari milis yg lain....
> >
> > Kepada
> > Yth. Redaksi ASTAGA.COM
> >
> > Dengan hormat,
> > Berkaitan dengan kejadian sangat menjijikan yang saya alami saya saat
> > makan malam di Restoran anda, HOKA-HOKA BENTO Menteng, Jum'at 8 Juli
> 2005,
> > Pkl.20.50 Wib tersebut. Saya yang bertanda tangan dibawah ini :
> >
> > Nama Lengkap : Wirawan
> > No. Telp : 0856 9011172
> > NIP : 01633
> > Pekerjaan/Jabatan : Promo Off Air, Graphic Design Section Head
> > PT. Cakrawala Andalas Televisi (antv)
> > Gd. Sentra Mulia Lt.15
> > Jl. H.R Rasuna Said, Kav.X6 No.8
> > Jakarta Selatan
> > Telp.(62 21) 522 2086, Fax (62 21) 527 7104
> >
> > Mengirimkan Surat Pembaca (terlampir), dan jika dibutuhkan untuk
> bahasan
> > artikel, misalnya, saya lampirkan pula kronologis kejadian yang
> lebih
> > detail. Proses ini sudah masuk ke YLKI (via telpon sejak Senin 11 Juli
> '05,
> > Via email dikirim 13 Juli '05, dan pengisian form keluhan YLKI
> tertanggal
> > 20 Juli '5 terlampir) Surat Komplain juga sudah saya kirimkan ke PT.
> Eka
> > Boga Inti (pengelola Hokben), namun hingga Surat Pembaca ini dikirim
> tidak
> > ada tanggapan yang responsif dan responsable.
> >
> > Malah kemudian, yang datang surat panggilan polisi yang menuduh
> saya
> > sebagai terdakwa penganiayaan. Padahal sebelumnya, saya menolak tawaran
> via
> > telepon mereka untuk jalan 'damai' dan 'kekeluargaan'. Karena
> dalam
> > tuntutan surat saya ke pihak Hoka-hoka Bento adalah pemuatan
> Surat
> > Permintaan Maaf di berbagai media atas peristiwa yang terjadi menimpa
> saya.
> > (Surat Terlampir).
> >
> > Mudah-mudahan peristiwa ini dapat menjadi hikmah positif bagi
> consumen
> > indonesia pada umumnya, dan diri saya pada khususnya. Dan atas
> pemuatannya
> > di Surat Pembaca (terlampir dihalaman selanjutnya) saya ucapkan
> tarima
> > kasih.
> >
> >
> > Hormat Saya,
> >
> >
> > Jakarta, 20 Juli 2005
> >
> >
> > Wirawan
> > Promo Off Air, Graphic Design Section Head
> > PT. Cakrawala Andalas Televisi (antv)
> > ___________
> >
> >
> > Isi Surat
> Pembaca
> >
> >
> > TRAGEDI HOKA-HOKA BENTO: Setelah Nasi bercampur kotoran Tikus di
> mangkuk
> > saya, malah dilaporkan sebagai Terdakwa
> Penganiayaan!.
> >
> > Jum'at malam, 8 Juli 2005, pkl.20.00 Wib, Sepulang kerja diperkantoran
> > sekitar Kuningan saya mengajak rekan kerja saya makan di Hoka-Hoka Bento
> > disekitar kawasan Menteng.
> >
> > Saya memesan Paket Spesial 1 terdiri atas ; Chicken Teriyaki dan ayam yang
> > dibalut tepung serta Udang, teh Botol, dan Ogura (es kacang merah).
> > Sedangkan teman saya memesan paket lain.Dan kami mulai membuka nasi yang
> > tertutup rapat diwadah melamin warna hitam yang tampak bersih. Kami duduk
> > dekat kasir, laptop, tas dan kamera digital saya letakkan dibangku sebelah
> > saya.
> >
> > Saat makan, tiba-tiba saya menggigit benda berwarna hitam yang saya kira
> > adalah 'beras ketan' yang bercampur dengan nasi putih. Namun ketika sumpit
> > saya mengangkat lagi 'benda hitam' tsb, saya mulai mengambilnya dengan
> jari
> > tangan saya, saya pencet dan saya buang kelantai (karena saya kira nasi
> > atau beras ketan yang ikutan 'termasak' dan benda inilah yang saya jadikan
> > bukti kemudian ) ....
> >
> > Namun ketika saya mengangkat lagi undukan nasi dengan sumpit, terdapat
> > 'banyak bulir-bulir hitam' menempel, saya mulai heran dan jijik. Lalu saya
> > hampiri Kasir (bernama Yati) yang saat itu sedang melayani satu pembeli.
> > Saya tanya menanyakan benda hitam yang bercampur dengan nasi tersebut, dia
> > melihat sebentar lalu membawa masuk kedalam ruang dalam. Saya kembali ke
> > meja makan, meneruskan makan tanpa nasi
> >
> > Sekian lama tak ada satupun yang keluar menjelaskan benda apa yang ada di
> > nasi saya, dan saya masih tidak curiga dan berfikiran positif, kok lama
> > sekali makanan saya tidak di kembalikan. Lalu saya tanyakan kembali ke
> > Kasir yang lama tidak keluar ruangan. Namun jawaban mereka sungguh
> > mengecewakan, nasi pesanan saya sudah dibuang dan mangkuknya sudah dicuci!
> >
> > Saya kecewa dan marah, apalagi sang supervisor(Bp.Murjoko) juga mengetahui
> > adanya kotoran tersebut, namun tidak berupaya menjelaskan dengan baik,
> > malah membuang barang bukti yang sedang ditanyakan konsumen. Emosi saya
> > makin meninggi, apalagi saat kejadian tersebut ia tahu namun tidak
> memiliki
> > sikap professional yang responsive dan responsible.
> >
> > Karena tidak ada penjelasan yang setidaknya dapat menurunkan amarah saya
> > saat itu, akhirnya ia membuat surat pernyataan tentang adanya kotoran di
> > nasi pesanan saya, setelah saya menemukan bukti lain berupa 'tahi tikus
> > butiran hitam' (foto terlampir) yang sempat saya buang dilantai dengan
> > tissue, saya memotret benda tersebut, juga situasi restoran.
> >
> > Makin mengecewakan ternyata tanda tangannya tidak sama dengan KTP dan SIM,
> > saya marah dan menendang krat yang berisi botol kosong, juga mendorong
> sang
> > supervisor yang justru mempersoalkan botol pecah yang saya tendang.
> > Pertanyaan yang membuat saya amat marah tidak dijawab, malah mempersoalkan
> > masalah lain!.
> >
> > Akhirnya saya memutuskan akan melapor ke kepolisian, namun ketika diluar
> > jalan ada pihak lain (yang mereka sebut penjaga yang biasa mangkal didepan
> > restoran mereka) saya keberatan karena saya tidak menghendaki pihak lain
> > selain HOKBEN dan saya yang mendatangi kantor polisi.
> >
> > Saya pulang dan mencoba menenangkan diri malam itu, agar kemarahan akibat
> > perlakuan tersebut tidak memuncak. Adanya kotoran tikus di nasi pesanan
> > konsumen amatlah menjijikan! Akhirnya saya memutuskan melaporkan ke YLKI
> > hari Senin 11 Juli '05, dan mengikuti tahapan prosedural yang berlaku.
> Juga
> > mengirimkan surat keluhan ke pengelola PT. Eka Boga Inti, dengan bukti
> yang
> > saya miliki, yang hingga surat ini dikirim belum memberikan respon yang
> > bertanggung jawab.Malah berujung Surat Pemanggilan pihak kepolisian dengan
> > tuduhan sebagai Tersangka Penganiayaan (baca bagian bawah...)
> >
> > Adapun tiga orang (Store Manager, Area Manager dan Saksi) sebagai utusan
> > Hokben yang datang Senin, 11 Juli '05, justru menanyakan mengapa saya
> > membawa kamera saat itu, sejujurnya saya sampaikan bahwa saya adalah
> > karyawan antv (saya bukan orang iseng yang menggunakan masalah sensitive
> > dan serius ini untuk hal yang cuma membuang waktu) yang bertugas membuat
> > iklan cetak program yang ditayangkan. Dan tugas saya memotret selebritis
> > untuk materi iklan tersebut, justru baru kali ini saya memotret kotoran
> > tikus di makanan yang saya pesan! Pertanyaan yang naïf disaat teknologi
> > ponsel saja saat ini sudah pula dilengkapi kamera!. Artinya, mereka selalu
> > berkelit membelokan masalah utama dan mengangkat masalah lain, tanpa
> > melihat dari sudut perspektif sebab akibat. Jika kredo Hokben seperti itu,
> > tidak heran jika masalah konsumen bukan utama dalam orientasi kepuasan
> > pelanggan!.
> >
> > Berita mengagetkan muncul saat Selasa 19 Juli 2005, berupa panggilan dari
> > pihak Kepolisian Resort Menteng yang menuduh saya sebagai Tersangka kasus
> > penganiayaan Murjoko!, supervisor Hoka-Hoka Bento yang bertugas malam itu.
> > Seperti inikah HOKBEN memperlakukan dan menanggapi keluhan consumen?,
> > mengalihkan masalah utama dan mencari-cari masalah lain sebagai bentuk
> > represif agar saya terpaling ke hal lain? apalagi sebelumnya saya menolak
> > 'berunding damai dan kekeluargaan' yang ditawarkan oleh Store Manager (Bp.
> > Zaky), justru yang muncul kemudian adalah tuduhan saya menjadi TERDAKWA
> > PENGANIAYAAN! (surat panggilan kepolisian terlampir).
> >
> > Ironis, konsumen yang sedang mengguggat hak-haknya melalui jalur
> > prosedural yang disarankan YLKI, justru dipelintir dengan memutar balikan
> > fakta yang ada! Saya kerja dan berhubungan dengan banyak media, tapi saya
> > masih mencoba melihat segala persoalan dengan lebih sabar, tidak
> > menggunakan publisitas untuk menghadapi masalah sensitif ini, karena pihak
> > HOKBEN sudah kelewat batas, saya akan mengajukan berbagai jalur hukum yang
> > lebih intens untuk meminta pertanggung jawaban anda! ...
> >
> >
> > Wirawan
> > Promo Off Air, Graphic Design Section Head
> > PT. Cakrawala Andalas Televisi (antv)
> > Note : Photo dok lain akan dikirim jika dibutuhkan.Saya bersedia di
> > wawancara jika dibutuhkan informasi lebih lanjut.
> >
> >
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
> --
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG Anti-Virus.
> Version: 7.0.323 / Virus Database: 267.9.2/55 - Release Date: 21/07/2005
>
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - Find what you need with new enhanced search. Learn more.
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "urangsunda" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

