> Karena Sufi (Tasawwuf) juga diangkat dalam tulisan ini, ada baiknya juga > melihat apa yang ada dalam tulisan di bawah... > > KUTIPAN: > Tidak. Bukti-bukti pun bermunculan.Lembaga besar yang jelas anti Islam > sebagaimana Pak Tengku kutip sendiri itu, jelas faham betul. Dari sisi > tasawuf > secara umum begitu saja, orientalis pada umumnya sejak zaman penjajahan > sudah > faham betul bahwa itu JALAN YANG SANGAT MEMBERI PELUANG RUSAKNYA ISLAM. Maka > sampai kini ditempuh oleh Barat dengan mendirikan pusat-pusat kajian Islam > di > perguruan-perguruan tinggi terkemuka di Barat, tak lain misinya adalah > menyuntikkan tasatwuf atau sufisme ke anak-anak cerdas Muslimin sedunia agar > jadi alat mereka.Hal itu sudah diteliti secara seksama dan diseminarkan > secara > internasional oleh pakar-pakar Islam di London tahun 1990-an bahwa apa yang > disebut-sebut studi-studi Islam di universitas-unversitas barat itu hanyalah > mementingkan sufisme (tasawwuf).Islam dipandang sebagai sub-budaya Timur, > dan > tidak sebesar Kong Hucu atau Hindu Budha.Dan yang disebut Islam itu hanyalah > sufisme (Tasawwuf).[2] Maka tak mengherankan alumni-alumni barat yang mereka > kirim untuk belajar Islam kepada orang-orang kafir itu ketika pulang mereka > ramai-ramai menjajakan tasawuf dan suara-suara aneh yang merusak atau > menginterupsi Islam. > > juga: > Sehabis itu khabarnya Aa Gym juga bergabung dalam apa yang disebut do'a > bersama > antara berbagai agama di Bali setelah kasus letusan bom di Legian Kuta Bali. > > (coba cocokkan dengan fatwa MUI) > > Juga: > Bagaimana pula ketika umat Islam belum lama dibantai oleh orang-orang > Nasrani > dibakar didalam masjid hingga mati ratusan muslimin di Indonesia Timur, > tau-tau > kemudian Aa Gym berpidato di Gereja Morio Poso (Sulawesi) dihadapan 500 > jemaat > dengan berkata: > > "Saudara-saudara, kita memang berbeda agama.Tapi kita mempunyai kesamaan, > sama- > sama mempunyai hati!! (menjaga Hati hal 32 , dikutip dalam Raport Merah hal > 5) > > Bayangkan, ketika Aa Gym berpidato di Masjid Istiqlal Jakarta dan disiarkan > TV > swasta ditonton oleh jutaan orang, tau-tau mencontohkan orang yang baik itu > mukanya pun sudah tampak, contohnya Bunda Theresa (orang non Muslim). Apakah > itu merupakan dakwah yang sesuai dengan Islam? Padahal Al Qur'an sudah > menegaskan: > > "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik > bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) > hari > kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Qs Al Ahzab 21) > > > > -------------------------------------------------------------------------- -- > ---- > > > > IBNU JAUZI berkata : " TASAWUF adalah mazhab (golongan) yang dikenal > melebihi > zuhud . Bukti bahwa antara ZUHUD dan TASAWUF berbeda adalah , yakni ZUHUD > tidak > dicela oleh siapapun, sedangkan TASAWUF telah dicela oleh para ulama,.." (al > Muntaqa an Nafsis min Talbis Iblis: 214) > > Maka cukuplah kiranya nasihat dari Syaikh Abubakar Jabir al Jazairi : " > Sesungguhnya , bisa saja tasawuf itu berasal dari sebagian Islam , tetapi > bisa > pula ia bukan dari ajaran Islam . Apabila tasawuf benar berasal dari > sebagian > ajaran Islam, maka ISLAM itu sendiri sudah cukup bagi kita. Sedangkan bila > tasawuf bukan dari ajaran Islam , maka kita tidak pernah butuh kepada ajaran > seperti itu." > > -------------------------------------------------------------------------- -- > ---- > BERTASAWUFLAH BILA MAU RUWET > Oleh : Hartono Ahmad Jaiz > Majalah Media Dakwah Rajab 1424/september 2003 hal 33-46 > -------------------------------------------------------------------------- -- > ---- > > IMAM As-syafi'i berkata:"Seandainya seseorang menjadi sufi pada pagi > hari,maka > siang sebelum dhuhur ia menjadi orang yang dungu".Dia (Imam asSyafi'i) juga > pernah berkata :"Tidaklah seseorang menekuni tasawuf selama 40 hari,lalu > akalnya (masih bisa) kembali normal selamanya." [1] > > Ungkapan Imam As Syafi'i rahimahullahu itu apakah masih bisa dirasakan > langsung > sampai kini??? Coba kita buktikan dengan menelusuri contoh sebagai berikut: > > Sebuah buku yang isinya membela tasawuf sengaja ditulis oleh Tengku > Zulkarnaen > dengan judul "Salah Faham Penyakit Umat Islam Masa Kini-jawaban atas buku > Raport Merah Aa Gym.Buku ini diterbitkan Yayasan al-Hakim, Jakarta Agustus > 2003 > setebal 236 halaman.Ini merupakan bantahan terhadap buku Raport Merah Aa > Gym, > MQ di Penjara Tasawuf, tulisan Abdurrahman al-Mukaffi, Darul Falah, Jakarta > April 2003. > > Ada kejanggalan-kejanggalan yang kalau kita merujuk kepada perkataan Imam > AsSyafi'I seperti tersebut barulah ketemu jawabnya .Disana kejanggalan isi > buku > membela tasawuf dan Aa Gym ini bisa dikutip langsung sebagai berikut: > > Kutipan: > > "Untuk lebih jelasnya bagi pembaca sekalian kami ingin mencontohkan sebuah > ungkapan orang-orang sufi :"Ketika ku kenal Allah maka leburlah daku". Ahli > dzahir akan melihat kalimat ini sebagai ungkapan yang aneh dan sesat. > Bagaimana > mungkin Allah menjadikan hambanya lebur, bagaikan timah panas yang dibakar > api,..? Memangnya Allah itu panas?! Kalau begitu i'tiqadnya ,"telah kafirlah > dia". Sebab menuduh Allah memberi mudharat.Demikian kira-kira pemahaman ahli > zhahir yang buta ilmu tasawuf. > > Para ahli tasawuf mengungkapkan ucapan diatas dengan jalan sebagai > berikut:"Ketika aku belum kenal Allah, kurasakan aku orang yang hebat. Mampu > beli ini, itu. Berbuat ini, berbuat itu. Aku berkuasa menjalankan mau-ku dan > menyetop mau-nya orang. Tiba-tiba sakit kakiku,kena penyakit tetanus. Kata > dokter kakiku harus dipotong,sebab telah membusuk. Kukatakan pada sang > dokter > bahwa aku punya uang 50 milyar, kesemuanya milikku. Ambil berapa engkau mau, > asal kakiku jangan dipotong. Kemudian, ..barulah aku sadar, ternyata aku tak > hebat.mempertahankan dan menjaga kakiku saja ,aku tak mampu.Oh Allah,.. > Engkau > menguasai seluruh alam semesta alam. Betapa kuasa-Nya Engkau,..Betapa > hebatNya > Engkau,..Ketika kukenal Allah maka leburlah aku,..Hilanglah aku dan seluruh > kehebatanku ketika berhadapan dengan Allah." (Tengku Zulkarnaen, Salah Faham > hal 63) > > KOMENTAR > > Begitulah,..contoh langsung yang diungkapkan oleh seorang pembela tasawuf > sekaligus pembela Aa Gym dalam bukunya untuk membantah buku RaportMerah Aa > Gym, > MQ di Penjara Tasawuf.Sepotong ungkapan orang tasawuf,"Ketika ku kenal Allah > maka leburlah daku,",..ternyata untuk memahaminya harus mutar-muter > sana-sini > dengan mengemukakan duitnya 50 milyar, kakinya busuk, enggan diamputasi oleh > dokter. Cerita itu diputus begitu saja, apakah jadi dipotong atau tidak, > atau > duitnya diberikan betul ke dokter atau tidak, tak jadi diceritakan. Kemudian > baru sadar dirinya tidak hebat.(Lha dari tadi sudah kesakitan). Lalu > digambarkan kesadaran itu dengan ungkapan: Ternyata aku tak hebat, Oh > Allah,..Engkau menguasai seluruh alam semetsa, mempertahankan dan > menjaganya, > tidak tidur siang dan malam. Betapa kuasaNya Engkau,..betapa hebatNya > Engkau,..ketika kukenal Allah leburlah aku,..hilanglah aku dan seluruh > kehebatanku ketika berhadapan dengan Allah." > > Kenapa harus mengatakan:"Ketika kukenal Allah maka leburlah aku???Tidak > cukupkah ungkapan Islami dan wajar sebagai hamba Allah dengan mengucapkan > Allahu Akbar , Allah Maha Besar, lalu disertai taubat, mohon ampunan kepada > Allah atas kesombongan ataupun perasaan-perasaan hebat yang selama ini > melekat > dihatinya, lalu disertai dengan sikap tawadhu' terhadap Allah dan juga di > dalam > pergaulan sesama mahluk?? Kenapa perlu-perlunya mengatakan:"Ketika kukenal > Allah maka leburlah aku?? Yang disamping ungkapan itu rancu, masih pula > mengandung macam-macam ketidaksesuaian dengan kenyataan dan aqidah???? Wong > legan golek momongan (orang bebas dari kerepotan malah cari repot), kata > orang > Jawa. Itu cari kerjaan saja, hasilnya belum tentu ada, bahayanya sudah > jelas. > > Masih menyalah-nyalahkan orang yang dianggap sebagai ahli zahir lagi.Masih > mengatakan orang yang tidak mampu memahami kata orang tasawuf yang rancu itu > sebagai orang yang buta ilmu tasawuf lagi.Dan masih pula mengatakan bahwa > para > ahli tasawuf akan memahami ungkapan aneh itu dengan jalan ibarat-ibarat atau > cerita konyol jadi-jadian. Yang duitnya 50 milyar-lah, yang kakinya busuk > kena > tetanus-lah, Yang pamer duit 50 milyar ke dokter lah.Lha kalau ahli > tasawufnya > orang yang tidak punya duit, kakinya busuk, orang-orang menyingkirinya, > bagaimana???Tentu harus mutar cerita yang lain lagi. Sulit amat jalan yang > harus ditempuh hanya untuk memahami ungkapan rancu orang tasawuf saja. > > Itulah ulah orang tasawuf. Maka benarlah ungkapan Imam AsSyafi'i > :"Seandainya > seseorang menjadi sufi pada pagi hari,maka siang sebelum dhuhur ia menjadi > orang yang DUNGU.":"Tidaklah seseorang menekuni tasawuf selama 40 hari ,lalu > akalnya (masih bisa) kembali normal selamanya." > > Untuk menyadari kesalahan, mengakui kebesaran Allah Subhanahu wa ta'ala dan > bertaubat memohon ampunanNya, tidak perlu ada ibarat-ibarat yang ruwet > seperti > digambarkan oleh pembela tasawuf itu,yang akhirnya harus muter-muter untuk > membela ungkapan yang tidak nggenah-nya (tak karuannya) itu, yaitu ."ketika > kukenal Allah maka leburlah aku,.Sejak jaman Nabi Adam alaihi salam pun > sudah > dicontohkan dengan baik,sebagaimana difirmankan oleh Allah Subhanahu wa > ta'ala > tentang penyesalan Adam alaihi salam dan Hawa setelah melakukan pelanggaran, > tidak taat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan tergoda syaitan. > > Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, > dan > jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya > pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi". (QS Al A'raaf :23) > > Al Qur'an adalah perkataan yang paling baik,paling benar, dan menjadi > pedoman > untuk sepanjang masa.Disini tidak ada keraguan sama sekali.Dan ternyata > untuk > menyadari kesalahan ataupun mengakui kebesaran Allah Subhanahu wa ta'ala > tidak > perlu mengucapkan ucapan-ucapan yang rancu dan merusak aqidah seperti yang > dikemukakan orang tasawuf yaitu :..ketika ku kenal Allah maka leburlah > aku,..TIDAK.(Akan) tetapi adalah ucapan wajar,benar dan penuh ketawadhu'an > :"Ya > Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak > mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami > termasuk > orang-orang yang merugi." > > Betapa jauhnya antara benarnya ungkapan dalam Al Qur'an dan sesatnya > ungkapan > orang sufi. > > Nabi Ibrahim tentu lebih mengenal Allah dibanding orang sufi,hingga Allah > mengisahkan ucapannya dalam Al Qur'an: > > (yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku > dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku, > dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku, > dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali), > dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat". > (Ibrahim berdoa): "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah > aku > ke dalam golongan orang-orang yang saleh (QS Asy Syua'ara:78-83) > > Itulah Nabi Ibrahim alaihi salam dia mengenal Allah Subhanahu wa ta'ala dan > mengucapkan beberapa pernyataan, tidak ada pernyataan tentang "Ketika > kukenal > Allah , leburlah aku,..!!!!!!!!!!!!!" > > Mana yang lebih bisa dipegangi, ucapan Nabi Ibrahim alaihi salam yang > diabadikan Allah Subhanahu wa ta'ala dalam Al Qur'an ataukah cerita khayalan > tengku zulkarnaen pembela tasawuf, jama'ah tabligh dan Aa Gym yang punya > konsep > manajemen qalbunya saja hasil kontemplasi dan perenungan itu ??? Mana yang > lebih selamat untuk diikuti ,ungkapan Allah Subhanahu wa ta'ala dalam al > Qur'an > ataukah cerita picisan model sufi dalam buku tengku zulkarnaen selaku > pembela > Aa Gym yang tanpa mengaca diri berani-beraninya mengecam Syaikh Ibnu > Taimiyyah, > Ibnu Qayyim al Jauziyyah, dan faham Salaf itu?? Betapa jauhnya antara > kebenaran > yang ditunjukkan Allah dalam Al Qur'an dengan BUALAN orang sufi serta orang- > orang yang dibelanya.Betapa jauhnya kerusakan mereka. > > Mari kita lanjutkan penyimakan buku yang membela Aa Gym ini. > > Kutipan > > Tuan Abdurrahman selanjutnya mengatakan bahwa perlakuan The New York Times > dan > Time menyanjung Aa Gym tiada lain untuk membentuk publik figur yang pada > akhirnya membentuk opini publik, bahwa demikianlah sesungguhnya Islam yang > benar itu. Mereka menganggap metode manajemen qolbu (MQ) yang Aa Gym > kembangkan > itu memungkinkan dan memberi peluang besar terseretnya orang-orang muslim ke > dalam agama Yahudi dan Nasrani.(Raport Merah hal 4) > > Alangkah kejinya tuduhan tersebut,sebuah tuduhan yang hanya muncul dari > orang- > orang penderita sakit kejiwaan berupa "religios phobia" (salah satu penyakit > jiwa,dimana sang penderita senantiasa membenci agama lain disekitarnya.Dan > dia > cenderung ingin menghancurkan seluruh agama lain yang ada kecuali agamanya > sendiri. hal ini amat bertentangan dengan ajaran Islam yang tetap memberi > kebebasan pada semua pemeluk agama lain, dan terlarang memaksa mereka masuk > Islam) (Salah Faham hal 8-9) > > KOMENTAR > > Benar-benar tragis. Apakah memang benar Abdurrahman Al Mukaffi sakit > kejiwaan?? > Dan apakah Abdurahman ingin memaksa agar orang non Islam masuk Islam??Dan > salahkah pernyataan Abdurahman itu?? > > Tengku Zulkarnaen sendiri mengutip satu pernyataan dalam buku itu dibagian > lainnya, mengutip wawancara dengan Ramadhan Pohan (yang sudah hampir 5 tahun > bermukim di Washington DC, Amerika Serikat) ditulis oleh Ulil Abshar Abdala > di > Harian Indo Post, ahad 29 juni 2003, hal 4, diantaranya :,..sentimen anti > Islam > bermunculan dikalangan masyarakat Amerika. Bahkan, misalnya, surat kabar > semacam The New York Times tampak sekali bias dalam mengutip ungkapan > insituatif.Misalnya ,berbunyi:"Mari kita habiskan saja Arab-arab barbar > itu!! > (Salah Faham hal 20) > > Nah, lembaga besar yang sudah jelas mengidap sentimen anti Islam, tahu-tahu > menyanjung Aa Gym. Apa makna dibalik itu?? Apakah demi kejayaan dan > ketinggian > Islam? Coba jelaskan!!! > > Salahkah ungkkapan Abdurrahman yang mengingatkan umat agar hati-hati dengan > pernyataan bahwa perlakuan The New York Times dan Time menyanjung Aa Gym > tiada > lain untuk membentuk publik figur, bahwa demikianlah sesungguhnya Islam yang > benar itu.Mereka menganggap metode manajemen qolbu (MQ) yang Aa Gym > kembangkan > itu memungkinkan dan memberi peluang besar terseretnya orang-orang muslim > kedalam agama yahudi dan Nasrani ?? > > Tidak. Bukti-bukti pun bermunculan.Lembaga besar yang jelas anti Islam > sebagaimana Pak Tengku kutip sendiri itu, jelas faham betul. Dari sisi > tasawuf > secara umum begitu saja,orientalis pada umumnya sejak zaman penjajahan sudah > faham betul bahwa itu JALAN YANG SANGAT MEMBERI PELUANG RUSAKNYA ISLAM. Maka > sampai kini ditempuh oleh Barat dengan mendirikan pusat-pusat kajian Islam > di > perguruan-perguruan tinggi terkemuka di Barat,tak lain misinya adalah > menyuntikkan tasatwuf atau sufisme ke anak-anak cerdas Muslimin sedunia agar > jadi alat mereka.Hal itu sudah diteliti secara seksama dan diseminarkan > secara > internasional oleh pakar-pakar Islam di London tahun 1990-an bahwa apa yang > disebut-sebut studi-studi Islam di universitas-unversitas barat itu hanyalah > mementingkan sufisme (tasawwuf).Islam dipandang sebagai sub-budaya Timur, > dan > tidak sebesar Kong Hucu atau Hindu Budha.Dan yang disebut Islam itu hanyalah > sufisme (Tasawwuf).[2] Maka tak mengherankan alumni-alumni barat yang mereka > kirim untuk belajar Islam kepada orang-orang kafir itu ketika pulang mereka > ramai-ramai menjajakan tasawuf dan suara-suara aneh yang merusak atau > menginterupsi Islam. > > Mengenai dakwahnya Aa Gym, jelas apa yang dikemukakan Abdurahman Al Mukaffi > boleh diuji. Abdurahman tidak mudah disebut sebagai pengidap sakit > kejiwaan.Dan > kalau Abdurahman itu sakit jiwa, saya kasihan kepada Pak Tengku Zulkarnaen > yang > menulis buku khusus membantah buku Aburahman Al mukaffi dengan membela Aa > Gym > setebal 236 halaman. Capai-capai dan payah-payah menulis buku hanya > menanggapi > orang yang dianggap sakit jiwa. Apa tidak rugi?? > > Dakwah Aa Gym itu landasannya apa??Itulah yang sangat penting.Ternyata > menurut > pengakuan Aa Gym, dakwahnya selama ini yang disebut manajemen Qolbu (MQ) itu > berlandaskan hasil kontemplasi dan perenungan selama bertahun-tahun yang ia > gali dari kedalaman dirinya sendiri.Untuk lebih jelasnya ,mari kita simak > kutipan berikut ini: > > Seperti dikatakan Aa Gym sendiri,dirinya memang telah bertahun-tahun > berusaha > untuk menemukan konsep-praktis Manajemen Qalbu ini.Yang menarik, Aa gym > berusaha menggali konsep ini bukanlah dari kekuatan diri orang lain, > melainkan > dari kedalaman dirinya sendiri.Proses introspeksi diri yang > dilakukannya,baik > bersama seluruh keluarga,santri,dan para sahabat maupun dengan dirinya > sendiri- > terutama ketika berada sendirian di keheningan malam atau saat terpojok oleh > masalah-masalah duniawi- terasa cukup efektif untuk merumuskan konsepnya > ini. > Ternyata,setelah melewati proses kontemplasi atau perenungan yang dalam > konsep > Manajemen Qalbu menunjukkan bahwa manusia mampu mengendalikan > dirinya.(Hernowo > & Deden Ridwan ed, Aa Gym dan Fenomena Daarut Tauhid, Mizan, Bandung cet X > februari 2003,halaman 25) > > Lebih jauh lagi Aa Gym menulis sendiri dengan menyatakan: > > "Berdasarkan Manajemen Qalbu,saya kemudian memiliki prinsip bahwa apabila > seseorang hatinya bersih (dalam hal ini mampu dibuat bersih oleh diri orang > itu), maka dia akan menjadi 'pusat' segala aktifitas dibumi.Dia akan > menyedot > seluruh perhatian orang.Baik orang yang suka berbisnis, orang yang suka > berdakwah, orang yang suka mengembangkan SDM, maupun siapa saja.Orang yang > hatinya dapat dibuat bersih secara otomatis akan membuat geraknya memiliki > magnet yang luar biasa.Kata-katanya akan meyakinkan lawan > bicaranya,..(Hernowo > & Deden , idem , hal 227) > > Pertanyaan yang perlu dikemukakan ,apakah memang Islam memerlukan > kontemplasi > dan perenungan terhadap kedalaman diri sendiri yang kemudian diyakini bahwa > nantinya kalau hatinya bersih lalu akan mengeluarkan magnet hingga menyedot > perhatian seluruh orang di bumi? Tak cukupkah Al Qur'an dan As-Sunnah untuk > mengatur manusia di dunia ini?Dan apakah tujuan orang utnuk menjalankan > Islam > itu agar berhasil menyedot perhatian seluruh orang di bumi ini? > > Betapa jauhnya antara ajaran Islam dengan konsep Aa Gym. Maka tidak > mengherankan bila lembaga besar seperti The New York Times yang oleh bukunya > Tengku Zulkarnaen pun dikutip sebagai anti Islam itu, melihat celah-celah > bahwa > dakwah Aa Gym sebenarnya tidak persis dengan Islam.Hingga model yang seperti > itulah yang justru mereka dukung untuk dibesarkan,agar umat Islam tidak > terbina > secara Islam yang benar-benar sesuai dengan Islam.Itulah bahasa gamblangnya > diungkapkan oleh Abdurrahamn al Mukaffi bahwa perlakuan The New york times > dan > Time menyanjung Aa Gym tiada lain untuk membentuk publik figur yang pada > akhirnya membentuk opini publik,bahwa demikianlah sesungguhnya Islam yang > benar > itu.Mereka menganggap metode manajemen Qalbu (MQ) yang Aa Gym kembangkan itu > memungkinkan dan memberi peluang besar terseretnya orang-orang muslim ke > dalam > agama Yahudi dan Nasrani. > > Bayangkan, ketika Aa Gym berpidato di Masjid Istiqlal Jakarta dan disiarkan > TV > swasta ditonton oleh jutaan orang, tau-tau mencontohkan orang yang baik itu > mukanya pun sudah tampak, contohnya Bunda Theresa (orang non Muslim). Apakah > itu merupakan dakwah yang sesuai dengan Islam? Padahal Al Qur'an sudah > menegaskan: > > "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik > bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) > hari > kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Qs Al Ahzab 21) > > Bagaimana pula ketika umat Islam belum lama dibantai oleh orang-orang > Nasrani > dibakar didalam masjid hingga mati ratusan muslimin di Indonesia > Timur,tau-tau > kemudian Aa Gym berpidato di Gereja Morio Poso (Sulawesi) dihadapan 500 > jemaat > dengan berkata: > > "Saudara-saudara, kita memang berbeda agama.Tapi kita mempunyai kesamaan, > sama- > sama mempunyai hati!! (menjaga Hati hal 32 , dikutip dalam Raport Merah hal > 5) > > Sehabis itu khabarnya Aa Gym juga bergabung dalam apa yang disebut do'a > bersama > antara berbagai agama di Bali setelah kasus letusan bom di Legian Kuta Bali. > > Ini yang perlu dipertanyakan, apa landasan Aa Gym berbuat seperti itu? > Sedangkan dalam agama Islam, zaman Nabi Shalallahu alaihi wa sallam yang > saat > itu orang Nasrani tidak membantai Muslimin saja, justru para utusan Nasrani > dari Najran (60) orang dibantah keras oleh nabi Shalallahu alaihi wa > sallam.Dua > pendetanya langsung dinyatakan Nabi Shalallahu alaihi wa sallam :"Kalian > berdua > berdusta". Bahkan Allah Subhanahu wa ta'ala menurunkan wahyu yang isinya > agar > Nabi Shalallahu alaihi wa sallam mengajak mubahallah (saling do'a agar > dilaknat > oleh Allah atas orang bohong dari keduanya,lihat tafsir Ibnu Katsir dalam > menafsirkan surat Al Imran 59-63). > > Lha umat Islam sudah dibantai, dipecundangi, dimana-mana dimurtadkan, > dihamili > agar masuk kristen dan aneka cara pemurtadan, tahu-tahu Aa Gym berbuat > seprti > itu. Salah sasarankah bidikan lembaga luar negeri yang anti Islam itu dalam > menjujung Aa Gym? Dan salahkah Abdurahman Al Mukaffi yang mengingatkan Aa > Gym > dan umat Islam agar waspada akan kelicikan kelompok yang anti Islam itu? Dan > salahkah Abdurahman Al Mukaffi yang mengingatkan kepada Aa Gym dan umat > Islam > bahwa dakwahnya tidak sesuai dengan Islam. > > Diamana ayat Lakum dinukum waliyadiin (=bagimu agamau dan bagiku agamaku) > diletakkan? > > Menurut Tafsir Ibnu Katsier,ayat itu ada penegasan di ayat lain : > Sesungguhnya > telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang > bersama dengan dia ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya > kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, > kami > ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan > kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja (QS Al > Muntahanah :4) > > Rupanya Aa Gym dan juga Pak Tengku Zulkarnaen yang sama-sama pembela Tasawuf > ini menganggap ada sifat buruk dari sebagian umat Islam (Kalau Pak Tengku > langsung menunjuk Abdurahman Al Mukaffi) yang mengidap "religious phobia" > (salah satu penyakit jiwa, dimana sang penderita senantiasa membenci agama > lain > disekitarnya.Dan dia cenderung ingin menghancurkan seluruh agama lain yang > ada > kecuali agamanya sendiri. Hal ini amat bertentangan dengan ajaran Islam yang > tetap memberi kebebasan pada semua pemeluk agama lain, dan terlarang memaksa > mereka masuk Islam). > > Mengenai tuduhan ini, pertama, apakah memang orang mengingatkan perbuatan > yang > menguntungkan non Muslim seperti tersebut termasuk memaksa agar orang lain > masuk agama Islam? Kedua, definisi "religious phobia" itu dari mana, dan > apakah > sesuai dengan Islam? > > Bagaimana kalau penganut definisi itu berhadapan dengan ayat-ayat Al Qur'an > diantaranya : > > "Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) > janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai > orang- > orang yang melampaui batas (QS al Baqarah :190) > > "Jika mereka merusak sumpah (janji) nya sesudah mereka berjanji, dan mereka > mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, > karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang > janjinya, agar supaya mereka berhenti "(at Taubah:12) > > ..dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun > memerangi > kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang > bertakwa "(Qs at taubah :36) > > Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar > kamu > itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, > bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa (Qs at taubah :123) > > Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) > ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari > memusuhi > kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang > lalim (QS al Bagqarah :193) > > Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata- > mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya > Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan QS Al Anfaal:39) > > Pertanyaaan yang perlu diajukan:kalau konsejuen ,apakah berani Pak tengku > bermodalkan definisi "religious phobia" itu kemudian mengalamatkannya kepada > pelaksana-pelaksana ayat-ayat Al Qur'an itu secara konsekuen yaitu Nabi > Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam dan para shahabatnya yang setia?? > Haruskah > ayat-ayat itu tidak diberlakukan bahwa kalau ada yang mau memberlakukan > perlu > dituduh sebagai orang yang "religious phobia" ?? > > Benarlah ucapan Imam AsSyafi'i tersebut diatas. > -------------------------------------------------------------------------- -- > ---- > Foote Note > > [1]. Ibnul Jauzi,Tablis Iblis, Darul Fikr,Beirut 1368H hal 71, lih. Tasawuf > Belitan Iblis oleh Hartono Ahmad Jaiz, Darul falah ,Jakarta hal 26-27) > > [2]. (lih. Bila hak Muslimin dirampas, Hartono Ahmad Jaiz, Pustaka Al > Kautsar, > Jakarta 1994) > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hmta7gb/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705013556:TM/Y=YAHOO/EXP=1123816257/A=2896125/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail">Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for anyone who cares about public education</a>!</font> --------------------------------------------------------------------~-> Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

