> Karena Sufi (Tasawwuf) juga diangkat dalam tulisan ini, ada baiknya juga
> melihat apa yang ada dalam tulisan di bawah...
>
> KUTIPAN:
> Tidak. Bukti-bukti pun bermunculan.Lembaga besar yang jelas anti Islam
> sebagaimana Pak Tengku kutip sendiri itu, jelas faham betul. Dari sisi
> tasawuf
> secara umum begitu saja, orientalis pada umumnya sejak zaman penjajahan
> sudah
> faham betul bahwa itu JALAN YANG SANGAT MEMBERI PELUANG RUSAKNYA ISLAM.
Maka
> sampai kini ditempuh oleh Barat dengan mendirikan pusat-pusat kajian Islam
> di
> perguruan-perguruan tinggi  terkemuka di Barat, tak lain misinya adalah
> menyuntikkan tasatwuf atau sufisme ke anak-anak cerdas Muslimin sedunia
agar
> jadi alat mereka.Hal itu sudah diteliti secara seksama dan diseminarkan
> secara
> internasional oleh pakar-pakar Islam di London tahun 1990-an bahwa apa
yang
> disebut-sebut studi-studi Islam di universitas-unversitas barat itu
hanyalah
> mementingkan sufisme (tasawwuf).Islam dipandang sebagai sub-budaya Timur,
> dan
> tidak sebesar Kong Hucu atau Hindu Budha.Dan yang disebut Islam itu
hanyalah
> sufisme (Tasawwuf).[2] Maka tak mengherankan alumni-alumni barat yang
mereka
> kirim untuk belajar Islam kepada orang-orang kafir itu ketika pulang
mereka
> ramai-ramai menjajakan tasawuf dan suara-suara aneh yang merusak atau
> menginterupsi Islam.
>
> juga:
> Sehabis itu khabarnya Aa Gym juga bergabung dalam apa yang disebut do'a
> bersama
> antara berbagai agama di Bali setelah kasus letusan bom di Legian Kuta
Bali.
>
> (coba cocokkan dengan fatwa MUI)
>
> Juga:
> Bagaimana pula ketika umat Islam belum lama dibantai oleh orang-orang
> Nasrani
> dibakar didalam masjid hingga mati ratusan muslimin di Indonesia Timur,
> tau-tau
> kemudian Aa Gym berpidato di Gereja Morio Poso (Sulawesi) dihadapan 500
> jemaat
> dengan berkata:
>
> "Saudara-saudara, kita memang berbeda agama.Tapi kita mempunyai kesamaan,
> sama-
> sama mempunyai hati!! (menjaga Hati hal 32 , dikutip dalam Raport Merah
hal
> 5)
>
> Bayangkan, ketika Aa Gym berpidato di Masjid Istiqlal Jakarta dan
disiarkan
> TV
> swasta ditonton oleh jutaan orang, tau-tau mencontohkan orang yang baik
itu
> mukanya pun sudah tampak, contohnya Bunda Theresa (orang non Muslim).
Apakah
> itu merupakan dakwah yang sesuai dengan Islam? Padahal Al Qur'an sudah
> menegaskan:
>
> "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik
> bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan)
> hari
> kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Qs Al Ahzab 21)
>
>
>
> --------------------------------------------------------------------------
--
> ----
>
>
>
> IBNU JAUZI berkata : " TASAWUF adalah mazhab (golongan) yang dikenal
> melebihi
> zuhud . Bukti bahwa antara ZUHUD dan TASAWUF berbeda adalah , yakni ZUHUD
> tidak
> dicela oleh siapapun, sedangkan TASAWUF telah dicela oleh para ulama,.."
(al
> Muntaqa an Nafsis min Talbis Iblis: 214)
>
> Maka cukuplah kiranya nasihat dari Syaikh Abubakar Jabir al Jazairi : "
> Sesungguhnya , bisa saja tasawuf itu berasal dari sebagian Islam , tetapi
> bisa
> pula ia bukan dari ajaran Islam . Apabila tasawuf benar berasal dari
> sebagian
> ajaran Islam, maka ISLAM itu sendiri sudah cukup bagi kita. Sedangkan bila
> tasawuf bukan dari ajaran Islam , maka kita tidak pernah butuh kepada
ajaran
> seperti itu."
>
> --------------------------------------------------------------------------
--
> ----
> BERTASAWUFLAH BILA MAU RUWET
> Oleh : Hartono Ahmad Jaiz
> Majalah Media Dakwah Rajab 1424/september 2003 hal 33-46
> --------------------------------------------------------------------------
--
> ----
>
> IMAM As-syafi'i berkata:"Seandainya seseorang menjadi sufi pada pagi
> hari,maka
> siang sebelum dhuhur ia menjadi orang yang dungu".Dia (Imam asSyafi'i)
juga
> pernah berkata :"Tidaklah seseorang menekuni tasawuf selama 40 hari,lalu
> akalnya (masih bisa) kembali normal selamanya." [1]
>
> Ungkapan Imam As Syafi'i rahimahullahu itu apakah masih bisa dirasakan
> langsung
> sampai kini??? Coba kita buktikan dengan menelusuri contoh sebagai
berikut:
>
> Sebuah buku yang isinya membela tasawuf sengaja ditulis oleh Tengku
> Zulkarnaen
> dengan judul "Salah Faham Penyakit Umat Islam Masa Kini-jawaban atas buku
> Raport Merah Aa Gym.Buku ini diterbitkan Yayasan al-Hakim, Jakarta Agustus
> 2003
> setebal 236 halaman.Ini merupakan bantahan terhadap buku Raport Merah Aa
> Gym,
> MQ di Penjara Tasawuf, tulisan Abdurrahman al-Mukaffi, Darul Falah,
Jakarta
> April 2003.
>
> Ada kejanggalan-kejanggalan yang kalau kita merujuk kepada perkataan Imam
> AsSyafi'I seperti tersebut barulah ketemu jawabnya .Disana kejanggalan isi
> buku
> membela tasawuf dan Aa Gym ini bisa dikutip langsung sebagai berikut:
>
> Kutipan:
>
> "Untuk lebih jelasnya bagi pembaca sekalian kami ingin mencontohkan sebuah
> ungkapan orang-orang sufi :"Ketika  ku kenal Allah maka leburlah daku".
Ahli
> dzahir akan melihat kalimat ini sebagai ungkapan yang aneh dan sesat.
> Bagaimana
> mungkin Allah menjadikan hambanya lebur, bagaikan timah panas yang dibakar
> api,..? Memangnya Allah itu panas?! Kalau begitu i'tiqadnya ,"telah
kafirlah
> dia". Sebab menuduh Allah memberi mudharat.Demikian kira-kira pemahaman
ahli
> zhahir yang buta ilmu tasawuf.
>
> Para ahli tasawuf mengungkapkan ucapan diatas dengan jalan sebagai
> berikut:"Ketika aku belum kenal Allah, kurasakan aku orang yang hebat.
Mampu
> beli ini, itu. Berbuat ini, berbuat itu. Aku berkuasa menjalankan mau-ku
dan
> menyetop mau-nya orang. Tiba-tiba sakit kakiku,kena penyakit tetanus. Kata
> dokter kakiku harus dipotong,sebab telah membusuk. Kukatakan pada sang
> dokter
> bahwa aku punya uang 50 milyar, kesemuanya milikku. Ambil berapa engkau
mau,
> asal kakiku jangan dipotong. Kemudian, ..barulah aku sadar, ternyata aku
tak
> hebat.mempertahankan dan menjaga kakiku saja ,aku tak mampu.Oh Allah,..
> Engkau
> menguasai seluruh alam semesta alam. Betapa kuasa-Nya Engkau,..Betapa
> hebatNya
> Engkau,..Ketika kukenal Allah maka leburlah aku,..Hilanglah aku dan
seluruh
> kehebatanku ketika berhadapan dengan Allah." (Tengku Zulkarnaen, Salah
Faham
> hal 63)
>
> KOMENTAR
>
> Begitulah,..contoh langsung yang diungkapkan oleh seorang pembela tasawuf
> sekaligus pembela Aa Gym dalam bukunya untuk membantah buku RaportMerah Aa
> Gym,
> MQ di Penjara Tasawuf.Sepotong ungkapan orang tasawuf,"Ketika ku kenal
Allah
> maka leburlah daku,",..ternyata untuk memahaminya harus mutar-muter
> sana-sini
> dengan mengemukakan duitnya 50 milyar, kakinya busuk, enggan diamputasi
oleh
> dokter. Cerita itu diputus begitu saja, apakah jadi dipotong atau tidak,
> atau
> duitnya diberikan betul ke dokter atau tidak, tak jadi diceritakan.
Kemudian
> baru sadar dirinya tidak hebat.(Lha dari tadi sudah kesakitan). Lalu
> digambarkan kesadaran itu dengan ungkapan: Ternyata aku tak hebat, Oh
> Allah,..Engkau menguasai seluruh alam semetsa, mempertahankan dan
> menjaganya,
> tidak tidur siang dan malam. Betapa kuasaNya Engkau,..betapa hebatNya
> Engkau,..ketika kukenal Allah leburlah aku,..hilanglah aku dan seluruh
> kehebatanku ketika berhadapan dengan Allah."
>
> Kenapa harus mengatakan:"Ketika kukenal Allah maka leburlah aku???Tidak
> cukupkah ungkapan Islami dan wajar sebagai hamba Allah dengan mengucapkan
> Allahu Akbar , Allah Maha Besar, lalu disertai taubat, mohon ampunan
kepada
> Allah atas kesombongan ataupun perasaan-perasaan hebat yang selama ini
> melekat
> dihatinya, lalu disertai dengan sikap tawadhu' terhadap Allah dan juga di
> dalam
> pergaulan sesama mahluk?? Kenapa perlu-perlunya mengatakan:"Ketika kukenal
> Allah maka leburlah aku?? Yang disamping ungkapan itu rancu, masih pula
> mengandung macam-macam ketidaksesuaian dengan kenyataan dan aqidah????
Wong
> legan golek momongan (orang bebas dari kerepotan malah cari repot), kata
> orang
> Jawa. Itu cari kerjaan saja, hasilnya belum tentu ada, bahayanya sudah
> jelas.
>
> Masih menyalah-nyalahkan orang yang dianggap sebagai ahli zahir lagi.Masih
> mengatakan orang yang tidak mampu memahami kata orang tasawuf yang rancu
itu
> sebagai orang yang buta ilmu tasawuf lagi.Dan masih pula mengatakan bahwa
> para
> ahli tasawuf akan memahami ungkapan aneh itu dengan jalan ibarat-ibarat
atau
> cerita konyol jadi-jadian. Yang duitnya 50 milyar-lah, yang kakinya busuk
> kena
> tetanus-lah, Yang pamer duit 50 milyar ke dokter lah.Lha kalau ahli
> tasawufnya
> orang yang tidak punya duit, kakinya busuk, orang-orang menyingkirinya,
> bagaimana???Tentu harus  mutar cerita yang lain lagi. Sulit amat jalan
yang
> harus ditempuh hanya untuk memahami ungkapan rancu orang tasawuf saja.
>
> Itulah ulah orang tasawuf. Maka benarlah ungkapan Imam AsSyafi'i
> :"Seandainya
> seseorang menjadi sufi pada pagi hari,maka siang sebelum dhuhur ia menjadi
> orang yang DUNGU.":"Tidaklah seseorang menekuni tasawuf selama 40 hari
,lalu
> akalnya (masih bisa) kembali normal selamanya."
>
> Untuk menyadari kesalahan, mengakui kebesaran Allah Subhanahu wa ta'ala
dan
> bertaubat memohon ampunanNya, tidak perlu ada ibarat-ibarat yang ruwet
> seperti
> digambarkan oleh pembela tasawuf itu,yang akhirnya harus muter-muter untuk
> membela ungkapan yang tidak nggenah-nya (tak karuannya) itu, yaitu
."ketika
> kukenal Allah maka leburlah aku,.Sejak jaman Nabi Adam alaihi salam pun
> sudah
> dicontohkan dengan baik,sebagaimana difirmankan oleh Allah Subhanahu wa
> ta'ala
> tentang penyesalan Adam alaihi salam dan Hawa setelah melakukan
pelanggaran,
> tidak taat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan tergoda syaitan.
>
> Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri,
> dan
> jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya
> pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi". (QS Al A'raaf :23)
>
> Al Qur'an adalah perkataan yang paling baik,paling benar, dan menjadi
> pedoman
> untuk sepanjang masa.Disini tidak ada keraguan sama sekali.Dan ternyata
> untuk
> menyadari kesalahan ataupun mengakui kebesaran Allah Subhanahu wa ta'ala
> tidak
> perlu mengucapkan ucapan-ucapan yang rancu dan merusak aqidah seperti yang
> dikemukakan orang tasawuf yaitu :..ketika ku kenal Allah maka leburlah
> aku,..TIDAK.(Akan) tetapi adalah ucapan wajar,benar dan penuh ketawadhu'an
> :"Ya
> Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak
> mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami
> termasuk
> orang-orang yang merugi."
>
> Betapa jauhnya antara benarnya ungkapan dalam Al Qur'an dan sesatnya
> ungkapan
> orang sufi.
>
> Nabi Ibrahim tentu lebih mengenal Allah dibanding orang sufi,hingga Allah
> mengisahkan ucapannya dalam Al Qur'an:
>
> (yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku
> dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku,
> dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku,
> dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),
> dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat".
> (Ibrahim berdoa): "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah
> aku
> ke dalam golongan orang-orang yang saleh (QS Asy Syua'ara:78-83)
>
> Itulah Nabi Ibrahim alaihi salam dia mengenal Allah Subhanahu wa ta'ala
dan
> mengucapkan beberapa pernyataan, tidak ada pernyataan tentang "Ketika
> kukenal
> Allah , leburlah aku,..!!!!!!!!!!!!!"
>
> Mana yang lebih bisa dipegangi, ucapan Nabi Ibrahim alaihi salam yang
> diabadikan Allah Subhanahu wa ta'ala dalam Al Qur'an ataukah cerita
khayalan
> tengku zulkarnaen pembela tasawuf, jama'ah tabligh dan Aa Gym yang punya
> konsep
> manajemen qalbunya saja hasil kontemplasi dan perenungan itu ??? Mana yang
> lebih selamat untuk diikuti ,ungkapan Allah Subhanahu wa ta'ala dalam al
> Qur'an
> ataukah cerita picisan model sufi dalam buku tengku zulkarnaen selaku
> pembela
> Aa Gym yang tanpa mengaca diri berani-beraninya mengecam Syaikh Ibnu
> Taimiyyah,
> Ibnu Qayyim al Jauziyyah, dan faham Salaf itu?? Betapa jauhnya antara
> kebenaran
> yang ditunjukkan Allah dalam Al Qur'an dengan BUALAN orang sufi serta
orang-
> orang yang dibelanya.Betapa jauhnya kerusakan mereka.
>
> Mari kita lanjutkan penyimakan buku yang membela Aa Gym ini.
>
> Kutipan
>
> Tuan Abdurrahman selanjutnya mengatakan bahwa perlakuan The New York Times
> dan
> Time menyanjung Aa Gym tiada lain untuk membentuk publik figur yang pada
> akhirnya membentuk opini publik, bahwa demikianlah sesungguhnya Islam yang
> benar itu. Mereka menganggap metode manajemen qolbu (MQ) yang Aa Gym
> kembangkan
> itu memungkinkan dan memberi peluang besar terseretnya orang-orang muslim
ke
> dalam agama Yahudi dan Nasrani.(Raport Merah hal 4)
>
> Alangkah kejinya tuduhan tersebut,sebuah tuduhan yang hanya muncul dari
> orang-
> orang penderita sakit kejiwaan berupa "religios phobia" (salah satu
penyakit
> jiwa,dimana sang penderita senantiasa membenci agama lain disekitarnya.Dan
> dia
> cenderung ingin menghancurkan seluruh agama lain yang ada kecuali agamanya
> sendiri. hal ini amat bertentangan dengan ajaran Islam yang tetap memberi
> kebebasan pada semua pemeluk agama lain, dan terlarang memaksa mereka
masuk
> Islam) (Salah Faham hal 8-9)
>
> KOMENTAR
>
> Benar-benar tragis. Apakah memang benar Abdurrahman Al Mukaffi sakit
> kejiwaan??
> Dan apakah Abdurahman ingin memaksa agar orang non Islam masuk Islam??Dan
> salahkah pernyataan Abdurahman itu??
>
> Tengku Zulkarnaen sendiri mengutip satu pernyataan dalam buku itu dibagian
> lainnya, mengutip wawancara dengan Ramadhan Pohan (yang sudah hampir 5
tahun
> bermukim di Washington DC, Amerika Serikat) ditulis oleh Ulil Abshar
Abdala
> di
> Harian Indo Post, ahad 29 juni 2003, hal 4, diantaranya :,..sentimen anti
> Islam
> bermunculan dikalangan masyarakat Amerika. Bahkan, misalnya, surat kabar
> semacam The New York Times tampak sekali bias dalam mengutip ungkapan
> insituatif.Misalnya ,berbunyi:"Mari kita habiskan saja Arab-arab barbar
> itu!!
> (Salah Faham hal 20)
>
> Nah, lembaga besar yang sudah jelas mengidap sentimen anti Islam,
tahu-tahu
> menyanjung Aa Gym. Apa makna dibalik itu?? Apakah demi kejayaan dan
> ketinggian
> Islam? Coba jelaskan!!!
>
> Salahkah ungkkapan Abdurrahman yang mengingatkan umat agar hati-hati
dengan
> pernyataan bahwa perlakuan The New York Times dan Time menyanjung Aa Gym
> tiada
> lain untuk membentuk publik figur, bahwa demikianlah sesungguhnya Islam
yang
> benar itu.Mereka menganggap metode manajemen qolbu (MQ) yang Aa Gym
> kembangkan
> itu memungkinkan dan memberi peluang besar terseretnya orang-orang muslim
> kedalam agama yahudi dan Nasrani ??
>
> Tidak. Bukti-bukti pun bermunculan.Lembaga besar yang jelas anti Islam
> sebagaimana Pak Tengku kutip sendiri itu, jelas faham betul. Dari sisi
> tasawuf
> secara umum begitu saja,orientalis pada umumnya sejak zaman penjajahan
sudah
> faham betul bahwa itu JALAN YANG SANGAT MEMBERI PELUANG RUSAKNYA ISLAM.
Maka
> sampai kini ditempuh oleh Barat dengan mendirikan pusat-pusat kajian Islam
> di
> perguruan-perguruan tinggi  terkemuka di Barat,tak lain misinya adalah
> menyuntikkan tasatwuf atau sufisme ke anak-anak cerdas Muslimin sedunia
agar
> jadi alat mereka.Hal itu sudah diteliti secara seksama dan diseminarkan
> secara
> internasional oleh pakar-pakar Islam di London tahun 1990-an bahwa apa
yang
> disebut-sebut studi-studi Islam di universitas-unversitas barat itu
hanyalah
> mementingkan sufisme (tasawwuf).Islam dipandang sebagai sub-budaya Timur,
> dan
> tidak sebesar Kong Hucu atau Hindu Budha.Dan yang disebut Islam itu
hanyalah
> sufisme (Tasawwuf).[2] Maka tak mengherankan alumni-alumni barat yang
mereka
> kirim untuk belajar Islam kepada orang-orang kafir itu ketika pulang
mereka
> ramai-ramai menjajakan tasawuf dan suara-suara aneh yang merusak atau
> menginterupsi Islam.
>
> Mengenai dakwahnya Aa Gym, jelas apa yang dikemukakan Abdurahman Al
Mukaffi
> boleh diuji. Abdurahman tidak mudah disebut sebagai pengidap sakit
> kejiwaan.Dan
> kalau Abdurahman itu sakit jiwa, saya kasihan kepada Pak Tengku Zulkarnaen
> yang
> menulis buku khusus membantah buku Aburahman Al mukaffi dengan membela Aa
> Gym
> setebal 236 halaman. Capai-capai dan payah-payah menulis buku hanya
> menanggapi
> orang yang dianggap sakit jiwa. Apa tidak rugi??
>
> Dakwah Aa Gym itu landasannya apa??Itulah yang sangat penting.Ternyata
> menurut
> pengakuan Aa Gym, dakwahnya selama ini yang disebut manajemen Qolbu (MQ)
itu
> berlandaskan hasil kontemplasi dan perenungan selama bertahun-tahun yang
ia
> gali dari kedalaman dirinya sendiri.Untuk lebih jelasnya ,mari kita simak
> kutipan berikut ini:
>
> Seperti dikatakan Aa Gym sendiri,dirinya memang telah bertahun-tahun
> berusaha
> untuk menemukan konsep-praktis Manajemen Qalbu ini.Yang menarik, Aa gym
> berusaha menggali konsep ini bukanlah dari kekuatan diri orang lain,
> melainkan
> dari kedalaman dirinya sendiri.Proses introspeksi diri yang
> dilakukannya,baik
> bersama seluruh keluarga,santri,dan para sahabat maupun dengan dirinya
> sendiri-
> terutama ketika berada sendirian di keheningan malam atau saat terpojok
oleh
> masalah-masalah duniawi- terasa cukup efektif untuk merumuskan konsepnya
> ini.
> Ternyata,setelah melewati proses kontemplasi atau perenungan yang dalam
> konsep
> Manajemen Qalbu menunjukkan bahwa manusia mampu mengendalikan
> dirinya.(Hernowo
> & Deden Ridwan ed, Aa Gym dan Fenomena Daarut Tauhid, Mizan, Bandung cet X
> februari 2003,halaman 25)
>
> Lebih jauh lagi Aa Gym menulis sendiri dengan menyatakan:
>
> "Berdasarkan Manajemen Qalbu,saya kemudian memiliki prinsip bahwa apabila
> seseorang hatinya bersih (dalam hal ini mampu dibuat bersih oleh diri
orang
> itu), maka dia akan menjadi 'pusat' segala aktifitas dibumi.Dia akan
> menyedot
> seluruh perhatian orang.Baik orang yang suka berbisnis, orang yang suka
> berdakwah, orang yang suka mengembangkan SDM, maupun siapa saja.Orang yang
> hatinya dapat dibuat bersih secara otomatis akan membuat geraknya memiliki
> magnet yang luar biasa.Kata-katanya akan meyakinkan lawan
> bicaranya,..(Hernowo
> & Deden , idem , hal 227)
>
> Pertanyaan yang perlu dikemukakan ,apakah memang Islam memerlukan
> kontemplasi
> dan perenungan terhadap kedalaman diri sendiri yang kemudian diyakini
bahwa
> nantinya kalau hatinya bersih lalu akan mengeluarkan magnet hingga
menyedot
> perhatian seluruh orang di bumi? Tak cukupkah Al Qur'an dan As-Sunnah
untuk
> mengatur manusia di dunia ini?Dan apakah tujuan orang utnuk menjalankan
> Islam
> itu agar berhasil menyedot perhatian seluruh orang di bumi ini?
>
> Betapa jauhnya antara ajaran Islam dengan konsep Aa Gym. Maka tidak
> mengherankan bila lembaga besar seperti The New York Times yang oleh
bukunya
> Tengku Zulkarnaen pun dikutip sebagai anti Islam itu, melihat celah-celah
> bahwa
> dakwah Aa Gym sebenarnya tidak persis dengan Islam.Hingga model yang
seperti
> itulah yang justru mereka dukung untuk dibesarkan,agar umat Islam tidak
> terbina
> secara Islam yang benar-benar sesuai dengan Islam.Itulah bahasa
gamblangnya
> diungkapkan oleh Abdurrahamn al Mukaffi bahwa perlakuan The New york times
> dan
> Time menyanjung Aa Gym tiada lain untuk membentuk publik figur yang pada
> akhirnya membentuk opini publik,bahwa demikianlah sesungguhnya Islam yang
> benar
> itu.Mereka menganggap metode manajemen Qalbu (MQ) yang Aa Gym kembangkan
itu
> memungkinkan dan memberi peluang besar terseretnya orang-orang muslim ke
> dalam
> agama Yahudi dan Nasrani.
>
> Bayangkan, ketika Aa Gym berpidato di Masjid Istiqlal Jakarta dan
disiarkan
> TV
> swasta ditonton oleh jutaan orang, tau-tau mencontohkan orang yang baik
itu
> mukanya pun sudah tampak, contohnya Bunda Theresa (orang non Muslim).
Apakah
> itu merupakan dakwah yang sesuai dengan Islam? Padahal Al Qur'an sudah
> menegaskan:
>
> "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik
> bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan)
> hari
> kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Qs Al Ahzab 21)
>
> Bagaimana pula ketika umat Islam belum lama dibantai oleh orang-orang
> Nasrani
> dibakar didalam masjid hingga mati ratusan muslimin di Indonesia
> Timur,tau-tau
> kemudian Aa Gym berpidato di Gereja Morio Poso (Sulawesi) dihadapan 500
> jemaat
> dengan berkata:
>
> "Saudara-saudara, kita memang berbeda agama.Tapi kita mempunyai kesamaan,
> sama-
> sama mempunyai hati!! (menjaga Hati hal 32 , dikutip dalam Raport Merah
hal
> 5)
>
> Sehabis itu khabarnya Aa Gym juga bergabung dalam apa yang disebut do'a
> bersama
> antara berbagai agama di Bali setelah kasus letusan bom di Legian Kuta
Bali.
>
> Ini yang perlu dipertanyakan, apa landasan Aa Gym berbuat seperti itu?
> Sedangkan dalam agama Islam, zaman Nabi Shalallahu alaihi wa sallam yang
> saat
> itu orang Nasrani tidak membantai Muslimin saja, justru para utusan
Nasrani
> dari Najran (60) orang dibantah keras oleh nabi Shalallahu alaihi wa
> sallam.Dua
> pendetanya langsung dinyatakan Nabi Shalallahu alaihi wa sallam :"Kalian
> berdua
> berdusta". Bahkan  Allah Subhanahu wa ta'ala menurunkan wahyu yang isinya
> agar
> Nabi Shalallahu alaihi wa sallam mengajak mubahallah (saling do'a agar
> dilaknat
> oleh Allah atas orang bohong dari keduanya,lihat tafsir Ibnu Katsir dalam
> menafsirkan surat Al Imran 59-63).
>
> Lha umat Islam sudah dibantai, dipecundangi, dimana-mana dimurtadkan,
> dihamili
> agar masuk kristen dan aneka cara pemurtadan, tahu-tahu Aa Gym berbuat
> seprti
> itu. Salah sasarankah bidikan lembaga luar negeri yang anti Islam itu
dalam
> menjujung Aa Gym? Dan salahkah Abdurahman Al Mukaffi yang mengingatkan Aa
> Gym
> dan umat Islam agar waspada akan kelicikan kelompok yang anti Islam itu?
