sae kang,ngiring reus pisan.
mugia wargi sadayana tiasa maos seratan iue.
sing seringkang nyeratna.

nty
--- In [email protected], Jalak Pakuan <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> Wilujeng, ngiring reueus. Cobi we alungkeun ka milis, ke pami 
seuseur nu minat tiasa ngabentuk kelompok. Atuh pami aya kempelan 
Kusnet Jakarta & sabundeureunana mangga kedalkeun. Numutkeun sim 
kuring mah mesek pasualan kalayan daria jeung seurieus teh penting, 
utamina kumaha "nyundakeun" eusina.
>  
> salam
> jalakpakuan.
>  
> Nembe terang Bu Erna dubes khusus masalah MDG, manawi gaduh imelna 
punten pang alungkeun.....
> 
> 
> Ukay Karyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> ieu teh tulisan pribados di Bisnis Indonesia dinten ieu. Kanggo 
anggota milis ieu anu resep nulis di koran, kuamaha lamun ngabentuk 
kelompok diskusi. Hatur nuhun.
> 
> 
> OpiniKamis, 18/08/2005 Pemburu rente di seputar birokrasi "Negara 
akan runtuh jika birokrasi buruk." Kalimat tersebut diucapkan 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika mengukuhkan Pamong Praja 
Muda lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri/Institut 
Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN/IPDN) angkatan ke-13 di Kampus 
Jatinangor, Sumedang, 8 Agustus lalu. 
> Ucapan tersebut tepat mengingat peran birokrasi sangat vital dalam 
proses pembangunan. Persoalannya, wajah birokrasi Indonesia identik 
dengan kebobrokan. Para penyelenggara negara (pengambil kebijakan) 
dan aparat birokrasi di negeri ini belum bisa melepaskan diri dari 
budaya perilaku korup. 
> Akibat dari perilaku penyelenggara negara dan birokrasi yang 
seperti itu, maka meski sudah 60 tahun merdeka, Indonesia masih 
belum bisa merdeka dari berbagai persoalan yang mengiringi 
perjalanan bangsa ini. Salah satu persoalan mendasar yang mendesak 
untuk dicari jalan keluarnya adalah masalah kemiskinan. 
> Menurut Duta Besar Khusus PBB untuk Millennium Development Goals 
(MDGs) Erna Witoelar, pemberantasan korupsi salah satu syarat 
menghapus kemiskinan. Indonesia tidak akan bisa mencapai MDGs pada 
2015 apabila pemem rintah tidak serius memberantas korupsi. 
Sebaliknya, Indonesia bisa mencapai MDGs sebelum 2015 bila 
pemberantasan korupsi benar-benar dilakukan (Koran Tempo, 6 
Agustus). Pada tahun 2000, saat deklarasi MDGs diluncurkan, jumlah 
penduduk miskin di Indonesia tercatat 37,3 juta atau sekitar 19% 
dari total penduduk. Tahun 2004 angka penduduk miskin turun menjadi 
36,1 juta atau sekitar 16,6% dari total penduduk. 
> Untuk mencapai MDGs pada 2015 untuk mengurangi penduduk miskin 
menjadi 8,2% pada 2009, pemerintah harus bekerja keras agar 
pengambil kebijakan dan aparat birokrasi tidak menyalahgunakan 
wewenangnya. 
> Namun demikian, perlu di-sadari perilaku yang tidak terpuji dari 
pengambil kebijakan dan birokrasi tersebut, muncul karena berbagai 
faktor penyebab, salah satunya adanya permintaan dari aktor-aktor 
ekonomi (pengusaha). 
> Menurut pencetus teori public choice J.M. Buchanan dkk (1980), 
proses politik dalam suatu negara merupakan suatu proses yang 
disebut sebagai a complex competitive game. Dalam proses politik ini 
berbagai aktor ekonomi berupaya untuk memprtahankan dan meluaskan 
kepentingan masing-masing. Aktor-aktor ekonomi yang kuat dan 
memiliki dana yang banyak dapat melakukan kegiatan lobi untuk 
mempengaruhi para pengambil kebijakan dan birokrat. 
> Akibatnya, pengambil kebijakan dan birokrat tidak lagi merupakan 
pihak yang bebas dari kepentingan pribadi atau kelompok. 
> Para birokrat dan pengambil kebijakan tersebut kini berubah wujud 
menjadi makhluk yang memiliki tujuan melayani kepentingan pribadi 
atau kelompok. Mereka memiliki agenda masing-masing yang bermain di 
arena public policy. 
> Mirip kartel 
> Beranjak dari realitas tersebut, Olson (1982) mencetuskan konsep 
distributional coalition. Koalisi ini merupakan suatu jaringan mirip 
kartel (cartel-like network) yang memiliki tujuan meraup rente 
ekonomi semaksimum mungkin bagi para anggota kartel, yakni kalangan 
pengambil kebijakan, birokrasi, dan pengusaha yang korup. Aksi dari 
jaringan kartel tersebut, sudah pasti akan mengorbankan kepentingan 
publik. Sebab apa pun bentuknya kegiatan pencarian rente ekonomi 
(rent-seeking activity) adalah kegiatan yang secara sosial tidak 
produktif dan bahkan socially wasteful. Dalam konteks makro, 
aktivitas tersebut mengakibatkan perekonomian tidak efisien (high 
cost economy). 
> Pada kondisi itu, menurut Kotari (1976), negara berubah menjadi 
Governance as private enterprise. Sistem politik telah memperlakukan 
politik dan administrasi negara seperti suatu kegiatan usaha swasta. 
Kalkulasi bisnis swasta telah dijadikan dasar pengambilan kebijakan 
yang menyangkut kegiatan ekonomi. 
> Tujuan pihak swasta telah menyatu dengan tujuan pengambil 
kebijakan publik, dengan konsekuensinya kepentingan publik yang 
dikorbankan. Alokasi sumber-sumber pembiayaan akan semakin banyak 
diarahkan terhadap proyek-proyek yang secara prioritas sosial 
seharusnya menempati posisi terbawah. Proyek-proyek yang secara 
komersial menguntungkan sangat banyak mengambil porsi sumber-sumber 
keuangan nasional dengan mengorbankan proyek-proyek yang secara 
sosial lebih bermanfaat. 
> Dalam sejarah perjalanan Indonesia, kondisi tersebut secara mudah 
dapat ditemui pada beberapa kebijakan ekonomi yang diambil 
pemerintah. Aroma adanya permainan pemburu rente ekonomi, juga 
terlihat pada kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintahan pasca-
Orde Baru. 
> Carut marut proses privatisasi BUMN adalah salah satu bukti yang 
nyata. Beberapa UU dinilai lebih mewakili kepentingan kelompok 
bisnis (internasional) ketimbang kepentingan publik, seperti UU 
Migas, UU Sumberdaya Air, dan UU Penambangan di Hutan Lindung. 
> Begitu pun dengan lahirnya Peraturan Presiden No 36 Tahun 2005 
tentang Pengadaan tanah Bagi pelaksanaan Pembangunan Untuk 
Kepentingan Umum, dinilai hanya demi kepentingan kelompok bisnis. 
> Pemerintah harus berupaya menutup semua pintu masuk bagi para free 
raider yang memboncengi kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah. 
> Persoalannya sekarang adakah political will dari pemerintah untuk 
menutup pintu masuk tersebut atau membiarkan negara ini runtuh? 
> Oleh 
> Ukay Karyadi
> Mahasiswa Program Magister Perencanaan dan Kebijakan 
> Publik (MPKP) Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 
> 
> 
> 
> 
>  © Copyright 2001 Bisnis Indonesia. All rights reserved. 
Reproduction in whole or in part without permission is prohibited.
> 
> 
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail.yahoo.com 
> 
> Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
> 
> 
> 
> 
> 
> SPONSORED LINKS 
> Culture Corporate culture Hawaiian culture Hispanic culture Jewish 
culture Organizational culture 
> 
> ---------------------------------
> YAHOO! GROUPS LINKS 
> 
> 
>     Visit your group "urangsunda" on the web.
>   
>     To unsubscribe from this group, send an email to:
>  [EMAIL PROTECTED]
>   
>     Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service. 
> 
> 
> ---------------------------------
> 
> 
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail.yahoo.com




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hrbm460/M=362343.6886681.7839642.3022212/D=groups/S=1705013556:TM/Y=YAHOO/EXP=1124485576/A=2894350/R=0/SIG=10tj5mr8v/*http://www.globalgiving.com";>Make
 a difference. Find and fund world-changing projects at GlobalGiving</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke