Aspek Kehidupan Alami Kemunduran Represi Terselubung "Hilangkan" Ki Sunda BANDUNG, (PR).- Represi terselubung yang dialami etnis Sunda selama ini telah mengakibatkan kemunduran hampir dalam semua aspek kehidupannya, termasuk bidang sastra dan bahasa, sejarah, arkeologi, filologi, agama-kepercayaan, pandangan hidup, ekonomi kemasyarakatan, politik, kesenian, bahkan bidang lingkungan hidup, arsitektur hingga makanan serta pakaian.
"Bahkan, peranan etnis Sunda di daerahnya sendiri juga memperlihatkan kemunduran. Jadi, dibutuhkan berbagai upaya agar generasi mendatang tidak sampai kehilangan identitas," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, Drs. H.I. Budhyana, M.Si., Senin (8/8). Didampingi Kepala UPTD Balai Kepurbakalaan dan Nilai-nilai Kesejarahan Tradisional, Drs. Pramaputra, M.M., Budhyana menyatakan, dewasa ini keberadaan Ki Sunda seringkali dihujat oleh kalangan generasi muda. "Bahkan, kerap muncul pertanyaan, masih adakah Ki Sunda saat ini?" Pertanyaan tersebut memunculkan sikap kritis dan penyadaran sebagian masyarakat Sunda terhadap penelusuran nilai-nilai budaya Sunda. Pada gilirannya mempertanyakan eksistensi dirinya (jati diri Ki Sunda). "Diakui atau tidak, represi terselubung yang dialami etnis Sunda selama ini, tanpa terasa telah mengakibatkan kemunduran hampir dalam semua aspek kehidupan urang Sunda," katanya. Sebagai contoh, akibat gempuran kebudayaan lain yang didukung sarana dan prasarana yang canggih, kesenian dan kebudayaan Sunda mengalami kemunduran kreativitas dan apresiasi. "Yang lebih menyedihkan lagi, tidak sedikit peninggalan arsitektur lama, berupa bangunan maupun lingkungannya, termasuk makanan dan pakaian yang sudah tidak dikenal lagi oleh masyarakatnya," ujarnya. Untuk melindungi terjadinya proses pemiskinan budaya yang makin parah, Disbudpar Jabar melalui UPTD Balai Kepurbakalaan dan Nilai-nilai Kesejarahan Tradisional, akan berupaya melakukan penelusuran jejak Ki Sunda. Upaya yang dilakukan akan melibatkan sejumlah tokoh dan masyarakat Sunda, seperti Edi S. Ekadjati, Hidayat Suryadilaga, Saini KM, Judistira K., Anis Jatisunda, Mubyar Purwasasmita, Yus Rusyana, Arthur S. Nalan, dan Enoch Atmadibrata. Langkah awal yang hendak dilakukan adalah mengadakan dialog dan seminar yang rencananya diadakan 11-13 Agustus mendatang di Bogor. (A-87)*** ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12ho8a72p/M=320369.6903865.7846595.3022212/D=groups/S=1705013556:TM/Y=YAHOO/EXP=1123575038/A=2896112/R=0/SIG=1107idj9u/*http://www.thanksandgiving.com ">Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children¿s Research Hospital</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