Dan
> salahkah Abdurahman Al Mukaffi yang mengingatkan kepada Aa Gym dan umat
> Islam
> bahwa dakwahnya tidak sesuai dengan Islam.
>
> Diamana ayat Lakum dinukum waliyadiin (=bagimu agamau dan bagiku agamaku)
> diletakkan?
>
> Menurut Tafsir Ibnu Katsier,ayat itu ada penegasan di ayat lain :
> Sesungguhnya
> telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang
> bersama dengan dia ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya
> kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah,
> kami
> ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan
> kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja (QS Al
> Muntahanah :4)
>
> Rupanya Aa Gym dan juga Pak Tengku Zulkarnaen yang sama-sama pembela
Tasawuf
> ini menganggap ada sifat buruk dari sebagian umat Islam (Kalau Pak Tengku
> langsung menunjuk Abdurahman Al Mukaffi) yang mengidap "religious phobia"
> (salah satu penyakit jiwa, dimana sang penderita senantiasa membenci agama
> lain
> disekitarnya.Dan dia cenderung ingin menghancurkan seluruh agama lain yang
> ada
> kecuali agamanya sendiri. Hal ini amat bertentangan dengan ajaran Islam
yang
> tetap memberi kebebasan pada semua pemeluk agama lain, dan terlarang
memaksa
> mereka masuk Islam).
>
> Mengenai tuduhan ini, pertama, apakah memang orang mengingatkan perbuatan
> yang
> menguntungkan non Muslim seperti tersebut termasuk memaksa agar orang lain
> masuk agama Islam? Kedua, definisi "religious phobia" itu dari mana, dan
> apakah
> sesuai dengan Islam?
>
> Bagaimana kalau penganut definisi itu berhadapan dengan ayat-ayat Al
Qur'an
> diantaranya :
>
> "Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi)
> janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai
> orang-
> orang yang melampaui batas (QS al Baqarah :190)
>
> "Jika mereka merusak sumpah (janji) nya sesudah mereka berjanji, dan
mereka
> mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu,
> karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang tidak dapat
dipegang
>  janjinya, agar supaya mereka berhenti "(at Taubah:12)
>
> ..dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun
> memerangi
> kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang
> bertakwa "(Qs at taubah :36)
>
> Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar
> kamu
> itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah,
> bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa (Qs at taubah :123)
>
> Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga)
> ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari
> memusuhi
> kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang
> lalim (QS al Bagqarah :193)
>
> Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu
semata-
> mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya
> Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan QS Al Anfaal:39)
>
> Pertanyaaan yang perlu diajukan:kalau konsejuen ,apakah berani Pak tengku
> bermodalkan definisi "religious phobia" itu kemudian mengalamatkannya
kepada
> pelaksana-pelaksana ayat-ayat Al Qur'an itu secara konsekuen yaitu Nabi
> Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam dan para shahabatnya yang setia??
> Haruskah
> ayat-ayat itu tidak diberlakukan bahwa kalau ada yang mau memberlakukan
> perlu
> dituduh sebagai orang yang "religious phobia" ??
>
> Benarlah ucapan Imam AsSyafi'i tersebut diatas.
> --------------------------------------------------------------------------
--
> ----
> Foote Note
>
> [1]. Ibnul Jauzi,Tablis Iblis, Darul Fikr,Beirut 1368H hal 71, lih.
Tasawuf
> Belitan Iblis oleh Hartono Ahmad Jaiz, Darul falah ,Jakarta hal 26-27)
>
> [2]. (lih. Bila hak Muslimin dirampas, Hartono Ahmad Jaiz, Pustaka Al
> Kautsar,
> Jakarta 1994)
>




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hmta7gb/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705013556:TM/Y=YAHOO/EXP=1123816257/A=2896125/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>Take
 a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for anyone who 
cares about public education</a>!</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke