Angin duduk 
================================
Dear mates,
Pagi ini, sewaktu saya sampai di kantor, saya dikejutkan dengan 1 berita
kematian rekan kerja saya yang baru berumur 32 tahun, wanita, belum
berkeluarga. Tidak ada tanda - tanda atau sakit apapun pada dirinya.
Sampai dengan kemarin, hari Senin, dia masih bekerja seperti biasa.
Tadi pagi, jam sekitar 4 pagi, dia ditemukan meninggal dunia di tempat
tidur oleh kakaknya yang tidur satu ranjang dengannya. Menurut kakaknya,
Ros, begitu namanya, masih keluar kamar tidur pada jam sekitar 11.30
malam.
 
Tetapi pada sekitar jam 4 pagi, tanpa sengaja kakaknya (orang
medis)menyentuh tangan Ros, terasa sangat dingin dan sang kakak sangat
kaget, dan segera memegang nadi di leher, ternyata sudah tidak berdenyut
lagi.
Penyebab kematiannya tentu saja tidak diketahui, tapi berikut ini ada satu
artikel yang mungkin bisa menjawabnya, dan saya sangat ingin teman-teman
sekalian membaca artikel ini, dan lebih memperhatikan / mengetahui
gejala-gejala perubahan pada diri kita walaupun tentu saja kita tidak
ingin hal seperti ini terjadi pada siapapun.
 

Angin Duduk sama dengan Sindrom Jantung Koroner Akut.  Hanya dalam 15
menit sampai 30 menit, orang yang terserang angin duduk bisa meninggal.
Padahal, penderita, sebelumnya terlihat sehat-sehat saja. Dunia kedokteran
selama dua tahun terakhir berhasil mengidentifikasi istilah baru penyakit
jantung yang akrab disebut angin duduk. Ternyata, penyakit ini tak sekedar
masuk angin berat, tetapi identik dengan sindrom serangan jantung koroner
akut (SSJKA).
Teridentifikasinya istilah ini, menurut Guru Besar Bidang Ilmu Penyakit
Dalam FKUI, Prof DR dr. Teguh Santoso    SpPD, di Jakarta, pekan lalu.
Menandai sebuah koreksi besar terhadap mitos yang berkembang di masyarakat
selama ini. Bahwa masuk angin hebat itu adalah penyakit yang berbahaya,
bahkan bisa menimbulkan kematian hanya dalam waktu 15 hingga 30 menit
sejak serangan pertama. Jadi kata Teguh lagi, jika Anda tiba-tiba merasa
nyeri dada, sebaiknya tidak melakukan aktivitas fisik apapun termasuk
berhubungan seks.
Segeralah pergi ke rumah sakit yang menyediakan fasilitas penanganan gawat
darurat jantung. Ingat!. Tidak boleh lebih dari 15 menit setelah serangan
nyeri pertama.
 
Sindrom serangan jantung koroner akut merupakan penemuan terbaru akhir
banyak disikapi masyarakat dengan tindakan yang salah. Misalnya, penderita
dikerok, diberi minuman air panas, atau diberi ramu-ramuan untuk
mengeluarkan angin. Padahal, penderita bisa meninggal mendadak tanpa ada
tanda-tanda sakit.
Gejalanya:
Muncul keluhan nyeri ditengah dada, seperti :
- Rasa ditekan
- Rasa diremas-remas, menjalar ke leher, lengan kiri dan kanan,  serta ulu
hati.
- Rasa terbakar dengan sesak napas dan keringat dingin.
 
Keluhan nyeri ini bisa merambat ke kedua rahang gigi kanan atau kiri,
bahu,  serta punggung. Lebih spesifik, ada juga yang disertai kembung pada
ulu hati seperti masuk angin atau maag.
Sumber masalah sesungguhnya hanya terletak pada penyempitan pembuluh darah
jantung (vasokonstriksi).
Penyempitan ini diakibatkan oleh empat hal :
- Pertama, adanya timbunan-lemak (aterosklerosis) dalam pembuluh darah
akibat konsumsi      kolesterol tinggi.
- Kedua, sumbatan (trombosis) oleh sel beku darah (trombus);
- Ketiga, Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah akibat kejang
yang terus menerus.
- Keempat, infeksi pada pembuluh darah.
 
Penyempitan itu, lanjutnya lagi, mengakibatkan berkurangnya oksigen yang
masuk ke dalam jantung. Ketidak-seimbangan pasokan dengan kebutuhan
oksigen pada tubuh mengakibatkan nyeri dada yang dala m istilah medisnya
disebut angina.
 
Namun kata Teguh, hendaknya dibedakan antara keluhan nyeri pada sindrom
serangan jantung koroner akut (SSJKA) dengan serangan jantung koroner
(SJK) (infark miokard). Pada SJK, angina terjadi akibat sumbatan total
pembuluh darah jantung karena aktivitas fisik yang berlebihan.
Sementara pada SSJKA angina terjadi akibat sumbatan tidak total yang
dirasakan saat istirahat. "SSJKA ini memang mendadak. Bukan karena capek,
masuk angin, atau penyakit-penyakit lainnya. Biasanya penderita akan
meninggal paling lama lima belas menit setelah keluhan rasa nyeri pertama
kali dirasakan" , kata Teguh.
Masyarakat diminta waspada terhadap keluhan angina ini. Soalnya penderita
sebelum terserang akan tampak sehat -sehat. Solusi satu-satunya hanyalah
melonggarkan sumbatan yang terjadi, yaitu dengan memberikan obat anti
platelet (sel pembeku darah) dan anti koagulan. Atau, obat untuk
mengantisipasi ketidak-seimbangan supplai oksigen dan kebutuhan oksigen.
Misalnya nitat, betabloker, dan kalsium antagonis.
Di tempat terpisah. Ahli jantung RS Jantung Harapan Kita dr. Santoso
Karo-Karo MPH:, SpJp mengungkapkan kondisi rumah sakit di Indonesia tidak
terlalu bisa diharapkan untuk pengobatan SSJKA. Rumah sakit terkesan
lambat menangani pasien. Untuk itu ia menyarankan agar penderita yang
sudah tahu bahwa dirinya memiliki gangguan jantung sebaiknya membawa
tablet antiplatelet ke manapun ia pergi. Obat antiplatelet yang paling
murah dan gampang di cari adalah aspirin. Obat ini selain bermanfaat
sebagai pertolongan pertama mengatasi nyeri dan melonggarkan kembali
pembuluh darah yang tersumbat oleh thrombosit atau platelet (sel pembeku
darah).
 
 


Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke